News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Thursday, October 30, 2014

Perkembangan Roket Indonesia

Roket R-Han 122 dengan Rear Control Surface
Roket R-Han 1212 dengan Rear Control Surface
rhan-jkgr-2
Rear Control Surface R-Han 1212
rhan-jkgr3
rhan-jkgr-4
Kendaraan Pengangkut Multi Roket R-Han 1212
Pemerintah melalui Konsorsium Roket Nasional terus mengembangkan roket Rhan-1212. Selain di kendaraan darat, roket ini ke depannya juga akan dipasang di kapal-kapal perang Indonesia.
Konfigurasi roket ini terus dikembangkan dan disempurnakan, termasuk propulsion dan rear control service. Konsorsium Roket Nasional juga terus mengembangkan IR Seeker, Antenna, Illuminator Electronic, processor, baterai dan warhead roket, yang kedepannya diharapkan menjadi peluru kendali. Semuanya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap roket/ rudal dari luar negeri. Selain itu, biaya produksi roket/rudal di dalam negeri, lebih murah. (JKGR).
»»  READMORE...

Up to RM6bil for Fighter Jets?


RMAF MiG-29N (photo : ftpmirror)

KINIBIZ- The Royal Malaysian Air Force (RMAF), which is looking to replace its fleet of 18 Russian-made Mikoyan-29N Fulcrum jet fighters, will soon be accepting tenders for multi-role combat aircraft (MRCA) from defence aviation companies.

Industry sources told KiniBiz that Malaysia is going to accept proposals soon, though Defence Minister Hishammuddin Hussein has stated that Malaysia has not made any decision on whether or not to replace the ageing MiG-29N Fulcrums in RMAF’s fleet.

At an average cost of around US$100 million (RM322 million) per fighter with supporting equipment, maintenance, and training, the cost of 18 fighters is likely to be around RM6 billion, sources said.

In March last year, Malaysia had shortlisted five fighter jets as potential replacements for the flagging MiG-29Ns: the Eurofighter Typhoon by the European consortium of BAE Systems, European Aeronautic Defence and Space Company (EADS) and Finmeccanica; the French-based Dassault Aviation’s Rafale; Boeing’s F/A-18E/F Super Hornet; the Russian-made Sukhoi-30 Flanker-C, and Swedish firm Saab’s JAS-39 Gripen.
»»  READMORE...

Menjadi 'World Class Navy', Masa Depan TNI AL


KRI pada HUT TNI 69

TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyatakan komitmennya untuk menjadi "world class navy". Langkah itu penting mengingat Indonesia merupakan negara maritim yang besar. Komitmen tersebut semakin kuat seiring niat Presiden RI Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Kita banyak mengirim perwira kita ke dalam dan luar negeri untuk mengambil ilmu akademis yang mendukung kemampuan ketentaraan seperti ke AS dan Australia. Menteri Pendidikan juga memberikan dukungan 100 prajurit melanjutkan studi S2 dan S3 untuk TNI AL," kata Kadispenal Laksma TNI Manahan Simorangkir, Selasa, 28 Oktober 2014, dilansir Media Indonesia.

Menurut Kadispenal, sejumlah upaya terus dilakukan oleh TNI-AL untuk mencapai tujuan tersebut. Mulai dari pembenahan operasional, peningkatan kapasitas SDM, hingga pembenahan di sektor-sektor lainnya.

Pengakuan TNI AL sebagai "world class navy" juga muncul dari berbagai pihak, termasuk dari Angkatan Laut AS (US Navy). Apalagi, selama ini TNI AL selalu turut serta dalam berbagai kegiatan angkatan laut level internasional seperti di Lebanon, Australia, dan negara-negara lainnya.

TNI AL juga terus berupaya memenuhi standar kebutuhan pokok minimum dan kelayakan alutsista hingga tahun 2026 mendatang. "Itu kampanye kita di laut meskipun kurang mendapat publikasi serta tidak mudah untuk melakukan reportase apa yang telah kita perbuat," kata Kadispenal. ''TNI-AL berharap pemenuhan alutsista yang telah dipelopori mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat diteruskan,'' tuturnya.

Sebelumnya, KASAL Laksamana TNI Dr. Marsetio melakukan pertemuan bilateral dengan U.S. Secretary of the Navy (Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat) di JW Marriot Hotel, Medan, Sumatera Utara,  Sabtu malam, 25 Oktober 2014. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai topik, termasuk pentingnya hubungan kerja sama yang baik antara US Navy dan TNI AL, serta potensi kerja sama militer di masa mendatang.

Sumber: Media Indonesia
Gambar: ANT/Suryanto 
»»  READMORE...

C Sword 90, Korvet Siluman Baru dari Prancis



C Sword 90

Galangan kapal Prancis CMN (Constructions Mecaniques de Normandie) meluncurkan korvet siluman C Sword 90 dalam pameran angkatan laut Euronaval di Paris pekan ini. Korvet siluman ini adalah satu dari tiga kapal desain baru yang diluncurkan oleh CMN. Ketiganya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan angkatan laut dunia untuk mendukung misi yang semakin kompleks baik di perairan pesisir maupun laut dalam.

Korvet C Sword 90 memiliki bentuk yang unik, formasi lambung yang inovatif dan desain suprastruktur permukaan miring, dan peralatan yang sangat terintegrasi. Korvet ini dikembangkan dengan bekerjasama dengan arsitektur angkatan laut Thierry Verhaaren, yang juga merancang kapal rudal Baynunah untuk Uni Emirat Arab. C Sword 90 didesain untuk beroperasi di laut dalam, littoral dan kawasan pesisir. Lambungnya terbuat dari baja dan suprastruktur terbuat dari baja dan aluminium.

Korvet multiperan ini diklaim memiliki daya serang tinggi dan paket sensor lengkap untuk misi intelijen, pengawasan dan pengintaian, dan misi ESM/Comint electronic surveillance dan peperangan elektronik. Sensor generasi barunya terdiri dari empat panel datar yang terpasang pada suprastruktur atas. C Sword 90 juga dikonfigurasi untuk mendukung pengoperasian beberapa sistem senjata dengan fungsi fire control. Bridge control dan sistem komunikasi yang terintegrasi membantu mengotomatisasi banyak prosedur sehingga mengurangi beban kerja awak.

C Sword 90
Selain untuk misi maritim, seperti misi anti kapal permukaan dan kapal selam, korvet ini juga didesain untuk mendukung operasi pasukan darat dari laut. Selain itu korvet ini juga dilengkapi dengan dua kontainer untuk menyimpan muatan tambahan, seperti senjata, kargo, atau perlengkapan lainnya. C Sword 90 dibekali dek belakang yang luas untuk mengakomodasi pengoperasian satu helikopter 10 ton dan UAV, baik di siang maupun malam hari.  

Desain korvet ini dioptimalkan untuk mampu bertahan dan stabil pada kecepatan maksimal 28 knot, dan jangkauan sejauh 7.000 mil dengan kecepatan rata-rata 12 knot. Lambungnya yang unik juga memberikan ketahanan dan kestabilan saat beroperasi di angin kencang dan kondisi laut kasar.
Senjata korvet ini terjadi dari satu senjata utama 76 mm atau 57 mm yang dipasang pada bagian depan dan dua stasiun senjata remot kontrol pada port dan sisi kanan (20 mm atau 30mm). Kapal ini juga dilengkapi dengan delapan peluncur rudal anti kapal MM40 Exocet ditambah peluncur vertikal rudal anti udara. Sistem decoy juga dilengkapkan sebagai alat pertahanan diri.

C Sword 90 merupakan kapal angkatan laut terbesar yang dibangun oleh CMN, satu dari tiga desain baru yang diresmikan di Euronaval. Kapal lainnya adalah Ocean Eagle trimaran, yang didesain sebagai kapal patroli atau pemburu ranjau dan varian baru dari kapal rudal Combattante.

C Sword 90

Peran

> Patroli pesisir dan lepas pantai, misi intelijen, pengintaian dan pengawasan
> Misi penegakan hukum
> Integrasi ke gugus tugas angkatan laut untuk anti kapal selam dan anti kapal permukaan
> Monitoring dan pengawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
> Operasi stabilisasi dan penyerangan
> Dukungan untuk operasi angkatan darat
> Pengoperasian helikopter 10 ton.

Karakteristik utama

> Panjang: 95 m
> Panjang waterline: 92 m
> Diameter: 15,7 m
> Diameter waterline: 12,7 m
> Draught maksimum: 4 m
> Kecepatan maksimum: 28 Knot
> Jangkauan pada 12 knot: 7.000 NM
> Kru: 65
> Additional berth: 20
> Bahan Bakar: 170 m3
> Air tawar: 30 m3
> Lambung: Baja
> Suprastruktur: Baja/Aluminium
> Klasifikasi: Bureau Veritas.

Peralatan utama dan pelengkap

> Tiga generator utama
> Satu genset darurat
> Dua mesin diesel penggerak
> Dua Controlled Pitch Propellers (CPP).

Kinerja dan fitur unggulan

> Kecepatan maksimum hingga 28 knot
> Jangkauan operasi 5000 NM dengan kecepatan 14 knot atau 7000 NM dengan kecepatan 12 knot
> Daya tahan di laut lebih lama
> Perawatan mudah
> Inversed stem untuk meningkatkan efisiensi propulsi dan penjagaan laut
> Multiperan, sesuai dengan modul misi yang diintegrasikan
> Mampu beroperasi di cuaca buruk dan laut yang kasar
> High autonomy karena hematnya konsumsi bahan bakar
> Mampu membawa muatan tambahan dengan dua kontainer
> Pengoperasian helikopter platform Level 1 Class 3 (siang & malam)
> Pengoperasian UUV, UAV dan SUV.

Sistem misi khusus

> Satu CMS dengan Tactical Data Link
> Satu Naval Radar generasi baru  (4 fixed array panels)
> Satu Sistem SSM (8 rudal)
> Satu Sistem SAM (16 rudal peluncuran vertikal)
> Dua Short Range Air Defence Missile Systems
> Satu Fire Control Radar
> Satu Electro-optical dan fire control System
> Satu R-ESM System dan satu C-ESM System
> Satu senjata utama: 76 mm atau 57 mm
> Dua senjata sekunder 20 mm (30 mm sebagai opsi)
> Satu sistem peluncur decoy
> Satu Integrated Naval Communication System
> Satu Integrated Bridge Control System (IBCS)
> Satu towed sonar module
> Satu hull mounted sonar
> Dua triple-tube torpedo launcher
> Dua 11m high speed RHIB with dedicated davits.
source:artileri.org
»»  READMORE...

MENHAN TARGETKAN INDONESIA PRODUKSI PESAWAT PENGINTAI

Kerjasama dengan Korea Selatan
UAV Lapan 

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan alih teknologi. Upaya itu bertujuan meningkatkan kemandirian Indonesia untuk memproduksi alat utama sisstem senjata (alutsista).

Dalam jangka waktu lima tahun, kata Menteri Pertahanan Jenderal TNI (purn) Ryamizard Ricudu di Jakarta, Rabu (29/10/2014), Indonesia akan memproduksi sendiri pesawat pengintai. Indonesia menggandeng Korea Selatan dalam produksi tersebut.

Menurut mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) itu, alih teknologi di bidang pertahanan perlu untuk memenuhi kebutuhan pengamanan Indonesia. Tujuannya yaitu menjaga kedaulatan NKRI.

Namun ia belum dapat memastikan keinginan Presiden Joko Widodo untuk membeli pesawat tanpa awak. Untuk saat ini, akunya, pengawasan pertahanan Indonesia masih mengandalkan kamera satelit.[RRN]
source: abarky

»»  READMORE...

Evolusi Panser Canon Kaliber 90 mm














P
indad akhirnya memberitakan ke media akan meluncurkan panser barunya yang mengusung canon kaliber 90 mm bulan november ini pada acara Indodefence 2014 di Jakarta. Beberapa tahun lalu Pindad pernah meluncurkan panser canon pada acara yang sama pameran militer Indonesia tahun 2008 dengan menampilkan panser yang bukan lagi mengangkut personil tapi mengusung canon/kubah senjata kaliber 90 mm. Pada penampilan pertama Pindad mengusung turet senjata canon tank Scorpion buatan Inggris dan memukau publik maupun jajaran TNI.

Berselang beberapa tahun, kembali PT Pindad selaku salah satu tulang punggung industri pertahanan dalam negeri telah berhasil membuat prototype panser dengan dilengkapi Canon Cockerill 90 mm serta sistem kubah senjata CSE-90 Mk III buatan CMI Defense, Belgia, yang menjadikan panser ini lebih garang dan mempunyai efek penghancur.

Canon yang memiliki panjang laras 3,248 m ini juga mampu menembakkan beragam jenis amunisi mulai dari HET, HEAT-T hingga HESH-T. Tidak hanya sampai disitu Panser ini juga dilengkapi senapan mesin kaliber 7,62 mm yang terpasang dalam posisi segaris dengan senjata utama pada kubah utama, yang berfungsi untuk menghajar pasukan infantri musuh. Tak ketinggalan juga sebagai perlengkapan tambahan terdapat tabung pelontar granat asap kaliber 66 mm. Adapun sebagai special equipment untuk mendukung panser di medan pertempuran diantaranya piranti penglihatan malam (night vision gogle / NVG), dengan adanya perangkat ini, membuat panser canon mampu diajak berduel di medan tempur pada malam hari.

Racikan dari Negeri GinsengPrototipe Panser Canon Pindad [Audrey]

Setelah ada pembelian panser dari Korea Selatan sebanyak 22 unit, yang sebagian di rakit PT Pindad, kembali Perusahaaan asal Bandung ini membuat terobosan baru berupa inovasi panser canon dengan bentuk sedikit ada perubahan pada turet canonnya. Bila sebelumnya panser mengadopsi konsep turet/kubah senjata tank Scorpion, kini dengan ilmu tambahan merubah penampilannya dengan turet panser Tarantula, Korea Selatan.

Dari gambar terlihat bentuk yang lebih kokoh dibadingkan sebelumnya. Karena Belum ada berita resmi, maka belum diketahui perubahan apa saja yang diusung panser Pindad yang baru ini.
Penampakan Panser Canon terbaru PindadBiarkan gambar yang berbicara, berikut penampakan panser canon Pindad terbaru dari sumber Windu Paramarta dan tweet militer yang diposkan kaskuser.




source:abarky
»»  READMORE...

Wednesday, October 29, 2014

Krasukha 2, Sistem Electronic Warefare Terbaru Rusia Penangkal AEW&C




Krasukha 2, Sistem Electronic Warefare Terbaru Rusia Penangkal AEW&C
Hingga saat ini Krasukha 2 masih menjadi salah satu teknologi persenjataan paling rahasia dalam perbendaharaan pernika angkatan bersenjata Rusia. Foto: Layanan pers

Dalam wawancara bersama stasiun radio Ekho Moskvy minggu lalu, Kepala Urusan Pemesanan Negara Kontsern Radioelektronnye Tekhnologii (KRET) Vladimir Mikheyev mengumumkan bahwa komplek pernika buatan Rusia sejak dulu telah diminati oleh puluhan negara di dunia. “Kami memiliki prestasi gemilang dan banyak negara Eropa yang berminat terhadap proyek kami,” kata Mikheyev.

Namun, Mikheyev tidak menjelaskan sistem pernika Rusia jenis apa yang menarik perhatian negara-negara Eropa dan Tiongkok tersebut.Perwakilan KRET tersebut menjelaskan, komplek pernika buatan Rusia saat ini telah digunakan oleh angkatan bersenjata Tiongkok. “Tiongkok memiliki minat yang tinggi terhadap teknologi pernika. Mereka memiliki perbendaharaan komplek pernika yang beragam, baik buatan lokal maupun asing, termasuk dari Rusia,” terang Mikheyev.
Pengembangan Paling Rahasia
Krasukha 2 merupakan pengembangan industri elektronik paling rahasia milik Rusia. Kompleks tersebut memulai debutnya dalam forum internasional Engineering Technologies 2014. Krasukha dipamerkan secara terbuka oleh perusahaan KRET, yang merupakan bagian dari korporasi milik pemerintah Rusia, Rostec. Dalam pameran tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan stasiun pernika bergerak unik yang mampu mengacaukan kerja radar AEW&C milik musuh, terutama untuk pesawat E-2 Hawkeye dan E-3 Sentry buatan AS.
Menurut pakar militer independen sekaligus redaktur utama situs Military Russia Dmitry Kornev, hingga saat ini Krasukha 2 masih menjadi salah satuteknologi persenjataan paling rahasia dalam perbendaharaan pernika angkatan bersenjata Rusia. “Tidak ada data resmi mengenai spesifikasi teknis dan taktis serta kemampuan Krasukha 2 yang sebenarnya.  Informasi yang dapat diketahui sejauh ini hanyalah perangkat tersebut sudah masuk dalam persenjataan militer dan aktif digunakan dalam satuan militer Rusia. Namun, tidak ada yang tahu berapa jumlah dan lokasi penempatan alat tersebut saat ini,” kata Kornev.
Kompleks pernika ini memiliki penampilan yang tidak biasa. Krasukha 2 dilengkapi antena parabola berukuran besar yang umum digunakan dalam sistem komunikasi satelit, yang terpasang di atas kendaraan berat Vosyina dengan empat poros roda buatan Pabrik Otomobil Bryansk. Dalam pameran, Krasukha 2 diperkenalkan oleh KRET sebagai “Stasiun Peperangan Elektronika Multifungsi”.

Menurut Kornev, kemungkinan performa Krasukha 2 tidak lebih buruk dari Pelena.
Malah, karena memakai komponen elektronik dan algoritma matematis yang baru, pernika baru ini bisa lebih baik dibanding pendahulunya. Krasukha 2 dapat diaktifkan dalam beberapa menit untuk beroperasi, sementara Pelena membutuhkan beberapa jam. “Ada bukti yang menunjukkan bahwa selain pengemudi, hanya perlu satu sampai dua orang saja untuk mengoperasikan Krasukha 2. Bahkan benda ini mungkin bisa dikendalikan hanya menggunakan komputer tablet,” ujar Kornev menyimpulkan.Kornev menjelaskan, Krasukha 2 merupakan pengembangan dari stasiun pengacau gelombang darat buatan Uni Soviet Pelena 1 yang memiliki jangkauan kerja terarah—dari seratus hingga 250 kilometer—pada Early Warning Aircraft tipe E-3 yang dilengkapi oleh sistem radar jenis AN/APY-2 S. Pelena telah memperkuat beragam batalyon dan merupakan satu-satunya resimen pernika pertahanan serangan udara Uni Soviet.
Perwakilan Kementerian Pertahanan Rusia yang mengetahui seluk beluk pernika menerangkan bahwa Pelena saja mampu mengatasi AEW&C secara efektif. Namun ia menolak untuk berkomentar lebih lanjut mengenai senjata ini dengan alasan menjaga kerahasiaan negara.
Krasukha Versus AEW&C
Krasukha 2 diprediksi akan menarik perhatian negara-negara dengan kekuatan senjata super muktahir. “Pengoperasian AEW&C (Airborne Early Warning and Control) memang bisa memberi kelebihan bagi satu pihak, tapi di satu sisi, mereka juga harus bisa memanfaatkan kelebihan tersebut,” kata Anton Lavrov, pakar militer independen yang juga merupakan salah satu penulis buku Novaya Armiya Rossii (Tentara Baru Rusia).

Kompleks pernika ini memang sangat efektif, namun harganya sangat mahal sehingga akan sangat sulit dijangkau oleh sebagian besar negara di dunia. Lavrov berpendapat, salah satu pembeli Krasukha 2 yang paling potensial adalah Tiongkok. “Angkatan bersenjata Tiongkok adalah salah satu kekuatan militer yang paling dinamis dan berkembang di seluruh dunia. Selain itu, kepemimpinan militer dan politik mereka menggalakan pengayaan teknologi canggih terkini untuk kebutuhan dalam negeri. Tiongkok saat ini sedang berkonflik dengan Taiwan, dan bila peperangan dimulai, bisa saja angkatan bersenjata AS akan terlibat dalam pertikaian tersebut,” kata Lavrov. Namun saat ini masih belum diketahui apakah Rusia dan Tiongkok telah melakukan perundingan terkait pernika

source. indonesia.rbth
»»  READMORE...

Rusia Mulai Proyek Pembuatan Pesawat Tempur Generasi Keenam


Klik untuk memperbesar gambar. Ilustrasi oleh Tatiana Perelygina.
Dalam forum Open Innovations yang diselenggarakan minggu lalu, Direktur Utama Foundation for Advanced Research Andrey Grigorev mengumumkan bahwa para peneliti saat ini sudah memulai proses pembuatan pesawat terbang generasi keenam. Ia menjelaskan bahwa pesawat tempur model baru tersebut akan dibuat dari material komposit.
“Tugas kami adalah menciptakan dasar bagi pembuatan pesawat tempur generasi keenam. Saat ini, kami sedang mempertimbangkan proyek-proyek terkait. Sebagian besar berhubungan degnan material dan mesin penggerak pesawat,” kata Grigorev.
Tampilan Baru

Badan pesawat akan dibuat dari material komposit (rekayasa campuran dari dua bahan atau lebih) yang kuat dan ringan. Pesawat tempur ini bukan hanya akan memiliki kecepatan supersonik, melainkan pula pada tahap-tahap penerbangan tertentu ia juga dapat melaju dalam kecepatan hipersonik lebih dari 6-7 Mach. Tentu tidak semua logam dapat menahan panas yang diterima oleh badan pesawat akibat gesekan tersebut. Oleh sebab itu, perlu material komposit baru yang dapat menjawab semua kebutuhan tersebut.Meski tahapan umum proyek ini sudah cukup jelas, belum ada pandangan seragam mengenai prediksi bentuk pesawat tersebut dan misi apa yang akan disematkan pada pesawat baru ini.
Pesawat tempur generasi keenam ini membutuhkan mesin penggerak baru dengan daya tinggi yang mampu bekerja tak hanya di atmosfer tetapi juga di ruang hampa udara. Tidak menutup kemungkinan, salah satu misi pesawat tersebut adalah terbang di ruang angkasa terbuka dan mengelilingi jalur orbit bumi.
Selain itu, pesawat ini membutuhkan sistem penangkap gelombang dan avionik baru yang mampu bekerja secara efektif dan stabil di setiap moda penerbangan. Kendaraan tempur ini pun perlu media penghantar sekitar dan harus bisa menjaga komunikasi dengan pusat komando darat dan udara, serta satelit luar angkasa. Sistem electronic warfare pesawat ini bertujuan meredam sistem komunikasi dan kendali milik musuh sekaligus juga untuk menetralisasi rudal udara-ke-udara ataupun darat-ke-udara.

Artikel ini tidak merefleksikan opini resmi RBTH 
Saingan pesawat ini belum dapat diprediksi. Saat ini, proses pembuatan “pesawat tempur masa depan” tersebut sedang berada dalam tahap perancangan. Perancang sama seperti petinggi militer yang merupakan kliennya, harus menyepakati bentuk kendaraan tempur, misi dan tujuan pesawat, persenjataan yang melengkapinya, serta pilot yang kelak menerbangkan pesawat ini.
.source: indonesia.rbth
»»  READMORE...