News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Wednesday, April 23, 2014

Untung-Rugi TNI AD Beli Helikopter Amerika Serikat

Indonesia memang sedang membutuhkan helikopter militer angkut semacam Black Hawk dan ChinookUntung-Rugi TNI AD Beli Helikopter Amerika Serikat  Pengamat militer Rizal Dharma Putra mengatakan ada untung-rugi dalam rencana pemerintah membeli helikopter UH-60 Black Hawk dan Boeing CH-47 Chinook dari Amerika Serikat.

Dari sisi keuntungan, menurut dia, Indonesia memang sedang membutuhkan helikopter militer angkut semacam Black Hawk dan Chinook. Helikopter angkut ini bisa digunakan untuk misi non-perang seperti bantuan becana alam, pengungsi, dan lainnya.

"Mengingat wilayah Indonesia masih banyak yang terpencil dan minim landasan udara, jadi helikopter sangat diperlukan," kata Rizal saat dihubungi Tempo, Ahad, 20 April 2014. Namun, dia melanjutkan, Indonesia juga harus memperhatikan kerugian ketika membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari negeri Abang Sam.

Biasanya, kata Rizal, Amerika Serikat menjual alutsista dengan perjanjian yang kasat mata. Contohnya, Indonesia tidak boleh menggunakan alutsista dari Amerika Serikat untuk misi yang melanggar hak asasi manusia, TNI tak boleh menggunakan alutsista yang dijual Amerika Serikat untuk menyakiti atau menyerang warga negara Indonesia sendiri. "Termasuk tak boleh dijual ke negara lain tanpa izin dari Amerika Serikat," kata Rizal.

Ketentuan lainnya yang dianggap merugikan, menurut Rizal, Indonesia dilarang menggunakan alutsista produksi Amerika Serikat untuk menyerang negara-negara sekutunya seperti Australia dan Singapura. Jika pemerintah dan militer Indonesia melanggar, maka embargo suku cadang dan persediaan senjata akan dilakukan Amerika Serikat.

Indonesia pernah merasakan pahitnya embargo suku cadang dan stok senjata pesawat tempur F-16 pada berapa tahun lalu. Walhasil pesawat tersebut tak mampu terbang menjaga kedaulatan Tanah Air.

Kerugian lain, jika Indonesia membeli helikopter tersebut dalam kondisi bekas. Sebab sekali pun helikoper bekas tersebut sudah diperbaiki dan dimodifikasi, tetap saja jam terbangnya tak bisa lama. "Jadi pemerintah harus cermat memikirkannya."
»»  READMORE...

Gagal Dapat Bekas, Kemenhan Kaji Kapal Selam Baru Rusia

Untuk rencana pengadaan kapal selam produk Rusia masih dalam tahap pengkajianhttps://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/t1.0-9/s403x403/10151211_495809207209017_7862023501674754936_n.jpgJakarta ☆ Media Rusia, news agency ITAR-TASS menyebutkan TNI AL tertarik dengan kapal selam kelas Amur-1650 buatan Rusia.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Rosoboronexport, Nicholas Dimidyuk saat pagelaran pameran DSA 2014 di kota Kuala Lumpur, Malaysia beberapa hari lalu.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Sarana dan Pertahanan Kementerian Pertananan (Kemenhan) Laksda Rachmad Lubis membenarkannya. Menurut dia, ketertarikan itu tidak hanya kapal selam Amur-1650 tapi juga beberapa model lainnya.

"Untuk rencana pengadaan kapal selam produk Rusia masih dalam tahap pengkajian. Tapi belum ada pembicaraan terkait model kapalnya maupun pendanaannya dan skenario pengadaannya," kata Rachmad dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (21/4/2014).

Usai mengikuti Rencana Induk Pemenuhan Alpalhankam pada 02 April 2014 lalu, Rachmad menuturkan, setelah gagal mengakuisisi (memperoleh) Kapal Selam Kilo bekas Rusia, pihaknya mencoba mengkaji versi baru. Namun pengkajian itu akan disesuaikan dengan anggaran yang ada.

"Masih kita pelajari, yang bekas dari segi ekonomi tidak jadi pilihan. Kita bisa beli, tapi belum tentu bisa merawat, makanya kita kaji. Tapi kita sesungguhnya menginginkan itu untuk laut dalam. Tapi uang kita masih di tipe laut dangkal. Kalau ekonomi semakin membaik, diharapkan pemenuhan 12 kapal selam bisa terpenuhi," ucap Rahmad di Gedung Kemenhan.

Kapal Selam kelas Amur-1650 adalah versi ekspor kelas Lada atau Kapal Selam Kilo modern yang telah ditingkatkan kemampuan acoustic stealth-nya, AIP, dan sistem persenjataan dengan teknologi terbaru.

Amur-1650 bisa bertugas pada segala cuaca. Di laut dangkal maupun dalam selama 45 hari tanpa kembali ke pangkalan.

Kapal selam yang dirancang Rubin Central Design Bureau ini memiliki panjang 66,8 meter, tinggi 6,4 meter dan bisa menyelam dengan kedalaman hingga 300 meter. Kapal selam diesel ini bisa meluncurkan hingga 18 torpedo dan menembakkan rudal jelajah tipe Club-S dengan jarak 300 km.
»»  READMORE...

Pangkolinlamil Kunjungi KRI Banjarmasin-592 di Tiongkok

Cek kesiapan menjamu 23 negara peserta Western Pasific Naval SymposiumPanglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI S.M. Darojatim yang saat ini tengah mengadakan kunjungan kerja di Tiongkok mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio, mengadakan peninjauan ke KRI Banjarmasin-592 yang tengah mempersiapkan untuk mengikuti Multilateral Maritime Exercise in The Non Traditional Security Field dan International Fleet ReviewKRI BJM-592 juga mendukung kegiatan Kartika Jala Krida Taruna AAL Tingkat II Angkatan LXI (21/4).

Dalam kunjungan ke KRI Banjarmasin-592 tersebut, Pangkolinlamil didampingi Staf Khusus Kasal Laksda TNI IGN. Ary Atmaja, S.E, Ibu S.M. Darojatim, Ibu Ary Atmaja, Ibu Selvi istri dari Athase Pertahanan RI di Tiongkok, Asisten Athase Pertahanan RI di Tiongkok Mayor Sus Adi Triyadi dan diterima langsung oleh Komandan KRI BJM-592 yang sekaligus Dansatgas Kartika Jala Krida (KJK) Taruna AAL Letkol Laut (P) Jales Jamca Jayamahe.

Selain meninjau kondisi personil KRI Banjarmasin-592 serta para Taruna AAL tingkat II tersebut, Pangkolinlamil beserta rombongan juga memeriksa persiapan dari KRI Banjarmasin-592 yang akan menjadi tuan rumah acara Cocktail Party mulai dari tempat pelaksanaan, sarana prasarana, dapur memasak di kapal, serta bagian lain dari KRI Banjarmasin-592.

Rencananya pada acara tersebut, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio akan langsung memimpin serta menjamu seluruh delegasi peserta Western Pasific Naval Symposium (WPNS) dari 23 negara serta dihadiri oleh seluruh warga negara Indonesia yang berada di Tiongkok baik yang sedang melaksanakan studi maupun yang sedang bertugas di Tiongkok.(tiyo)
»»  READMORE...

Tuesday, April 22, 2014

Tank Capaian Baru Militer Iran

Militer Iran telah meluncurkan lima produk baru yang dirancang dan diproduksi di dalam negeri dalam upacara yang dihadiri oleh para pejabat senior militer Iran.

Sebuah senapan mesin dengan enam laras 12,7 mm jenis gatling dengan namaMuharram dan baja komposit pintar adalah dua perangkat keras militer yang diresmikan pada saat upacara di Tehran pada hari Ahad (20/4) oleh Panglima Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ahmad-Reza Pourdastan.

Senapan mesin Muharram memiliki tingkat menembak dari 2.000-2.500 putaran per menit, dan dapat dipasang pada truk, tank, pengangkut personel lapis baja, helikopter, pesawat tanpa awak, kapal tempur dan destroyer untuk menyerang target udara, laut dan darat.

Baja komposit pintar dibangun dari Shear Thickening Fluid (STF) atau armor cair. Hal ini dapat menahan peluru anti-lapis baja dan telah dikembangkan sesuai dengan standar internasional.

Militer Iran juga meluncurkan tank tempur bernama Sabalan. Tank Sabalan Iran telah dirancang berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari merancang tank tempur Zolfaqar dan Samsam. Tank dipersenjatai dengan meriam 105mm, sistem pengendali tembakan produksi dalam negeri dan juga sistem komunikasi yang canggih.

Sebuah Howitzer 155mm dijuluki Hoveyzeh dan kendaraan taktis super berat bernama Zoljanah dua potong militer lainnya yang dipamerkan pada hari Ahad.

Kendaraan taktis Zoljanah dengan lima as roda yang dapat menyeberangi sungai dengan kedalaman 1,5 meter dan mengangkut beban maksimum 30 ton.(IRIB Indonesia/MZ)
»»  READMORE...

LFX, Pengembangan Pesawat Tempur Indonesia yang Tertunda


Jakarta Dalam menjaga kedaulatan Indonesia, kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) sangat dibutuhkan dan penting. Pemerintah Indonesia saat ini mulai gencar membangun alutsista dalam negeri, salah satunya program pengembangan pesawat tempur KFX/IFX bersama Korea Selatan.

Ternyata, selain program KFX/IFX, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga sudah melakukan penelitian pesawat tempur supersonik yang disebut Lapan Fighter Experiment (LFX). Peneliti Utama LFX, Sulistyo Atmadi mengatakan, penelitiannya melalui program riset Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa (PKPP) Kemenristek ini untuk mendukung kemandirian pesawat tempur maupun project KFX/IFX.

Dulunya kita kan diundang Kemenhan membicarakan tentang program KFX/IFX. Tapi kan kita belum terlibat (dalam program KFX/IFX) waktu itu karena Pustekbang Lapan itu baru terbentuk 2011. Kemudian kita mengajukan riset itu melalui PKPP Program peningkatan pendidikan perekayasa lalu kita melakukan riset semacam konfigurasi awal untuk pesawat tempur,” ucap Sulistyo saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta Senin 21 April 2014.

LFX sendiri memiliki konsep sebagai pesawat latih-lanjut generasi ke 5, dan dengan kemampuan multi-misi dan dirancang agar bisa sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Sulistyo menambahkan, meski dengan anggaran yang sedikit, ia bersama beberapa teman sesama penelitinya sudah berhasil membuat konsep LFX kecepatan supersonik.

PKPP itu cuma Rp 250 juta, itu untuk penelitian 5 peneliti untuk satu tahun. Rp 250 juta itu untuk honor penelitinya, pembuatan modelnya, dan sebagainya. Itu dikelola Kemenristek, setiap PKPP itu dijatah Rp 50 juta untuk setiap peneliti. Tapi kita sudah di tahap conceptual design, kita sudah merancang bentuk luarnya dan kita uji dengan terowongan angin dan simulasi CFD,” imbuhnya.

Project LFX sudah dilakukan sejak tahun 2012, namun sayangnya program ini tidak berlanjut karena masalah anggaran. Selain itu, hampir seluruh tim Pustekbang Lapan sedang mengembangkan pesawat sipil N-219 bersama PT Dirgantara Indonesia.

Cuma tahun 2012 saja, sebetulnya tahun 2013 ada penelitian intern untuk membuat model terbangnya, tapi ternyata dananya nggak ada. Selain itu tahun ini PKPP tahun ini sudah tidak ada lagi. Tahun ini sudah tidak ada lagi penelitiannya (LFX), karena hampir semua SDM terlibat di N-219 karena itu kan butuh banyak tenaga dan ini (LFX) juga belum prioritas,” urai Sulistyo.

lapan1


Untuk kelanjutan Program LFX, pria yang telah puluhan tahun berpengalaman di teknologi penerbangan ini menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah. Karena ini merupakan program jangka panjang yang membutuhkan anggaran dan penelitian yang lama.

Tergantung pimpinan nasional kita, bagaimana? Apakah mau meneruskan IFX kalau KFX-nya nggak jadi. Tapi waktu kita mendisain itu ada narasumber dari dokter ITB yang juga terlibat dalam program bersama Korea dan juga Pak Agung Nugroho, beliau juga terlibat dalam KFX. Jadi sebetulnya walaupun konsepnya beda, tapi hampir miriplah dengan program IFX gitu,” tambahnya.

Mock-up KFX

Jika diteruskan, ia berharap pemerintah membantu transfer of technology dengan negara lain agar program LFX bisa berjalan dengan cepat. Selain itu, perlu dibangun konsorsium pesawat tempur nasional.

Pesawatnya nggak terlalu masalah, tapi instrumentasinya kalau kita mau membuat kelas generasi 5 itu sudah siluman. Kalau siluman itu Korea saja teknologinya belum dikasih sama Amerika. Jadi diberi saja tapi ilmunya tidak dikasih. Tapi kita tetap berusaha, karena kan pesawat terbang itu kan tidak hanya dalam jangka waktu 1-5 tahun. Tapi sampai jangka 15 tahun. Siapa tahu pada saat kita harus membuat, entah itu ada pengetahuan atau sudah ada negara lain yang mampu bekerjasama dengan kita,” katanya.

Kalau untuk sampai tingkat prototipe, tentu diperlukan konsorsium, karena Lapan tidak mampu sendiri. Seperti PT DI untuk industrinya, lalu BPPT karena mereka punya laboratorium, ITB dan sebagainnya. Kalau kita tugasnya sebagai perisetnya aja,” jelas dia.


Sementara, dihubungi terpisah, juru bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Silmi Karim menilai program LFX ini bisa dimaksimalkan agar membantu kemandirian dalam negeri. Ia berharap tim peneliti LFX bisa membantu program KFX/IFX, agar kemandirian pesawat tempur dalam negeri bisa segera terlaksana.

Kita harus melakukan satu sinergi, baik itu penelitian atau pengembangan riset dan teknologi. Sehingga energinya itu bisa dimaksimalkan di satu tujuan. Kalau Kemenhan punya kebijakan KFX/IFX dengan Korea, terus kemudian ada Lapan dengan LFX. Nah ini kan ada 2 Energi, yang kalau dimaksimalkan lebih bagus. Intinya kita perlu memaksimalkan potensi bangsa,” ungkap Silmi.
»»  READMORE...

Welcome to the Beginner's Guide to Rockets

Image of model rocket and link to RocketModeler



The Beginner's Guide to Rockets will help you learn the basic math and physics that govern the design and flight of rockets. We'll look at many different kinds of rockets, from stomp rockets, which are a special kind of artillery shell, to bottle rockets, tomodel rockets, to full scale boosters. We'll look at the similarities and the differences in these rockets and include some instructions for making and flying your own rockets.
At this Web site you can study how rockets operate at your own pace and to your own level of interest. There is a lot of mathematics at this web site, so we provide background pages on many mathematical topics. The flight of the rocket involves the interaction of forces, so we include background pages on the fundamentals of forces. 

Aerodynamics plays a major role in the flight of toy rockets and in the generation of thrust for full scale rockets, so there are background pages devoted to basic aerodynamics . There are also background pages on thermodynamics and gas dynamics because of the role they play in rocket propulsion. Since we will be sending rockets to the Moon and Mars , we provide some background information on these destinations in addition to our home planet.

The majority of the information at this web site is presented at a high school or early college level, although much of the information can also be used by middle school students and the general public. Information is provided for both students and teachers. The site includes materials that were developed over a ten year span by several different authors, so the pages do not all look the same. 

We have added navigation buttons to ease movement across and within the work of a given author. Most of the pages are presented in the following format: a graphic at the top which the user can capture and incorporate into their own presentations or class notes; a text explaining the topic presented in the graphic and including many hyperlinks to related topics; navigation links at the bottom to related educational activities, closely related web pages, and an index of all the pages.

Using the Index of Web Pages, you are never more than two clicks away from any other Web page at this site. Just click on the word "Index" at the bottom of any page, and then click to a new page from the index. We have intentionally organized this site to mirror the unstructured nature of the world wide web. 

However, if you prefer a more structured approach, you can also take one of our Guided Tours through the site. Each tour provides a sequence of pages dealing with some type or aspect of rockets. Web pages that include Interactive Java applets are noted in the index. RocketModeler III, RocketThrust Simulator, and the AtmosModeler Simulator are provided to encourage students to explore science and math. The programs allow students to design and fly rockets on their personal computer and can be downloaded to operate off-line. AdditionalClassroom Activities are also available at this site.

This site was prepared at the NASA Glenn Research Center in support of the Educational Programs Office and was funded by the Exploration Systems Mission Directorate. Many of the pages at this site were prepared to support videoconferencing for teachers and students as provided by the Digital Learning Network. Much of the information available in the Rockets Educator's Guide publication is available on-line at this site.

NOTICE --- We have made every effort to support Section 508 of the Rehabilitation Act. Many of the pages contain mathematical equations that have been produced graphically and are too long or complex to provide in an "ALT" tag. For these pages, we have included the mathematical equations in the text portion of the web page. Many pages include Java applets which are not yet totally accessible for all interpretive software. We are continually monitoring efforts by SUN Microsystems (producers of Java) to make these applets more accessible, and will implement improved versions of the applets as the technology is made available.
»»  READMORE...

Sunday, April 20, 2014

Iran Kembangkan Versi Terbaru dari Rudal Sayyad

Komandan Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya Republik Islam Iran mengatakan, Tehran sedang mengembangkan versi baru dari rudal Sayyad (pemburu) yang memiliki ketepatan tinggi, di mana rencananya akan dipasang pada sistem pertahanan rudal, S-200.

Brigadir Jenderal Farzad Esmaili pada Jumat (18/4) menandaskan, para ahli pertahanan Iran sedang bekerja untuk mengembangkan rudal Sayyad-3.

Ia menambahkan, rudal jarak menengah Sayyad-2 yang berbahan bakar padat telah terbukti berhasil dalam mencari dan bahkan menghantam target-target kecil di udara.

Rudal permukaan ke udara, Sayyad-2, memiliki jangkauan maksimum antara 200-350 kilometer.

Rudal tersebut dapat menghancurkan berbagai jenis helikopter, drone dan target-target lainnya, serta memiliki kecepatan tinggi. Sayyad-2 pertama kali diuji pada bulan April 2011.

Sementara pada bulan November 2010, Iran berhasil menguji tembak sistem pertahanan rudal S-200 yang dirancang dan diproduksi di dalam negeri. (IRIB Indonesia/RA)
 
»»  READMORE...

Indonesia tertarik kapal selam “Amur-1650


KS AMUR 1650
Komando Angkatan Laut Indonesia tertarik dengan kapal selam diesel-electric “Amur- 1650″ Rusia. Hal ini dinyatakan oleh Direktur “Rosoboronexport” Nicholas Dimidyuk, seperti yang diberitakan news agency ITAR – TASS.
Menurutnya delegasi Indonesia menyatakan ketertarikannya saat mengunjungi pameran produk Rusia dalam ajang Pemeran Persenjataan Internasional DSA- 2014 di Malaysia.
Namun apakah militer Indonesia akan memulai negosiasi untuk membeli kepal selam ini, pihak Rusia tidak mengungkapkan secara spesifik.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Indonesia memimpin negosiasi dari pembelian kapal selam bekas Project 877 “Halibut”. Kapal ini ditawarkan Rusia kepada Indonesia pada tahun 2013. Tak lama kemudian Indonesia menyatakan menolak pembelian kapal selam bekas tersebut karena pihak militer tidak puas dengan kondisi teknisnya.
Jika Indonesia memutuskan untuk membeli kapal selam baru Rusia, maka akan diberik fasilitas kredit ekspor satu milliar dolar, yang diterbitkan Moskow di Jakarta pada tahun 2007. Dengan sumber keuangan ini, Indonesia telah merencanakan untuk membeli Mi-17, Mi-35, BMP-3F dan Kapal Selam Project 877 Halibut. Sebagian dari peralatan itu sudah dibeli oleh Jakarta tapi kontrak untuk mendatangkan kapal selam, belum ditandatangani.
Catatan : Maaf saya pakai google translate, soalnya makai bahasa Russia :-D
Sebelumnya penulis bertemu dengan seorang pejabat AL pada 13/03/2014 lalu, saya sempat mengobrol tentang kegagalan pembelian 2 kapal selam kilo bekas yang ditawarkan Rusia. Ini sedikit pembicaraannya.
TNI gagal membeli KS Kilo ?
“Jadi belum gagal, ini masih proses. masih proses berjalan. Kan sekarang kita dihadapkan pada pilihan kita mau beli baru atau second,”.
Yang ingin membaca pembicaraan itu sudah pernah dimuat di warjag dan pembicaraan ini pernah diketawain oleh forum lain, sedih juga sih. T_T, hehehehe just kidding.

Spesifikasi Amur
Lalu pada tanggal 2 April 2014, penulis sempat ketemu dengan Mr. Think Thank (Kabaranahan) Kemhan, dan sempat ngobrol, ini sedikit transkrip yg dirangkum oleh teman saya. Di warjag dia sering jadi SR, maaf ya broo transkrip-nya saya pinjam dulu. :-)
Kapal selam Indonesia di Korsel disebut lebih canggih?
Kapal selam itu telinganya tajam. Langkahnya senyap agar tak terdeteksi msuh. Bisa sembunyi sampai dalam. Dia bisa melontarkan persenjataan yg cukup jauh, dan daya hancurnya besar. 
Apakah KS beli di Korsel bisa mengadopsi Club S?
Salah satunya itu. Makin sampai ke sana makin butuh konstruksi yg besar.
Dimensi dan bobot nambah. Kalau kilo clas sudah sampai 2000 ton. Kalau 1600an belum bisa dimuati club s. 
Ini satu dari 3 kapal selam yg dipesan?
Kita sesungguhnya menginginkan itu untuk laut dalam, tapi uang kita masih di tipe laut dangkal. Club s’nya belum, ya itu wacana kilo class. Kalau jadi ya itu bisa pakai club S. 

Kilo class sampai mana?
Masih kita pelajari, yg bekas dari segi ekonomi tak jadi pilihan.
Amur? Ya bisa jadi. Saya tak tahu persisi tapi bisa diatas 500-600 juta usd.
Tapi kendala di dpr? Ya kita harus liat secara komprehensif ya, alutsista yg harganya bukan mahal tapi memang segitu.  Butuh perawatan lebih, kita bisa beli tapi belum tentu bisa rawat. 
(lenta.ru dan Jalo)
http://jakartagreater.com

182014



»»  READMORE...