News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Helikopter. Show all posts
Showing posts with label Helikopter. Show all posts

Tuesday, October 28, 2014

Helikopter Iran Kini Dilengkapi dengan Roket


Panglima Angkatan Darat Iran mengkonfirmasikan pemasangan roket dengan jarak tempuh empat kilometer untuk pertama kalinya pada helikopter tempur.

Tasnim News (11/5) melaporkan, Brigadir Jenderal Ahmadreza Pourdastan mengemukakan hal itu pada acara wisuda 120 taruna pilot dan mengatakan, "Alhamdulillah helikopter-helikopter kita telah dilengkapi dengan roket dan rudal terkontrol dan menurut rencana akan diuji coba dalam manuver Baitul Maqdis di Isfahan."

"Selain itu kita juga telah meng-upgrade senapan gatling dan meningkatkan kemampuan terbang termasuk sistem visi malam hari pada seluruh helikopter kita," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Pourdastan juga menegaskan bahwa hingga akhir tahun ini (kalender Persia yang berakhir pada 20 Maret 2015) Iran akan merampungkan pembangunan helikopter produksi nasional yang dilengkapi dengan seluruh sistem dan teknologi militer."(IRIB Indonesia/MZ
)
»»  READMORE...

Monday, May 26, 2014

PT DI Akan Miliki Hak Cipta Atas Rancangan Heli Anti Kapal Selam

PTDI akan memiliki hak cipta rancangan helikopter AS565 Panther dengan teknologi sonar anti kapal selam (photo : Airbus Helicopter)

PTDI Rancang Helikopter Khusus Anti Kapal Selam

Jakarta -Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pabrikan pesawat dan helikopter, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mampu merancang konsep helikopter super canggih. PTDI memiliki rancangan helikopter yang dilengkapi teknologi sonar anti kapal selam. Sonar ini mampu mendeteksi keberadaan kapal selam.


“Karena ini konsep dari PTDI jadi yang copy right atau hak cipta adalah PTDI,” kata Direktur Utama PTDI (Persero) Budi Santoso kepada detikFinance saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Selasa (20/5/2014)

Pengembangan helikopter ini bermula ketika TNI AL ingin memiliki helikopter super canggih namun harus berukuran relatif kecil dan bisa mendarat di kapal perang tipe Frigate terbaru. Alhasil PTDI mencari cara agar bisa membuat helikopter berukuran sedang yang bisa mendarat di deck kapal perang namun mampu memiliki teknologi anti kapal selam.

Biasanya teknologi kapal selam ini ditemui dan terpasang pada helikpter berukuran besar. PTDI menggandeng produsen helikopter yakni Eurocopter dan produsen sonar dunia untuk memproduksi helikopter medium dengan teknologi sonar anti kapal selam. Proses merancang helikopter ini memerlukan waktu 2 tahun.

“Waktu kita (pemerintah) beli kapal Fregate buatan Belanda Ahmad Yani class). Itu yang sudah datang. Itu deck load hanya 5 ton jadi kita harus cari helikopter bobot 5 ton dengan senjata yang canggih. Orang mengatakan saya punya sonar bagus tapi helikopternya yang gede-gede. Nggak mungkin (untuk heli sedang). Akhirnya pakai sonar kelas lebih rendah. Kalau sonar long range itu frekuensi rendah. Dia antene gede,” terangnya.

Akhirnya lahir helikopter pertama di kelas medium yang memiliki teknologi sonar anti kapal selam. Teknologi ini dikembangkan pada jenis Helikopter AS565 Panther. Meski tidak memproduksi helikopter dan sonar, namun PTDI memiliki hak cipta rancangan helikopter AS565 Panther dengan teknologi sonar anti kapal selam tersebut.

“Buat kami ini pertama. Bagi pabrik helikopter ide pertama dan ternyata feasible untuk dikerjakan. Yang bikin sonar, dia bilang ini pertama kali dia akan pasang sonar di helikopter ini (medium),” ujarnya.

Helikopter AS 565 Panther telah dipesan TNI AL sebanyak 11 unit. Dari 11 unit tersebut, sebanyak 2 unit dilengkapi teknologi sonar anti kapal selam dan 9 tidak dilengkapi namun memiliki kemampuan untuk sewaktu-waktu dipasang teknologi anti kapal selam.

“Tahap pertama 11, namun yang pakai sonar ada 2. Itu delivery terakhir,” tegasnya.
»»  READMORE...

Friday, May 23, 2014

Penerbal Akan Diperkuat Helikopter AKS Full Satu Skuadron


0
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut akan menerima alat utama sistem persenjataan baru berupa helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther. Angkatan Laut sudah mengajukan permohonan pengadaan helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan.

"Kami mintanya satu skuadron (16 buah), dan di Kementerian Pertahanan saya dengar hampir kontrak. Kapan datangnya, kami belum tahu," kata Kepala Pusat Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.

Menurut Untung, Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, saat ini TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni. Helikopter Panther ini dinilai punya kemampuan yang bagus untuk mendeteksi kapal selam musuh yang bersembunyi di dalam laut. Helikopter buatan Eurocopter ini juga mampu menembakkan torpedo untuk mengandaskan kapal selam musuh dari atas permukaan laut.

Sesuai rencana, helikopter Panther akan ditempatkan di atas dek kapal perang milik TNI AL. Sebab, fungsi helikopter anti-kapal selam ini merupakan perpanjangan mata dan tangan dari sebuah kapal perang. "Jadi bisa dibilang filosofi helikopter kami berbeda dengan Angkatan Udara," katanya. 

Kehandalan Helikopter AKS Penerbal

TNI Angkatan Laut  akan mendatangkan helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther. Helikopter ini lebih hebat dibanding helikopter lain milik TNI.

Kelebihan pesawat ini adalah kekuatan jelajahnya yang tinggi dan daya jangkau deteksi keberadaan kapal selam musuh yang lebih luas. Helikopter ini juga memiliki stabilitas yang baik untuk mendarat di atas kapal perang.

Bagi penerbang militer, helikopter buatan Eurocopter ini sulit ditaklukkan. Pilot harus bisa mendaratkan kapal ketika kondisi kapal tak stabil akibat ayunan gelombang laut ataupun yang tengah melaju. "Jadi, pilot harus menyelaraskan gerakan kapal, makanya helikopter untuk kapal perang harus memiliki sistem pendaratan berupa roda seperti Panther, karena ada suspensi yang menahan hentakan saat mendarat," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.

TNI AL berencana mendatangkan satu skuadron atau 16 helikopter baru buatan Eurokopter. Saat ini Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni.

Untung berharap helikopter tebaru ini bisa mengawali pembangunan kekuatan udara milik TNI AL. Sebab, tahun 1950-1970, TNI AL punya kekuatan udara terbesar di Asia Tenggara.

Pada masa itu, TNI AL sudah memiliki pesawat anti-kapal selam Fairey AS. 4 Gannet buatan Inggris. Pesawat ini tergolong hebat sebagai pembunuh kapal selam. Lebih seram lagi, TNI AL sempat punya pesawat jet pengebom IL-28T Beagle buatan Uni Soviet. "Masih ada beberapa pesawat dan helikopter lainnya," katanya.




Sumber : Tempo 
»»  READMORE...

Lockheed Martin Akan Suplai 9 Sistem M-TADS/PNVS Untuk Apache TNI AD


Apache

Lockheed Martin memperoleh kontrak untuk menyuplai sistem target-acquisition designation-sight/pilot night vision sensor (M-TADS/PNVS) kepada US Army dan TNI AD. Dengan kesepakatan kontrak senilai USD 80,6 juta, pihak Lockheed Martin akan menyuplai total delapan unit serta suku cadangnya untuk US Army dan sembilan untuk TNI AD. Sistem ini selanjutnya akan dipasang (onboard) pada heli serang Apache AH-64.

Direktur program Missiles and Fire Control M-TADS/PNVS Lockheed Martin, Matt Hoffman, seperti yang dilansir oleh Army Technology mengatakan : "Sistem M-TADS/PNVS akan meningkatkan survivabilitas pasukan AS dan sekutu kami dengan memberikan pilot Apache kemampuan untuk menyerang target secara akurat, dan dengan meningkatkan kesadaran situasional."

M-TADS/PNVS


M-TADS/PNVS

Manajer produk Sensor Apache US Army, Letnan Kolonel Steven Van Riper mengatakan bahwa produksi terbaru ini sudah support dengan Apache AH-64E.

Juga dikenal sebagai Arrowhead, M-TADS/PNVS adalah sistem kontrol tembak elektro-optikal canggih yang dirancang untuk meningkatkan serangan jarak jauh, electro-optical precision engagement dan kemampuan penargetan yang lebih akurat pada siang, malam bahkan saat cuaca buruk.

Sistem ini menggantikan sistem TADS/PNVS direct-view optics dengan unit TADS baru yaitu electronic display and control (TEDAC), yang menghadirkan fusi pencitraan yang baik dan juga meningkatkan resolusi target dan kesadaran situasional di medan perang.

Hingga saat ini, lebih dari 1.200 sistem M-TADS/PNVS berikut suku cadangnya sudah disuplai oleh Lockheed Martin untuk US Army dan 13 negara lain di dunia.

Gambar: Lockheed Martin
»»  READMORE...

Saturday, May 3, 2014

PT. DI Akan Bangun Helikopter AKS TNI AL


PT Dirgantara Indonesia akan mendukung keinginan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menambah kekuatan helikopter anti-kapal selam. Perusahaan pembuat pesawat dan helikopter lokal itu pun setuju dengan pilihan TNI AL pada helikopter Eurocopter AS565 Panther.

Bahkan PT DI ikut merekomendasikan nama helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan. "Helikopter ini paling cocok untuk TNI AL," kata Direktur Teknologi Penerbangan PT DI Andi Alisjahbana melalui pesan pendek kepada Tempo, Rabu, 30 April 2014.

Alasannya, helikopter Panther ini sangat cocok dioperasikan di atas dek kapal perang. Bahkan, helikopter ini sudah digunakan oleh pasukan penjaga pantai Amerika Serikat atau US Coast Guard.

Alasan lain, PT DI sudah menjalin kerja sama dengan pabrikan Eurocopter sejak 1974. Saat ini, PT DI memegang lisensi perakitan helikopter produksi Eurocopter Superpuma, Fennec, dan BO 105.

Selain itu, PT DI baru saja mendapat lisensi pembuatan helikopter Dauphin yang belum lama ini sudah diserahkan ke Badan SAR Nasional. "Helikopter Panther itu cuma nama militer dari Dauphin," katanya. Walhasil, PT DI mampu membuat helikopter Panther yang tak jauh beda dengan Dauphin.

Untuk Panther versi militer, Andi melanjutkan, PT Dirgantara Indonesia siap memasangkan alat khusus untuk memburu kapal selam musuh yang disebut dipping sonar. Alat tersebut merupakan radar pencari kapal selam yang digunakan di dalam air. Sonar ini menangkap suara pergerakan mesin dan baling-baling kapal selam di dalam air.

"Disebut dipping karena alat ini dipasang di helikopter lalu ketika hovering (melayang), alat itu diturunkan masuk ke dalam air untuk bisa mendeteksi suara kapal selam," katanya.

Sayangnya, Andi belum mau membicarakan nominal harga helikopter anti-kapal selam Panther. Namun sumberTempo di Kementerian Pertahanan mengatakan per unit helikopter Panther dihargai US$ 21,27 juta. "Rencana pembelian antara 11-16 unit," kata seorang sumber yang enggan disebut namanya.

»»  READMORE...

Thursday, May 1, 2014

TNI AL Akan Menerima 16 AS-565 Panther ASW Heli


Helikopter anti kapal selam AS-565 Panther (photo : Militaryphotos)

Angkatan Laut Tambah 16 Helikopter Baru

TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut akan menerima alat utama sistem persenjataan baru berupa helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther. Angkatan Laut sudah mengajukan permohonan pengadaan helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan.

"Kami mintanya satu skuadron (16 buah), dan di Kementerian Pertahanan saya dengar hampir kontrak. Kapan datangnya, kami belum tahu," kata Kepala Pusat Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.

Menurut Untung, Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, saat ini TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni. Helikopter Panther ini dinilai punya kemampuan yang bagus untuk mendeteksi kapal selam musuh yang bersembunyi di dalam laut. Helikopter buatan Eurocopter ini juga mampu menembakkan torpedo untuk mengandaskan kapal selam musuh dari atas permukaan laut.

Sesuai rencana, helikopter Panther akan ditempatkan di atas dek kapal perang milik TNI AL. Sebab, fungsi helikopter anti-kapal selam ini merupakan perpanjangan mata dan tangan dari sebuah kapal perang. "Jadi bisa dibilang filosofi helikopter kami berbeda dengan Angkatan Udara," katanya. (Tempo)

Keunggulan Helikopter Baru TNI AL, Anti-Kapal Selam

TEMPO.CO, Jakarta - TNI Angkatan Laut  akan mendatangkan helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther. Helikopter ini lebih hebat dibanding helikopter lain milik TNI.

Kelebihan pesawat ini adalah kekuatan jelajahnya yang tinggi dan daya jangkau deteksi keberadaan kapal selam musuh yang lebih luas. Helikopter ini juga memiliki stabilitas yang baik untuk mendarat di atas kapal perang.

Bagi penerbang militer, helikopter buatan Eurocopter ini sulit ditaklukkan. Pilot harus bisa mendaratkan kapal ketika kondisi kapal tak stabil akibat ayunan gelombang laut ataupun yang tengah melaju. "Jadi, pilot harus menyelaraskan gerakan kapal, makanya helikopter untuk kapal perang harus memiliki sistem pendaratan berupa roda seperti Panther, karena ada suspensi yang menahan hentakan saat mendarat," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.

TNI AL berencana mendatangkan satu skuadron atau 16 helikopter baru buatan Eurokopter. Saat ini Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni.

Untung berharap helikopter tebaru ini bisa mengawali pembangunan kekuatan udara milik TNI AL. Sebab, tahun 1950-1970, TNI AL punya kekuatan udara terbesar di Asia Tenggara.

Pada masa itu, TNI AL sudah memiliki pesawat anti-kapal selam Fairey AS. 4 Gannet buatan Inggris. Pesawat ini tergolong hebat sebagai pembunuh kapal selam. Lebih seram lagi, TNI AL sempat punya pesawat jet pengebom IL-28T Beagle buatan Uni Soviet. "Masih ada beberapa pesawat dan helikopter lainnya," katanya.
»»  READMORE...

Wednesday, April 23, 2014

Untung-Rugi TNI AD Beli Helikopter Amerika Serikat

Indonesia memang sedang membutuhkan helikopter militer angkut semacam Black Hawk dan ChinookUntung-Rugi TNI AD Beli Helikopter Amerika Serikat  Pengamat militer Rizal Dharma Putra mengatakan ada untung-rugi dalam rencana pemerintah membeli helikopter UH-60 Black Hawk dan Boeing CH-47 Chinook dari Amerika Serikat.

Dari sisi keuntungan, menurut dia, Indonesia memang sedang membutuhkan helikopter militer angkut semacam Black Hawk dan Chinook. Helikopter angkut ini bisa digunakan untuk misi non-perang seperti bantuan becana alam, pengungsi, dan lainnya.

"Mengingat wilayah Indonesia masih banyak yang terpencil dan minim landasan udara, jadi helikopter sangat diperlukan," kata Rizal saat dihubungi Tempo, Ahad, 20 April 2014. Namun, dia melanjutkan, Indonesia juga harus memperhatikan kerugian ketika membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari negeri Abang Sam.

Biasanya, kata Rizal, Amerika Serikat menjual alutsista dengan perjanjian yang kasat mata. Contohnya, Indonesia tidak boleh menggunakan alutsista dari Amerika Serikat untuk misi yang melanggar hak asasi manusia, TNI tak boleh menggunakan alutsista yang dijual Amerika Serikat untuk menyakiti atau menyerang warga negara Indonesia sendiri. "Termasuk tak boleh dijual ke negara lain tanpa izin dari Amerika Serikat," kata Rizal.

Ketentuan lainnya yang dianggap merugikan, menurut Rizal, Indonesia dilarang menggunakan alutsista produksi Amerika Serikat untuk menyerang negara-negara sekutunya seperti Australia dan Singapura. Jika pemerintah dan militer Indonesia melanggar, maka embargo suku cadang dan persediaan senjata akan dilakukan Amerika Serikat.

Indonesia pernah merasakan pahitnya embargo suku cadang dan stok senjata pesawat tempur F-16 pada berapa tahun lalu. Walhasil pesawat tersebut tak mampu terbang menjaga kedaulatan Tanah Air.

Kerugian lain, jika Indonesia membeli helikopter tersebut dalam kondisi bekas. Sebab sekali pun helikoper bekas tersebut sudah diperbaiki dan dimodifikasi, tetap saja jam terbangnya tak bisa lama. "Jadi pemerintah harus cermat memikirkannya."
»»  READMORE...

Tuesday, April 15, 2014

4 Apache Beraksi di HUT TNI 5 Oktober 2014

Boeing AH-64D Apache Longbow. image: airliners.net

Boeing AH-64D Apache Longbow. image: airliners.net

Kuala Lumpur - Indonesia sudah memesan 8 helikopter Apache dari perusahaan AS, Boeing. Rencananya, HUT TNI 5 Oktober 2014 mendatang 4 Apache di antaranya sudah bisa beraksi.
“Mereka akan mempersiapkan 4 Apache untuk dihadirkan pada HUT TNI,” jelas Wamenhan Sjafrie Sjamsuddin di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/4/2014).
Menurut Sjafrie, nantinya heli Apache itu juga sudah bisa digunakan untuk latihan perang operasi Garuda TNI AD. “2 Heli utama dan 2 heli pendukung,” tambahnya.
Kepastian soal kedatangan heli ini didapatkan saat Sjafrie bertemu pihak Boeing di Defence Services Asia 2014 yang digelar 14-17 April di Malaysia.
Apache ini dipesan pada 2013 lalu. Dan akan diserahkan secara bertahap ke Indonesia. Tahap awal 4 Apache lebih dahulu.
Wamenhan di Defence Service Asia. KL. image: detik.com
Alutsista dalam negeri
Wamenhan Sjafrie Sjamsuddin yakin industri pertahanan Indonesia akan bisa lebih maju. Tentu hal itu bisa dilakukan bila pemerintah juga memberikan kesempatan agar industri pertahanan untuk bangkit.
“KKIP memberikan ruang bagi industri pertahanan,” jelas Sjafri di sela-sela pamera Defence Service Asia (DSA) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/4/2014).
KKIP merupakan Komite Kebijakan Industri Pertahanan, lembaga yang berwenang dalam pengembangan industri pertahanan. Menurut Sjafrie, industri pertahanan Indonesia tentu harus bisa meningkatkan kualitas dan kuantitasnya.
“Agar memenuhi kebutuhan penggunanya,” jelas Sjafrie.
Dalam DSA 2014 ini Sjafrie menjadi pimpinan delegasi Indonesia. Sjafrie bertemu dengan sejumlah produsen industri pertahanan dan juga pemerintah negara sahabat yang ingin menjalin kerjasama dengan Indonesia. Antara lain dari Malaysia, Brunei Darussalam, Inggris, Tiongkok, Republik Ceko, Pakistan, dan juga Belarusia.
Menurut Sjafrie juga dengan sejumlah negara dijalin kerjasama, misalnya saja dengan Tiongkok saling meningkatkan strategi pertahanan dan militer.
“Saya melihat industri pertahanan Indonesia sudah memberikan pesan yang konkrit kontribusi nya di kawasan regional,” tutup dia. (detik.com)
»»  READMORE...

Saturday, April 12, 2014

Helikopter Tempur Sikorsy

Sikorsky S-97 Raide

Sikorsky S-97 Raider adalah rancangan helikopter tempur berkecepatan tinggi yang dikembangkan oleh
Sikorsky Aircraft dan menurut rencana akan ditawarkan sebagai helikopter serang kepada Angkatan Darat AS dan kepada peminat lainnya.

Sikorsky S-97 Raider secara resmi diluncurkan pertama kali pada 20 Oktober 2010. Diharapkan helikopter ini bisa memenuhi kebutuhan Angkatan Darat AS yang akan menggantikan armada helikopter Bell OH-58D Kiowa Warrior.

S-97 Raider bisa dioperasikan pada operasi militer khusus. Selain versi militer, helikopter ini juga tersedia dalam versi sipil.

Sikorsky S-97 Raider dikembangkan dari desain Sikorsky X2 dan akan menggunakan mesin turboshaft General Electric T700.

Secara khusus, sebuah mesin turbin yang lebih kuat sedang dikembangkan untuk helikopter
tempur ini agar memiliki kecepatan jelajah diatas 200 knot.

S-97 menggunakan rotor koaksial serta baling-baling pendorong yang terletak di belakang. Kendaraan udara ini dirancang untuk dapat membawa hingga 6 penumpang, tidak termasuk awak helikopter.

Spesifikasi Helikopter Tempur Sikorsky S-97 Raider
Karakteristik Umum:
Awak : 2
Kapasitas Penumpang : 6 parjurit bersenjata lengkap
Panjang : 11 m
Berat Kotor : 4.057 kg
Berat Maksimum Lepas-Landas : 4.990 kg
Diameter Rotor Utama : 10 m
Kinerja:
Kecepatan Jelajah : 407 km.jam (253 mph, 220 knot)
Kecepatan Maksimal : 444 km.jam (276 mph, 240
knot)
Jarak Jangkau : 570 km
Lama Operasional : 2 jam 40 menit
Batas Maksimum Ketinggian Penerbangan : 3.048 m
Persenjataan:
1 unit meriam mesin kaliber .50 kapasitas 500 peluru
7 poda roket
 — with Ayasg Vanual Csf and Muhlis Kasim. (7 photos)
1

»»  READMORE...

Wednesday, April 9, 2014

Negara Mana yang Memiliki Helikopter MIliter Terbanyak?


UH-1H Huey

Tidak mengherankan jika Amerika Serikat dikatakan sebagai negara pelopor dalam pengembangan dan produksi helikopter. Hal ini karena 48% dari populasi helikopter militer yang digunakan dunia adalah helikopter buatan Amerika Serikat. Lebih khusus lagi, 18% diantaranya adalah S-70 (lebih dikenal sebagai UH/SH/MH-60 Black Hawk), yaitu helikopter transportasi 10 ton yang dikembangkan untuk menggantikan UH-1 (helikopter 4,6 ton yang dikembangkan di era 1950-an atau dalam Perang Vietnam lebih dikenal sebagai Huey) pada tahun 1980-an. Namun meskipun sudah tidak lagi diproduksi dan dalam kondisi yang uzur, UH-1 masih mengisi populasi helikopter dunia sebanyak 8%. Hal ini karena sudah banyak perusahaan yang menawarkan upgrade UH-1 untuk memperpanjang masa pakainya. Varian sipil dari UH-1, Bell 212/412 5,3 ton mengisi 4% dari populasi helikopter militer dan masih di produksi. Sedangkan CH-47 yang merupakan helikopter angkut kelas berat 22 ton (muatan hingga 10 ton) mengisi 5% dari populasi dan helikopter yang lebih kecil (1,3 ton) OH-58 dan helikopter MD500 masing-masing mengisi 4% populasi. Terakhir, sang petempur 11 ton AH-64 mengisi 5% dari pasar helikopter militer dunia.

Menengok ke Rusia, helikopter era Perang Dingin buatan Uni Soviet ini masih memiliki pasar 16%. Diantaranya Mi-8/17, helikopter transportasi 11 ton yang mengisi 11% dan helikopter tempur 12 ton Mi-24 yang mengisi pasar sebanyak 5%. Sisa helikopter militer lain yang digunakan dunia berasal dari Eropa, dan juga dari China dan India (meskipun jumlahnya masih sangat sedikit).

Berbicara soal armada helikopter militer negara mana yang terbesar, Amerika Serikat masih memegangnya, setidaknya 30% dari total dunia. Diikuti oleh Rusia dengan 5 % dan Korea Selatan dan China yang masing-masing 4%, Jepang, India dan Perancis masing-masing 3% dan kemudian Turki, Jerman, dan Italia yang masing-masing 2%.

Bila ditinjau dari total tonase yang bisa diangkut helikopter militer dunia, Amerika mampu memegang sekitar setengah dari total tonase yang bisa diangkut oleh helikopter militer di dunia. Hal ini wajar mengingat banyaknya jumlah helikopter angkut kelas berat Amerika Serikat.

Gambar: Airwolfhound/Wiki
»»  READMORE...

5 Daftar Helikopter Tempur Terbaik Dunia


http://www.thetimes.co.uk/tto/multimedia/archive/00376/120299084_night_Apa_376101b.jpg

Berikut lima helikopter serbu terbaik, berdasarkan penilaian gabungan dari :

  1. Kinerja
  2. Daya tembak
  3. Perlindungan
  4. Avionik.
  5. Didasarkan pula pada spesifikasi perbandingan dan data yang tersedia.

Semua Heli yang terdaftar di sini tidak termasuk heli yang sedang dalam pengembangan atau prototype. Tetapi hanya helikopter terbaik dan saat ini masih aktif digunakan yang masuk dalam daftar penilaian. Semua heli serbu yang dicantumkan di sini merupakan Heli serbu yang sangat handal dalam menjalankan misinya dan menghancurkan target-targetnya dengan tingkat keberhasilan tertinggi :

1. BOEING AH 64D-LONGBOW APACHE (USA) http://www.military-today.com/images_flags/usa.jpg

http://gregladen.com/blog/wp-content/uploads/2013/02/Apache-helicopter.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgS6EI_sWxAmbUcHRSZHp6XCHU-q82pZAVSu5fGnDtMU2gGmXUGbe2aMYF1SP_DTokeWXRATZkr79b4iIBxPwPknFe0KP10U1hL8PZQ4btvoy3R9atzpybltEu6nGpDqr3ZYobBxnio6DM/s1600/8.jpg

AH 64D merupakan versi upgrade dari aslinya yakni AH-64A, Heli ini dikembangkan untuk kebutuhan pengadaan alutsista Angkatan Darat AS, sebagai pengganti AH-1 Cobra. Aksi Longbow Apache dapat disaksikan pada pertempuran perang Irak dan Afghanistan. Apache Longbow dilengkapi dengan antena yang terpasang pada bagian atas tepatnya diatas rotor utama. Heli serbu ini dipersenjatai rudal Hellfire udara ke udara dan udara ke darat. Peningkatan kemampuan dari AH-64A lainnya yaitu sistem penargetan, sistem Management pertempuran, kokpit, sistem komunikasi, senjata, serta sistem navigasi. Apache juga dilengkapi dengan Canon 30 mm.

Ketika mulai beroperasi pada tahun 1995, AH-64A memiliki kekurangan pada sistem radar yang kemudian ditindak lanjuti pada tahun 1997 dan didefinisikan ke Apache Longbow AH-64D. Awal tahun 1999 Angkatan Darat AS akhirnya memutuskan bahwa 530 AH-64As akan ditingkatkan ke standar D. ada sekitar 500 unit telah diupgrade dan 218 lainnya AH-64A akan di berikan ke Air National. AH-64D juga digunakan oleh beberapa negara seperti Belanda, Inggris, Singapura, Jepang, Uni Emirat Arab, dan negara Yahudi Israel. Sedangkan Indonesia sendiri masih dalam tahap negosiasi dan berencana akan membeli Apache Longbow AH-64D sebanyak 8 unit.

2. Bell AH-1Z Viper (USA) http://www.military-today.com/images_flags/usa.jpg

http://cdn-www.airliners.net/aviation-photos/photos/2/9/2/1973292.jpg
http://farm7.staticflickr.com/6214/6332779469_e8d8da7abc_z.jpg

Heli serbu ini didasarkan pada Cobra AH-1W yang digunakan oleh Korps Marinir AS dan ini merupakan penerus dari AH-1 Cobra yang merupakan heli serbu pertama yang didedikasikan di dunia. beberapa dari heli ini mereka merupakan peningkatan dari airframes AH-1W. Produksi Viper dimulai pada 2003.
AH-1Z Viper memiliki rotor canggih, transmisi uprated, upgrade avionik dan sistem pemantau canggih. Heli ini dilengkapi dengan infrared suppression System dengan cover exhausts. Viper dipersenjatai dengan Canon tiga barel 20 mm hal ini dapat membawa 16 rudal hellfire dipersenjatai juga dengan rudal udara ke udara sidewinder.

3. Kamov Ka-52 Hokum-B (Russia) http://www.military-today.com/images_flags/russia.jpg

http://img51.imageshack.us/img51/3835/1576896.jpg
 http://www.military-today.com/helicopters/ka52_hokum_b_l2.jpg
K-52 merupakan pengembangan lebih lanjut dari heli serbu versi dua kursi K-50 Hokum. Heli serbu ini digunakan oleh angkatan Darat Russia, dan mulai memproduksi dengan skala kecil pada tahun 2008. Ka-52 merupakan heli serbu tercepat dan sangat bermanuver, kemampuan ini didukung dengan dua rotor utama yang dipasang secara koaksial. Lapisan bajanya dapat menahan serangan proyektil 23 mm.

Heli serbu ini dipersenjatai dengan Canon 30 mm dan rudal anti tank Vikhr sebanyak 12 buah.dipersenjatai juga dengan roket unguis dan rudal udara ke udara IGLA. Ka-52 dilengkapi dengan sistem manajemen medan dan dapat saling bertukar data dengan helicopter lainnya,serta sumber-sumber pihak ke tiga.heli ini juga dapat ditugaskan sebagai pos komando udara bagi sekelompok helikopter dengan menyediakan deteksi target dan mengkoordinasi serangan.

4. Mil Mi-28 Havoc (Rusia) http://www.military-today.com/images_flags/russia.jpg

http://airvoila.com/wp-content/uploads/2009/01/mil-mi-28-3.jpg
http://www.hdwallpaperstop.com/wp-content/uploads/2013/03/Cool-Mil-Mi-28-HD-Wallpaper-Russian-Helicopter.jpg

Heli serbu ini telah dikembangkan sejak 1970-an.Heli ini digunakan Angkatan Darat Russia sejak tahun 2006. saat ini tentara Russia mengoperasikan lebih dari 20 helicopter tersebut. beberapa sumber juga mengatakan bahwa negara Kenya mengoperasikan beberapa dari Heli Mi-28.

Bagian kokpit dilengkapi dengan lapis baja berat.Mungkin ini merupakan Heli serbu yang paling berlapis baja sampai saat ini.Mi-28 juga dilengkapi dengan sistem penyelamatan darurat bagi para kru untuk melarikan diri dalam keadaan darurat. Mi-28 juga membawa 8 buah rudal Anti tank Ataka dan roket. Senjata sekunder dilengkapi dengan Canon 30 mm.

Jika dibandingkan dengan versi sebelumnya Mi-24 Hind, heli ini lebih dioptimalkan untuk peran anti tank. ia tidak memiliki kemampuan sekunder seperti transportasi pasukan namun ia memiliki kompartemen kecil yang berfungsi dan dapat membawa tiga penumpang,fitur ini memungkinkan untuk menyelamatkan awak helikopter jatuh. Dilaporkan bahwa selama uji komparatif Mi-28 kalah oleh Ka-50.

5. Eurocopter Tiger (Perancis / Jerman) http://www.military-today.com/images_flags/france.jpg http://www.military-today.com/images_flags/germany.jpg

http://cdn-www.airliners.net/aviation-photos/photos/7/2/6/1363627.jpg
http://cdn-www.airliners.net/aviation-photos/photos/0/0/0/1195000.jpg

Eurocopter Tiger dikembangkan oleh Perancis dan Jerman, ini adalah heli serbu kelas Medium-weight yang mulai beroperasi pada tahun 2002. Heli ini juga digunakan oleh beberapa negara seperti Australia dan Spanyol. Kemampuan Tiger telah diperlihatkan pada perang Afghanistan, Libya dan Mali. Eurocopter Tiger menggabungkan teknologi siluman serta fitur canggih lainnya untuk meningkatkan survabilitas.

Tiger tersedia untuk dukungan serangan udara ke darat yang dikonfigurasikan sebagai pendamping dalam serangan.untuk versi serbu dilengkapi dengan rudal Trigat atau HOT 3 dan juga roket, dilengkapi juga dengan rudal udara ke udara Stringer. Untuk versi pengawalan Tiger dilengkapi dengan cannon30 mm, roket dan rudal udara ke udara Mistral.


»»  READMORE...

Wednesday, July 24, 2013

ADAPTIV, SISTEM KAMUFLASE TANK BARU BAE SYSTEMS



Bayangkan jika ada tank yang dilengkapi dengan perangkat selubung yang mampu mengecoh sistem inframerah kendaraan musuh, tentu saja tank-tank seperti ini akan bertahan lebih lama di medan perang. Kedengarannya memang seperti adegan dalam film Harry Potter, tapi BAE Systems, perusahaan pertahanan multinasional Inggris, membuatnya mungkin.



ADAPTIV pada CV90
Kendaraan tempur infanteri CV90 yang dilengkapi dengan ADAPTIV (Foto : BAE Systems)

BAE Systems mengembangkan sistem kamuflase unik yang disebut ADAPTIV, yang menjadikan tank/kendaraan militer membaur dengan lingkungannya, tidak akan terdeteksi oleh sistem pendeteksi panas (thermal imaging).

Saat operasi-operasi militer di padang pasir, hutan dan perkotaan, ADAPTIV akan mencegah deteksi terhadap kendaraan militer dengan cara menyamakan suhu mereka dengan suhu lingkungannya. Perangkat ini juga dapat membuat tank terlihat seperti benda-benda lain, seperti semak-semak, binatang, bebatuan, mobil dan meniru kendaraan-kendaraan lainya yang dianggap tidak membahayakan oleh musuh.

ADAPTIV dikembangkan dan dipatenkan di Swedia setelah Swedish Defence Materiel Administration (FMV) di Örnsköldsvik, Swedia, diberi tugas oleh BAE Systems untuk mengembangkan teknologi skala penuh untuk kendaraan darat guna menghindari deteksi dari sistem sensor panas.

Kamuflase ADAPTIV
Bekerja layaknya bunglon, mampu meniru lingkungannya atau menyalin objek lain seperti truk dan mobil. 

Setelah melakukan tiga tahun penelitian yang matang, tim proyek yang berjumlah tujuh orang, dengan keahlian di bidangnya masing-masing antara lain perangkat lunak, elektronik dan desain, mengembangkan sebuah perangkat kamuflase unik untuk kendaraan darat.

Sistem kamuflase teknologi tinggi ini menggunakan modul, yang terlihat seperti sel-sel yang mirip sarang lebah untuk menutupi sisi-sisi dari sebuah kendaraan lapis baja. Modul dibuat dari unsur-unsur yang dapat didinginkan atau dipanaskan dengan sangat cepat melalui kontrol yang mudah, sehingga berbagai pola berbeda bisa diterapkan.

Kendaraan yang menggunakan ADAPTIV pada dasarnya beroperasi layaknya bunglon, mampu meniru lingkungannya, atau meniru bentuk objek lain seperti truk dan mobil. ADAPTIV juga mampu memunculkan "sinyal damai" melalui pesan teks/simbol yang berkedip di sisinya dengan menciptakan pola-pola yang dapat dengan mudah dikenali oleh pasukan teman.

ADAPTIV pada helikopter
 Helikopter HKP15b dilengkapi dengan ADAPTIV 

Teknologi ini akan siap diproduksi dalam dua tahun ke depan terutama untuk kendaraan tempur infanteri Swedia CV90 (gambar atas), dan di masa depan akan digunakan untuk kendaraan laut dan udara, yang mungkin akan menjadikan helikopter terlihat seperti awan dan kapal perang seperti gelombang.
»»  READMORE...

Wednesday, July 17, 2013

V-280 Valor Helicopter, United States of America


V-280 Valor helicopter
The V-280 Valor is a third-generation tilt-rotor vertical lift helicopter being designed by the US-based aircraft manufacturer, Bell Helicopter Textron. The helicopter is intended to meet the requirement of the Joint Multi-Role (JMR) Technology Demonstrator (TD) programme supporting the Future Vertical Lift (FVL) programme of the US Army.
In April 2013 the V-280 Valor was launched at the Army Aviation Association of America's (AAAA) annual professional forum and exposition held at Fort Worth, US. The aircraft is designed to perform multiple missions such as attack and transport with enhanced speed, maximum reach, and greater payloads.
The V-280 Valor will offer greater control both at low speeds and high speeds efficiently. The helicopter is currently in design concept phase.

V-280 for the Joint Multi-Role Technology Demonstrator (JMR-TD) programme

The V-280 Valor helicopter has been selected for the JMR-TD Phase I programme in June 2013. The Sikorsky-Boeing team's coaxial-rotor compound helicopter was also chosen for the programme.
The phase one of the JMR-TD programme will include the development of the rotorcraft, while phase two will deliver mission systems for the FVL programme. The $100bn FVL programme is expected to replace about 2,000 to 4,000 medium-lift rotorcraft in service with the US Army.
The V-280 Valor helicopter was classified as a category I proposal, citing its ability to meet all the requirements of the US Army. The TD contracts are expected to be awarded in September 2013 and the flight testing is scheduled for 2017.

Design features of V-280 Valor helicopter

"The V-280 Valor will offer greater control both at low speeds and high speeds efficiently."
The V-280 Valor helicopter will integrate a clean sheet design with a V-tail configuration and fuselage of composite construction. The wings will be made of large cell carbon core.
The helicopter is designed to carry four crew members and 11 troops. It will feature two spacious 1.83m side doors for convenient entry and exit of armed forces. The aircraft will be fitted with a conventional retractable landing gear for better control during take-off and landing.
The V-280 helicopter will be equipped with triple redundant fly-by-wire flight control system for precision aircraft handling and better safety. The system helps to reduce the workload of pilots and weight of the aircraft while minimising the maintenance costs as compared to traditional flight control systems.
The aircraft will offer greater fuel efficiency resulting in smaller logistical footprint compared to other aircraft. The smaller logistical footprint helps to minimise the logistics support needed to move and maintain a warfighting force.

V-280 Valor helicopter engine

The power plant of the V-280 Valor helicopter will include two turbocraft engines coupled to three-bladed tiltrotor and drive units. The non-revolving and fixed engines will make the helicopter more stable during hover mode, and will provide better control.
"The aircraft will offer greater fuel efficiency resulting in smaller logistical footprint compared to other aircraft."
The engines will be placed at the tip of the helicopter wings. The helicopter will be able to operate with a single engine in the event of loss or damage of the other engine.

Performance of V-280 Valor

The V-280 Valor helicopter will have a maximum cruise speed of 518km/h. It will have a combat range of 500nm to 800nm. The helicopter will offer twice the speed as well as range of the existing vertical lift helicopters.
It will be capable of operating at very hot temperatures of up to 95° and flying at an altitude of 6,000ft.
The helicopter will be a self deployable platform, unlike other helicopters requiring logistic support for shipping to area of operation. It can be strategically self-deployed to a range of 3,889km.
»»  READMORE...

Monday, July 15, 2013

EUROCOPTER,PT DI DAN HELICOPTER TNI


Bulgarian Navy AS 565 MB Panther helicopter (photo:deagel.com)
Kabar gembira muncul dari TNI AL yang konon mempertimbangkan kembali pembelian Helikopter Seasprite yang dikenal bermasalah dan sempat dikeluhkan oleh Angkatan Laut Selandia Baru.


Impian TNI-AL, Puspenerbal khususnya memiliki helikopter khusus anti kapal selam masih terus bergulir. Kabar baiknya, Kementrian Pertahanan telah mendengar dan meluluskan permintaan tersebut. Lebih jauh, ARC mendapat info, Kemhan sudah memberikan spesifikasi helikopter yang dibutuhkan kepada 2 pabrikan besar produsen heli anti kapal selam. Namun dari pihak pabrikan sendiri belum mengajukan penawaran. Kemhan sendiri berharap, kontrak bisa dilaksanakan tahun ini juga, sehingga di tahun 2014 diharapkan sudah ada barangnya.

Berbeda dengan kabar sebelumnya, dipastikan kali ini heli Kaman Super Sea Sprite sudah masuk kotak. Kementrian pertahanan kini melirik heli AKS yang memang terkenal dan mumpuni. Mereka masing-masing adalah AW-159 Wildcat serta AS-565 Panther. Helikopter AW-159 Wildcat merupakan pengembangan paling mutakhir dari heli Lynx. Sementara heli AS-565 Panther merupakan pengembangan dari seri Dauphin  Eurocopter yang sangat laris.

Dari dua alternatif helikopter tersebut, semoga TNI AL memilih Eurocopter AS565 MB Panther.

Helikopter TNI AD
Eurocopter AS 550 Fennec Multirole buatan Perancis

Dalam kesempatan lain, KSAD Jenderal Moeldoko menyatakan TNI AD akan membeli 12 helikopter tempur buatan Eropa. Jika merujuk kepada pesanan sebelumnya, kemungkinan helikopter yang diburu TNI AD adalah Eurocopter AS 550 Fennec.
Eurocopter
Jika TNI AL memilih Eurocopter AS565 MB Panther, maka rangkaian pengadaan helikopter TNI AL, TNI AD  cocok dengan keinginan TNI AL yang mendatangkan Eurocopter EC725 Super Cougar.

PT DI telah menandatangani kontrak pembuatan 6 Euricopter EC725 pada tahun 2011. Menurut Presiden Direktur PT DI Budi Santoso, kontrak pembuatan 6 Eurocopter EC725 akan mengantarkan industri dirgantara Indonesia ke era baru kerjasama dengan Eurocopter, yang mendorong kemampuan teknologi helikopter PT DI ke tingkat yang lebih tinggi. Sebelumnya sejak tahun 2008, PT DI memang telah memiliki kontrak dengan Eurocopter  untuk perakitan EC255 dan perakitan taiil booms dan airframe dari EC725.

Eurocopter EC 725 Super Cougar 

Jika TNI AL mengambil AS 565 Panther, TNI AD AS 550 Fennec dan TNI AU EC725 Cougar yang semuanya berbasis eurocopter, tentu biaya pemeliharaan helikopter semakin murah, karena biaya berkala: suku cadang, rebuild engine dan rotor yang mahal, dapat ditekan. Dengan mengerjakan ketiga jenis helikopter eurocopter tersebut, peluang menghidupkan prototype helicopter serang ringan Gandiwa semakin terbuka dan jelas spesifikasinya. 

(JKGR).
»»  READMORE...