News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Helikopter. Show all posts
Showing posts with label Helikopter. Show all posts

Tuesday, October 28, 2014

Helikopter Iran Kini Dilengkapi dengan Roket


Panglima Angkatan Darat Iran mengkonfirmasikan pemasangan roket dengan jarak tempuh empat kilometer untuk pertama kalinya pada helikopter tempur.

Tasnim News (11/5) melaporkan, Brigadir Jenderal Ahmadreza Pourdastan mengemukakan hal itu pada acara wisuda 120 taruna pilot dan mengatakan, "Alhamdulillah helikopter-helikopter kita telah dilengkapi dengan roket dan rudal terkontrol dan menurut rencana akan diuji coba dalam manuver Baitul Maqdis di Isfahan."

"Selain itu kita juga telah meng-upgrade senapan gatling dan meningkatkan kemampuan terbang termasuk sistem visi malam hari pada seluruh helikopter kita," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Pourdastan juga menegaskan bahwa hingga akhir tahun ini (kalender Persia yang berakhir pada 20 Maret 2015) Iran akan merampungkan pembangunan helikopter produksi nasional yang dilengkapi dengan seluruh sistem dan teknologi militer."(IRIB Indonesia/MZ
)
»»  READMORE...

Monday, May 26, 2014

PT DI Akan Miliki Hak Cipta Atas Rancangan Heli Anti Kapal Selam

PTDI akan memiliki hak cipta rancangan helikopter AS565 Panther dengan teknologi sonar anti kapal selam (photo : Airbus Helicopter)

PTDI Rancang Helikopter Khusus Anti Kapal Selam

Jakarta -Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pabrikan pesawat dan helikopter, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mampu merancang konsep helikopter super canggih. PTDI memiliki rancangan helikopter yang dilengkapi teknologi sonar anti kapal selam. Sonar ini mampu mendeteksi keberadaan kapal selam.


“Karena ini konsep dari PTDI jadi yang copy right atau hak cipta adalah PTDI,” kata Direktur Utama PTDI (Persero) Budi Santoso kepada detikFinance saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Selasa (20/5/2014)

Pengembangan helikopter ini bermula ketika TNI AL ingin memiliki helikopter super canggih namun harus berukuran relatif kecil dan bisa mendarat di kapal perang tipe Frigate terbaru. Alhasil PTDI mencari cara agar bisa membuat helikopter berukuran sedang yang bisa mendarat di deck kapal perang namun mampu memiliki teknologi anti kapal selam.

Biasanya teknologi kapal selam ini ditemui dan terpasang pada helikpter berukuran besar. PTDI menggandeng produsen helikopter yakni Eurocopter dan produsen sonar dunia untuk memproduksi helikopter medium dengan teknologi sonar anti kapal selam. Proses merancang helikopter ini memerlukan waktu 2 tahun.

“Waktu kita (pemerintah) beli kapal Fregate buatan Belanda Ahmad Yani class). Itu yang sudah datang. Itu deck load hanya 5 ton jadi kita harus cari helikopter bobot 5 ton dengan senjata yang canggih. Orang mengatakan saya punya sonar bagus tapi helikopternya yang gede-gede. Nggak mungkin (untuk heli sedang). Akhirnya pakai sonar kelas lebih rendah. Kalau sonar long range itu frekuensi rendah. Dia antene gede,” terangnya.

Akhirnya lahir helikopter pertama di kelas medium yang memiliki teknologi sonar anti kapal selam. Teknologi ini dikembangkan pada jenis Helikopter AS565 Panther. Meski tidak memproduksi helikopter dan sonar, namun PTDI memiliki hak cipta rancangan helikopter AS565 Panther dengan teknologi sonar anti kapal selam tersebut.

“Buat kami ini pertama. Bagi pabrik helikopter ide pertama dan ternyata feasible untuk dikerjakan. Yang bikin sonar, dia bilang ini pertama kali dia akan pasang sonar di helikopter ini (medium),” ujarnya.

Helikopter AS 565 Panther telah dipesan TNI AL sebanyak 11 unit. Dari 11 unit tersebut, sebanyak 2 unit dilengkapi teknologi sonar anti kapal selam dan 9 tidak dilengkapi namun memiliki kemampuan untuk sewaktu-waktu dipasang teknologi anti kapal selam.

“Tahap pertama 11, namun yang pakai sonar ada 2. Itu delivery terakhir,” tegasnya.
»»  READMORE...

Friday, May 23, 2014

Penerbal Akan Diperkuat Helikopter AKS Full Satu Skuadron


0
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut akan menerima alat utama sistem persenjataan baru berupa helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther. Angkatan Laut sudah mengajukan permohonan pengadaan helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan.

"Kami mintanya satu skuadron (16 buah), dan di Kementerian Pertahanan saya dengar hampir kontrak. Kapan datangnya, kami belum tahu," kata Kepala Pusat Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.

Menurut Untung, Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, saat ini TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni. Helikopter Panther ini dinilai punya kemampuan yang bagus untuk mendeteksi kapal selam musuh yang bersembunyi di dalam laut. Helikopter buatan Eurocopter ini juga mampu menembakkan torpedo untuk mengandaskan kapal selam musuh dari atas permukaan laut.

Sesuai rencana, helikopter Panther akan ditempatkan di atas dek kapal perang milik TNI AL. Sebab, fungsi helikopter anti-kapal selam ini merupakan perpanjangan mata dan tangan dari sebuah kapal perang. "Jadi bisa dibilang filosofi helikopter kami berbeda dengan Angkatan Udara," katanya. 

Kehandalan Helikopter AKS Penerbal

TNI Angkatan Laut  akan mendatangkan helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther. Helikopter ini lebih hebat dibanding helikopter lain milik TNI.

Kelebihan pesawat ini adalah kekuatan jelajahnya yang tinggi dan daya jangkau deteksi keberadaan kapal selam musuh yang lebih luas. Helikopter ini juga memiliki stabilitas yang baik untuk mendarat di atas kapal perang.

Bagi penerbang militer, helikopter buatan Eurocopter ini sulit ditaklukkan. Pilot harus bisa mendaratkan kapal ketika kondisi kapal tak stabil akibat ayunan gelombang laut ataupun yang tengah melaju. "Jadi, pilot harus menyelaraskan gerakan kapal, makanya helikopter untuk kapal perang harus memiliki sistem pendaratan berupa roda seperti Panther, karena ada suspensi yang menahan hentakan saat mendarat," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.

TNI AL berencana mendatangkan satu skuadron atau 16 helikopter baru buatan Eurokopter. Saat ini Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni.

Untung berharap helikopter tebaru ini bisa mengawali pembangunan kekuatan udara milik TNI AL. Sebab, tahun 1950-1970, TNI AL punya kekuatan udara terbesar di Asia Tenggara.

Pada masa itu, TNI AL sudah memiliki pesawat anti-kapal selam Fairey AS. 4 Gannet buatan Inggris. Pesawat ini tergolong hebat sebagai pembunuh kapal selam. Lebih seram lagi, TNI AL sempat punya pesawat jet pengebom IL-28T Beagle buatan Uni Soviet. "Masih ada beberapa pesawat dan helikopter lainnya," katanya.




Sumber : Tempo 
»»  READMORE...

Lockheed Martin Akan Suplai 9 Sistem M-TADS/PNVS Untuk Apache TNI AD


Apache

Lockheed Martin memperoleh kontrak untuk menyuplai sistem target-acquisition designation-sight/pilot night vision sensor (M-TADS/PNVS) kepada US Army dan TNI AD. Dengan kesepakatan kontrak senilai USD 80,6 juta, pihak Lockheed Martin akan menyuplai total delapan unit serta suku cadangnya untuk US Army dan sembilan untuk TNI AD. Sistem ini selanjutnya akan dipasang (onboard) pada heli serang Apache AH-64.

Direktur program Missiles and Fire Control M-TADS/PNVS Lockheed Martin, Matt Hoffman, seperti yang dilansir oleh Army Technology mengatakan : "Sistem M-TADS/PNVS akan meningkatkan survivabilitas pasukan AS dan sekutu kami dengan memberikan pilot Apache kemampuan untuk menyerang target secara akurat, dan dengan meningkatkan kesadaran situasional."

M-TADS/PNVS


M-TADS/PNVS

Manajer produk Sensor Apache US Army, Letnan Kolonel Steven Van Riper mengatakan bahwa produksi terbaru ini sudah support dengan Apache AH-64E.

Juga dikenal sebagai Arrowhead, M-TADS/PNVS adalah sistem kontrol tembak elektro-optikal canggih yang dirancang untuk meningkatkan serangan jarak jauh, electro-optical precision engagement dan kemampuan penargetan yang lebih akurat pada siang, malam bahkan saat cuaca buruk.

Sistem ini menggantikan sistem TADS/PNVS direct-view optics dengan unit TADS baru yaitu electronic display and control (TEDAC), yang menghadirkan fusi pencitraan yang baik dan juga meningkatkan resolusi target dan kesadaran situasional di medan perang.

Hingga saat ini, lebih dari 1.200 sistem M-TADS/PNVS berikut suku cadangnya sudah disuplai oleh Lockheed Martin untuk US Army dan 13 negara lain di dunia.

Gambar: Lockheed Martin
»»  READMORE...

Saturday, May 3, 2014

PT. DI Akan Bangun Helikopter AKS TNI AL


PT Dirgantara Indonesia akan mendukung keinginan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menambah kekuatan helikopter anti-kapal selam. Perusahaan pembuat pesawat dan helikopter lokal itu pun setuju dengan pilihan TNI AL pada helikopter Eurocopter AS565 Panther.

Bahkan PT DI ikut merekomendasikan nama helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan. "Helikopter ini paling cocok untuk TNI AL," kata Direktur Teknologi Penerbangan PT DI Andi Alisjahbana melalui pesan pendek kepada Tempo, Rabu, 30 April 2014.

Alasannya, helikopter Panther ini sangat cocok dioperasikan di atas dek kapal perang. Bahkan, helikopter ini sudah digunakan oleh pasukan penjaga pantai Amerika Serikat atau US Coast Guard.

Alasan lain, PT DI sudah menjalin kerja sama dengan pabrikan Eurocopter sejak 1974. Saat ini, PT DI memegang lisensi perakitan helikopter produksi Eurocopter Superpuma, Fennec, dan BO 105.

Selain itu, PT DI baru saja mendapat lisensi pembuatan helikopter Dauphin yang belum lama ini sudah diserahkan ke Badan SAR Nasional. "Helikopter Panther itu cuma nama militer dari Dauphin," katanya. Walhasil, PT DI mampu membuat helikopter Panther yang tak jauh beda dengan Dauphin.

Untuk Panther versi militer, Andi melanjutkan, PT Dirgantara Indonesia siap memasangkan alat khusus untuk memburu kapal selam musuh yang disebut dipping sonar. Alat tersebut merupakan radar pencari kapal selam yang digunakan di dalam air. Sonar ini menangkap suara pergerakan mesin dan baling-baling kapal selam di dalam air.

"Disebut dipping karena alat ini dipasang di helikopter lalu ketika hovering (melayang), alat itu diturunkan masuk ke dalam air untuk bisa mendeteksi suara kapal selam," katanya.

Sayangnya, Andi belum mau membicarakan nominal harga helikopter anti-kapal selam Panther. Namun sumberTempo di Kementerian Pertahanan mengatakan per unit helikopter Panther dihargai US$ 21,27 juta. "Rencana pembelian antara 11-16 unit," kata seorang sumber yang enggan disebut namanya.

»»  READMORE...