News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Iran. Show all posts
Showing posts with label Iran. Show all posts

Monday, July 15, 2013

Tingkatkan Kecepatan, Militer Iran Produksi Sistem Mobile S-200



Komandan Pangkalan Pertahanan Udara Khatam ol-Anbia Iran menyatakan negaranya telah berhasil membuat sistem mobile rudal S-200. Brigadir Jenderal Farzad Esmayeeli mengatakan sistem ini dijadwalkan akan diresmikan dalam latihan militer "Modafe'an -e Aseman-e Velayat 5"(Pembela Angkasa Wilayah 5).

Menurut Esmayeeli, Iran juga terus meningkatkan kelincahan dan kecepatan pertahanan udaranya melalui pembuatan sistem mobile.

Sistem pertahanan S-200 buatan Iran dirancang untuk mempertahankan daerah yang luas dari serangan pembom atau pesawat strategis. Tiap batalion memiliki 6 peluncur rudal rel tunggal dan radar pengendali.

Setiap rudal diluncurkan oleh roket peluncur berbahan bakar padat. Maksimum kisaran jangkauan antara 200 dan 350 km tergantung pada modelnya.

Esmayeeli menegaskan Iran akan menggelar manuver militer Modafe'an-e Aseman-e Velayat 5 yang memamerkan drone baru dalam latihan perang yang akan berlangsung sekitar awal tahun 2014. (IRIBIndonesia/PH)
»»  READMORE...

Saturday, July 6, 2013

Peneliti Iran Rancang Pesawat Infra Merah



Peneliti dari Universitas Azad Islami, Kish, Iran berhasil merancang sebuah pesawat terbang yang memiliki kemampuan merekam gambar objek-objek yang dikehendakinya dalam kondisi gelap total dengan menggunakan sinar infra merah.  

Hassan Akbari, pelaksana proyek ini kepada Mehr News (29/6) mengatakan,  pesawat tersebut memiliki berat empat kilogram dan dalam posisi vertikal ia mampu terbang naik serta melakukan operasi-operasi yang diinginkan dalam waktu cepat.   

Menyinggung masalah kekhususan yang dimiliki pesawat ini, ia menjelaskan, "Pesawat ini mampu memotret dan merekam gambar dalam kondisi gelap total dengan memanfaatkan sinar infra merah."

Terkait hasil-hasil tes uji coba yang dilakukan terhadap pesawat ini, Akbari mengatakan, "Uji coba pertama berhasil kami lakukan dan pesawat tersebut dapat kami terbangkan sampai ketinggian dua ribu meter pada kondisi gelap total.


Ditambahkannya, "Untuk menerbangkan pesawat ini diperlukan kaca mata infra merah." (IRIB Indonesia/HS)
»»  READMORE...

Friday, July 5, 2013

Iran Sedang Menggarap Sejumlah Kapal Tempur Baru



Seorang pejabat tinggi militer Iran menyatakan bahwa angkatan laut Republik Islam tengah menggarap sejumlah kapal tempur dan perahu pelontar roket dalam rangka meningkatkan kemampuannya.

"Kapal tempur, peluncur roket, termasuk perahu pelontar roket kelas Paykan dan banyak lagi kapal yang saat ini sedang digarap," kata Laksamana Muda Abbas Zamini (29/6), yang menjabat di kantor  ubungan teknis Angkatan Laut Iran.

Ditambahkannya, "Efesiensi dan kemampuan Angkatan Laut Iran, sebagai kekuatan strategis dalam menjalankan tugas menjaga kepentingan negara di perairan bebas internasional, menuntut penggunaan perlengkapan dan sistem yang efisien, moderen dan ter-up-to-date."

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Laut Iran telah berusaha memenuhi seluruh tuntutannya dengan mendesain dan memproduksi berbagai jenis kapal baru termasuk kapal perusak Jamaran dan Damavand serta melakukan overhaul total kapal perusak kuno Bayandor.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran mengukir banyak keberhasilan di sektor pertahanan dan militer. (IRIB Indonesia/MZ)
»»  READMORE...

Thursday, July 4, 2013

Dua Kapal Perang Iran Tiba di Pelabuhan Rusia


Dua kapal Angkatan Laut Republik Islam Iran tiba dikota pelabuhan Rusia, Astrakhan, dengan membawa pesan perdamaian dan persahabatan kepada Rusia dan negara-negara pesisir Laut Kaspia.

Kolonel Soleiman Adeli pada Jumat (28/6) mengatakan, kapal Joshan (Perisai) dan Peykan (Panah) akan berada di pelabuhan Astrakhan selama empat hari. Demikian dilaporkan Press TV.

Ia menambahkan, pengiriman kapal AL Iran ke Rusia adalah yang pertama kalinya dengan membawa misi untuk mengkonsolidasikan hubungan maritim antara Tehran dan Moskow, dan mempromosikan perdamaian dan persahabatan kepada lima negara pesisir Laut Kaspia.

Lebih lanjut Adeli menuturkan, para awak dua kapal perang Iran akan bertemu dengan para pejabat AL Rusia untuk berbagi pengalaman dan keahlian serta pertukaran pandangan dengan mereka.

"Iran dan Rusia sama-sama ingin negara-negara pesisir Laut Kaspia menjaga keamanan dari perairan itu tanpa intervensi dari kekuatan-kekuatan trans-regional. Mereka menganggap kehadiran pihak asing di laut tersebut sebagai sumber ketegangan dan perpecahan, " pungkasnya.

Sementara itu, atase militer Iran untuk Moskow mengatakan bahwa kehadiran armada ALIran di pelabuhan Astrakhan membuktikan tingkat kepercayaan yang tinggi antarkedua negara dan kuatnya hubungan politik Iran-Rusia. (IRIB Indonesia/RA)
»»  READMORE...

Friday, May 31, 2013

Pelindung Baja Reaktif Akan Dipasang di Semua Tank Iran


Angkatan Darat Iran berencana melengkapi semua kendaraan lapis bajanya dengan pelindung baja reaktif guna mereduksi kerusakan akibat ledakan rudal anti-tank.

Wakil Komandan Lapangan Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Kiumars Heidari Selasa (28/5) mengatakan bahwa tank generasi baru Zulfiqar akan dilengkapi dengan pelindung baja reaktif.

"Pelindung baja reaktif ini bekerja pintar dan jika rudal menghantam maka  pelindung baja reaktif dapat menetralkan dampak rudal," jelas Heidari.

"Pelindung tersebut akan dipasang pada semua kendaraan lapis baja Angkatan Darat Iran pada tahun ini," tambahnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah mengukir prestasi terobosan penting di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan dan sistem militer penting.(IRIB Indonesia/MZ)
»»  READMORE...

Thursday, May 30, 2013

AU IRGC Terima Peluncur Rudal Jarak Jauh Dalam Jumlah Besar


Pasukan Angkatan Udara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah dilengkapi dengan peluncur rudal jarak jauh dari permukaan ke permukaan.

Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi dalam sebuah acara Ahad (26/5) mengatakan bahwa peluncur rudal tersebut dikembangkan secara kolektif oleh Kementerian Pertahanan Iran dan Divisi Angkatan Udara IRGC.

Hadir pula dalam acara tersebut Panglima Divisi Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.

Vahidi lebih lanjut menyatakan bahwa kekuatan rudal Republik Islam hanya bersifat defensif dan digunakan untuk menjaga perdamaian dan dalam rangka pencegahan.

"Sekarang, Kementerian Pertahanan, dengan menggunakan strategi kunci kepercayaan diri, kerja keras dan kemandirian, telah merancang dan memproduksi berbagai jenis senjata dan sistem militer untuk ruang angkasa, laut, udara, darat, serta bidang elektronik dan optik," kata Vahidi.

"Iran tidak ingin berperang dengan negara manapun dan tidak akan menjadi penyulut perang atau konflik, tetapi juga tidak akan mengizinkan segala bentuk agresi atau aksi konfrontatif [terhadap negara itu]," tambah Menhan Iran.

Ditegaskannya, Republik Islam akan memberikan balasan destruktif terhadap segala agresi musuh, yang akan membuat mereka menyesali tindakan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran mengukir prestasi penting di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan dan sistem militer penting.

Meski demikian, Republik Islam berulang kali meyakinkan negara-negara lain, khususnya negara tetangga, bahwa kekuatan militernya bukan ancaman mengingat doktrin pertahanan Iran berdasarkan pada prinsip pencegahan.(IRIB Indonesia/MZ
)
»»  READMORE...

Tuesday, May 21, 2013

AL IRAN AKAN DIPERKUAT RUDAL JELAJAH JARAK MENENGAH




Uji coba rudal Iran
Uji coba rudal balistik Iran
TEHRAN- :Angkatan Laut Iran akan menerima rudal jelajah baru dengan jangkauan lebih dari 300 kilometer, direktur Organisasi Aerospace Kementerian Pertahanan Iran mengungkapkan. "Rudal-rudal baru ini super canggih dan sudah ditingkatkan presisinya," ujar Brigadir Jenderal Mehdi Farahi seperti yang dikutip Press TV.

Pada akhir April lalu, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan rencananya untuk mengungkapkan rudal balistik dan rudal jelajah baru serta berbagai prestasi militer lainnya yang dicapai oleh Iran dalam lima bulan ke depan.

Iran sebelumnya telah berhasil menguji tembakkan rudal balistik jarak menengah dari pantai ke laut di Teluk Persia serta tiga rudal permukaan-ke-permukaan baru yang diproduksi dalam negeri. Ini merupakan uji tembak rudal Naze'at 10 dan Fajr 5 saat latihan militer pada pertengahan Maret lalu. Fajr 5 adalah roket artileri jarak jauh, dengan jangkauan maksimum 75 kilometer, sedangkan Naze'at 10 adalah rudal balistik jarak menengah yang mampu memukul sasaran dalam radius 100 hingga 300 kilometer.

Para pejabat militer Iran telah berulang kali menekankan bahwa semua uji coba dan pelatihan angkatan bersenjata Iran hanya ditujukan untuk tujuan pencegahan dan pertahanan diri.

Penembakan rudal Naze'at 10
Penembakan Rudal Naze'at 10
Pada tanggal 10 Februari, Iran berhasil menguji coba rudal udara-ke-udara "Fakour" dan pada tanggal 31 Desember 2012 juga berhasil menguji coba rudal permukaan-ke-udara Ra'd (guntur), Press TV melaporkan.

Pada bulan Juli tahun lalu, Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi mengumunkan kemajuan dalam pengembangan dan pembuatan sistem rudal pertahanan udara canggih yang mirip dengan sistem rudal pertahanan udara S-300 Rusia. 

Pejabat militer Iran mengatakan bahwa sistem rudal pertahanan udara yang disebut dengan Bavar (kepercayaan) 373 tersebut lebih kuat dan lebih modern daripada sistem S-300 Rusia. Dan akhirnya pada April lalu sistem pertahanan udara ini resmi diluncurkan.

Kontrak senilai US$800 juta untuk memasok sistem rudal ke Iran ditandatangani bersama Rusia pada akhir tahun 2007, di mana Rusia memasok lima batalyon S-300PMU-1 ke Teheran. Namun pada tanggal 22 September 2010, Presiden Rusia berikutnya yaitu Dmitry Medvedev menandatangani sebuah dekrit yang mengakhiri kontrak dengan Iran karena terganjal Resolusi Dewan Keamanan PBB 1929, yang melarang pasokan senjata konvensional ke Iran termasuk rudal dan sistem rudal, tank, helikopter serang, pesawat tempur dan kapal perang. 

sumber : idb
»»  READMORE...

Friday, May 17, 2013

Perkembangan Teknologi Iran yang maju dan diremehkan



Gambar
Awal Februari lalu, Iran kembali memberikan kejutan bagi dunia internasional khususnya di bidang kedirgantaran. Iran merilis penampakan Qaher-313 (F313), pesawat tempur siluman dengan desain futuristik. Banyak pihak yang kemudian memberikan komentarnya masing2, ada yang meragukan ada juga yang memuji. Kehadiran Qaher-313 juga berhasil menggoncang forum2 militer dunia, pro kontra sudah tentu terjadi tapi yang jelas meski diragukan keaslian, Qaher 313 merupakan wujud nyata kemajuan teknologi Iran dibidang militer.
Bagaimana rasanya kalo kita sudah bersusah payah membuat sesuatu, mobil misalnya namun baru saja dipamerkan sudah ad pihak yang meremehkan hasil karya kita sendiri, kecewa rasa nya? tapi bila kita terus berjuang pantang menyerah, maka suatu saat orang yang meremehkan  akan tersadarkan bahwa kita lebih hebat dari pada mereka. Ilustrasi tadi mungkin sedang dirasakan Iran saat ini, sebagai negara yang tengah di incar dan menjadi target utama superpower AS dan sekutu dengan berbagai sanksi dan embargo malah memuat kemandirian Iran bangkit. Tanpa didukung gembaro gembor media masa dunia, Iran berhasil membangun industri otomotifnya sendiri, membangun sistem transportasi maju, bahkan Iran merupakan satu2nya negara Timur Tengah yang memiliki moda transportasi kereta bawah tanah (subway).
Gambar
Stealth Fighter Qaher 313 (F-313) memiliki ciri desain yang mirip dengan pesawat xperimental Amerika, yakni Boeing the X-36. Spesifikasi mendetail tentang F-313 masih misterius, seperti apa saja persenjataannya, sistem navigasinya, bahan bakar, dsb. Menurut ane sendiri, wujud fisik Qaher-313 memang menyerupai mock-up, seperti sebuah mainan. Ukurannya yang kecil juga membuatnya diragukan banyak pihak. Meski keliatan seperti mainan, tapi bila mainan ini dikemudian hari bisa terbang dan bertempur layaknya benda aslinya sungguh bisa jadi karya indah yang luar biasa bukan.
Gambar
Kemajuan lain teknologi Iran adalah kesuksesan mengirim se ekor monyet ke luar angkasa memakai roket penjelajah Kavoshgar Pishgam dan berhasil mencapai ketinggian yang sudah ditentukan, kemudian kembali ke bumi dengan selamat. Tak berselang lama, Iran kembali merencanakan peluncuran satelit Tolou (Sunrise) dari situs peluncuran satelit yang baru. Iran telah masuk menjadi 5 negara eksklusif yang mampu mengirimkan satelitnya sendiri ke luar angkasa. Iran pertama kali meluncurkan satelitnya sendiri, Omid (harapan) pada tahun 2009 dengan roket yang sama saat ini.
Gambar
Kemampuan Iran lain yang sudah cukup diperhitungkan adalah sebagai UAV hunter, sudah beberapa kali Iran merontokan usaha penyusupan oleh UAV (pesawat nir awak) Amerika dan yang paling mengejutkan, keberhasilan militer IRan menjatuhkan The Beast of Kandahar, RQ-140 Sentinel. UAV canggih yang bentuknya seperti stealth Bomber B-2 Spirit. Selain Sentinel, Iran juga berhasil menjaring UAV Scan Eagle buatan Boeing, Hasil dari penangkapan ini adalah produksi massal UAV tiruan ScanEagle yang diberi nama Sayeh. Kemampuan Iran menyerap dan mempelajari teknologi Amerika benar2 mampu mendorong perkembangan teknologi pertahanannya.
Kini Dunia sedang menunggu penantian, kapan Qaher 313 bisa mengepakan sayapnya terbang tinggi ke angkasa serta menunjukan kemampuannya. Bila F-313 yang cuma seperti mainan tapi udah bkin kejutan bagi Barat, gimana klo itu ternyata asli?? lebih heboh lagi pastinya..Disinyalir dalam menghadapi Barat, Iran lebih menonjolkan kemampuan Softskillnya, termasuk dnegan memamerkan alutsista baru yang masih belum diuji kebenarnnya tapi memiliki efek kejutan yang cukup mengangkat daya tahan Iran :-D .. strategi low cost high impact..
»»  READMORE...

Thursday, May 16, 2013

Pasdaran Iran Lengkapi Perahu Cepat dengan Roket Cruise Berjelajah 300 Km



Ketua Lembaga Antariksa Departemen Pertahahan Republik Islam Iran, Brigjen. Mehdi Farahi mengkonfirmasikan rencana penyerahan roket cruise dengan jelajah lebih dari 300 km kepada angkatan laut Sepah Pasdaran (IRGC).

Kepada FNA, Sayid Mehdi Farahi seraya mengisyaratkan pemberian sarana dan perlengkapan bersenjata departemen ini berupa senjata termasuk rudal dan roket kepada angkatan bersenjata menjelaskan, strategi dan mekanisme penggunaan perlengkapan serta senjata tersebut berada di atas pundak para komandan angkatan bersenjata.

Ia menambahkan, berbagai produksi termasuk roket dengan jelajah 300 km akan diserahkan kepada angkatan laut Sepah Pasdaran.

Farahi menekankan, dalam waktu dekat sejumlah senjata canggih dengan berbagai kemampuan istimewa berupa roket cruise akan diserahkan kepada angkatan laut Sepah Pasdaran.

Ketua Badan Antariksa Departemen Pertahanan Iran ini menandaskan, keakuratan serta jelajah roket baru ini lebih tinggi dibanding dengan roket dengan jelajah 300 km yang saat ini dimiliki Sepah Pasdaran.

Ia pun menekankan, roket ini dapat meningkatkan sistem pertahanan Iran di angkatan laut.

Menurut laporan FNA, roket cruise dari pantai ke laut dan dari permukaan ke permukaan dengan kemampuan khusus dalam menghadapi berbagai ancaman dapat diubah kemampuannya dan senjata canggih ini juga diserahkan kepada komandan angkatan bersenjata Iran.

Roket cruise yang juga dapat ditembakkan melalui kapal cepat dengan laju 60 km perjam. Sejumlah roket cruise yang telah dimiliki Iran seperti roket Zafar, Nasr, Nur, Qader dan Ghadir. (IRIB Indonesia/MF)
»»  READMORE...

Pesawat Drone Siluman Terbaru Buatan Iran





Epic Stealth Drone buatan Iran. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Epic Stealth Drone buatan Iran
Iran Miliki Pesawat Siluman yang Tak Bisa Dideteksi Musuh

Iran meresmikan pesawat tak berawak baru, diberi nama Epic. Pesawat itu mampu melakukan pengawasan maupun misi serangan, kata kantor berita Mehr. Menteri Pertahanan Iran Jenderal Ahmad Vahidi seperti dikutip mengatakan bahwa Epic, yang bisa terbang di ketinggian, adalah "pesawat siluman yang tidak dapat dideteksi oleh musuh."

Pada 18 April, Iran mengumumkan tiga model pesawat tak berawak lainnya, Throne, Hazem-3 dan Mohajer-B. Throne, juga model siluman, memiliki jangkauan jarak jauh dan dilengkapi dengan peluru kendali dari udara-ke-udara, kata Jenderal Amir-Farzad Esmaili, komandan operasi anti-pesawat.

Esmaili mengatakan Iran telah memproduksi dan menggunakan puluhan dari mereka.

Hazem-3 (Solid) dan Mohajer-B (Migrator) adalah model "taktis dan tempur" yang juga mampu melakukan tugas pengintaian, kata jenderal.
»»  READMORE...

Monday, May 6, 2013

Iran akan Luncurkan Kapal Selam Baru


Menteri Pertahanan Republik Islam Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan, Tehran telah memproduksi kapal selam baru buatan dalam negeri yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

"Kapal selam kelas menengah akan diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan," kata Vahidi pada Sabtu (4/5) ketika mengunjungi kota pelabuhan, Bandar-e Anzali.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat, kami juga akan menyaksikan prestasi-prestasi para ahli domestik disektor peralatan angkatan udara dan darat serta dalam produksi pesawat tanpa awak.


Sebelumnya, Angkatan Laut Iran telah meluncurkan kapal selam kelas Tareq 901 dan Ghadir sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tehran telah mencapai prestasi besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada di sektor peralatan militer dan sistem-sistem penting.

Meski demikian Iran berulang kali meyakinkan negara-negara lain, khususnya negara tetangga, bahwa kekuatan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara lain, karena doktrin pertahanannya didasarkan pada pencegahan
»»  READMORE...

Sunday, May 5, 2013

Fateh-110 Rockets Enroute to Hezbollah Destroyed in Syria by Israeli Air Attack



Fatah 110 Mod 4 missile showing the forward section's guidance seeker and wings.

Fateh 110 Mod 4 missile showing the forward section’s guidance seeker and wings.

The Iranians have developed an improved model of medium-range rocket Fateh-110. The current model is held by Hezbollah in Lebanon and Israel believes that the advanced model was on its way to the missile units of the organization. The Iranians have not provided many details about this new rocket model, but experts in Israel said yesterday that Iran’s rockets and missile industry make constant efforts to improve the directive mechanism, i-hls reports.
The guided version of Fateh 110 can strike targets on land or at sea with 450kg warhead. Photo: FARS news agency
The guided version of Fateh 110 can strike targets on land or at sea with 450kg warhead. Photo: FARS news agency
According to foreign sources, the attacks carried out by Israel in Syria in recent days were aimed, among other things, at the delivery of these rockets. Rockets of the Fateh-110 model remain the primary medium-range rocket power held by Hezbollah. The Rocket has a maximum range of 250 km and its warhead weighs half a ton. With such a range – this rocket threatens Israel all the way to Beer-Sheba area in the Negev. The rocket was developed by the Iranian military industry, and is launched by a launcher similar to that used by the SA-2 surface to air missile.
EO Guided version of Fateh 110 (M-166) Iranian missile
Fateh 110 missile launched on an Iranian field exercise. Photo: FARS News Agency
Fatah-110 warhead is almost double in weight than warheads that armed the Scud missiles fired at Israel during the first Gulf War. These weighed about 300 kg. The length of the rocket is about 8 meters, diameter of 61 cm and overall weighs about three tons.
According to the expert, Fateh-110 is manufactured in two versions. One with “free flight” like that of Zelzal rockets and Katyusha missiles, the second uses inertial guidance, allowing it to hit preselected targets with higher precision.  Insight Note (Members Only) 
In 2011 Iran demonstrated the capability to hit a floating target with precision guided, short range ballistic missile of the Fateh 110 (M-600) class. Photo: FARS news agency
Missile defense systems such as the Israel Aerospace Industries Arrow II or the American Patriot PAC-2 air defense missile from Raytheon are capable of intercepting rockets such as the Fatah-110 rocket. Future systems such as Rafael’s David’s Sling are currently in development under joint US-Israeli program designed to improve the capability to handle massive attacks by such rockets. Syria was planning to locally produce the Fateh-110 under the designation M-600. In 2010 Israeli sources reported that Syria has transfered ‘hundreds‘ such missiles to Hezbollah. Israel estimates that Iran’s weapons industry analyzed the results of Hezbollah rocket attacks on Israel during the Second Lebanon War and has improved due to several of its products, including the Fatah -110 model rocket.
»»  READMORE...

Tuesday, April 30, 2013

Militer Iran Siapkan Kejutan Baru


Iran kembali akan memamerkan prestasi militernya dengan meluncurkan berbagai produk peralatan militer baru dalam beberapa bulan ke depan. Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan Iran akan meluncurkan rudal balistik dan jelajah serta prestasi baru  di bidang industri pertahanannya dalam lima bulan ke depan.

"Rudal balistik dan rudal jelajah baru akan diresmikan dalam semester pertama [penanggalan Persia 1392 Hs, sebelum pertengahan September]," kata Vahidi Sabtu (27/4).

Menteri pertahanan Iran mencatat bahwa rudal jelajah baru memiliki jangkauan yang lebih panjang dibandingkan dengan versi sebelumnya.

"Iran juga akan menampilkan jenis bom baru, " tegasnya.

Menyinggung prestasi baru angkatan laut Iran sebelum pertengahan September, Vahidi mengungkapkan rencana peluncuran sebuah kapal selam yang dilengkapi sistem dua rudal.

Di bidang pertahanan udara, Iran juga memamerkan helikopter dan pesawat tanpa awak baru selama periode tersebut.

Sebelumnya, selama parade militer di hari angkatan bersenjata pada tanggal 18 April lalu, Iran meluncurkan sejumlah prestasi militer, termasuk pesawat tanpa awak.

Selama beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat terobosan penting di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi sistem peralatan militer penting.

Pada hari Selasa, Deputi Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Majid Bokaei mengatakan Republik Islam telah berhasil menguji-tembak rudal balistik darat ke laut di Teluk Persia.

Dia mencatat bahwa rudal itu modifikasi dari model rudal permukaan-ke-permukaan.(IRIBIndonesia/PH)
»»  READMORE...

Monday, April 29, 2013

Iran Sedang Produksi S-300 Domestik



Seorang pejabat senior Iran menyatakan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera memamerkan sebuah sistem pertahanan rudal produksi domestik Bavar-373, yang mirip dengan S-300 Rusia, hingga tahun depan kalender Iran yang dimulai 21 Maret 2014.

"Meskipun karena upaya AS menghalang-halangi, Iran gagal membeli sistem S-300 [dari Rusia], namun sistem ini sedang dikembangkan di dalam negeri dan akan secara resmi diluncurkan [tahun depan kalender Persia]," kata Wakil Komandan Angkatan Bersenjata Iran untuk swasembada dan penelitian, Laksamana Farhad Amiri Ahad (28/4).

Ditambahkannya bahwa pembuatan sistem S-300 Iran itu sedang bergulir dan subsistemnya telah diuji coba. Sistem rudal Bavar-373 direncanakan akan dipamerkan pada tahun 2014.

Berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada tahun 2007, Rusia seharusnya menyerahkan sedikitnya lima unit sistem rudal S-300 kepada Iran.

Moskow menolak memberikan sistem ke Iran dengan dalih bahwa sistem itu termasuk dalam sanksi putaran keempat Dewan Keamanan PBB anti-Iran.

Selama beberapa tahun terakhir, Iran telah mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan dan sistem militer penting.(IRIB Indonesia/MZ
)
»»  READMORE...

Iran akan Luncurkan Kapal Perusak Generasi Baru




Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Habibollah Sayyari mengatakan pasukan angkatan laut negara itu akan meluncurkan sebuah kapal baru dengan sistem minesweeping canggih dalam waktu dekat.

Berbicara di sela-sela parade Hari Angkatan Bersenjata Iran Kamis (18/4) di ibukota Tehran, Sayyari mengatakan kapal perusak Bayandor akan diluncurkan dengan sistem yang sudah disempurnakan pada bulan depan.

"Sistem minesweeping Angkatan Laut Iran, yang meningkatkan kemampuan kami di bidang ini, segera akan diresmikan," kata Sayyari Kamis (18/4).

Selama parade Hari Angkatan Bersenjata, Iran meluncurkan sejumlah prestasi militer putera bangsa, termasuk pesawat tanpa awak, dua sistem rudal dan mobile electronic interception system. 

Sebelumnya, Komandan Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya Iran Brigadir Jenderal Farzad Esmaili Rabu (17/4) mengatakan kemampuan drone yang dirancang dan dikembangkan oleh para ahli pertahanan Iran.

Esmaili mengungkapkan pesawat tersebut digunakan untuk mengumpulkan data dari beberapa ratus kilometer jauhnya dan dapat mengirimkan data ini secara real-time.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah menorehkan prestasi besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan penting militer.

Tehran berulang kali meyakinkan negara-negara lain bahwa kekuatan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi mereka, sebab doktrin pertahanan Republik Islam sepenuhnya didasarkan pada pencegahan (IRIBIndonesia/PH)
»»  READMORE...

IRAN PRODUKSI KAPAL SELAM PELONTAR RUDAL



TEHRAN-(IDB) :Universitas Teknologi Esfahan bersama tiga universitas Iran lain, saat ini tengah merampungkan proyek nasional produksi delapan tipe kapal selam pelontar roket, kapal-kapal pemasang kabel dan kapal tanpa awak. Proyek tersebut merupakan rekomendasi Dewan Tinggi Ilmu, Riset dan Teknologi Iran.

Sebagaimana dilaporkan Mehrnews (28/4), Direktur proyek nasional alih teknologi kapal selam Iran, Dr. Mohammad Ali Badri dalam wawancaranya dengan Mehrnews mengatakan, "Proyek raksasa ini bertujuan untuk memproduksi delapan kapal selam."


Badri menjelaskan, proyek ini meliputi pembuatan kapal selam-kapal selam patroli, pertahanan sampai kapal selam untuk rekreasi. Untuk merampungkan proyek besar ini telah dirancang rencana jangka panjang 10 tahun.


Targetnya adalah meraih 550 jenis teknologi yang dibutuhkan dalam sektor kapal selam. Untuk mencapai tujuan ini, kata Badri, teknologi-teknologi tersebut telah di klasifikasikan ke dalam teknologi merah, kuning serta hijau. "Berdasarkan klasifikasi tersebut kami telah mengidentifikasi potensi-potensi nasional yang dimiliki Iran," tandasnya.  


Klasifikasi teknologi merah menurut Badri adalah jenis teknologi yang akan diproduksi di dalam negeri. Sesuai dengan skala prioritas yang ada, diusahakan agar teknologi-teknologi tersebut dapat dikuasai dan diproduksi di dalam negeri Iran sendiri.

Badri menambahkan, sesuai dengan potensi yang dimiliki Iran, teknologi-teknologi lain dalam klasifikasi kuning dan hijau juga akan diproduksi. Menurut laporan, lebih dari 2.500 pusat riset yang aktif di sektor ini berhasil didentifikasi, dan dengan kemampuan yang dimiliki oleh pusat-pusat riset tersebut diharapkan Iran mampu mencapai target-target yang telah ditetapkannya.
»»  READMORE...

Sunday, April 28, 2013

Iran akan Perkenalkan Senjata dan Peralatan Militer Terbaru


Wakil Komandan Angkatan Darat Republik Islam Iran mengatakan, Tehran akan memperkenalkan senjata dan peralatan militer baru buatan dalam negeri yang telah dikembangkan, dalam manuver militer di pusat Provinsi Isfahan pada tanggal 24 Mei.

"Sejumlah kendaraan lapis baja pengangkut personel, persenjataan, senapan sniper, baterai anti-pesawat dan peluncur rudal akan diperkenalkan dalam latihan Baitul Muqaddas yang digelar Angkatan Darat," kata Brigadir Jenderal Kioumars Heidari pada Jumat (26/4).

Ia menambahkan, dalam manuver yang bersandi Baitul Muqaddas itu akan dilakukan pula latihan perang asimetris yang telah diadopsi dalam rangka menanggapi ancaman baru.

Selama beberapa tahun terakhir, Tehran telah menggelar beberapa kali latihan militer untuk meningkatkan kemampuan pertahanan angkatan bersenjatanya dan sekaligus menguji taktik militer dan peralatan modern.

Meski demikian, Iran telah berulang kali meyakinkan negara-negara lain, khususnya negara tetangga, bahwa kekuatan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara lain, karena doktrin pertahanannya didasarkan pada pencegahan. (IRIB Indonesia/RA)
»»  READMORE...

Thursday, April 25, 2013

Boraq Armoured Personnel Carrier (APC), Iran


Spesifikasi

  • Vehicle TypeArmoured personnel carrier
  • CrewTwo
  • TroopsTen
  • ManufacturerVehicle and Equipment Industries Group (VEIG)
  • Primary OperatorIslamic Republic of Iran Army (IRIA)
  • Combat Weight13t
  • Maximum Speed65km/h

Iran APC
The Boraq (or Boragh) armoured personnel carrier (APC) is produced by Vehicle and Equipment Industries Group (VEIG), a subsidiary of the Iranian Defence Industries Organisation (DIO). It is an indigenously built version of the Chinese-made WZ-501/503 series, which itself is a copy of the Russian BMP-1 APC.
The development of the Boraq APC started in 1986 and its first prototype was produced in 1987. The second and third prototypes were completed in 1991. The serial production of Boraq vehicles began in 1997.
The Boraq APC is in service with the Islamic Republic of Iran Army (IRIA), Kazakhstan Ground Forces and Sudanese Armed Forces (SAF).

Boraq APC variations and design features

The Boraq armoured vehicles are produced in a range of versions for use in amphibious operations. The major variants include command post vehicle, ammunition resupply vehicle, missile carrier, mortar carrier, infantry fighting vehicle, ambulance and engineer vehicle.
"The Boraq armoured vehicles are produced in a range of versions for use in amphibious operations."
The Boraq APC incorporates a low profile armoured hull design. It offers complete crew safety and adequate space for the comfort of the troops. The vehicle accommodates a driver compartment and engine in front in side-by-side configuration, and troop section at the rear. The Boraq APC accommodates 12 personnel.
The driver is seated at the forward left, while power pack is placed in front right position. The infantrymen at the rear enter and leave the vehicle through two rear doors which open outwards. The left rear door is fitted with a firing port and a vision device.
The Boraq APC has a length of 6.65m, width of 3.05m and a height of 2.45m. The vehicle weighs 13t when fitted with complete fighting equipment.

Observation equipment on the armoured personnel carrier

The driver sitting at the front left is provided with a single-piece hatch cover and four day periscopes, for observing forward and sides of the vehicle. The centre periscopes can be replaced with a passive periscope for driving during the night.
The rear troop compartment is fitted with two roof hatches for observation purposes. Either side of the troop section is provided with three firing ports, and the roof is fitted with day periscopes. The firing ports allow the troops to fire their weapons from inside of the vehicle.

Armament, self-protection and engine

The Boraq APC is armed with a pintle-mounted Dushka/DShK 12.7mm machine gun. The gun is mounted on a rotatable platform traversing through a full 360°. The Boraq missile carrier is armed with Toophan series of wire-guided Anti-Tank Guided Weapon (ATGW).
"The Boraq APC is armed with a pintle-mounted Dushka/DShK 12.7mm machine gun."
The all-welded steel armoured hull of the Boraq APC offers protection against 7.62mm and 12.7mm rounds, as well as shell splinters.
The vehicle is equipped to interject diesel fuel into the exhaust system for laying a smoke screen. The Boraq APC is also fitted with an NBC protection system and a fire detection system.
The Boraq APC is powered by a V-8 air-cooled diesel engine. The engine develops a maximum power of 330hp. The power-to-weight ratio of the engine is 25.38hp/t. The flexible design layout of the engine allows for quick assembly and disassembly in fewer than 60 minutes.

Iran's Boraq APC mobility and performance

The fully tracked Boraq APC offers superior cross country mobility in various combat operations. The vehicle is equipped with torsion bar suspension. The running gear includes the drive sprocket in front and idler at the rear. It also has track-return rollers and six dual rubber-tyred road wheels on each side.
The tracks are equipped with rubbers to prevent damages on the paved roads. The drive sprockets are fitted with sprocket rubbers to reduce the noise generated by the tracks.
The Boraq APC has a maximum road speed of 65km/h. The fully amphibious vehicle is propelled in the water by its tracks assisted by a trim vane and bilge pumps. The maximum operating range of the vehicle is 500km. The APC vehicle can negotiate a gradient of 350 and side slope of 250. It can cross a trench of 2.3m.
»»  READMORE...

Wednesday, April 24, 2013

Zulfiqar Main Battle Tank, Iran


Spesifikasi

  • OperatorsIranian Army
  • Length7m
  • Width3.6m
  • Height2.5m
  • Weight36t to 41t
  • Speed70km/h
  • Power to Weight Ratio21.7hp/t

Zulfiqar main battle tank
Zulfiqar or Zolfaqar, the main battle tank (MBT) of Iran, entered into production in 1996. The tank is operated by a crew of three personnel – commander, driver and gunner. It is named after the sword of the first religious, spiritual and political Shia leader, Hazrat Ali.
The tank's variants Zulfiqar I and Zulfiqar II are operational with the Iranian Army. In May 2010, the Iranian Army announced its new and upgraded variant Zulfiqar III.

Zulfiqar main battle tank development

The Iranian Army Brigadier General Mir-Younes Masoumzadeh conceived the development of the Zulfiqar MBT. The tank is believed to have been developed on the basis of M48, M60 and T-72 tanks. The first prototype of the Zulfiqar I MBT, with indigenous parts, was designed in 1993 and revealed to public in 1994. In 1997, six prototypes were developed, tested and fielded. In the same year, Iranian President Hashemi Rafsanjani authorised mass production of the tanks in the Shahid Kolah Dooz Industrial Complex. About 600 artillery and 520 different tank parts were manufactured, and 500 armoured vehicles and tanks were repaired for Zulfiqar production.
"Upgrades to the Zulfiqar III will include improving the fire navigation system, chassis, armament, engine and laser systems."

Zulfiqar III tank design

The turret of the Zulfiqar tank is designed domestically as a box with distinctive shape, and incorporates some parts and systems of the M60 and T-72 MBTs. Both the turret and hull are welded in steel. The tank has a combat weight of about 36t and features automatic loader and composite armour protection.

Mission variants

Zulfiqar I is built with reinforced composite armour in the front arc. It incorporates a computerised fire control system allowing fully-stabilised firing. The turret mounts a laser-warning pod on the turret and protection of the tank can be increased with an indigenous reactive armour package.
Zulfiqar II is an improved version of Zulfiqar I. It incorporates a new and more powerful engine and an extended chassis for improving the autoloader. Zulfiqar II is used as a test bed and interim prototype for the next variant, Zulfiqar III.
Zolfaqar III is the latest and most advanced version in the Zulfiqar family, and the ground forces of the Iran Army are conducting studies with the view to further upgrading its applications and technology. Upgrades will include improving the fire navigation system, chassis, and armament, engine and laser system, to increase the operational capabilities of the tank. The wheels of the variant will be covered by an armoured skirt and a reinforced turret.

Zolfaqar III propulsion

The tank is powered by a 780hp (630kW) Vee diesel engine with 12 cylinders. The power to weight ratio of the tank is 21.7hp/t. The engine is coupled to six-gear SPAT 1,200 automatic transmission, which provides the tank a maximum speed of 70km/h (43mph). Zulfiqar III has a torsion-bar suspension system similar to that of the M48 and M60 main battle tanks. Its operational range is 450km.

Armament

The Zulfiqar I tank is armed with a 125mm smoothbore gun adopted from a Russian T-72 tank. The variant is equipped with the Slovenian EFCS-3 fire control system of Safir-74 or Type 72Z.
"Zulfiqar III has a powerful 2A46 125mm smoothbore gun with the cannon fitted with fume extractor."
The system provides the tank with fire-on-the-move technology. The turret of the tank variant also mounts a laser-warning pod.
Zulfiqar III has a powerful 2A46 125mm smoothbore gun with the cannon fitted with fume extractor.
The advanced gun is fed from an autoloader. The secondary armament mounted on the Zulfiqar includes a 7.62mm coaxial machine gun and a 12.7mm machine gun.
The Iranian Ammunition and Metallurgy Industries Group (AMIG) of Defence Industries Organisation (DIO), a subsidiary of Ministry of Defence and Support of Armed Forces of the Islamic Republic of Iran, produces standard ammunition for Zulfiqar fleet. The Zulfiqar III also has new fire control and laser range-finding system.
»»  READMORE...

Saturday, April 20, 2013

Iran Peringkat Lima Negara Dunia Pemilik Teknologi Drone



Drone Iran
Drone Iran

Deputi Menteri Pertahanan Iran dalam sebuah pernyataan mengatakan Iran berada di antara lima negara teratas dunia yang mempunyai teknologi drone.

Mohammad Eslami  juga mengatakan  di Tehran bahwa iran juga di antara sepuluh negara besar dunia bidang sektor militer.

Pejabat Kementerian Pertahanan Iran itu menambahkan, Republik Islam saat ini sedang merancang dan memproduksi sekitar 20 kendaraan udara tak berawak yang mengutamakan jangkauan dan ketinggian penerbangan. Drone jarak jauh menurut Eslami sangat strategis.

Eslami juga menunjukan pengalaman Iran dalam manufaktur drone jarak pendek dan menyebut negara sedang memproduksi massal UAV dengan jangkauan 200 kilometer.

Menurutnya, drone terbaru jarak jauh strategis itu segera diresmikan pada 24 Mei nanti.

Sebelumnya, Iran meluncurkan drone pertama pribumi jarak jauh yang diberi nama Karrar pada bulan Agustus 2010. Pesawat ini mampu membawa roket militer untuk melaksanakan misi pemboman yang menargetkan sasaran-sasaran darat, dan mampu terbang jarak jauh dengan kecepatan tinggi, serta mengumpulkan informasi.

Pada bulan September 2012, negara ini juga meluncurkan UAV baru buatan dalam negeri yang diberi nama Shahed 129, dengan kemampuan penerbangan 24 jam nonstop.

Pada hari Jumat, 08/02/13, Iran untuk pertama kalinya merilis photo dari lini produksi sebuah pesawat udara tak berawak pribumi yang merupakan salinan dari pesawat tak berawak AS, ScanEagle. [Islam Times/on]
http://www.islamtimes.org/images/docs/files/000238/nf00238136-2.jpg

http://www.islamtimes.org/images/docs/files/000238/nf00238136-1.jpg
»»  READMORE...