News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label KCR. Show all posts
Showing posts with label KCR. Show all posts

Monday, May 20, 2013

KRI KUJANG 642 BERPARTISIPASI DALAM AJANG IMDEX 2013 SINGAPURA




JAKARTA- :KRI Kujang-642 dengan Komandan KRI Mayor Laut (P) Lugi Santoso, salah satu kapal perang TNI AL produksi dalam negeri dilibatkan mengikuti IMDEX (International Maritime Defence Exhibition and Conference) Asia 2013, yang akan dilaksanakan di Changi Naval Base Republic of Singapore Navy (RSN), tolak dari alur Mentigi berangkat menuju Singapura, Senin (13/5).
KRI Kujang-642 salah satu unsur jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) yang sehari-hari di bawah pembinaan Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Barat dengan Markas Satuan di Mentigi Tanjung Uban.

Kapal baru produksi dalam negeri jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat  tersebut, bersama dengan KRI Frans Kaisiepo-368 yang sehari-hari dibawah pembinaan Satuan kapal Eskorta Komando  Armada RI Kawasan Timur diberangkatkan sebagai duta Bangsa Indonesia

Keterlibatan unsur terbaru KRI Kujang-642 salah satu Unsur KRI Jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat tersebut, dalam rangka mengikuti pameran alutsista dan teknologi yang diselenggarakan di Changi Naval Base Republic of Singapore Navy (RSN).
 
Dalam kesempatan tersebut KRI Kujang-642 sebagai salah satu kapal perang yang memperkuat jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat dilibatkan dengan tujuan sebagai salah satu keunggulan  produksi putra-putra bangsa Indonesia. Selain itu kegiatan ini sebagai media untuk mempromosikan dan menunjukkan produk industri strategis nasional kepada masyarakat dunia.

sumber : idb
»»  READMORE...

Friday, April 19, 2013

KEEL LAYING Kapal Cepat Rudal (KCR-60 METER) TNI AL



Kamis, 18 April 2013, PT PAL INDONESIA (PERSERO) kembali menggelar acara Keel Laying Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 M hull No. M000274 yang merupakan kapal kedua dari 3 (tiga) kapal sejenis pesanan TNI-AL. Direncanakan Kasal beserta jajaran berkenan hadir untuk menyaksikan acara tersebut.
Pembangunan KCR 60 M ini berdasarkan Surat Perjanjian Jual Beli Nomor : KTR/1056/02-48/XII/2011/Disadal No. Pembangunan M000273, W000274 dan W000275 antara PT PAL INDONESIA (PERSERO) dan TNI-AL yang diwakili oleh DINAS PENGADAAN MABESAL, di bangun atas dasar kelas BKI.
Dijadwalkan kapal ke-2 ini akan diserahkan pada medio Maret 2014, sedangkan kapal yang ke-1, direncanakan akan diserahkan pada akhir Desember 2013, sedangkan kapal ke-3 akan diserahkan pada medio Juni 2014.
Adapun ukuran Utama Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR-60M) :
- Panjang keseluruhan (LOA)  :  59.80 M
- Panjang garis air (LWL)  :  54.82 M
- Lebar (B)  :  8.10 M
- Tinggi pada tengah kapal (T)  :  4.85 M
- Sarat muatan penuh (Dd)  :  2.60 M
- Berat muatan penuh (Displacement)  :  460 Ton
Sistem Persenjataan
1.  1 X Meriam Utama 57 mm
2.  2 X  Senjata 20 mm
3.  2  X 2 Peluncur rudal anti kapal permukaan (SSM)
4.  2 X Decoy Launcher
Olah Gerak
KCR 60M mempunyai kemampuan olah gerak yang tinggi, lincah dalam posisi tembak dan mampu melaksanakan penghindaran dari serangan balasan lawan.
Ketahanan Berlayar
1. Ketahanan dilaut  :  9 hari
2. Jarak jelajah  : 2.400 nm pada kecepatan 20 knot
3. Akomodasi   :  43 orang
Kelaikan Kapal
KCR 60m dirancang dengan mempertimbangkan kriteria kelaikan laut sbb :
1. Stabilitas kapal memenuhi kriteria standar IMO A (749)
2. Tugas patroli hingga sea state 3
3. Kemampuan pengoperasian senjata hingga sea state 4
Diharapkan dengan even ini, semakin memperkokoh komitmen PT PAL INDONESIA (PERSERO) serta wujud nyata untuk terus berperan aktif dalam pemenuhan alutsista negara, menuju kemandirian bangsa pada ALUTSISTA khususnya bidang kemaritiman.

»»  READMORE...

Friday, April 12, 2013

KRI Beladau Lakukan Operasi Keamanan Laut


11 April 2013, Jakarta: 
Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguskamla Koarmabar) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Arusukmono Indra Sucahyo dipimpin langsung operasi keamanan laut di perairan wilayah barat dengan melibatkan KRI terbaru jenis kapal cepat rudal (KCR) KRI Beladau-643 produksi dalam negeri. 

Operasi yang digelar tersebut saat ini melibatkan sejumlah KRI terdiri dari berbagai jenis diantaranya Jenis kapal perusak kawal tipe parchim, kapal cepat rudal (KCR), kapal patroli tipe PC 40, jenis Kapal angkut tank tipe Frocsh dengan kapal markas komando di KRI Tjiptadi-381.

Danguskamla Koarmabar Laksma TNI Arusukmono Indra Sucahyo menekankan kepada para komandan unsur KRI yang terlibat operasi dibawah kendali komando Guskamla agar meningkatkan kinerja selama pelaksananaan kegiaatan operasi keamanan laut di wilayah perairan barat Indonesia. 
Lebih lanjut disampaikan guna meningkatkan hasil operasi dan citra TNI AL, Komandan Guskamla menekankan agar para Komandan KRI dan seluruh pengawak unsur KRI yang terlibat dalam operasi keamanan laut di wilayah barat Indonesia melaksanakan kegiatan pemeriksaan dengan lebih teliti terhadap berbagai pelanggaran dan tetap berpedoman kepada ketetntuan serta hukum yang berlaku. Sumber: Dispenarmabar
»»  READMORE...

Tahun 2013 TNI AL AKan diperkuat 6 Kapal Perang Baru

Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) akan memiliki enam kapal perang baru pada 2013. Kepala Sub Dinas Penerangan Umum (Kasubdispenum), Dinas Penerangan Angkatan Laut Kolonel Laut (S) Julius Widjojono menguraikan keenam kapal perang itu diproduksi di dalam negeri.
   

Kapal Cepat Rudal 60, Segera memperkuat armada tempur TNI AL Dua kapal berjenis tugboat alias kapal tunda akan diproduksi PT Penataran Angkatan Laut (PAL). 
Kapal tunda nantinya akan mempercepat mobilitas armada laut yang ada. PT PAL juga harus menyelesaikan dua kapal cepat rudal (KCR-60). Kapal dengan panjang 60 meter, lebar 8,10 meter dan berat total 457 ton itu diproyeksikan memperkuat armada perang. Mampu mencapai kecepatan 28/20 Knots, kapal itu dilengkapi sistem antiserangan permukaan dan mampu mendukung saat terjadi adu tembak di laut. 

Kapal ini bahkan bisa dilengkapi alat antiserangan kapal selam. Kementerian Pertahanan menyebut kontrak pembuatan empat kapal buatan PT PAL itu Rp500 miliar. 
Kapal tunda dalam kontrak ditargetkan selesai April dan Juni 2013. Adapun kontrak penyelesaian kapal cepat rudal jatuh tempo Maret dan Desember 2013. 
Adapun kapal perang kelima dan keenam yang segera dimiliki AL yakni PC 40. Jenis PC 40 merupakan kapal perang patroli. Meski demikian, rudal antikapal akan disematkan sebagai bagian pertahanan. "PC 40 pertama memang kami mengajukan, kemudian Kemenhan menambah satu, sehingga total enam unit yang diserahkan tahun ini," jelas Julius, Senin (7/1/2013). 

Keenam kapal baru itu, lanjut dia, akan bergabung dengan 156 kapal yang dimiliki TNI AL. Sehingga dengan tambahan yang baru, AL memiliki kapal 162 buah. "Itu nantinya ditambah kapal selam yang dipesan di Korea Selatan," tambahnya. Saat ini Indonesia memiliki dua kapal selam. Indonesia tahun ini dijadwalkan mulai membangun tiga kapal selam bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering, Korea Selatan. 
Ada transfer teknologi dalam program ini. Kapal pertama diproduksi di Korsel, kapal kedua akan mulai diproduksi di Indonesia dan ketiga akan sepenuhnya diproduksi PT PAL Indonesia. Kapal selam pertama dijadwalkan tiba pada 2015, kedua pada 2016 dan ketiga 2018. Ketiganya bernilai US$1,07 miliar.
»»  READMORE...