News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Korea. Show all posts
Showing posts with label Korea. Show all posts

Monday, June 17, 2013

Senjata Nuklir



Apakah “senjata nuklir”?
Apakah bahan nuklir itu?
Apa hubungan antara pembangkit energi nuklir dan pengembangan senjata ?
Apakah pemrosesan nuklir itu ?
Apakah pengayaan uranium (HEU) itu?
Apakah Kelompok negara pemilik senjata nuklir (Nuclear Club) itu?
Apa NPT (Nuclear Nonproliferation Treaty) itu ?
Apakah IAEA (International Atomic Energy Agency) itu ?
Apakah Inspeksi Nuklir itu ?


QApakah “senjata nuklir”?
AIstilah ‘senjata nuklir’ berarti senjata yang menggunakan energi yang dikeluarkan dari reaksi nuklir seperti fisi dan fusi untuk tujuan merusak. Senjata nuklir bisa dikategorikan secara garis besar sesuai dengan tipe reaksi nuklir sebagai berikut:

Senjata nuklir dengan reaksi (bom atom) dan senjata nuklir dengan fusi (bom hidrogen). Selain itu, sesuai dengan perkembangan teknologi, juga melahirkan bom neutron yang menggunakan radiasi neutron dalam volume besar yang dikeluarkan selama fusi nuklir putaran pertama untuk membangkitkan reaksi fusi nuklir putaran kedua.

Bom Atom
Inti nuklir dari U235 (uranium 235) Pu239 (Plutonium 239), dan U233, disebut ‘‘bahan yang bersifat fisi”, karena bahan itu berubah menjadi materi penyebab yang mudah membuat reaksi fisi nuklir saat menyerap neutron. Saat fisi nuklir terjadi, jumlah besar energi dan neutron baru dihasilkan dari reaksi tersebut. Pada saat sejumlah tertentu bahan fisi nuklir tertentu terkumpul dan terkonsentrasi di dalam satu tempat, reaksi rangkaian fisi nuklir bisa terjadi. Volume paling minimal yang dapat membangkitkan ‘serangkaian reaksi fisi nuklir secara besar-besaran’ tersebut dikenal dengan istilah ‘critical mass’ atau massa kritis.
Bom atom terdiri dari beberapa bahan fisi volume sub-critical mass, yang kemudian menyatu dengan cara cepat . Bahan yang menyatu itu kemudian menjadi super–critical mass atau massa super kritis, hingga terjadi rangkaian reaksi cepat yang mengeluarkan jumlah energi dalam jumlah besar dalam sekejab waktu.

Bom Hidrogen
Bom Hidrogen menggunakan energi yang dikeluarkan dari fusi nuklir dalam inti nuklir yang ringan termasuk ‘deuterium’ dan ‘tritium’ yang merupakan isotop hidrogen.
Karena reaksi fusi hanya terjadi di bawah suhu beberapa juta derajat Celsius lebih, maka panas yang tinggi yang dikeluarkan dari ledakan bom nuklir fisi (atom) digunakan sebagai pencetus (pembakar)untuk meledakkan bom Hidrogen.
Oleh karena itu, reaksi fisi dan fusi terjadi selama ledakan bom hidrogen.

Bom Neutron
Bom Neutron menggunakan jumlah radiasi neutron massal yang dikeluarkan selama fusi nuklir agar membuat efek ledakan lebih besar dengan reaksi fisi nuklir tahap kedua. Hingga disebut ‘bom 3F’ (fission -> fusion -> fission). Sisa Bahan Radioaktif ( Residual radioactive materials) tercipta selama tahap fisi, bernama ‘abu-abu kematian’ maka bom neutron itu memiliki nama alias ‘bom hidrogen yang kotor’.


QApakah bahan nuklir itu?
ABahan nuklir adalah materi yang bisa digunakan sebagai bahan bakar nuklir. Biasanya uranium, plutonium, thorium atau kombinasi bahan itu digunakan sebagai bahan bakar nuklir. Berkenaan dengan pengembangan senjata nuklir, istilah ‘bahan nuklir’ berarti ‘uranium’ dan ‘plutonium’.

Uranium
Pada tahun 1789, ilmuwan Jerman, M.H. Klaproth menemukan uranium sebagai bagian dari mineral ‘uraninite’ (pitchblende) dan menamakannya dengan Uranium, mengutip dari ‘Uranus’, dalam planet sistem tata surya yang ditemukan 1781. Hingga kini di kalangan ilmiah di kenal sebanyak 14 isotop buatan dari U227 ke U240, semuanya radioaktif. 3 isotop: U234, U235, dan U238, semuanya memiliki periode berkurangnya masa aktif sebagai isotop alam.
Tetapi lebih dari 99 persen dari mereka adalah U238.
Bijih tambang Uranium ada di Kanada, Republik Afrika Selatan, AS, Rusia, dan Australia. Rangkaian kelanjutaan reaksi fisi nuklir mengeluarkan jumlah energi massal. Proses itu dikenal sebagai pembangkitan tenaga nuklir.

Bom atom juga memiliki prinsip yang sama, tetapi itu terjadi dalam keadaan reaksi yang terkonstrasi tinggi. U235 digunakan sebagai pembangkitan tenaga nuklir, dengan satu gram uraium 235 setara dengan jumlah energi yang dihasilkan 3 ton batu bara. Tetapi, karena bijih alam yang memiliki kadar hanya 0,7 persen, maka bijih uranium harus dikayakan dulu supaya memiliki konten kemurnian tinggi U235. Dibutuhkan sebanyak 15 Kg U235 untuk membuat satu bom atom.

Plutonium
Plutonium adalah elemen artifisial yang pertama kali disintesis pada tahun 1940 oleh ilmuwan AS G.T Seaborg, E.M.MacMillan, dan J. W. Kennedy dengan cara memberi dampak pada uranium dengan deuterium.
Plutonium dikenal tidak terdapat dalam alam, tetapi pada 1942, plutonium dalam jumlah sedikit ditemukan dalam bijih uraium. Karena Hampir sama dengan proses yang terjadi dalam reaktor tenaga nuklir, maka diperkirakan plutonium itu tercipta, saat uranium menyerap neutron.
Dengan bentuk logam berwarna warna perak putih, plutonium adalah penting sebagai materi bahan bakar yang bisa didapat dari reaksi fisi nuklir, dan karena itu, plutonium digunakan sebagai bahan bom atom dan hidrogen serta juga sumber neutron.

Inspeksi internasional tentang manufaktur plutonium lebih diperketat setelah 1974, saat India mengekstrasi dan mengayakan plutonium yang dibangkitkan dari reaktor tenaga nuklir sipil kemudian berhasil uji coba secara sukses ledakan bom atom. 5 ke 10 Kg plutonium berkadar tinggi bisa digunakan untuk membuat bom atom.
Kontroversi terkait penggunaan plutonium sebagai sumber energi berkembang, karena bahan itu mengandung zat racun. Sehingga berbahaya apabila terserap ke tumbuh manusia, mengakibatkan kanker. Maka perdebatan panas terjadi tentang penggunaannya sebagai sumber energi.


QApa hubungan antara pembangkit energi nuklir dan pengembangan senjata ?
APenggunaan reaksi nuklir untuk menciptakan energi listrik dan pengembangan senjata nuklir secara ilmiah adalah sama dalam prosesnya, dan menggunakan yang materi sama. Oleh karena itu, pembangkit tenaga nuklir untuk tujuan damai selalu bisa berubah digunakan untuk tujuan perang. Yaitu, bahan bakar nuklir yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik bisa dikumpulkan dan kemudian diproses kembali menjadi bahan yang bisa digunakan untuk senjata nuklir
(☞ pemrosesan kembali nuklir) ). Itulah alasan masyarakat internasional menaruh perhatian besar pada pengawasan penggunaan materi nuklir(☞ NPT, IAEA)


QApakah pemrosesan nuklir itu ?
AJika membakar bahan bakar konvesional seperti minyak atau batu bara, dapat menyala kalau ada oksigen. Tetapi , bahan bakar nuklir bisa menyala terus hanya di dalam peralatan fasilitas khusus yakni reaktor nuklir. Juga, bahan bakar konvesional hanya digunakan satu kali saja, tetapi bahan bakar nuklir bisa digunakan beberapa kali sebagai bahan bakar lewat pemrosesan kembali menjadi berkadar tinggi.

Bahan bakar nuklir yang telah digunakan bisa dibuang atau bisa juga dikayakan ulang untuk penggunaan kembali. Proses itu disebut pemrosesan kembali.

Karena bahan bakar nuklir mengeluarkan emisi radiasi, pembuangan bahan bakar nuklir membutuhkan peralatan khusus unutk menghilangkan radiasi.
Juga, fasilitas khusus diperlukan agar bahan bakar nuklir dapat digunakan kembali. Fasilitas daur ulang demikian diawasi secara ketat dan dikendalikan oleh masyarakat internasional. Karena fasilitas daur ulang itu adalah fasilitas untuk membuat plutonium dan uraium berkadar tingi, HEU, hingga bahan dari fasilitas itu bisa menjadi bahan untuk membuat senjata nuklir.
Untuk penggunaan secara damai, fasilitas daur ulang sangat produktif. Namun, kalau digunakan untuk tujuan seperti perang, fasilitas itu menjadi fasilitas penghancur yang melebihi apa yang kita bayangkan.
Itulah alasan Korea Selatan mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan membangun atau mengoperasikan fasilitas pemrosesan kembali, setelah pihaknya berjanji tidak memiliki senjata nuklir.


QApakah pengayaan uranium (HEU) itu?
AHEU adalah materi buatan yang disintesis dengan peningkatan kadar U235, untuk digunakan dalam fisi nuklir. Bijih alam yang mengandung uranium hanya sekitar 0,7persen dari U235, maka tingkat kadarnya harus pertama ditingkatkan sebelumnya supaya dapat digunakan sebagai bahan bakar nuklir.
Proses demikian disebut ‘pengayaan’, dan semakin meningkatkan kadar U235 beberapa kali dengan cara berulangkali secara bertahap. Rincian cara pembuatan uranium berkadar tinggi itu bisa diklarifikasi dengan rahasia nasional sesuai dengan pedoman nonproliferasi nuklir.

Dalam proses itu dibutuhkan fasilitas skala besar dan tenaga listrik yang amat besar. Dibutuhkan 3 sampai 5 persen tingkat kadar U235 dalam reaktor nuklir untuk tetap dapat melanjutkan rangkaian pembangkitan reaksi fisi nuklir.
Sementara itu, HEU biasanya berarti materi yang memiliki 20 persen atau kadar lebih tinggi dari U235 alam. Oleh karena itu sangat wajar negara yang memiliki HEU dianggap sebagai negara yang memiliki niat unutk mengembangkan senjata nuklir.


QApakah Kelompok negara pemilik senjata nuklir (Nuclear Club) itu?
AThe Nuclear Club berarti 5 negara yang diakui oleh masyarakat internasional untuk memiliki senjata nuklir; AS, Inggris, Prancis, Rusia dan Cina. Nuclear Club bukan organisasi atau kumpulan resmi. Negara yang tidak tergolong ke Club itu dilarang oleh UU internasional dari pengembangan atau memiliki senjata nuklir.

Negara seperti India, Pakistan, dan Israel dianggap de facto negara pemilik senjata nuklir, kendati tidak diakui atau diumumkan resmi. Oleh karena itu, total 8 negara tersebut dinyakini sebagai negara pemilik senjata nuklir. Republik Afrika Selatan dulu adalah negara pemilik senjata nuklir kemudian membuangnya. Negara seperti Kazakhstan, Uzbekistan, dan Belarus memiliki senjata nuklir pada waktu, mendapat kemerdekaan dari Uni Soviet, tetapi semua mengembalikan senjata nuklirnya ke Rusia dan sedang diawasi ketat oleh masyarakat internasional.

Lima negara anggota Nuclear Club itu, untuk mencegah ‘negara non-senjata nuklir’ akan memperoleh kapasitas senjata nuklir, membentuk organisasi Badan Energi Atom Internasional IAEA(☞ International Atomic Energy Agency) melakukan inspeksi di tempat terhadap penggunaan bahan nuklir oleh negara non- senjata nuklir.
Juga negara Nuclear Club membuat sistem perjanjian NPT (Nuclear Nonproliferation Treaty), yang melarang negara non- senjata nuklir memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir. Sementara itu, beberapa negara yang tidak diakui secara resmi untuk memiliki senjata nuklir mengkritik struktur yang tidak berimbang seperti itu dan terus berupaya keras untuk memiliki kemampuan senjata nuklir. (☞ Keadaan negara pemilik senjata nuklir di dunia)


QApa NPT (Nuclear Nonproliferation Treaty) itu ?
ANama resmi NPT adalah ‘Perjanjian untuk Nonproliferation senjata nuklir’. Perjanjian itu melarang ‘5 negara pemilik nuklir’ untuk menyajikan bantuan atau informasi bentuk apapun kepada ‘negara non senjata nuklir’ untuk memperoleh kemampuan senjata nuklir, dan juga melarang negara non senjata nuklir mengembangkan, merakit, tes atau memperoleh senjata nuklir. Tujuan dasar NPT adalah untuk membatasi jumlah negara yang memiliki kemampuan senjata nuklir. Sesuai dengan tujuan itu, negara non- senjata nuklir menandatangani perjanjian pengamanan dengan memenuhi kewajiban seperti menerima inspeksi IAEA tentang bahan nuklir dan penggunaannya.

Pada awal, hanya AS dan Uni Soviet saja yang memiliki senjata nuklir. Tetapi, Prancis dan Cina memulai uji coba senjata nuklir dari 1960, yang menjadi tren bagi negara lain juga. Tren itu menimbulkan sentimen bahwa hal itu akan mengakibatkan kehancuran manusia. Rancangan NPT dibuat setelah negosiasi antara AS dan Uni Soviet , dan rancangan itu disetujui setelah negosiasi dengan negara tidak memiliki senjata nuklir di sidang umum PBB pada 12 Juni, 1968. NPT akhirnya mulai berlaku pada Maret 1970. Sebagian besar negara di dunia masuk dalam perjanjian itu. Tetapi, negara-negara seperti Prancis, Cina, yang menolak perjanjian yang dipimpin oleh AS dan Uni Soviet itu , dari awal tidak menjadi anggota. Negara lain seperti India, Pakistan dan Israel, Kuba juga tidak masuk dalam keanggotaan NPT.
Korea Selatan secara resmi masuk keanggotaan perjanjian itu pada 23 April 1975. Sedangkan Korea Utara melakukan penandatanganan perjanjian pada Desember 1985, kemudian mengumumkan pencabutan pada tahun 1993 dalam protes inspeksi nuklir khusus. Pada Januari 2003, Korea Utara sekali lagi mengumumkan pencabutan diri dari NPT karena masalah pengembangan nuklir Korea Utara yang kembali timbul.


QApakah IAEA (International Atomic Energy Agency) itu ?
ABadan Tenaga Atom Internasional IAEA adalah organisasi internasional yang bertujuan membatasi penggunaan energi nuklir hanya untuk tujuan kesejahteraan manusia. Organisasi itu pertama kali diusulkan oleh presiden AS , Eisenhower di sidang umum PBB ke-8 yang diadakan pada Desember, 1953.

Rancangan untuk membangun IAEA itu ditandatangani 1956 oleh 80 negara , maka IAEA akhirnya diluncurkan pada 29 Juli , 1957. Tujuan IAEA untuk membatasi penggunaan energi nuklir untuk bertujuan damai, kesehatan, dan kesejahteraan manusia dan melarang penggunaannya untuk tujuan militer.

Sejalan dengan tujuan itu, IAEA mengejar kegiatan berikuta:
△Promosi penggunaan energi nuklir secara damai,
△penetapan pedoman keamanan kesehatan,
△pemasokan bantuan teknologi kepada negara yang sedang berkembang,
△pertukaran informasi teknologi ilmu pengetahuan dan tenaga ahli dan
△pembangunan dan manajemen fasilitas pelindung -radioaktif.

Sesuai dengan regulasi NPT, IAEA menandatangani persetujuan keamanan nuklir dengan negara anggota dan kemudian melakukan inspeksi, monitoring dan mengelolanya. Walapun IAEA membantu untuk mempromosikan kebijakan PBB dan juga mengajukan laporan kepada badan internasional itu, tetapi IAEA bukan badan PBB secara resmi. Korea Selatan menjadi negara anggota IAEA pada tahun 1957, dan Korea Utara pada 1974. Markas besar IAEA terletak di Vienna, Austria.


QApakah Inspeksi Nuklir itu ?
AIstilah ‘inspeksi nuklir’ berarti inspeksi dan kegiatan terkait bahan nuklir dan fasilitas, yang dilakukan oleh IAEA di negara yang telah menjadi anggota NPT. Inspeksi diklasifikasikan dalam 3 jenis, inspeksi sementara, reguler dan khusus.

Inspeksi Sementara
Inspeksi yang dilakukan untuk menegaskan apakah keadaan fasilitas nuklir dan keadaan bahan nuklir di negara tertentu sama atau tidak seperti yang mereka laporkan kepada IAEA.

Inspeksi reguler
inspeksi yang dilakukan secara rutin untuk mengecek keadaan perubahan bahan nuklir dan fasilitas nuklir. Inspeksi itu hanya dilakukan saat laporan negara itu telah betul-betul diverifikasi melalui inspeksi sementara. Inspeksi itu termasuk pemeriksaan jumlah persediaan bahan nuklir, cek keadaan segel dan pemeriksaan operasi peralatan pengawas, pengintai. Inspeksi reguler itu dilaksanakan 3 atau 4 kali setahun.

Inspeksi khusus
Inspeksi khusus dilaksanakan saat inspeksi sementara dan reguler tidak cukup menuntaskan kecurigaan tentang kepemilkian senjata nuklir negara tertentu. Yaitu, kalau laporan suatu negara dianggap tidak memenuhi walaupun ada selisih antara isi laporan mereka dan hasil investigasi sementara, atau saat menemukan bukti yang dicurigai melalui investigasi reguler, inspeksi khusus dilaksanakan supaya mengetahui status pengembangan senjata nuklir atau kepemilikan senjata nuklir. Contoh yang mewakili hal itu adalah inspeksi IAEA yang dituntut kepada Korea Utara pada tahun 1992. Itu terjadi karena, laporan Korea Utara bahwa mereka hanya mengekstraksi 90 gram plutonium berbeda dengan kenyataan, tetapi inspeksi ternyata menemukan cukup bukti yang mencurigakan bahwa ada beberapa kilogram materi yang telah diekstraksi selama ini. Sebagai protes atas tindakan IAEA itu, Korea Utara mencabut diri dari NPT pada tahun 1993, hingga hal itu mengakibatkan krisis nuklir Korea Utara putaran pertama.
»»  READMORE...

Thursday, May 30, 2013

Panser Canon Tarantula TNI AD



Panser Canon Tarantula

Doosan DST Korea Selatan akhirnya menyelesaikan produksi Panser Tarantula berbobot 18 ton yang dilengkapi canon 90 mm serta senjata mesin 7,62mm/ 12,7mm. Panser Tarantula (Korsel: Black Fox) merupakan kendaraan tempur beroda 6 yang dioperasikan tiga orang (sopir, kkomandan, petembak) yang melaju dengan kecepatan maksimal 100 km/jam serta 8 km/jam di dalam air.

Menurut Doosan DST, Panser Tarantula telah disesuaikan dengan kondisi alam Indonesia, sehingga dibuat lebih ringan dan memiliki kemampuan amphibi. Dengan senjata meriam 90mm dan senapan mesin, Tarantula didisain untuk bisa menyerang lawan yang memiliki kemampuan penuh ataupun bertempur dengan tank musuh. Panser ini juga memiliki kemampuan operasi gerilya: search and destroy.
Chasis Black Fox dengan turret CSE90 Belgia
Chasis Black Fox dengan turret CSE90 Belgia
tarantula2
Blackfox / Tarantula versi APC
Blackfox / Tarantula versi APC

Tahun 2009, TNI AD memesan Panser Canon Tarantula ke Doosan DST Korea Selatan. Panser 6×6 ini memasuki tes operasional, uji menembak dan uji manuver lapangan sejak November 2011. Setelah lulus inspeksi, panser mulai diproduksi Korea Selatan pada awal tahun 2012. Tanggal 5 Mei 2013, Doosan DST mengumumkan telah menyelesaikan produksinya untuk dikirim ke Indonesia.


Tanpa menyebutkan jumlahnya, pihak Cmenyatakan segera mengirim sejumlah Panser Tarantula ke Angkatan Darat Indonesia. Dalam pembuatan panser ini Doosan DST bertanggung jawab membangun panser dan pemasangan turret meriam. PT Pindad juga akan melakukan perakitan semi-knocked-down (SKD) di Indonesia. Menurut catatan SIPRI 2012, Indonesia memesan 22 Black Fox/ Tarantula ke Korea Selatan dan 11 diantaranya akan dirakit di Indonesia.


Masih menurut SIPRI 2012, turret dari Panser Tarantula adalah CSE 90 mm buatan CMI Defence Belgia. Turret ini mengusung meriam Cockerill MkIII 90 mm, senjata mesin 7,62mm / 12,7mm serta pelontar granat. Meriam utama dikendalikan secara elektronik dan mampu menembak sasaran di malam hari. CSE90 mm dilengkapi penjejak laser jarak jauh untuk menembakkan amunisi APFSDS-T, serta berbagai jenis amunisi lainnya.
Defence-Cockerill-CSE-90LP-01

Dengan munculnya informasi dari Doosan DST Korea Selatan ini, menunjukkan road map kendaraan tempur TNI semakin jelas. Setelah Panser Anoa, akan muncul Panser Canon Tarantula lalu disusul Tank Kerjasama FNSS Turki dan PT Pindad.

Indonesia merupakan pengguna pertama Panser Canon Tarantula Korea Selatan, sehingga belum diketahui sejauh apa ketangguhan dari Panser ini. Diharapkan Indonesia bisa mengembangkan disain dan kualitas panser ini, karena TNI AD hanya memesan 22 Panser Tarantula.
»»  READMORE...

Friday, May 24, 2013

DAFTAR RUDAL KOREA UTARA



Korea Utara diyakini memiliki lebih dari 1.000 rudal dengan berbagai kemampuan, termasuk rudal jarak jauh yang suatu hari bisa mencapai daratan Amerika Serikat. Program rudal Pyongyang telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir dari awalnya hanya berupa roket artileri taktis jarak pendek pada tahun 1960 dan 70-an menjadi rudal balistik jarak menengah pada tahun 1980 dan 90-an.



Insititut Analisis Pertahanan Korea Selatan (KIDA) mengatakan bahwa sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh Pentagon kepada Kongres AS, Korea Utara setidaknya telah memiliki hingga 200 Transporter Erector Launcher (TEL)*, 100 rudal Scud jarak pendek, 50 rudal Nodong jarak menengah dan 50 rudal Musudan jarak jauh. Sebelumya Seoul juga memperkirakan bahwa negara komunis yang dikenal secara resmi sebagai Republik Demokrasi Rakyat Korea (DPRK) itu memiliki tidak lebih dari 94 TEL mobile (bergerak). 
Daftar rudal KoreaUtara

Laporan AS juga menunjukkan bahwa Korea Utara bertekad memperluas program rudalnya meskipun ekonominya sedang sulit. Hal ini terutama difokuskan pada wilayah-wilayah tertentu yang asimetris dapat menimbulkan ancaman bagi korea Selatan dan pasukan AS yang ditempatkan di Korea Selatan.

Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat tajam sejak Desember lalu, ketika Korea Utara menguji coba rudal jarak jauh Taepodong-2, diikuti tes nuklir ketiga (underground) pada Februari 2013.

PBB menanggapinya dengan sanksi. Latihan militer baru-baru ini antara Korea Selatan dan Amerika Serikat telah membuat marah Korea Utara, yang mengancam akan melakukan serangan nuklir di daratan Amerika, serta pasukan AS di wilayah tersebut.

KEKUATAN RUDAL KOREA UTARA

Kekuatan rudal Korea Utara terdiri dari berbagai rudal jarak pendek seperti KN-02, yang memiliki jangkauan 120 km dan dapat menargetkan instalasi militer di Korea Selatan. Ada juga Hwasong-5 dan Hwasong-6, yang juga dikenal sebagai rudal Scud-B dan C, memiliki jangkauan masing-masing 300 km dan 500 km. Rudal ini berhulu ledak konvensional, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa dipersenjatai dengan hulu ledak biologis, kimia, bahkan nuklir.

Rudal Hwasong-5 dan 6 keduanya sudah diuji coba dan disebarkan. Ahli persenjataan sudah meyakininya dan memungkinkan bagi Korea Utara untuk menyerang wilayah manapun di Korea Selatan. Menurut beberapa media barat, rudal Hwasong-6 juga telah dijual Korea Utara ke Iran, di mana rudal ini dikenal di Iran dengan nama Shehab-2.

Hwasong-5
Hwasong-5 adalah rudal balistik taktis permukaan-ke-permukaan jarak pendek yang terlahir dari rudal Elbrus R-17 Uni Soviet dan berdasarkan rudal balistik Scud-B buatan Rusia.

Hwasong-6
Hwasong-6 adalah rudal balistik taktis yang diproduksi oleh industri pertahanan Korea Utara. Uji coba pertama dari rudal Hwasong-6 telah sukses pada Juni 1990 (tiga kali penembakan). Rudal ini dibuat berdasarkan teknologi rudal Scud-C Rusia.

Hwasong-13
Sistem rudal balistik ini masih tergolong baru. Diresmikan saat parade militer Pyongyang 15 April 2012. Sistem rudal ini tiga tahap dengan sistem propulsi berbahan bakar cair. Rudal ini memiliki berat lepas landas 45 ton, dan mampu terbang balistik dengan jangkauan 7.500 km. Sistem peluncur rudal ini dipasang pada truk 16 roda (8 as) yang dirancang dan diproduksi di China.
Rudal Hwasong-13
Rudal Hwasong-13 yang dikenal juga sebagai KN-08 dan Nodong-C (Foto : Pedro Ugarte/Getty via WP)
Pada akhir 1980-an, Korea Utara telah meluncurkan sebuah program untuk mendesain dan memproduksi rudal balistik baru jarak menegah yang akhirnya dikenal sebagai Nodong yang memiliki jangkauan 1.000 km, bisa menargetkan Jepang. Rudal ini didasarkan pada desain rudal Scud-D, tetapi 50% lebih besar dan memiliki mesin yang lebih powerfull.

Nodong-A
Nodong-A yang disebut juga Nodong 1 atau juga Rodong 1 adalah rudal balistik jarak menengah yang dibuat berdasarkan teknologi rudal balistik Scud-D Rusia. Sistem ini dikembangkan oleh industri pertahanan Korea Utara. Keberadaannya mulai terdeteksi dunia saat di landasan peluncuran pada Mei 1990.

Rudal Nodong memiliki jangkauan sekitar 1.000-1.300 km. Kekuatan rudal diyakini 2.000-4.000 m CEP untuk jarak maksimum.

Nodong-B (BM-25 Musudan)
Nodong-B (BM-25 Musudan) adalah rudal balistik darat-ke-darat jarak menengah yang desainnya berbasis pada teknologi rudal balistik Scud-C buatan Rusia. Sistem ini dikembangkan oleh Industri Pertahanan Korea Utara dan diresmikan pertama kali saat parade militer 10 Oktober 2010, dalam perayaan ulang tahun ke-65 Partai Pekerja.

Intelijen Israel meyakini rudal ini memiliki jangkuan 2.500 km sedangkan Badan Pertahanan Rudal AS (MDA) memperkirakan rudal ini memiliki jangkuan 3.200 km, dan sumber intelijen lain menyebutkan 4.000 km.
Rudal Nodong-B
Rudal Nodong-B (Foto via leaksource.wordpress.com)
Langkah selanjutnya pengembangan rudal Korea Utara adalah Taepodong-1 dan Taepodong-2 (dikenal sebagai Paektusan di Korea Utara).

Taepodong adalah rudal besar berbahan bakar cair. Perlu beberapa konfigurasi untuk meluncurkannya, seperti halnya roket ruang angkasa. Waktu persiapannya (perakitan) cukup lama, diluncurkan dari lokasi statis (non-mobile) dengan bantalan peluncuran di tanah.

Akurasi rudal tetap menjadi penting, namun bukan lagi hal utama karena satu ton hulu ledak kimia atau biologi dari rudal ini akan memiliki efek yang dahsyat. Korea Utara dikenal barat memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata biologis dan kimia.

Taepodong-1
Taepodong-1 atau juga lebih dikenal oleh Korea Utara sebagai Paektusan-1, adalah rudal multi tahap pertama buatan dalam negeri. Jangkauannya sekitar 2.200 km, namun diyakini rudal ini kurang akurat ketimbang Nodong.

Taepoong-1 telah sukses uji coba terbang pada tanggal 31 Agustus 1998 sebagai roket ruang angkasa, tidak membawa muatan hulu ledak seperti rudal balistik biasanya, rudal ini membawa tahap ketiga dan kemungkinan berbahan bakar padat. Ini dimaksudkan untuk menempatkan satelit kecil ke orbit rendah Bumi.

Taepodong-2
Perkiraan kinerja Taepodong-2 jauh lebih spekulatif. Sebelum Desember 2012, Taepodong-2 sudah diuji coba sebanyak tiga kali, pada tahun 2006, 2009 dan April 2012.

Taepodong 2 atau Paektusan-2 juga merupakan rudal balistik tiga tahap, namun sudah jauh lebih maju daripada Taepodong-1. Jangkauannya diperkirakan 5.000 km hingga 15.000 km. Jika jangkauan ini memang benar, maka AS yang berjarak 9.693 km dari Korea Utara sudah bisa menjadi target Taepodong-2.
Taepodong-2
Taepodong-2 (Foto : ibtimes.com)
*Kendaraan yang membawa satu atau lebih rudal dan mampu memposisikannya dan kemudian meluncurkannya.
»»  READMORE...

Sunday, May 19, 2013

Historikal Program Nuklir Korea Utara



1965.Pembangunan Reaktor nuklir model Uni Soviet untuk tujuan penelitian di Yongbyeon, Korut.
1970.Pembangunan Reaktor nuklir yang kedua
1985.Korut menandatangani Perjanjian Tidak Menyebarkan Nuklir, (NPT).
Amerika Serikat menuduh Pyongyang telah membangun reaktor nuklir secara rahasia.
1989.Kegiatan nuklir Korea Utara terdeteksi oleh satelit komersial Prancis.
1992.Korut mencapai Perjanjian Pengawasan dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA)
1994.Krisis nuklir mulai terjadi karena Pyongyang menolak memberikan izin penyelidikan kepada IAEA terhadap fasilitas nuklirnya di Yongbyeon.
1994.Pencapaian persetujuan, penutupan reaktor nuklir light water (Air Ringan) dan Korut menerima minyak solar sebagai imbalan penutupan reaktor nuklirnya.
1998.
Korut meluncurkan rudal dengan jangkauan jelajah 1.700-2.200 km sebagai uji coba.
2001.IAEA menuduh Korut memiliki 1-2 senjata nuklir
2002.10.Korea Utara mengakui kepada utusan khusus AS pada waktu itu bahwa Pyongyang memiliki program untuk mengembangkan senjata nuklir, pengayaan uranium
11.AS menghentikan pemasokan minyak solar
12.
Pyongyang mulai mengoperasikan kembali fasilitas nuklirnya dan mengusir tim pemantau IAEA dari negara mereka.
2003.04.Pyongyang mengumumkan pengunduran diri dari NPT
08.Pertemuan segi-6 pertama untuk menuntaskan masalah nuklir Korea Utara dibuka.
2004.02.Pembukaan pertemuan segi-6 ke-2.
06.Pembukaan pertemuan segi-6 ke-3.
2005.02.10.Korut mengumumkan secara resmi kepemilikan senjata nuklirnya dan tidak akan hadir dalam pertemuan segi-6 tanpa batas waktu.
03.02.Korut mengumumkan melalui Kantor Berita Sentral Choseon; bahwa pemerintahaan Bush putaran kedua menunjukkan kesetiaan dan kejujuran, Korea Utara berniat untuk berpartisipasi dalam pertemuan segi-6 setelah syarat untuk bersikap adil dari semua negara peserta untuk membuka kembali pertemuan dipenuhi secara tepat.
03.23.
Perdana Menteri Korut, Park Bong-ju bertemu dengan presiden Cina, Hu Jin-tao.
04.04.Wakil Menlu Korut, Kang Suk-ju mengunjungi Beijing secara rahasia.
04.18.Kepala bagian urusan Amerika dan Korea Utara Departemen Luar Negeri Korsel, Kim Sook, menegaskan bahwa operasi reaktor nuklir 5MW di Youngbyun telah dihentikan.
04.25.
Deplu Korea Utara mengumumkan bahwa jika AS mengajukan rancangan isu nuklir Korut ke Dewan Kemanan PBB, pihaknya akan menganggap tindakan itu sebagai ‘deklarasi perang’.
05.08.Dalam KTT di Rusia, pemimpin Korsel dan Cina menghimbau Korut kembali ke meja perundingan segi-6. Deplu Korut mengusulkan kontak dengan Washington untuk mengetahui dengan tepat tentang ungkapan AS terkait “negara kedaulatan”
05.11.Korut mengumumkan bahwa ekstraksi batang bahan bakar limbah telah selesai.





05.13.
Utusan khusus Deplu AS, Joseph DeTrani dan kepala bagian urusan Korea Deplu AS, Jim Foster, bertemu dengan duta besar Korut untuk PBB, Park Gil-yun, dan wakil duta besar Han Sung-ryeol di New York.
05.16 ~18.Pertemuan antarKorea tingkat wakil menteri diadakan di Gaesung. Dicapai kesepakatan untuk mengadakan konferensi tingkat menteri ke depan.
05.25.AS mengumumkan penghentian operasi mereka untuk menggali jenajah pasukan AS di Korea Utara.
05.31.Presiden AS Bush mengeluarkan pernyataan tentang upaya untuk “penuntasan masalah nuklir Korea Utara secara diplomatik”
06.06.Utusan khusus Deplu AS, Joseph DeTrani dan kepala bagian urusan Korea di Deplu AS, Jim Foster, bertemu dengan duta besar Korut untuk PBB, Park Gil-yun, dan wakil duta besar Han Sung-ryeol di New York.
06.11.Kesepakatan dalam KTT Korea Selatan dan AS untuk baik menjamin regim maupun upaya normalisasi hubungan, apabila Korea Utara membuang program nuklirnya”.
06.17.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il bertemu dengan menteri Unifikasi Korsel, Chung Dong-young di Ruang Penerimaan Tamu di Pyongyang, mengekspresi niat Pyongyang untuk “kembali ke meja perundingan pertemuan segi-6 pada bulan Juli ”.
06.21.Menter luar negeri Korsel, Ban Ki-moon menunjukan penyesalan atas ungkapan AS bahwa “Korea Utara adalah ‘basis tirani terdepan’ yang masih terdapat di dunia.”
06.22.AS memutuskan untuk memberikan bantuan pangan 50 ribu ton ke Korut.
06.23.Pertemuan tingkat menteri Korsel dan Korut diadakan di Seoul. Kesepakan untuk melaksanakan tindakan praktis untuk menuntaskan masalah nuklir Korea Utara melalui dialog secara damai.







06.30.
Pertemuan tak resmi diadakan di antara kepala bagian urusan AS dari Deplu Korut, Lee Geun, dan utusan khusus AS, Joseph DeTrani. Duta besar Korea Selatan untuk AS, Hong Suk-hyun, bertemu duta besar Korea Utara untuk PBB, Park Gil-yun.
07.09Korea Utara mengumumkan bahwa pihaknya akan kembali ke pertemuan segi-6 dalam bulan Juli.
09.13. ~ 19.
Pertemuan nuklir segi-6 ke-4 di Beijing menerapkan Kesepakatan Bersama yang terdiri dari 6 poin pada 19 September, termasuk persetujuan bahwa Korea Utara akan membuang semua senjata nuklirnya dan rencana program nuklir mereka yang ada.
09.16Departemen Keuangan AS memasukkan bank Banco Delta Asia( BDA) ke dalam daftar hitam atas kecurigaan transaksi keuangan ilegal termasuk pencucian uang Korea Utara ( pemberian sanksi keuangan dimulai)
11.09. ~ 11.
Sesi pertama pertemuan segi-6 ke-5 menerapkan pernyataan ketua tentang pelaksanaan isi ‘Persetujuan Bersama September’ berdasarkan prinsip ‘janji banding janji’ dan ‘aksi banding aksi’.
200601.18.
Ketua juru runding untuk pertemuan segi-6 dari Korut, AS, dan China bertemu di Beijing.
Korea Utara meminta AS untuk lebih dahulu mencabut sanksi , sedangkan AS bersikukuh pada posisi sebelumnya.
03.07.Kontak tingkat kerja untuk membahas masalah keuangan BDA antara Korea Utara dan AS. Korut mengusulkan pembentukan badan mekanisme konsultasi untuk menuntaskan masalah termasuk pencetakaan uang palsu, sedangkan AS menolak usulan itu .
06.01.Departemen luar negeri Korea Utara , melalui media, mengundang ketua juru runding AS ke Pyongyang untuk pertemuan, tetapi Washington menolak.
07.05.
Korea Utara meluncurkan rudal jarak jauh ‘Daepodong-2’ sebagai uji coba.
07.16.Dewan Keamanan PBB mengesahkan secara bulat resolusi kecaman peluncuran rudal negara komunis itu. Korea Utara menolak resolusi itu.
08.18.Siaran ABC Amerika mengabarkan bahwa Korea Utara sedang menyiapkan uji coba nuklir di bawah tanah.
09.0924 instansi keuangan di dunia termasuk bank China menghentikan transaksi dengan Korea Utara.
10.03.
Departemen Luar Negeri Korea Utara mengumumkan pernyataan bahwa Pyongyang merencanakan melakukan uji coba nuklir.
10.06.Ketua Dewan Keamanan PBB menghimbau Korea Utara membatalkan rencana itu.
10.09.Kantor berita sentral Korea Utara resmi mengumumkan bahwa “tes nuklir dilakukan secara sukses”
10.16.Dewan Keamanan PBB mengesahkan rancangan tentang penjatuhan sanksi terhadap Korea Utara .
10.31.Korut, AS dan China setuju untuk membuka kembali pertemuan segi-6
12.18. ~ 22.
Pertemuan segi-6 dibuka kembali setelah 13 bulan dihentikan, tetapi pertemuan itu berakhir tanpa hasil karena AS dan Korea Utara gagal untuk mengecilkan selisih pandangan tentang isu utama ; denuklirisasi dan BDA.
200701.16 ~ 18.Ketua juru runding untuk negosiasi nuklir dari AS dan Korea Utara bertemu di Berlin untuk membahas pembukaan kembali pertemuan nuklir segi-6
02.08 ~ 13
Sesi ke-3 dalam pertemuan segi-6 ke-5 dibuka kembali di Beijing. Dalam pertemuan itu, negara peserta setuju agar Korut menutup fasilitas nuklirnya di Yongbyeon dalam jangka waktu 60 hari dan mengizinkan kegitan inspeksi IAEA, dan sebagai imbalannya bantuan energi senilai sama dengan 50 ribu ton minyak solar. Negara perserta juga setuju agar Korea Utara mengambil langkah untuk melaporkan dan melumpuhkan semua fasilitas nuklirnya, Korea Utara akan menerima 950 ribu ton bantuan energi secara tambahan.
03.19.AS mencapai persetujuan dengan Korut untuk mengizinkan pencairan dana Pyongyang sebanyak 25 juta dolar AS yang dibekukan di bank Macao.
03.19. ~ 22.Sesi ke-6 pertemuan segi-6 ke-5 diadakan. Namun Korea Utara bersikukuh bahwa negara itu akan dapat berpartisipasi dalam pertemuan itu apabila dana di BDA dicairkan, tetapi transfer dana itu tidak terlaksana karena adanya masalah teknis, hingga pertemuan itu gagal tanpa penetapan jawal pertemuan berikutnya.
05.15.Juru bicara Deplu Korut mengatakan bahwa pihak Pyongyang berniat untuk memulai proses pelumpuhan fasilitas nuklir utamanya yang disetujui dalam persetujuan 13 Februari, kalau pengiriman uang ke Korea Utara dari BDA dapat diselesaikan.
06.14.
Departemen Perekonomian dan Keuangan Macao mengatakan bahwa Banko Delta Asia, BDA sudah mentransfer 20 juta dolar ke Korea Utara.
06.21 ~ 22
Asisten Menlu, Christopher Hill mengunjungi Korut untuk kali pertama.
Saat pulang dari kunjungan selama dua hari ke Pyongyang, dia menyatakan dalam jumpa pers bahwa Korea Utara menegaskan kembali pelaksanaan secara penuh kesepakatan 13 Februari untuk melumpuhkan fasilitas nuklirnya.
06.25Korea Utara mengkonfirmasi tranfer senilai 25 juta dolar dari bank Macao ke rekening mereka.
06.26 ~ 30Rombongan tingkat kerja IAEA mengunjungi fasilitas nuklir di Yongbyeon Korea Utara. Mereka mengatakan reaktor utama masih beroperasi, waktu penutupan fasilitas nuklir di Yongbyeon akan ditentukan dalam pertemuan nuklir segi-6.
07.14 ~ 31Tim investigasi IAEA (gelombang pertama) mengunjungi Korut. IAEA menyegel 5 fasilitas nuklir di Korea Utara , dan mengkonfirmasi penutupannya.
07.18
Ketua IAEA, Mohamed ElBaradei mengkonfirmasi bahwa 5 fasilitas nuklir Korut telah ditutup.
07.18. ~ 20Pertemuan segi-6 dibuka kembali. Negara peserta setuju untuk mengadakan pertemuan berikutnya pada awal September untuk membahas hasil pelaksana penutupan fasilitas nuklir Korea Utara.
07.28 ~ 08.11
Tim inspeksi IAEA (gelombang kedua) memasang kamera pengintai dan memasang segel pada peralatan utama di fasilitas nuklir Korut.
09.02 ~ 03
AS dan Korea Utara mengadakan pertemuan di Jenewa untuk membahas normalisasi hubungan antara kedua negara. Korea Utara setuju untuk melumpuhkan dan melaporkan semua program dan fasilitas nuklirnya sampai akhir tahun ini.
09.10 ~ 15Tim inspeksi yang terdiri atas pejabat AS, Rusia dan China melakukan penyelidikan ke fasilitas nuklir Yongbyeon Korea Utara selama 5 hari sebagai proses persiapan untuk melumpuhkan program nuklir Korea Utara.
09.27. ~ 10.03.
Sesi kedua dalam pertemuan segi-6 ke-6 dibuka kembali di Beijing. AS secara prinsip setuju untuk mencabut nama Korea Utara dari daftar negara pendukung teror, sebagai imbalan pelumpuhan fasilitas nuklir utama Pyongyang.
11.01.
Tim inspeksi nuklir AS tiba di Korea Utara. Pemerintah Seoul mengkonfirmasi bahwa Korea Utara mulai melumpuhkan fasilitas nuklirnya dengan bantuan tim ahli nuklir itu.
12.01 ~03
Ketua juru runding AS, Christopher Hill, mengunjungi Pyongyang. Presiden AS George W. Bush mengirim surat kepada pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-il, yang menekankan ‘pentingnya laporan nuklir yang sempurna dan jelas atas program nuklir Korea Utara’ .
2008.02.19Ketua juru runding AS, Christopher Hill dan mitranya dari Korut Kim Kye-kwan bertemu di Beijing. Keduanya membahas laporan Korea Utara tentang program nuklirnya dan pembukaan kembali pertemuan segi-6.
03.13 ~ 14Korea Utara dan AS membahas isu pengembangan uranium berkadar tinggi (HEU) Korea Utara dan kerjasama nuklir dengan Suriah di Jenewa. Korea Utara menyangkal kecurigaan tentang kerjasama nuklir dengan Suriah.
04.08AS dan Korea Utara memulai negosiasi tentang laporan nuklir Pyongyang di Singapura
04.22 ~ 24Rombongan Departemen Luar Negeri AS mengunjungi Pyongyang . AS dan Korea Utara membahas isi laporan program nuklir termasuk jumlah plutonium dan penggunaannya.
05.08. ~ 10.
Tim Deplu AS mengunjungi Korea Utara. Pihak Pyongyang memberikan dokumen (laporan) utama kepada AS terkait kegiatan nuklir masa lalu dan operasi reaktor nuklir utamanya di Yongbyeon sejak tahun 1986.
05.20.
Ketua juru runding dari Korea Selatan, Jepang dan AS mengadakan pertemuan di Washington. Juru runding utama Korea Selatan, Kim Sook menegaskan bahwa AS dan Korea Utara setuju untuk meledakkan menara pendingin fasilitas nuklir utama di Yongbyeon Korea Utara.
06.26.Korea Utara menyampaikan laporan nuklirnya kepada China, tuan rumah pertemuan segi-6 untuk menuntaskan isu nuklir Pyongyang. Presiden George W. Bush mengatakan akan menghapus nama Korea Utara dari daftar negara pendukung terorisme dalam 45 hari.
06.27.
Korea Utara meledakkan menara pendingin fasilitas nuklir utamanya di Yongbyeon.
200906.12.Dewan Keamanan PBB menetapkan resolusi nomor 1874 untuk memberlakukan sanksi terhadap Korea Utara. Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengumumkan bahwa jumlah total plotonium yang baru diekstraksi dikembangkan sebagai senjata dan pihaknya memulai pengayaan uranium.
2012.04.13.Korea Utara meluncurkan roket jarak jauh –Unha nomor-3, di wilayah Dongchang-ri, Cheolsan-gun, provisnisi Pyeongan Utara. Roket itu ternyata gagal memasuki orbit.
04.16.Dewan Keamanan PBB menetapkan pernyataan untuk mengecam Korea Utara pasca-peluncuran roket.
12.12.
Korea Utara sukses meluncurkan roket jarak jauh –Unha nomor-3, di Dongchangri.
201301.22.tapkan resolusi nomor 2087 sanksi terhadap Korea Utara. Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan pembatalan denuklirsasi di Semenanjung Korea dan mengambil tindakan balasan secara fisik.
01.24.Komite Pertahanan Korea Utara menegaskan bahwa peluncuran roket jarak jauh dan pelaksanaan uji-coba nuklir ditargetkan menuju Amerika Serikat
01.26.Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memutuskan penyelenggaraan Komite Konsultasi pekerja untuk keamanan nasional dan luar negeri untuk mengambil langkah kepentingan nasional
02.03.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengumumkan ‘hasil penting untuk menjaga hak kedaulatan’ dalam rapat Komisi Militer Pusat
02.12Korea Utara melaksanakan uji-coba nuklir ke-3
03.07DK PBB menetapkan rancangan resolusi nomor 2094 untuk memberlakukan sanksi secara lebih keras. Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan, akan melaksanakan hak serangan pendahuluan nuklir.
»»  READMORE...