News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label MLRS. Show all posts
Showing posts with label MLRS. Show all posts

Thursday, October 30, 2014

Perkembangan Roket Indonesia

Roket R-Han 122 dengan Rear Control Surface
Roket R-Han 1212 dengan Rear Control Surface
rhan-jkgr-2
Rear Control Surface R-Han 1212
rhan-jkgr3
rhan-jkgr-4
Kendaraan Pengangkut Multi Roket R-Han 1212
Pemerintah melalui Konsorsium Roket Nasional terus mengembangkan roket Rhan-1212. Selain di kendaraan darat, roket ini ke depannya juga akan dipasang di kapal-kapal perang Indonesia.
Konfigurasi roket ini terus dikembangkan dan disempurnakan, termasuk propulsion dan rear control service. Konsorsium Roket Nasional juga terus mengembangkan IR Seeker, Antenna, Illuminator Electronic, processor, baterai dan warhead roket, yang kedepannya diharapkan menjadi peluru kendali. Semuanya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap roket/ rudal dari luar negeri. Selain itu, biaya produksi roket/rudal di dalam negeri, lebih murah. (JKGR).
»»  READMORE...

Wednesday, April 9, 2014

Sistem Pertahanan Udara MEADS


Peluncur MEADS

Lockheed Martin dan mitra industrinya tengah mempersiapkan uji coba selanjutnya dari pengembangan tahap akhir sistem pertahanan udara MEADS (Medium Extended Air Defense System), yang akan memiliki fungsi perlindungan 360 derajat dalam mengatasi ancaman dari udara dan rudal balistik.

Uji penembakan yang akan dilakukan pada awal November nanti akan menembak dua target, yaitu drone QF-4 dan rudal balistik taktis Lancer. Target akan menyerang secara bersamaan dari posisi yang berlawanan (berseberangan) dan dari ketinggian yang berbeda untuk menguji fungsi perlindungan 360 derajat dan radar X-band. Uji coba akan berlangsung di Practica, pangkalan udara Mare, Roma, Italia.

Setelah target terdeteksi radar kontrol tembak akan mendeteksi dan menembak/mencegat target dengan rudal PAC-3 MSE. Apakah pencegatan pertama akan segera melumpuhkan rudal balistik?Sistem MEADS secara otomatis akan memerintahkan dirinya sendiri bila perlu melakukan pencegatan kedua. Namun biasanya rudal interseptor (PAC-3) yang ditembakkan akan lebih banyak jumlahnya dari ancaman yang masuk. Menurut pihak Lockheed, uji coba semacam ini adalah yang pertama kali.

Uji coba akan menggunakan peluncur MEADS buatan Italia dan Jerman, desainnya sama kecuali truk yang memegang sistem kendali. Rudal PAC-3 akan melakukan manuver "over-the-shoulder" (lintasannya mirip ∩) untuk mencegat target mereka, sebuah fitur unik dari MEADS.

Bulan lalu, sistem MEADS telah disertifikasi untuk beroperasi sistem dengan Mode 5 Identification Friend or Foe (IFF). Modus 5 merupakan modus keamanan yang memberikan identifikasi line-of-sight untuk bisa membedakan antara sekutu dan musuh. 

Proyek MEADS adalah program kooperatif dengan dana dari Washington, Roma dan Berlin. Program sendiri baru benar-benar dimulai pada 2005. Washington mendanai sebanyak 58%, Jerman 25% dan sisanya Italia 17%. Namun Amerika Serikat memilih mengakhiri pendanaan untuk MEADS setelah fiskal 2014, efektif menarik AS dari program produksi.

Untuk mengatasi kurangnya dana pengembangan selanjutnya (akibat AS menarik diri) program MEADS kemudian ditawarkan ke Polandia (Jepang juga berkemungkinan) dan Lockheed Martin juga menawarkan Polandia kemitraan dalam tim. Dalam pertemuan baru-baru ini di Warsawa, Polandia, pemerintah AS menjelaskan bahwa Polandia akan menerima data-data teknis MEADS yang sebelumnya hanya diberikan untuk negara-negara mitra pengembangan MEADS. Jika MEADS benar akan "diambil" Polandia, Lockheed Martin berharap akan adanya basis laboratorium sistem integrasi di Polandia, seperti yang ada di AS.

Setelah uang pendanaan akan habis pada tahun fiskal 2014 nanti, pihak pengembang berharap juga bisa memperoleh izin dari Italia dan Jerman untuk menggunakan data dari percobaan nanti untuk mempersiapkan uji coba berikutnya. Uji coba selanjutnya akan mencakup pekerjaan integrasi tingkat yang lebih tinggi dengan menggunakan data dari uji coba November nanti sebagai dasar.

Bukan tanpa alasan AS menarik diri dari mendanai program MEADS setelah 2014. Karena kondisi ekonomi yang sulit, AS lebih memilih untuk meng-upgrade sistem pertahanan udara Patriot-nya dibandingkan membeli sistem MEADS. Sistem MEADS sendiri dikembangkan untuk menggantikan sistem Patriot AS dan Jerman, dan Nike Hercules Italia.


»»  READMORE...

Wednesday, July 17, 2013

TOROS Artillery Rocket System



TOROS Artillery Rocket System
TOROS (Topçu Roket Sistemi - Artillery Rocket System ) is a Turkish artillery rocket system, that has been developed in both 230 and 260 millimeter calibres. The system was developed by SAGE, and is used by the Turkish Army. The larger calibre rockets have a maximum range of 110 kilometers deliver a 145 kilogram high-explosive fragmentation warhead containing 30,000 steel balls.
The system consists of four vehicles:
  • Launcher vehicle 6×6
  • Logistics vehicle 6×6
  • Maintenance vehicle 6×6
  • Fire Command-Control vehicle 4×4
The 230 millimeter calibre system consists of six TOROS-230 unguided medium range rockets in a disposable launcher pod. The 260 millimeter calibre system consists of four TOROS-260 rockets in a disposable launcher pod. The launcher vehicle is designed to accept two TOROS-230 or TOROS-260 launcher pods.
Both rockets use an HTPB/AP solid propellent, and are stabilised in flight by four wrap-around fins. Sabots are fitted to the front of the rocket which fall away shortly after launch. Both rockets use a fin detent system to reduce wind dispersion, and are reported as having a dispersion of between one and two percent of their range. A variety of warheads have been proposed for the system including the basic blast fragmentation warhead, an electronic warfare warhead and a bunker busting warhead.
The launcher pods and advanced fire control system enable fast supply, loading, unloading, positioning and orientation operations. The unloading and reloading operations for two launch pods can be completed in less than twelve minutes. The system can be moved into position, oriented to target, and fired, all without the crew leaving the armoured cab. The launcher has a crew of three, but can be operated by a single person if needed.
Dispersion is reduced by helical rails which provide high roll rate during launch.

Specifications


TOROS-230TOROS-260
Diameter230 mm260 mm
Length4.1 m4.8 m
Mass326/197 kg485/280 kg
Operational temperature-30/+55•C-30/+55•C
Range20 to 100 km25 to 160 km
Dispersion2 percent2 percent
PropellantHTPB/APHTPB/AP
Shelf life10 year10 year
LAUNCHER PODSTOROS-230TOROS-260
Number of tubes64
Length4.2 m4.9 m
Width1.0 m0.9 m
Height0.8 m0.9 m
Empty mass552 kg647 kg
Loaded mass2,442 kg2,441 kg
»»  READMORE...

Wednesday, May 15, 2013

Massive Rocket Launcher for the UAE


20130513-204633.jpg

The UAE is getting ready to face the Iranian threat. Jobaria Defense Systems (JDS) Multiple Cradle Launcher MCL has unveiled its Multiple Cradle 122mm Rocket launcher system at the recent IDEX defense expo in the UAE. i-hls reports.

The MCL is A 10 wheel semitrailer mounting four power-operated rocket launchers, each carrying 60 x122mm rockets in three blocks of 20 rockets each. The system can fire Roketsan 122mm TR-122 rockets fitted with a high explosive (HE) warhead activated by a point detonating fuze or Roketsan TRB-122 rockets fitted with HE steel ball warhead activated by a proximity fuze. The maximum range is being quoted as 40km, with a minimum range of 16km.
The semi-trailer is equipped with an auxiliary power unit allowing more autonomy for the weapon system. 10 stabilizers extracted before firing are used to level the platform. A global positioning/inertial navigation system and computerized fire control system are used for position location and increased accuracy. The operator can select firing a single pod, a number of pods, or fire the full load of 240 rockets in under two minutes. Each launcher cradle is also provided with an independent inertial reference unit, enabling accurate ballistic setting even under rapid salvo firing.
The platform is towed by an Oshkosh Defense 6×6 Heavy Equipment Transporter (HET). HET is fitted with a protected cab, an air conditioning system and a central tyre inflation system. The entire system is operated by a crew of three: commander, navigator and driver and can be operated in an autonomous mode or integrated in an overall higher-level artillery fire control system.
Once the rockets have been launched, the system would normally redeploy to another position where new pods of rockets would be rapidly loaded using the on-board crane of the dedicated support vehicle.

The MCL demonstrated at the recent IDEX show.
The MCL demonstrated at the recent IDEX show.

»»  READMORE...

Sunday, April 14, 2013

PROYEK ROKET- RUDAL PERTAHANAN TNI-RI



himars 41 Roket Himars atau WeiShi 2

Satu persatu persenjataan Indonesia yang akan dibeli dari Rusia, rontok di tengah jalan. Indonesia membatalkan pembelian dua kapal selam Rusia klas Kilo Project 877 Paltus, karena Rusia tidak bersedia melakukan alih teknologi. Indonesia akhirnya memilih tiga kapal selam Korea Selatan Changbogo U 209/1400. Satu dari tiga kapal selam tersebut akan dibangun di PT PAL Surabaya- Jawa Timur.

Indonesia juga membatalkan pembelian roket multi laras MLRS BM 30 Smerch buatan Rosoboronexport, karena jarak tembak roket, tidak memenuhi kebutuhan TNI.  “Kami tidak ingin membuang waktu atau terbawa ke dalam khayalan”, ujar Nikolai Dimidyuk, agen Rosoboronexport di Moskow 2 Mei 2012. “BM 30 Smerch sangat memenuhi kebutuhan militer Indonesia dan efektif dalam pertempuran”, tambahnya.
bm 30 smerch 500 15 Roket Himars atau WeiShi 2
BM 30 Smerch Rusia

Kenapa Bukan Smerch

Daya Hancur MLRS Smerch tidak perlu diragukan lagi. Dalam 5 menit, Smerch siap ditembakkan salvo, untuk melumat ratusan hektar wilayah: infanteri, kendaraan tempur, logistik, pos komando, ranjau dan lainnya. Jika dipasang hulu ledak thermobaric, pasukan musuh akan mati sesak napas karena paru-paru mereka mengering dan terbakar. Namun jarak tembak Smerch hanya 90 km. Secara teknologi tidak ada yang istimewa bagi Indonesia. Tahun 2012 ini Indonesia telah membuat roket berdaya tembaknya melebihi roket Smerch. Tim riset TNI juga terus mengembangkan hulu ledak panas (HE).

MLRS RHAN TNI Roket Himars atau WeiShi 2
MLRS RHAN TNI

Indonesia hanya akam membeli BM 30 Smerch, jika jarak tembaknya 300 km. Hal ini tidak bisa dipenuhi Rusia. Menjadi Rumit
Rencana pembelian roket multi laras Smerch sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2008 namun terus tertunda. 
Pada Tahun 2012 TNI kembali mematangkan pembelian MLRS dan dilakukanlah tender. PT Rosoboronexport Rusia yang juga penjual SU 30 MK2 dan Tank Amfibi BMP 3 Indonesia, ikut tender tersebut. 
Roket Smerch tidak lagi masuk kualifikasi, karena teknologi roket Indonesia terus berkembang. Indonesia telah memiliki teknologi roket balistik Smerch, walau hulu ledaknya belum sehebat milik Rusia.
Sementara Rusia tidak mendisain BM 30 Smerch sebagai roket jarak jauh, karena yang mereka butuhkan dari Smerch adalah daya hancur yang luas. Untuk menghancurkan target jarak jauh 300 Km ke atas, Rusia cukup menggunakan Rudal Iskandar berhulu ledak 800 Kg. Namun versi ini tidak dijual ke Indonesia.

rudal iskandar rusia1 Roket Himars atau WeiShi 2
Rudal Iskandar warhead 800 Kg

Pengganti Smerch Saat ini TNI sedang mengincar MLRS Himars buatan Amerika Serikat atau MLRS WS-2 China.
Himars adalah roket multi laras yang bisa berubah menjadi misil. Jarak tembak normal Himars 30- 70 Km. Namun jika diisi peluru ATACMS, jangkauannya menjadi 300 km.

himars Roket Himars atau WeiShi 2
MLRS Himars

Roket Himars kaliber 270 mm, bisa dipasang beragam munisi dari cluster HE hingga cluster anti tank. Salah satu andalan munisi Himars adalah M77 “Steel Rain”. Setiap hulu ledak memiliki 664 munisi kecil dan setiap munisi bisa menembus armor setebal 4 inch serta kemampuan anti personel. Himars juga memiliki munisi SADARM untuk melumpuhkan Main Battle Tank.

himars 22 Roket Himars atau WeiShi 2
Peluncur Roket Multi Laras Himars

Peluru Himars juga bisa diganti berupa 6 laras roket atau satu rudal ATACMS. Namun Amerika Serikat tampaknya tidak akan memberikan rudal ATACMS kepada Indonesia. Rudal anti-tank hellfire saja, tidak dikasih. Jika AS menjual Himars ke Indonesia, tampaknya hanya munisi standar roket 6 tabung berhulu ledak HE dan steel rain. Namun roket multi laras Himars memiliki kelebihan lain. Himars bisa diangkut dengan pesawat Hercules C-130, atau dimasukkan ke C 295 yang sedang dirakit di PT DI Bandung, Jawa Barat.

himars 10 Roket Himars atau WeiShi 2
Himars diisi Rudal ATACMS

MLRS WeiShi-2
Sementara WeiShi-2/ WS 2 adalah roket balistik 6 laras kaiber 400-mm yang bisa ditembakkan sejauh 200 Km. Panjang roket 7,3 Kg dengan berat 1,3 Ton. Roket bisa disimpan bertahun-tahun di dalam kontainer tanpa memerlukan perawatan.

Roket WS 2 bisa ditembakkan secara tunggal atau salvo dengan berbagai jenis peluru: anti personel, anti armor serta peluru bakar (fuel air explosive). WS 2 juga bisa diupgrade menjadi misil yang dipandu satelit, untuk jelajah jarak menengah 350 Km.

ws2 Roket Himars atau WeiShi 2
MLRS WS 2 China

Jika MLRS membutuhkaan waktu 5 menit untuk siap ditembakkan, MLRS WS 2 butuh waktu lebih lama, yakni 12 menit. Pilih yang Mana

ws 2 china Roket Himars atau WeiShi 2
Roket Multi Laras WS 2 China

Jika Indonesia membeli roket multi laras WS 2, Indonesia memiliki opsi mendapatkan transfer teknologi. Transfer teknologi misil C 705 China, bisa dikembangkan ke kelas yang lebih advance WS 2. Pasokan rudalnya lebih aman dan kemampuan alih teknologi sejalan dengan rencana pemerintah. Sementara jika membeli Himars, ada kemungkinan suatu saat TNI akan diembargo lagi. Kok gak kapok-kapok ya. Make up your mind !.(Jkgr).
--------------------------------------------
S 300   - SEACRH AIR MISSILE FROM RUSIA  FOR SALE
beli ga ya :)
---------------------

s300p Rusia Tawarkan Rudal S 300

Mungkin kita sudah mendengar bagaimana F-18 US dengan seenaknya melintasi wilayah udara Indonesia. Begitu pula dengan pesawat negara lain, seperti Australia dan Malaysia.
Bahkan 2 jet tempur F-16 RI yang datang menghalau, justru di-”lock” oleh F-18 US di perairan Bawean dan disuruh menjauh.
f 18 super hornet gHAHj 691 300x199 Rusia Tawarkan Rudal S 300
F-18 US

TNI-AU telah menjalankan tugasnya dengan mengirim F-16 dan mengidentifikasi pesawat asing yang dianggap menerobos. Tapi bagaimana dengan peran Arhanud ?.  Tentu Arhanud tidak bisa berbuat apa-apa karena sistem pertahanan mereka tidak bisa menjangkau F-18 US. Kalau demikian, satuan mana yang bertanggung jawab menjaga wilayah udara Bawean ?. Padahal tugas Arhanud adalah pertahanan udara medan operasi serta pertahanan udara nasional.

zur 23mm 300x190 Rusia Tawarkan Rudal S 300
Meriam Anti-Udara Zur 23mm

Dari kasus tersebut, terlihat jelas ada “black hole” dalam sistem pertahanan udara Indonesia. Kondisi ini membuat kewibawaan Indonesia berkurang, khususnya terhadap negara-negara tetangga. Mereka mengetahui Arhanud Indonesia hanya bisa bertahan total sambil menunggu diserang.

Itu baru ancaman penyusupan (intruder). Bagaimana pula dengan peran Arhanud untuk melindungi gerakan satuan lain seperti, Batalyon Tank Leopard 2A6,Heli Serbu MI-35, MLRS, Skuadron UAV dan lain sebagainya. 
Teknologi senjata pesawat telah berkembang dengan pesat. Musuh tidak perlu lagi menghampiri sasaran untuk melakukan penghancuran. Apakah kondisi ini harus dihadapi satuan darat Indonesia, dengan mencoba melindungi diri sendiri mengandalkan rudal panggul jarak pendek/manpads ?.

Radar2 Rusia Tawarkan Rudal S 300
Diskursus dan pengkajian mendalam tentang pertahanan udara nasional telah dilakukan secara mendalam. Arhanud juga telah mengusulkan dilengkapinya peralatan mereka dengan rudal anti-udara jarak menengah.
Apakah kekosongan pertahanan udara itu akan tetap dibiarkan ?. Akankah pesawat pesawat asing dengan seenaknya melintasi wilayah RI ?. 

Beberapa tahun terakhir, Indonesia terus membeli peralatan tempur yang canggih dan tentunya mahal. Antara lain: Jet tempur Sukhoi, Helicopter Serbu MI-35, Korvet Sigma, Meriam 155mm Caesar, UAV Heron, Tank tempur Utama Leopard 2A6, dan sebagainya.

Armada perang yang canggih dan mahal itu membutuhkan “Umbrella”, agar bisa berfungsi dengan maksimal.
Pengadaan rudal jarak menengah tampaknya harus menjadi keniscayaan bagi modernisasi alutsista TNI. Namun, apakah rudal tersebut akan dibeli ?
Jika tidak salah rudal jarak menengah telah masuk ke dalam daftar belanja alut sista TNI tahun 2011. Namun rudal yang dipilih, belum jelas.

S 300 PMU2  Rusia Tawarkan Rudal S 300
Rudal Anti-Udara S 300 Rusia

Kandidatnya bisa saja S-300P (SA-10 Grumble). Saat ini Rusia benar-benar mengandalkan rudal S-300P untuk melindungi ibukota negara mereka, Moscow. bahkan ada sekitar 80 baterai S-300 di sekitar Moscow, untuk melindungi penduduk dan aset-aset berharga di kota itu. Teater S-300 yang digelar Rusia, membuat banyak negara yang juga menggunakan rudal ini, termasuk: China, Vietnam, Korea Utara, Suriah, Iran, serta negara-negara Amerika Latin dan Eks-Uni Soviet.
Negara terakhir yang tertarik dengan S-300 adalah Turki yang nota-bene anggota NATO.

S 300 surface to air missile Rusia Tawarkan Rudal S 300
Uji Tembak S-300 Iran

S-300P mempunyai jarak tembak di atas 150 km dengan kecepatan 4 Mach. Rudal pintar ini mampu menyergap benda yang terbang rendah maupun tinggi (25M- 25KM). Rudal anti serangan udara ini mampu mendeteksi, menyergap dan menghancurkan: Pesawat, Helikopter, Drone, Roket Balistik, serta Peluru Kendali. Varian yang populer saat ini adalah: S-300PMU-1, S-300PMU-2 Favorit (SA-20). China yang menggunakan SAM S-300 sejak tahun 1990-an, berhasil mengeluarkan varian nyadengan nama HQ-12 atau FT-2000. Namun HQ-12 lebih didisain untuk menghancurkan Intelligence Surveillance dan Reconnaissance seperti: E-3 AWACS, E-8 JSTARS dan E-2C Hawkeye. 

China mengkombinasikan S-300P dan HQ-12, untuk pertahanan udara mereka.
Jika tidak berhasil mendapatkan S-300P Rusia, tampaknya Indonesia akan melirik HQ-16 atau KY-80. Aparat TNI dari Kosek Hanudnas Tiga Medan, telah melihat uji tembak HQ-16 di Gurun Gobi China, akhir tahun 2011.

Radar HQ-16 mampu menjejak sasaran sejauh 150 km dan melakukan pencegatan hingga 50 km. Rudal ini diklaim China bisa menembak pesawat tempur, rudal terbang tinggi dan rendah, hingga Drone/UAV.

hq16 china Rusia Tawarkan Rudal S 300
HQ-16 China

Untuk urusan kehandalan rudal, mungkin China bisa membusungkan dada. jangankan pesawat atau misil, Satelit yang berada di ruang angkasa saja, pernah ditembak jatuh oleh China, untuk menunjukkan kemampuan rudal mereka. So…mau pilih yang mana 
»»  READMORE...

Thursday, April 11, 2013

ASTROS II AVIBRAS MULTIPLE LAUNCH ROCKET SYSTEM
















ASTROS II ( Artillery Sa Turation Rockets System ) Alutsista ini di kembangkan oleh Avibras sebuah perusahaan di Bazil.Pengambangan dimulai sejak 1960-an.Angkatan Darat Bazil mulai mengadopsi ASTROS II pada tahun 1983.namun adapula Negara lain yang menggunakannya diantaranya Bahrain,Malaysia,Qatar dan Arab Saudi. 

ASTROS II memiliki desain modul peluncur kontener.Ketika dalam posisi menembak kontainer peluncur ditopang dengan empat kaki penopang guna meminimize efek kejut saat peluncuran roket sehingga akan lebih kokoh.Ada beberapa jenis roket yang dapat di instal pada ASTROSII diantaranya; Roket SS-30 127 mm,SS-40 180 mm,SS-60 dan 80 ukuran 300 mm.

Tergantung kepada kaliber roket,kontainer memegang antara satu,empat hingga delapan buah roket.Jangkauan maksimum target tembakan adalah 30,35,60 dan 90 km. 
Adapun jenis roket yang tersedia menggunakan hulu ledak HE-FRAG.SS-40,60 dan 80 tersedia juga dengan hulu ledak cluster
.
Persenjataan sekunder terdiri dari gun mesin 12,7 mm yang terpasang di atas atap kendaraan.ASTROS II menggunakan sasis truk Mercedess-Benz dengan mobilitas tinggi 6x6.namun sistem armor atau lapis baja pada kendaraan ini sangat ringan dan tipis hanya memberikan perlindungan terhadap tembakan senjata kecil.ASTROSII didukung dengan mesin diesel Mercedes-Benz OM 422 dengan kekuatan 280 horse power.
   
MLRS ASTROS II Malaysia 

Saat ini AVIBRAS sedang mengembangkan ASTROS III yang merupakan generasi baru ASTROS dengan peluncuran roket ganda yang akan mampu meluncurkan rudal jelajah dengan jangkauan 300 km.

SPESIFIKASI Masuk Layanan 2005 Kru 5 Orang Berat 19,4 ton Panjang 6,69 m Lebar 2,72 m Tinggi 2,64 m Kaliber Roket Mortir 120 mm Senjata Sekunder 7,62 mm Jarak Maksimum Tembak 6,8 km Rate Maksimum Tembakan 16 rpm Amunisi 60 butir Mesin Caterpillar diesel 3126 Tenaga 350 hp Jecepatan Maksimum 100 km/Jam Jarak Tempuh 500 km SAM-Military Today
»»  READMORE...