News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label PAL. Show all posts
Showing posts with label PAL. Show all posts

Sunday, April 27, 2014

KASAL FILIPINA TINJAU FASILITAS PAL INDONESIA


Proyek yang dinamakan Strategic Sealift Vessel Philipine (SSV Philipine), kini memasuki tahapan pengembangan desain
Surabaya ★ Kunjungan Kepala Staff Angkatan Laut Filipina RADM Caesar C Taccad, AFP ini, merupakan kunjungan kerja yang istimewa, setelah PT PAL INDONESIA (PERSERO) mendapatkan kontrak pembangunan Kapal SSV untuk Angkatan laut Filipina dan setelah dilantik pada 20 januari lalu.

Selama di Indonesia, salah satunya mengunjungi PT PAL INDONESIA (PERSERO) untuk melihat dari dekat fasilitas yang dimiliki galangan terbesar di Indonesia ini. Diterima langsung oleh Direktur Utama PT PAL INDONESIA (PERSERO) Firmansyah Arifin, Direktur Desain dan Teknologi, Saiful Anwar, Direktur Produksi, Edi Widarto, beserta beberapa pejabat Teras yang terkait dengan pembangunan Proyek Kapal SSV Filipina.

Proyek Kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dipesan oleh Angkatan Laut Filipina, merupakan proyek istimewa yang diperoleh PT PAL INDONESIA (PERSERO). Proyek yang dinamakan Strategic Sealift Vessel Philipine (SSV Philipine), kini memasuki tahapan pengembangan desain.

Pemenangan Tender Internasional dengan persaingan yang cukup ketat bersama beberapa Industri Galangan Kapal di dunia, membuktikan bahwa PAL INDONESIA layak dan berkompeten. Kapal SSV ini merupakan pengembangan desain dan teknologi dari jenis LPD, meskipun ukuran kapal lebih kecil 2 meter.

Dalam diskusi di Ruang Rapat Utama lantai dasar gedung PIP, Direktur Utama mengungkapkan kegembiraannya terhadap kunjungan KASAL Filipina. “Kami berterimakasih atas kunjungannya, disela-sela jadwal yang terbatas. Kami menginformasikan, bahwa segala kebutuhan dan pemenuhan persiapan proyek SSV Filipina ini sangat diprioritaskan” tegasnya. Dirut juga menambahkan kami dengan penuh semangat dan kerja keras demi terwujudnya ekspor Kapal Perang pertama.

Selain itu, KASAL Filipina juga melakukan peninjauan lapangan ke bengkel kerja untuk melihat Fasilitas dan Sarana yang dimiliki PT PAL INDONESIA (PERSERO). Pertama mengunjungi workshop Divisi Desain, untuk melihat dari dekat perkembangan desain yang sedang dikerjakan karena adanya perubahan pada hangar dan anjungan helicopter.

Dimana sebelumnya pada awal desain, helicopter yang dapat menempati kapal tersebut hanya 1, kini berubah 2 unit. Selanjutnya melihat fasilitas Divisi Kapal Niaga, dimana kapal SSV ini akan di bangun di Graving Dock Semarang yang berkapasitas 50.000 DWT.

Pembangunan kapal ini akan berlangsung pada tahun ini, dan akan bersamaan dengan proyek PKR-105.
»»  READMORE...

Wednesday, July 3, 2013

INDONESIA - KOREA SELATAN SEGERA REALISASIKAN PEMBANGUNAN KAPAL SELAM


KRI Nanggala
JAKARTA -- Komitmen pemerintah untuk mewujudkan hubungan kerja sama dengan Korea Selatan di bidang industri pertahanan semakin menguat. Menurut rencana, kedua negara Asia ini bakal segera merealisasikan pembangunan kapal selam bersama untuk Indonesia di tahun depan.

Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Silmy Karim menuturkan, pemerintah telah melakukan berbagai persiapan demi merealisasikan proyek alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini. Di antaranya dengan menyediakan fasilitas untuk keperluan produksi kapal selam di PT PAL Indonesia, Surabaya. "Untuk tahap awal persiapan infrastruktur tersebut, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar 150 juta dolar AS," ujar Silmy di Jakarta, Selasa (2/7).

Di samping itu, lanjut dia, sejumlah tenaga ahli Indonesia juga diberangkatkan ke Korea untuk dibekali dengan pelatihan dan transfer of technology (ToT). Semua langkah ini dilakukan sebagai bagaian dari upaya modernisasi alutsista TNI, khususnya Angkatan Laut. Sebelumnya, sempat berkembang pandangan yang menilai kerja sama alutsista ini bakal merugikan kepentingan nasional Indonesia. Ini lantaran tenaga-tenaga ahli yang dikirim pemerintah ke negeri ginseng hanya sebatas learning by seeing (belajar dengan cara mengamati), bukan learning by doing (belajar dengan cara mempraktikkan).

Namun, Silmy membantah hal tersebut. Ia menjamin pemerintah Korea tidak akan setengah hati dalam mentransfer teknologi kapal selamnya kepada Indonesia. Kalau pun ada perbedaan metodologi dalam klausul kontrak kerja sama ini, menurutnya itu masih wajar-wajar saja. Apalagi, kata dia, hubungan Indonesia dan Korea Selatan selama ini sudah terjalin baik.


"Sejauh ini, hubungan kedua negara tidak hanya pada ruang lingkup kecil industri pertahanan. Tapi lebih dari itu, Indonesia dan Korea punya hubungan yang lebih erat dalam kerja sama yang lebih besar," kata Silmy.

»»  READMORE...

Saturday, June 29, 2013

KOMITMEN KOREA SELATAN TOT KAPAL SELAM




Kementerian Pertahanan membantah jika pemerintah Korea Selatan setengah hati memberikan transfer teknologi pembuatan kapal selam kepada Indonesia. Korea Selatan punya alasan kuat menolak perwakilan dari PT PAL ikut mengerjakan kapal selam pesanan Indonesia.


“Menurut mereka pembangunan kapal selam punya resiko sangat tinggi,” kata Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, saat ditemui di kantor Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta.


Korea Selatan menyebut kapal selam merupakan produk alat utama sistem persenjataan dengan standar kualitas tinggi. Berbeda dengan kapal perang biasa, kapal selam diwajibkan punya kemampuan menyelam hingga 350 meter dari permukaan laut sehingga tak boleh ada sedikit pun kesalahan. Jika tidak, nyawa dan reputasi produsen kapal selam jadi taruhan.


“Rusia yang ahli kapal selam saja pernah gagal, apa lagi orang yang belum punya keahlian, resikonya sangat tinggi, rawan kecelakaan,” terang Rachmad.


Selain itu, faktor keselamatan pekerja Indonesia juga menjadi alasan Korea Selatan. Sebab produksi kapal selam menggunakan peralatan yang beresiko keselamatan besar, terlebih untuk orang yang belum punya kemampuan. Alasan lain, Korea Selatan takut target produksi mereka molor karena harus memberi pelajaran kepada Indonesia. “Sementara kalau produksinya telat, kan mereka kena denda.”


Meski begitu, saat ini pemerintah sedang melobi Korea Selatan untuk memaksimalkan proses alih teknologi. Minimal, jika perwakilan PT PAL benar-benar cuma diberi kesempatan belajar dengan melihat (learning by seeing), Korea Selatan mau memperlihatkan secara detil. “Jadi diharapkan kapal selam ketiga kita bisa buat sendiri di Indonesia, tentu atas bimbingan langsung Korea Selatan,” kata Rachmad.


Indonesia memesan tiga unit Kapal selam kelas Changbogo dari Korea Selatan, dengan harga sekitar 350 juta Dollar Amerika Serikat per unit. Dalam perjanjian pembelian, Korea Selatan menawarkan alih teknologi kepada Indonesia. Sesuai rencana dua kapal selam akan diproduksi di galangan Daewoo Shipbuilding Marine Engineering co Ltd. Kapal selam ketiga akan dikerjakan oleh ahli Indonesia di galangan PT PAL.


Sebelumnya, Ketua Pusat Kerja Sama dan Promosi IPTEKS Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, mengingatkan Kementerian Pertahanan menekankan lebih serius mengenai kesepakatan transfer of teknologi dalam pengadaan kapal selam dari Korea Selatan. Indonesia sebagai pemilik uang berhak mendapatkan manfaat lebih dari kerja sama ini. “Pemerintah harus bernyali karena masih lebih besar uang kita dan kepentingan nasional harus dibela,” kata Saut saat dihubungi, Rabu 26 Juni 2013.


Saut menilai realisasi penguatan alat utama sistem pertahanan lebih menguntungkan kepentingan asing dan berpotensi menjadikan alutsista Indonesia dikendalikan para korporasi asing. Dalam jangka panjang dampaknya akan sangat berbahaya bila bergantung pada negara lain.

Menurut Saut, kerja sama pembelian kapal selam dengan Korea Selatan berpotensi sangat merugikan Indonesia. Itu, kata dia, tampak dari detail teknis yang tidak adanya komponen kapal selam yang dibuat di Indonesia dan minimnya keterlibatan tenaga ahli Indonesia dan hanya boleh melihat (learning by seeing). 







Sumber : JKGR
»»  READMORE...

Friday, June 28, 2013

PENAMPAKAN KAPAL SELAM MADE IN SURABAYA



http://images.detik.com/content/2013/06/27/1036/173757_kapalselam.jpgJakarta - PT PAL Indonesia (Persero) berpartisipasi dalam acara BUMN Innovation Expo and Award 2013 di JCC Senayan Jakarta. PAL menampilkan beberapa miniatur produknya termasuk kapal selam hasil kerjasama dengan Korea Selatan (Korsel).

Staff Humas dan Dokumentasi PAL Yaya menjelaskan saat ini tim dari PAL telah mengiriman delegasi untuk melakukan transfer teknologi (ToT) kapal selam di Korsel.

"Masih proses ToT, dulu Kemenhan (Kementerian Pertahanan) menunjuk DSMI (group Daewoo). Dia mau melakukan TOT kapal selam," ucap Yaya di sela BUMN Innovation Expo and Award 2013 di JCC Senayan Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Kapal selam berjenis DSME 209 ini, memiliki panjang 61,3 meter dan lebar 6,2 meter yang mengadopsi teknologi Jerman. Yaya menjelaskan, untuk 2 kapal selam pesanan TNI AL akan dibuat dan dirancang di Korea Selatan.

"Produksi kapal untuk 2 kapal selam pertama di Korea. Kapal selam pertama, kita magang kemudian yang kedua kita magang dan terjun. Kalau yang ketiga diproduksi di PAL," tambahnya.

Yaya menambahkan, selama pembangunan 2 unit kapal selam di Korsel, PAL juga membangun fasilitas pengembangan kapal selam di Surabaya Jawa Timur.

"Selama pembangunan 1 dan 2, PAL bangun fasilitas. Proyeksi 2014 kapal pertama jadi dan 2015 yang kedua. Tahun 2016 mulai kapal ketiga dikembangkan di PAL," ujarnya.


  ● detikFinance 
»»  READMORE...

Wednesday, June 26, 2013

PAL DAN ITS BERKOLABORASI BANGUN KAPAL SELAM NASIONAL




PT PAL bersama ITS berencana mengembangkan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) dengan membangun sebuah proyek kapal selam nasional. Terobosan PT PAL yang patut diacungi jempol setelah bertahun-tahun pasca era Orde Baru terkesan tiarap.

Komitmen bersama antara ITS dan PT PAL dalam membangun kapal selam nasional dikukuhkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani ke dua belah pihak,di Gedung Rektorat ITS Surabaya,Jumat (21/06/20130.

Dalam nota kesepahaman, disepakati empat hal yang akan menjadi poin kerja sama kedua pihak. Selain mengadakan kajian teknologi kapal selam, ketiga poin lainnya adalah dalam bidang pendidikan, lingkungan dan penyelamatan lingkungan hidup.

Direktur Utama (Dirut) PT PAL (Persero), Ir M Firmansyah Arifin MM, menyebutkan bahwa kerja sama kedua belah pihak akan membawa kemajuan bagi Indonesia. Saat ini, teknologi kapal selam telah menjadi kebutuhan utama dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.

Firmansyah membandingkan, saat ini, Malaysia telah memiliki unit kapal selam dengan teknologi getaran kecil. Dengan teknologi tersebut, kapal selam Malaysia tidak akan bisa terdeteksi radar kapal-kapal Indonesia ketika melanggar batas negara.  “Karena itu, teknologi kapal selam adalah upaya untuk mempertahankan kedaulatan bangsa,” ucap Firmansyah.

Kini, PT PAL juga tengah melakukan kerja sama transfer teknologi kapal selam dengan perusahaan asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co.
Sebanyak 206 tenaga ahli PT PAL akan dikirim untuk mempelajari proses pembangunan kapal selam di sana.

Firmansyah merinci, sebanyak 186 orang tenaga ahli akan mempelajari proses produksi kapal. “Sisanya, sebanyak 20 orang khusus mempelajari masalah desain kapal selam,” terang Firmasnyah

Sayangnya, pada proses transfer teknologi ini, Daewoo Shipbuilding and MarineEngineering Co, tidak akan membuka seluruh teknologinya kepada PT PAL. Pasalnya, tenaga PT PAL yang dikirim tidak diperkenankan untuk menyentuh alat-alat produksi. Mereka hanya diperkenankan untuk menyaksikan proses pembangunan kapal.  “Kalau saya bahasakan, mereka di sana akan learning by seeing,” ujar Firmansyah yang juga alumnus ITS ini.

Untuk itu, Firmansyah akan menyisipkan beberapa tenaga akademis dari ITS untuk turut serta dalam proses transfer teknologi dengan Daewoo. Tenaga akademisi ini akan lebih banyak mengkaji mengenai pilihan-pilihan teknologi yang diberikan oleh Daewoo.   “Belum ada kesepakatan mengenai jumh tenaga TS yang akan disisipkan,” tegasnya.

Kerja sama ini disambut baik  rektor ITS, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA.   Dirinya mengatakan, kerja sama dengan PT PAL merupakan sebuah kebanggaan bagi ITS. Sejak berdirinya ITS, PT PAL telah menjadi mitra kerja sama dalam menyediakan tenaga dosen bagi Fakultas Teknik Perkapalan ITS.

“Kerja sama dengan PT PAL tidak akan berakhir sampai kapan pun. Kami bangga bisa ikut membangun industri maritim di negara kepulauan ini,” kata Tri Yogi.






Sumber : LensaIndonesia
»»  READMORE...