News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Panser. Show all posts
Showing posts with label Panser. Show all posts

Thursday, October 30, 2014

Evolusi Panser Canon Kaliber 90 mm














P
indad akhirnya memberitakan ke media akan meluncurkan panser barunya yang mengusung canon kaliber 90 mm bulan november ini pada acara Indodefence 2014 di Jakarta. Beberapa tahun lalu Pindad pernah meluncurkan panser canon pada acara yang sama pameran militer Indonesia tahun 2008 dengan menampilkan panser yang bukan lagi mengangkut personil tapi mengusung canon/kubah senjata kaliber 90 mm. Pada penampilan pertama Pindad mengusung turet senjata canon tank Scorpion buatan Inggris dan memukau publik maupun jajaran TNI.

Berselang beberapa tahun, kembali PT Pindad selaku salah satu tulang punggung industri pertahanan dalam negeri telah berhasil membuat prototype panser dengan dilengkapi Canon Cockerill 90 mm serta sistem kubah senjata CSE-90 Mk III buatan CMI Defense, Belgia, yang menjadikan panser ini lebih garang dan mempunyai efek penghancur.

Canon yang memiliki panjang laras 3,248 m ini juga mampu menembakkan beragam jenis amunisi mulai dari HET, HEAT-T hingga HESH-T. Tidak hanya sampai disitu Panser ini juga dilengkapi senapan mesin kaliber 7,62 mm yang terpasang dalam posisi segaris dengan senjata utama pada kubah utama, yang berfungsi untuk menghajar pasukan infantri musuh. Tak ketinggalan juga sebagai perlengkapan tambahan terdapat tabung pelontar granat asap kaliber 66 mm. Adapun sebagai special equipment untuk mendukung panser di medan pertempuran diantaranya piranti penglihatan malam (night vision gogle / NVG), dengan adanya perangkat ini, membuat panser canon mampu diajak berduel di medan tempur pada malam hari.

Racikan dari Negeri GinsengPrototipe Panser Canon Pindad [Audrey]

Setelah ada pembelian panser dari Korea Selatan sebanyak 22 unit, yang sebagian di rakit PT Pindad, kembali Perusahaaan asal Bandung ini membuat terobosan baru berupa inovasi panser canon dengan bentuk sedikit ada perubahan pada turet canonnya. Bila sebelumnya panser mengadopsi konsep turet/kubah senjata tank Scorpion, kini dengan ilmu tambahan merubah penampilannya dengan turet panser Tarantula, Korea Selatan.

Dari gambar terlihat bentuk yang lebih kokoh dibadingkan sebelumnya. Karena Belum ada berita resmi, maka belum diketahui perubahan apa saja yang diusung panser Pindad yang baru ini.
Penampakan Panser Canon terbaru PindadBiarkan gambar yang berbicara, berikut penampakan panser canon Pindad terbaru dari sumber Windu Paramarta dan tweet militer yang diposkan kaskuser.




source:abarky
»»  READMORE...

Saturday, May 17, 2014

Pandur 6x6 Wheeled Armoured Vehicles, Austria


Pandur 6x6 wheeled armoured vehicle
The Pandur 6x6 wheeled armoured vehicle.

The Pandur 6x6 family of wheeled armoured vehicles has been developed by Steyr-Daimler-Puch of Austria and is manufactured by AV Technology International (a General Dynamics company) of Chesterfield, Michigan, USA. In November 2003, General Dynamics took over Steyr-Daimler-Puch, which is now part of General Dynamics European Land Combat Systems (ELCS), along with MOWAG of Switzerland and General Dynamics, Santa Barbara Sistemas (GDSBS) of Spain.
The Pandur has been operational with the Austrian Army since 1996 (68 vehicles) and is in service with the Kuwait National Guard (70 vehicles), the Belgian Army (60 vehicles) and the Slovenian Army (36 vehicles). The US Army awarded a contract for up to 50 Pandur vehicles to form the basis of the Armoured Ground Mobility System.
In May 2003, the Slovenian Army ordered a further 36 Pandur vehicles. The vehicles were manufactured by Sistemska Tehnika under licence. In May 2004, Gabon purchased one Pandur APC of a requirement for up to 20 vehicles.

Pandur armoured vehicle variants

All variants use the same chassis configured in one of two basic models, "A'' Model with an extended centre roof or "B" Model with a flat roof design. The various configurations include: Armoured Personnel Carriers fitted with light and heavy machine-gun cupolas and turrets including the AV-30 and USMC Upgunned Weapon Station; Armoured Fighting Vehicles and Reconnaissance Vehicles, including the MultiGun Turreted System mounting 25mm, 30mm or 35mm cannons; Combat Support Vehicles including 9Omm, anti-tank, and mortar systems; and Service Support Vehicles including ambulance, engineer, logistics and command and control.

Pandur armoured reconnaissance / fire support vehicle

For the reconnaissance and fire support role the vehicle is equipped with a Cockerill 90mm LCTS turret with a Mark 8 gun, coaxial 7.62mm machine gun and 7.62mm cupola machine gun. Four smoke grenade launchers are fitted on either side of the turret.
The turret weapon control system is electro-mechanically powered with digital control and manual backup. Elevation is -9 to +20° with full 360° traverse. The gunner’s station is fitted with a combined day and thermal imaging sight with a stabilised head mirror and an integrated laser rangefinder. The commander has a panoramic day sight featuring gyro-stabilised line of sight. A monitor displays the gunner's thermal channel.

Pandur armoured personnel carrier

The armoured personnel carrier's is armed with a 11.7mm M2HB heavy machine gun and a 7.62m MG3 general purpose machine gun. The main gun is mounted on a shielded traverse ring which can travel through 360°. The driver has three episcopic sights and the commander's observation cupola has five episcopes. Six smoke grenade launchers are fitted on either side of the turret. A long bodied variant accommodates the driver and commander and ten fully equipped troops.

Pandur amphibious version

The amphibious version of the Pandur, requiring no stopping time for preparation, has a combat weight of 13.5t. The exhaust pipe is extended and water jets on the back of the hull provide a maximum speed in water of 11km/h. The vehicle can pivot through 180° in 8s.

Self-protection

Armour protection against 12.7mm weapon systems is provided in the frontal 30° arc and against 7.62mm calibre all round. A spall liner and mine protection carpet are installed to minimise the secondary effects of armour penetration and mines. The drivetrain and steering linkages are protected within the armoured hull.
Design features to reduce the thermal signature of the vehicle include a thermally insulated exhaust system and the use of infra-red absorbing paint. The design of vehicle surfaces has been computer optimised to minimise the radar cross section of the vehicle. The noise signature has been reduced with engine and exhaust silencing systems.

Propulsion

The Pandur vehicle is powered by a Steyr WD 612 diesel engine, rated at 195kW (265hp). The hydraulically controlled automatic Allison transmission has torque converter and lockup clutch. The vehicle's computer system gives electronic control of systems such as gear locks and clutches, maintenance and repair diagnostic system, with visual and acoustic warnings. The two steered axles allow manoeuvrability after damage to the first axle. A tire inflation system gives optimised traction on all terrain due to continuously adjustable tire pressure.
Maximum speed is 110km/h and cruising range is 650km.

Pandur II

Steyr-Daimler Puch has developed the Pandur II, which began trials in September 2001. Pandur II is available in 6x6 and 8x8 versions. It is powered by a more powerful 355hp Cummins ISC 350 diesel engine and has an extended wheelbase and modified hull. The first 8x8 prototype is an IFV armed with a 30mm cannon. Standard equipment includes central tyre inflation system and automatic drive train management.


»»  READMORE...

Saturday, April 12, 2014

P3 Cheetah: Kendaraan Aksi Khusus Kopaska TNI AL

Indonesia US Navy Myanmar

Mengikuti jejak Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD, yang lebih dulu mengadopsi jeep tempur Flyer 4×4 sejak tahun 90-an. Satuan elit di lingkungan TNI AL dan TNI AU pun ikut melirik menggunakan jenis jeep yang serupa, yakni rantis four wheel drive yang mampu melahap medan berat. Beda dengan jeep militer kebanyakan, jenis jeep tempur yang dimaksud justru menghilangkan elemen perlindungan lapis baja bagi awaknya, karena memang mengedepankan pada misi serbuan cepat dalam pertempuran jarak dekat (CQB).

Dari sekian deret nama rantis yang sejajar dengan Flyer Kopassus, ada sosok P3 Cheetah hasil produksi PT. Sentra Surya Ekajaya (SSE). Dari beberapa varian, salah satunya digunakan oleh satuan elit TNI AL, Kopaska (Komando Pasukan Katak) untuk aksi khusus, oleh karena itu kendaraan ini akrab juga disebut sebagai Ransus. Bagi Anda sekalian pemerhati militer di Tanah Air, rasanya tak sulit untuk mengenali kendaraan off road ini, pasalnya Cheetah sering tampil di layar TV, seperti saat operasi pengamanan di Lanudal Juanda, Surabaya dan area dermaga.

Tentu kebisaan rantis ini tak sebatas untuk patroli. Dengan desain yang sangar, Cheetah punya spesifikasi sebagai kendaraan penyerbu ringan yang punya mobilitas tinggi. Karena spesifikasinya yang khusus, maka yang mengoperasikan hanya pasukan elit. Secara umum, Cheetah di desain untuk 3 pasukan, namun dalam operasi serbu, rantis ini dapat mengangkut hingga 10 pasukan ke titik serbu. Tak hanya untuk urusan serbu menyerbu, kalau kepepet, Cheetah dapat disulap menjadi kendaraan evakuasi di daerah operasi.
CA340150
1551
Kelengkapan rompi anti peluru menjadi syarat mutlak bagi awak Cheetah.
Kelengkapan rompi anti peluru menjadi syarat mutlak bagi awak Cheetah. 

Nampak senapan mesin M-60 kaliber 7,62 mm.
Namanya juga kendaraan serbu, meski tiap personel di dalamnya sudah well prepared dengan seabreg senjata, tapi toh harus ada senjata yang terpasang. Nah, untuk keperluan membabat lawan, Cheetah dapat dipasangkan aneka jenis senjata ringan dan sedang. Sebut saja FM MAG dan M-60 GPMG (General Purpose Machine Gun) atau kalau mau cepat menuntaskan musuh, bisa dipasang pelontar granat otomatis AGL-40. Dudukan senjata tersebut dipasang diatas rangka pelindung (roll bar). Bila itu dirasa masih kurang memadai, pada sisi kanan dan kiri tempat duduk bekalang, juga dapat dipasang dudukan senjata kaliber 5,56 mm atau 7,62 mm.

Demi mempertahankan mobilitas tinggi, dan bobot seringan mungkin, maka tidak ada pelindung khusus untuk menghindari terjangan proyektil. Menghadapi situasi tersebut sudah lumrah bila awak rantis sudah menggunakan helm dan kostum rompi anti peluru.
P3Ransus2
p3-cheetah2
p3-cheetah1
011
Cheetah memang dirancang sebagai kendaraan ringan dengan bobot 1,5 ton. 

Materialnya menggunakan heavy duty rigid axle & coil spring suspension untuk bergerak lincah dan cepat. Tidak memiliki pintu dan atap mengurangi berat dan mempermudah gerak pasukan dan memiliki sudut pandang, dan ground clearance yang tinggi, mendukung Cheetah untuk melintasi berbagai medan sulit seperti jalan berbatu, gurun, jalan terjal, jalan berlumpur, pasir dan sebagainya.Selain itu kendaraan ini juga mampu melintasi medan super bowl.

Cheetah ditenagai mesin turbo diesel 3.000 cc 145 hp. Rantis ini memiliki power to weight ratio lebih dari 82.5 hp/ton. Mampu melaju dengan kecepatan 140 km/jam, serta melintasi tanjakan 45 derajat dengan kecepatan tinggi dan melintasi sungai sedalam satu meter. Untuk urusan daya jelajah, Cheetah dapat menjangkau hingga 500 km atau 8 jam operasi, dengan kapasitas bahan bakar 70 liter. Sebagai kendaraan dengan kemampuan off road, sisi perlidungan lebih ditekankan pada rangka pelindung yang terbuat dari baja tubular untuk menahan benturan. (Bayu Pamungkas)

Spesifikasi P3 Cheetah
Panjang : 4.025 mm
Lebar : 1.960 mm
Tinggi : 1.900 mm
Wheel base : 2.794 mm
Berat : 1,5 ton
Bodi : alumunium
Mesin : KE – Turbo Diesel, 3000 cc 145 hp
Transmisi : Automatic 3 speed
Kelistrikan : 24 volt DC
Axle depan & belakang : EV – 80
Rem Depan : Disc Brake, EV – 80
Rem Belakang : Disc Brake, EV – 80
Axle Gear Ratio : 6:37
Suspensi : Old Man Emu HD
Shock Breaker : Sky Jackers
Steering System : Powered Steer Velg : Beadlock 16”
Ban ( Non-Run Flat ) : Simex 34 x 11.5 x 16
Kapasitas Tangki BBM : 70 liter
»»  READMORE...

Friday, April 11, 2014

Multi-Mission Effects Vehicle - MMEV


Multi-Mission Effects Vehicle - MMEV
The Multi-Mission Effects Vehicle (MMEV) was a dual-purpose short range surface-to-air and anti-tank platform intended for use by the Canadian Forces. It was based on Air Defense Anti-Tank System (ADATS) technology, and integrated onto an 8×8 wheeled LAV III. The MMEV project was canceled in 2007.
In late September 2005, the DND announced a $750M project for 30 MMEVs. Prime contractor for the first, $100M phase of the project was to be Oerlikon Contraves Canada. The Canadian Forces worked with Defence Research and Development Canada and Canadian industry through the Technology Demonstration Program to develop fire control systems and ergonomics that would directly contribute to the development of the MMEV. Oerlikon Contraves Canada was selected for the MMEV project since it owns the intellectual property rights to the ADATS technology, the cornerstone of the new MMEV system.
The MMEV was designed to engage fixed wing aircraft and helicopters at low to medium altitudes (20+ km), and land-based targets at up to 8 km. The MMEV was designed with a full ISTAR platform, enabling to communicated with NATO and Tri-Services of the Canadian Forces.
The MMEV was to integrate the latest technology, such the Oerlikon Contraves search-and-acquisition X-Tar 3D radar providing a very high detection probability, covering a range of 25 kilometres. A resistance to electronic and electro-optical systems built by Oerlikon / rheinmetall.
MULTI-MISSION EFFECTS VEHICLE
TYPEself-propelled anti-aircraft weapon
PLACE OF ORIGIN Canada
SERVICE HISTORY
IN SERVICEProject Canceled
PRODUCTION HISTORY
DESIGNED2005
SPECIFICATIONS
WEIGHT16.95 t
LENGTH6.98 m
WIDTH2.7 m
HEIGHT2.8 m
CREW4

MAIN
ARMAMENT
Air Defense Anti-Tank System
CRV7
IRIS-T
SECONDARY
ARMAMENT
Protector M151 7.62 mm machine gun
ENGINEdiesel
SUSPENSIONHydropneumatic
OPERATIONAL
RANGE
450 km (280 mi)
SPEED100 km/h (62 mph)
»»  READMORE...

Wednesday, April 9, 2014

BTR-80A : Monster Amfibi Korps Marinir



http://anony.ws/i/2013/09/04/kK85B.jpg

Jumlahnya memang tak seberapa, panser amfibi andalan Korps Marinir TNI AL ini hanya ada 12 unit. Tapi ada kesan mendalam tentang panser beroda delapan ini, walau unit yang dimiliki Korps Marinir amat terbatas, BTR-80A Indonesia sudah mendapat penugasan dalam misi memperkuat batalyon mekanik pada pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Hal ini menandakan Indonesia tidak pelit untuk berpartisipasi dalam menjaga perdamaian dunia, walau alutsista yang dimiliki masih minim.

Berbeda dengan panser-panser buatan Eropa Barat dan Amerika. BTR-80A besutan Rusia tampil garang, dengan bobot lebih dari 13 ton panser ini jelas mempunyai efek deteren yang dahsyat, belum lagi pamor keluarga BTR-80 yang sudah kesohor sebagai kampiun di berbagai medan perang.

Dari rancang bangunnnya, BTR-80 adalah pengangkut personel lapis baja (APC) beroda 8×8 yang dirancang KBP Tula dengan pabrik Arzamas Plant di Rusia. BTR-80 telah diproduksi dalam berbagai varian, produksi perdana dimulai pada tahun 1986 untuk menggantikan versi panser APC sebelumnya, yaitu BTR-60 dan BTR-70. Versi BTR-80A adalah varian ekspor, beberapa varian BTR-80 lainnya seperti BTR-80K (pusat komando lapangan), BMM (ambulans lapis baja) dan SVK (kendaraan angkut meriam kaliber 120mm).

BTR-80A secara resmi memperkuat Korps Marinir TNI AL pada 15 November 2002, dan ke 12 unit panser ditempatkan di dua resimen Kavaleri Marinir, yakni di Surabaya dan Jakarta. Apa saja senjata andalan panser ini? Komponen senjata utamanya yakni mitraliur 2A72 co axial (kaliber 30 mm dengan daya tembak 330 butir peluru per menit) dan senapan mesin PKT (kaliber 7,62 mm x 39 dengan untaian 2.000 butir peluru berjarak tembak 1500 meter), serta tak ketinggalan enam pelontar granat asap untuk kamuflase tempur.

Kelebihan lain BTR-80A adalah adopsi ban jenis KI-126 yang kebal ditembus peluru kaliber berat, 12,7 mm. Walau pun ban rusak parah, kabarnya tetap tidak kempes hingga 10 jam. Sebagai panser modern, awak dan pasukan dapat terlindung dari bahaya serangan senjata NBC (nuklir,biologi, kimia).

http://www.armyrecognition.com/Asie/Indonesie/vehicules_a_roues/BTR-80A/BTR-80A_Indonesia_01.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRVvJCMgwjF9KbKS8BVJYtqUjxLjuqZAVljCH2s2L4m7dRdHB-NJERFAa36ZF_R36uMsp6_uP3qAO1LTtyPDH_7z1apItNmvzm9TKsfwLKiUOrFjcFx3ehzr2EO22lQXafpOB-Mi8Lyg8/s1600/BTR-80A-TNI.jpg

BTR-80A ditenagai oleh mesin diesel YaMZ-238M2 240 PK, kemapuan mesin dapat memacu panser dengan kecepatan maksimum 80 km/jam di jalan raya dan 40 Km/jam di medan off road. Sebagai panser amfibi, panser ini mempunyai sebuah jet air untuk melaju di perairan, secara teori kecepatan di air mencapai 9 Km/jam. Saat menerjang gelombang laut, pandangan pengemudi tak terhalang debur ombak, sebab lempeng baja persegi pemecah ombak terpasang pada bagian halugan. Dan pengemudi bisa tenang mengemudi di laut berkat adanya periskop jenis TNPO-165.

Spesifikasi BTR-80A
  • Jumlah awak 10 (3+7)
  • Berat: 13,600 kg +3%
  • Power-to-weight ratio: 19.1 hp/t
  • Mesin Disel 7403 four-stroke 8-cylinder, liquid cooled, 260 hp
  • Roda: pneumatic, tubeless
  • Panjang : 7,65 meter
  • Lebar : 2,9 meter
  • Tinggi : 2,35 meter
  • Jejak roda 2.41 meter
  • Kecepatan Maksimum : 80 km/jam di jalan raya, 40 Km/jam di off road dan 9 km/jam di air
  • Jarak tempuh di jalan raya: 600 km
  • Jarak tempuh medan off road: 200 – 500 km
  • Jarak tempuh amfibi: 12 jam
»»  READMORE...