News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Stealth. Show all posts
Showing posts with label Stealth. Show all posts

Tuesday, April 23, 2013

US Navy to Review Four Designs for UCLASS; Plans Fielding Within 3-6 Years



Northrop Grumman X-47B Unmanned Combat Air System selected by the US Navy to demonstrate carrier operations of an unmanned aircraft. Photo: Northrop Grumman
Northrop Grumman X-47B Unmanned Combat Air System selected by the US Navy to demonstrate carrier operations of an unmanned aircraft. Photo: Northrop Grumman

The Naval Air Systems Command (NAVAIR) intends to issue four firm-fixed-price contracts for Preliminary Design Reviews (PDR) for the Unmanned Carrier Launched Airborne Surveillance and Strike (UCLASS) Air Vehicle. The contracts are expected to be issued by the summer of 2013, supporting up to two years of work. This new unmanned combat unmanned aerial vehicle (UCAV) system will provide the US Navy persistent unmanned semi-autonomous, carrier-based, Intelligence, Surveillance, Reconnaissance and Targeting, and strike capability to support 24/7 carrier operational coverage.The system to be reviews include three principal elements.

the unmanned aerial vehicle (platform), datalink for communications and control and the carrier-based segment, including the handling and operation on-board the carrier, which will also provide the human interface of the entire system. Each of the four contracts will cover two years work (2013-15) and will include funding for post-PDR design maturation and follow-on engineering efforts to advance the designs.
Contracts are expected to be awarded to four companies – the Boeing Company, Northrop Grumman Systems Corporation, General Atomics Aeronautical Systems Inc. and Lockheed Martin, the four companies are expected to be ready for PDR-level NAVAIR evaluation by the third quarter of FY14. Based on this review the Navy plans to select a single proposal for full scale development, anticipating the UCLASS capability could be fielded within three to six years.
All four companies have solid plans for a carrier-based UCLASS type system. Boeing and Lockheed Martin have concept designs of stealth UAVs designed for carrier operation and General Atomics have flown the jet-powered stealthy Predator C (Avenger) that could assume that role. Only Northrop Grumman has a flying vehicle designed to operate on board aircraft carriers – the X-47B, scheduled for carrier testing next year.

»»  READMORE...

Sunday, April 21, 2013

Boeing’s Concept Design for a Naval Manned/Unmanned Strike Fighter


Boeing's next generation multi-role strike fighter could be built in manned or unmanned versions. The F/A-XX is addressing a US Navy requirement for a future fighter that will be designed for anti-access/area denied (A2AD) operational environment. Illustration: Boeing
Boeing’s next generation multi-role strike fighter could be built in manned or unmanned versions. The F/A-XX is addressing a US Navy requirement for a future fighter that will be designed for anti-access/area denied (A2AD) operational environment. Illustration: Boeing
Selama beberapa dekade, Naval US (Pusat Penerbangan Angkatan Laut AS) telah menjadi pengguna utama produksi Boeing. Sejak Angkatan Laut AS memutuskan untuk mendukung Pesawat stealth F-35C sebagai pesawat masa depan, bahkan sebelum pesawat tempur Generasi Kelima  mengudara, Boeing telah tergerak  untuk merancang pesawat tempur 'Generation Keenam'.
Dalam Pameran Liga Angkatan Laut  Sea-Air-Space  di Washington DC, Boeing telah meluncurkan versi terbaru dari konsep peswat tempur generasi keenam F/A-XX, Dave Majumdar melaporkan di line blog  DEW nya. Boeing menyajikan desain ini dalam menanggapi permintaan Angkatan Laut AS untuk konsep untuk pesawat masa depan 'F / A-XX' - pesawat yang akan menggantikan Pesawat fighter saat ini untuk jangka waktu sampai dengan 2030, seperti Super Hornet dan Growler telah mulai mendekati batas umurnya. Dalam dekade ini dan 2020s Angkatan Laut berencana untuk menggantikan pesawat Boeing F/A-18 (model A - model D), dengan Pesawat Stealth Lockheed Martin F-35C. 
Pesawat Super Hornets diharapkan tetap masih dapat dipakai sampai dengan tahun  2030. 
Dengan Menggunakan Pesawat Tempur F/A-XX, pihak Naval berusaha untuk dapat memperluas pertahanan udara AS dan memperluas kemampuan menyerang dari pesawat yang sudah dicapai oleh Pesawat F/A-18 dan F-35.
Perusahaan Boeing menampilkan pesawat tempur  multi-role strike fighter generasi berikutnya dapat dibuat dalam versi dua versi (pesawat berawak atau atau nir-awak), yang dirancang untuk lingkunganan operasional anti-access/area tertutup (A2AD)l. 
Secara umum pesawat tempur ini  berkemampuan stealth dengan ekor pesawat kecil, dan mengunakan mesin ganda. Tidak seperti desain umumnya pesawat siluman (B2, F-22, F-35) pesawat tempur Boeing F/A-XX mempunyai bentuk sayap canard, yang berpotensi membahayakan kemampuan mesin pesawat. Dalam  pesawat berekor kecil ini tambahan refleksi radar dari ekor canard horisontal pesawat akan diimbangi dengan penghapusan refleksi yang akan dihasilkan oleh pesawat ekor vertikal dan horizontal yang digunakan dalam F-35 dan F-22. Desain Boeing juga dilengkapi lubang aliran udara masuk supersonik seperti yg di dapatkan pada  pesawat stealth F-35 Joint Strike Fighter Lockheed Martin. 
Menurut Majumdar, kurangnya permukaan ekor vertikal menunjukkan pesawat tersebut telah dioptimalkan oleh sisi broadband yang akan diperlukan untuk operasi yang paling menantang di lingkungan A2AD.
Lockheed martin fokus pada order F-35 sesuai jadwal dan biaya yang menjadi tantangan terbesar, tetapi perusahaan juga melihatnya sebagai generasi masa depan, perusahaan juga merilis konsep artistikn yang  menggambarkan bagaimana pesawat tempur generasi berikutnya' bisa ditampilkan.


A concept illustration of Lockheed Martin 'Next Generation Fighter'.
A concept illustration of Lockheed Martin ‘Next Generation Fighter’.
»»  READMORE...

Wednesday, April 17, 2013

Pesawat-Pesawat Tempur Berkemampuan Siluman (Stealth)


Pada saat ini ada beberapa negara yang memiliki pesawat tempur yang memiliki kemampuan siluman (tidak terdeteksi radar lawan). Pesawat –pesawat ini ada yang masih dalam  tahap konsep dan pengembangan  (rancangan) seperti milik India, Indonesia dan Korea. Negara-negara ini adalah calon-calon negara yang akan menjadi negara pembuat dan pengguna  pesawat siluman dimasa yang akan datang.  Selain yang masih dalam tahap pengembangan, pesawat-pesawat tempur siluman ini sudah ada yang diproduksi dan digunakan dalam layanan angkatan udara mereka seperti China dan Jepang. Dari beberapa data yang dikumpulkan dari berbagai-bagai sumber, berikut daftar  pesawat-pesawat tempur tersebut (baik yang sudah jadi atau dalam tahap penembangan)
Anvanced  Medium Combat Aircraft (AMCA)
Pesawat tempur ini dikembangkan  oleh India yang ditarget selesai pada tahun 2020. Pesawat tempur ini berkursi tunggal dengan mesin ganda. Pesawat tempur ini merupakan kategori peasawat tempur  multiperan. Peasawt ini merupakan Pesawat AMCa generasi kelima. Menurut beberapa laporan pesawat ini akan dikembangkan secara massive mulai tahun 2017. Dengan total biaya diperkirakan akan menelan $2 Billion.

Data :
Peran                                       : Pesawat Tempur Multi Peran dan Pesawat Siluman Udara
Negara Pengembang         : India
Pabrik                                     : Hindustan Aeronautics Limited (HAL)
Desainer                                : Aeronautical development Agency (ADA)
Pertama Terbang               : 2015
Diperkenalkan                    : 2018
Status                                    : Dalam Tahap Pengembangan
Calon Pengguna Utama : Angkatan Udara India dan Angkatan Laut India

Mitsubishi ATD-X Shinshin 
Pesawat tempur Mitsubishi ATD-X Shinshin adalah sebuah prototaip pesawat tempur generasi kelima yang menggunakan tehnologi siluman. Dikembangkan oleh Kementrian Pertahanan Jepang, untuk pengembangan tehnik dilakukan oleh Technical Research and Development Institute (TRDI). Kontraktor utama proyek ini adalah Mitsubishi Heavy Industries. Pesawat ini akan menjadi pesawat tempur siluman pertama yang dibuat oleh jepang. Nama ATD-X adalah kronim dari “Advanced Technology Demonstrator – X“. Pesawat ini dalam bahasa jepangnya bernama å¿ƒç¥ž(shin-shin) yang berarti “Hati dan Jiwa”. Pesawat ini dijadwalkan terbang untuk pertama kalinya pada tahun 2014. Desain dan bentuk pesawat ini banyak memiliki kemiripan dengan pesawat-pesawat tempur  generasi ke empat dan kelima buatan Amerika. Peswat ini banyak miripannya dengan F-22 Raptor
Data :
Peran                            : Pesawat Tempur Experimental
Negara                          : Jepang
Industri                         : Mitsubishi Heavy Industries
Terbang Perdana             : 2014 (merujuk pada proyek)
Status                                   : Dalam Pengembangan
Pengguna Uma                 : Pasukan Bela Diri Udara Jepang
Spesifikasi
§  Crew: 1
§  Length: 14.174 meters (46.50 feet)
§  Wingspan: 9.099 meters (29.85 feet)
§  Height: 4.514 meters (14.80 feet)
§  Max. takeoff weight: 8 tonnes (17,636 pounds)
§  Powerplant: 2 × IHI XF5-1
§  Dry thrust: 10 tonnes (22,046 pounds) each
§  Thrust with afterburner: 15 tonnes (33,069 pounds) each

KAI KF-X
Pesawat Tempur Korea Aerospace Industries KF-X adalah program Korea Selatan untuk mengembangkan pesawat tempur multiperan canggih buat angkatan udara korea selatan (ROKAF) dan TNI Angkatan Udara. Pengembanagan pesawat ini dipelopori oleh Korea Selatan dengan Mitra Utamanya Indonesia. Ini adalah pengembangan program kedua pesawat tempur Korea Selatan mengikuti FA-50.
Data :
Peran                                  : Pesawat Tempur Multi Peran
Pabrik                                 : Korea Aerospace Industrie (KAI) dan PT Dirgantara Indonesia
Perkenalan                       : Direncanakan pada tahun l2020
Status                                 : Dalam Pengembangan
Pengguna Utama           : Angatan Udara Korea Selatan dan TNI AU

ockheed Martin / Boeing F-22 Raptor
Peasawat tempur Lockheed Martin / Boeing F-22 Raptor adalah pesawat tempur berkursi tunggal, bermesin ganda, dan  generasi kelima pesawat tempur supermaneuverable yang menggunakan teknologi siluman. Pesawat ini dirancang terutama sebagai pesawat tempur superioritas udara, tetapi memiliki kemampuan tambahan yang mencakup serangan darat, peperangan elektronik, dan peran sinyal intelijen. Lockheed Martin Aeronautics adalah kontraktor utama dan bertanggung jawab untuk sebagian besar sistem badan pesawat, senjata, dan akhir perakitan F-22. Mitra Program Boeing Defense, Space & Security  menyediakan sayap, badan pesawat belakang, integrasi avionik, dan sistem pelatihan.
selama tahun-tahun  Pesawat ini  dikenal  dengan F-22 dan F/A-22 sebelum secara resmi memasuki jajaran  USAF pada bulan Desember 2005 sebagai F-22A. Meskipun masa pengembangan yang panjang dan mahal, Angkatan Udara Amerika Serikat menganggap F-22 sebagai komponen yang sangat penting dari kekuatan taktis angkatan udara AS, dan As mengklaim bahwa Raptor F-22 diproyeksikan sebagai pesawat tempur  tak tertandingi oleh pesawat tempur  mana pun yang ada pada saat ini. Lockheed Martin sebagai pabrik mengklaim  bahwa Raptor  merupakan kombinasi siluman, kecepatan, kelincahan, presisi dan kesadaran situasional, dikombinasikan dengan kemampuan serangan udara ke  udara dan udara ke darat, membuat pesawat ini secara keseluruhan menjadi yang terbaik di dunia saat ini. Marsekal Udara Angus Houston, mantan Kepala Angkatan Pertahanan Australia, mengatakan pada tahun 2004 bahwa  Raptor F-22 akan menjadi pesawat tempur paling menonjol yang pernah dibangun.

J-20 Chengdu (Jian-20)
J-20 Chengdu (Jian-20) konon adalah pesawat tempur generasi kelima, kemampuan  siluman, pesawat tempur bermesin ganda,  J-20 Chengdu merupakan prototipe pesawat tempur yang dikembangkan oleh  Chengdu Aircraft Industry Group untuk Tentara  Angkatan Udara  Pembebasan Rakyat China (PLAAF). Pada tahun 2010-an, J-20 menjalani tes meluncur kecepatan tinggi.  J-20 melakukan penerbangan pertama pada 11 Januari 2011. Jenderal He Weirong, Wakil Komandan dari Tentara Angkatan Udara Pembebasan Rakyat China mengatakan pada bulan November 2009 bahwa ia berharap J-20 akan dapat beroperasi penuh pada 2017-2019 .
Data :
Peran                                    : Peasawat Tempur Superiatas Udara/Peasawt Tempur Multi Peran
Pemilik                                  : China
Pabrik                                   : Chengdu Aircraft Industry Group
Terbang Perdana             : 11 Januari 2011
Status                                   : Dalam Pengembanagan / tes terbang
Pengguna                            : Angkatan Udara China

TFX 
TFX adalah pesawat tempur Turki, sedang  diusulkan untuk dikembangkan oleh Turki Aerospace Industries (TAI), untuk memulai produksi pada awal  tahun 2020.
Pada tanggal 15 Desember 2010, Komite Eksekutif Industri Pertahanan Turki  (SSIK) memutuskan untuk merancang, mengembangkan, dan memproduksi sebuah pesawat tempur udara-ke-udara, sebauah pesawat tempur asli produk pribumi. Sebanyak  $ 20 juta  dialokasikan untuk desain konseptual  untuk fase  2 tahun yang akan dilakukan oleh TAI.
TAI dan TusaÅŸ Mesin Industri (TEI) akan memimpin proses desain, permulaan  dan pengembangan jet tempur. TEI akan lebih fokus pada produksi mesin pesawat yang  akan selesai pada tahun 2015, sementara TAI akan mengembangkan komponen lainnya. Penelitian akan menghitung berapa banyak  biaya  yang akan dihabiskan untuk pembuatan pesawat jet tempur, mekanik dan sistem elektronik  yang akan bekerja dan termasuk kemungkinan  yang lebih luas dari peluang dan tantangan dalam penerbangan militer.

Sukhoi PAK FA 
Sukhoi PAK FA adalah adalah pesawat tempur bermesin ganda, jet tempur yang dikembangkan oleh Sukhoi untuk angkatan Udara Rusia memaksa. Sukhoi T-50 adalah prototipe yang merupakan cikal bakal PAK FA.  PAK FA adalah salah satu dari beberapa program jet siluman global.
PAK FA, dikembangkan untuk menjadi penerus dari pesawat tempur MiG-29 dan Su-27 dalam daftara alat tempur  Rusia dan menjadi basis  dari Sukhoi / HAL FGFA sedang dikembangkan dengan India. Pesawat  tempur ini merupakan  Sebuah jet tempur generasi kelima, T-50 melakukan penerbangan pertama pada tanggal 29 Januari 2010. penerbangan kedua nya adalah pada tanggal 6 Februari dan ketiga pada tanggal 12 Februari 2010. Hingga 31 Agustus 2010, mereka telah membuat 17 kali penerbangan dan pada pertengahan November,  dengan total 40 kali penerbangan. Prototipe kedua adalah untuk memulai uji penerbangan pada akhir 2010, tapi ini ditunda hingga Maret 2011.
Direktur Sukhoi Mikhail Pogosyan  telah memproyeksikan 1000 pesawat  untuk dijual kepada negara lain  selama empat dekade berikutnya, yang akan diproduksi  secara patungan dengan perusahaan  India, 200 masing-masing untuk Rusia dan India sedangkan  600 untuk negara-negara lain. PAK-FA diharapkan memiliki kemampuan layanan operasi  sekitar 30-35 tahun.


F-35 Lightning II
Lockheed Martin F-35 Lightning II adalah merupakan keluarga pesawat  tempur yang menggunakan kursi tunggal, bermesin tunggal, pejuang generasi kelima multiperan. dikembangkan untuk melakukan serangan darat, pengintaian, dan misi pertahanan udara dengan kemampuan siluman.   F- 35 memiliki tiga model utama, F-35A adalah varian konvensional (lepas landas dan mendarat), F-35B adalah varian landasan pendek dan F-35C .
F-35 adalah keturunan dari X-35, program produk dari Joint Strike Fighter (JSF). JSF merupakan pengembang utama  sedang  dana dibiayai oleh Amerika Serikat, dengan Inggris dan negara  lain yang menyediakan dana tambahan. Negara-negara mitra terdiri dari anggota NATO atau sekutu dekat  AS. Hal ini sedang dirancang dan dibangun oleh tim industri kedirgantaraan yang dipimpin oleh Lockheed Martin. F-35 mengambil penerbangan pertama pada 15 Desember 2006.
Amerika Serikat bermaksud untuk membeli sebanyak 2.443 pesawat untuk digunakan Angkatan Udara AS, Korps Marinir dan Angkatan Laut selama beberapa dekade mendatang. Sedangkan Inggris, Australia, Italia, Kanada, Belanda, Norwegia, Turki, Israel, dan Jepang semua akan membekali angkatan udara dan atau angkatan laut mereka dengan F-35,  meskipun Jepang telah memperingatkan bahwa tidak menutup kemungkinan menghentikan pembelian mereka jika biaya meningkat, dan Kanada telah mengindikasikan bahwa ia tidak sepenuhnya berkomitmen untuk membeli pesawat.  Amerika Serikat diproyeksikan akan menghabiskan dana dengan diperkirakan  sebanyak$ 323 miliar untuk pengembangan dan pengadaan pada program F-35, sehingga ini menjadi program pertahanan yang paling mahal yang pernah ada.
»»  READMORE...

Monday, April 15, 2013

Pesawat Siluman US X-47B mirip UFO


X47B
X-47B pesawat Militer Amerika termasuk ke dalam pesawat siluman terbaru yang futuristik, karena tidak memerlukan roda pendarat dan bisa terbang langsung dari kapal induk.
Seperti dilaporkan FoxNews, pesawat yang dikembangkan Northrop Grumman dengan kode X-47B adalah pesawat tempur tanpa awak yang tidak memiliki ekor. Pesawat itu bisa terbang dan mendarat di atas kapal induk tanpa harus meluncur terlebih dahulu, alias langsung terbang vertikal untuk naik dan turun (VTOL - vertical take-off and landing).

Saat uji terbang di Pangkalan Udara Edwards, X-47B " belaja r" mendarat dan terbang pada lokasi yang ditentukan di atas dek yang bergerak untuk melihat kinerja peranti keras dan peranti lunaknya.
Northrop Grumman berharap peluncuran perdananya pada tahun 2013 berhasil, dan berselang setahun berikutnya untuk pesawat ini, bisa mengisi bahan bakar di udara.

Ini kali yang orang orang suka melihat UFO belakangan ini, padahal vehicle milter punya lagi dalam percobaan.
»»  READMORE...

Sunday, April 14, 2013

Teknologi Pesawat Tempur Siluman






Pesawat siluman (bahasa Inggris: stealth aircraft) atau disebut pesawat amat senyap adalah pesawat yang dirancang untuk menyerap dan membelokkan radar menggunakan teknologi siluman, membuatnya lebih sulit untuk dideteksi. Pada umumnya tujuannya adalah melancarkan serangan selagi dia masih berada di luar pendeteksian musuh. F-117 Nighthawk adalah salah satu jenis pesawat siluman yang digunakan angkatan udaraAmerika Serikat dalam Perang Teluk.


Pesawat siluman memiliki kemampuan untuk menghindari pendeteksian, baik deteksi secara visual, audio, sensor panas, maupun gelombang radio(radar). Secara visual, pesawat lebih sulit untuk terlihat bila mempunyai warna yang sama dengan warna latar belakangnya (kamuflase). Secara audio, tentunya berusaha untuk membuat pesawat semakin tenang. Secara sensor panas, pesawat biasanya dideteksi dari panas yang timbul dari badannya atau dari temperatur udara di sekelilingnya.


Bagian paling panas dari pesawat adalah saluran buangan udara mesin atau exhaust dan leading edge (bagian pesawat yang pertama membelahudara). Panas dari exhaust bisa dikurangi dengan cara mencampur semburan mesin dengan udara dingin dari luar badan pesawat sebelum dihembuskan keluar pesawat dan memperpanjang pipa exhaust (seperti A-4 Skyhawk Indonesia yang mempunyai exhaust lebih panjang dibanding versi standarnya). Bagian exhaust ini biasanya dikejar oleh rudal anti-pesawat dengan sensor inframerah. Akan tetapi rudal pencari panas modern kini juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan mengejar panas yang dihasilkan akibat pergesekan permukaan badan pesawat dengan udara.


Deteksi secara gelombang radio adalah dengan cara mencegah gelombang radio dari radar tidak terpantul dari badan pesawat dan kembali ke radar. Gelombang radio tersebut bisa diserap jika badan pesawat dilapisi RAM (Radar Absorbent Material), dipantulkan ke arah lain, atau sedemikian sehingga gelombang tersebut menjadi hilang atau saling meniadakan (hal inilah yang mendasari bentuk pesawat siluman yang mempunyai bentuk yang lain dari pesawat biasa atau agak aneh).


Pesawat siluman biasanya tidak 100% tidak terdeteksi radar. Tetapi karena memiliki RCS (Radar Cross Section) yang kecil maka di layar radar hanya tampak sebesar gerombolan burung, bukan pesawat.

Penemuan Teknologi Siluman

'Pesawat Siluman' pertama kali dirancang dan dibuat oleh dua orang insinyur Jerman pada masa Perang Dunia II atas perintah Adolf Hitler. Pesawat ini menggunakan dua mesin turbo jet dengan body terbuat dari kayu lapis. Namun berdasarkan dokumen yang ditemukan, pesawat ini masih dalam tingkat prototype dan belum sempat diproduksi secara massal oleh Jerman. Pesawat ini ditemukan oleh prajurit sekutu di sebuah hanggar pesawat yang ditinggalkan pasukan Jerman sesaat setelah Jerman menyerah kepada sekutu. 

Pesawat ini kemudian dibawa ke Amerika Serikat. Selanjutnya, pada masa perang dingin pesawat siluman dicoba dikembangkan oleh seorang ilmuwan Rusia, pada tahun 1966 oleh Dr. Pyotr Ufimtsev melalui sebuah kertas kerja yang berjudulmethod of edge waves in the physical theory diffraction (Metode Gelombang Tepian dalam Teori Fisik Difraksi) yang merupakan kertas kerja yang cukup panjang namun tidak bertele-tele yang diterbitkan oleh salah satu media di Moskow pada tahun 1966. Namun kertas kerja ini tidak memperoleh sambutan yang hangat oleh para ahli di sana, karena banyak isinya yang tidak bisa dicerna oleh akal sehat. Padahal Ufimtsev adalah ahli yang berpengalaman dalam Institut Rekayasa Radio Moskow.







Informasi yang berkembang mengatakan bahwa ide murni Ufimtsev berupa formulasi pelumpuhan radar dan jaringan kerjanya diambil dari kesimpulan mentah ahli Inggris James Clerk Maxwellpada abad ke-19 di mana setelah diramu berkali-kali ditambah dengan penalaran terpadu, Ufimtsev mengkalkulasikan cara-cara baru, yakni membentuk ruang bentuk geometris khusus yang mencerminkan radiasi elektromagnetis. Dengan menciptakan kalkulasi silang sebuah radar yang mudah dilumpuhkan. 
Ia menetapkan rumus konfigurasi bersisi dua dimensi, berupa tata cara mengutak-atik komponen dalam sebuah radar. Hasilnya, radar bisa terganggu bila dikacaukan dengan sinar dua dimensi tadi. Sinar itu sebenarnya masih belum cukup tetapi jika dikalkulasikan secara cermat dari situ bisa diciptakan pesawat tiga dimensi yang sulit dilacak radar.


Secara teoritis, banyak sekali kekuatan untuk melumpuhkan stealth, namun diperlukan sangat banyak jaringan komputer yang bekerja sangat cepat. Persisnya seperti mengamati bola dengan menggunakan teropong di mana bisa dilokalisasi namun jangan harap bisa menjejaknya sehingga ibarat bola yang dimainkan, para pemain sudah menggiring bola entah ke mana dan tidak mungkin menembak bola yang terbang entah ke mana arahnya dengan senapan angin.


Pada tahun 1979, Rusia mengembangkan satu pesawat intai dan dari uji coba ternyata berhasil mengecoh radar anti pesawat terbang Amerika Serikat di padang pasir Nevada.


Jatuh ke tangan Amerika Serikat

Pada tahun 1976, salinan tersebut akhirnya bocor dan jatuh ke tangan Amerika Serikat, lantas dialihbahasakan oleh divisi teknologi Angkatan Udara Amerika. Secara rutin, para ahli di Angkatan Udara menjabarkan, menganalisis dan mengembangkan teknologi steath tersebut. Di antaranya berupa pesawat mata-mata SR-71 Blackbird, F-117 dan B-2.


Prinsip Pesawat Siluman


Pada prinsipnya, supaya pesawat tersebut menjadi stealth (siluman) dalah cara memperkecil Radar Cross Section (RCS) yang tampak pada Radar. Langkah yang dilakukan adalah membuat desain bentuk pesawat tersebut sedemikian rupa sehingga permukaan-permukaan pesawat sekecil mungkin memantulkan energi yang dipancarkan radar untuk ditangkap kembali oleh antena radar. Bahkan bila perlu bentuk pesawat tersebut sama sekali tidak memantulkan energi radar. Kalaupun dipantulkan, diusahakan agar pantulan energi radar tersebut diarahkan ke arah lain sehingga jika ada yang tertangkap kembali, paling tidak hanya sebagian kecil saja. Untuk itu, maka bentuk pesawat dibuat aneh tidak seperti biasanya. Seperti contoh, bentuk pesawat B-2 yang memiliki rentang yang sama panjangnya dengan rentang pesawat DC-10 namun bentuknya dibuat pipih dan melengkung di bagian tengah badannya. Dengan bentuk demikian, disamping cepat rambat pancaran radar diperlambat juga memberikan efek pantulan ke segala arah.


http://img402.imageshack.us/img402/8969/stealth1fq6.jpg


Bentuk sayap pesawat juga mempengaruhi pantulan pancaran energi radar. Bentuk sayap pesawat lama yang lurus ke samping misalnya memberikan pantulan yang sempurna sehingga pesawat ini mudah terdeteksi. pada layar monitor, titik RCS pesawat-pesawat itu tampak besar.
Melihat kenyataan demikian, kemudian orang membuat sayap sayung kebelakang, memang memperkecil pantulan namun tidak memuaskan karena RCS makin besar, maka dibuatlah delta yang membuat sebagian besar pancaran radar yang mengenai sayap itu, sebagian besar dibuang ke arah lain. Kemudian dibuat sayap dengan bentuk sabit seperti yang dimiliki pesawat-pesawat generasi berikutnya. Dengan membuat lengkungan pada bagian sayap, leading edge, maka pantulan ke arah lain semakin sempurna.

Desain lain adalah membentuk pesawat bersegi-segi kubustik seperti bentuk mata faset, seperti pada mata capung. Bentuk tersebut juga ditemui pada helikopter pada generasi 1980-1990-an seperti pada AH-1 Cobra, dan AH-64 Apache sehingga pantulan radar tidak kembali ke antena radar.
Kemudian umumnya desain pesawat stealth tidak mengijinkan adanya pylon atau penggantung rudal maupun roket yang digantungkan pada badan dan sayap pesawat seperti yang dijumpai pada pesawat umumnya. Sehingga rudal ditempatkan pada rak-bom (bomb bay) khusus.



Cara lain yakni dengan menggunakan material khusus yang dikenal sebagai RAM (Radar Anti material) yang merupaka bahan penyerap energi pancaran radar. Bahan-bahan tersebut antara lain komposit berupa graphyte epoxy dari karbon. Karena bahan itulah, maka energi radar tidak terpantulkan.


Meskipun demikian, rancangan tersebut tetap tidak sempurna untuk mengelabui radar. Sebagai contoh pesawat stealth F-117 berhasil ditembak jatuh oleh rudal anti pesawat udara SAM (Surface to Air Missiles) SA-2 Guideline milik Serbia ketika operasi udara NATO pada tahun 1999 saat Konflik Kosovo.






»»  READMORE...