News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label TNIAL. Show all posts
Showing posts with label TNIAL. Show all posts

Friday, May 23, 2014

Penerbal Akan Diperkuat Helikopter AKS Full Satu Skuadron


0
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut akan menerima alat utama sistem persenjataan baru berupa helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther. Angkatan Laut sudah mengajukan permohonan pengadaan helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan.

"Kami mintanya satu skuadron (16 buah), dan di Kementerian Pertahanan saya dengar hampir kontrak. Kapan datangnya, kami belum tahu," kata Kepala Pusat Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.

Menurut Untung, Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, saat ini TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni. Helikopter Panther ini dinilai punya kemampuan yang bagus untuk mendeteksi kapal selam musuh yang bersembunyi di dalam laut. Helikopter buatan Eurocopter ini juga mampu menembakkan torpedo untuk mengandaskan kapal selam musuh dari atas permukaan laut.

Sesuai rencana, helikopter Panther akan ditempatkan di atas dek kapal perang milik TNI AL. Sebab, fungsi helikopter anti-kapal selam ini merupakan perpanjangan mata dan tangan dari sebuah kapal perang. "Jadi bisa dibilang filosofi helikopter kami berbeda dengan Angkatan Udara," katanya. 

Kehandalan Helikopter AKS Penerbal

TNI Angkatan Laut  akan mendatangkan helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther. Helikopter ini lebih hebat dibanding helikopter lain milik TNI.

Kelebihan pesawat ini adalah kekuatan jelajahnya yang tinggi dan daya jangkau deteksi keberadaan kapal selam musuh yang lebih luas. Helikopter ini juga memiliki stabilitas yang baik untuk mendarat di atas kapal perang.

Bagi penerbang militer, helikopter buatan Eurocopter ini sulit ditaklukkan. Pilot harus bisa mendaratkan kapal ketika kondisi kapal tak stabil akibat ayunan gelombang laut ataupun yang tengah melaju. "Jadi, pilot harus menyelaraskan gerakan kapal, makanya helikopter untuk kapal perang harus memiliki sistem pendaratan berupa roda seperti Panther, karena ada suspensi yang menahan hentakan saat mendarat," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.

TNI AL berencana mendatangkan satu skuadron atau 16 helikopter baru buatan Eurokopter. Saat ini Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni.

Untung berharap helikopter tebaru ini bisa mengawali pembangunan kekuatan udara milik TNI AL. Sebab, tahun 1950-1970, TNI AL punya kekuatan udara terbesar di Asia Tenggara.

Pada masa itu, TNI AL sudah memiliki pesawat anti-kapal selam Fairey AS. 4 Gannet buatan Inggris. Pesawat ini tergolong hebat sebagai pembunuh kapal selam. Lebih seram lagi, TNI AL sempat punya pesawat jet pengebom IL-28T Beagle buatan Uni Soviet. "Masih ada beberapa pesawat dan helikopter lainnya," katanya.




Sumber : Tempo 
»»  READMORE...

Thursday, May 1, 2014

Juli: TNI AL Bentuk Armada Ketiga di Papua


Armada tempur TNI AL

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) segera membentuk armada wilayah baru. Sesuai rencananya, armada wilayah ketiga di Indonesia tersebut akan dibentuk di Sorong, Papua, pada bulan Juli nanti. Alasan utama TNI AL membentuk armada wilayah baru di Sorong adalah untuk meningkatkan koordinasi pengawalan wilayah laut Indonesia bagian timur.

Saat ini kekuatan tempur TNI AL masih bertumpu pada dua armada wilayah, yakni Barat atau Armabar, dan Timur atau Armatim. "Armabar di Jakarta, dan Armatim di Surabaya," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin, 28/4/2014. Jika armada laut Sorong sudah dibentuk, Armada Timur di Surabaya akan berubah menjadi Armada Tengah.

Menurut Untung, lokasi Sorong dipilih karena memiliki geopolitik yang tepat dan strategis. Tujuan lain, untuk mempertegas kedaulatan Indonesia di kawasan, terutama wilayah timur yang dirasa masih berlubang pengamanannya.

Soal pembagian kekuatan kapal perang, kata Untung, TNI AL akan menggunakan sistem alih bina atau pembagian kekuatan tempur yang dimiliki. Dengan kata lain, sejumlah kapal perang calon penghuni armada Sorong didatangkan dari sebagian armada Surabaya dan Jakarta.

Saat ini jumlah kapal perang milik TNI AL ada 150-160 unit. Namun Untung menegaskan, jumlah kapal perang tersebut tidak akan dibagi rata untuk mengisi tiga armada wilayah. "Ada pertimbangannya. Bukan cuma kuantitatif saja, tapi kualitatif dan pengamatan intelijen juga," katanya.

Penambahan armada di Sorong, Papua, juga diikuti dengan penambahan divisi pasukan marinir. Sebab, menurut Untung, idealnya pembangunan armada wilayah baru wajib diikuti dengan penempatan pasukan marinir.

"Sebab, konsep TNI kan armada terpadu, jadi harus ada kapal perang, pesawat udara, pangkalan, dan marinir," ujarnya.

Wacana penambahan armada di Sorong sudah dibahas sejak dua tahun lalu. Selama itu pula TNI AL menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk armada wilayah baru di Sorong. Dalam struktur organisasi yang baru nanti, direncanakan ada seorang panglima bintang tiga yang akan membawahi ketiga komando armada wilayah. (Tempo)
»»  READMORE...

Sunday, April 27, 2014

14 KRI Jaga Perairan Timur

Luasnya wilayah perairan laut Indonesia dengan menyimpan beragam potensi kekayaan alam laut sangat rentan terjadinya pelanggaran hukumBiak ★ Komandan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Armada Timur Indonesia Laksamana Pertama TNI Heru Kuswanto mengungkapkan sebanyak 14 kapal perang RI (KRI) dan dua pesawat jenis Cassa disiagakan menjaga pengamanan teritorial perairan laut Timur Indonesia.

"Hingga saat ini ada 14 KRI yang rutin melakukan patroli pengamanan di laut Indonesia Timur, ya belum ditemukan pelanggaran hukum yang dilakukan kapal asing," ungkapnya di sela-sela perncanangan Hari Gerakan Malaria di Biak, Jumat (25/4).

Ia mengakui luasnya wilayah perairan laut Indonesia dengan menyimpan beragam potensi kekayaan alam laut sangat rentan terjadinya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh kapal asing.

"Untuk mengantisipasi kasus pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia, setiap waktu belasan kapal perang TNI AL berpatroli mengawasi wilayah teritorial laut Indonesia," ujarnya.

Menyinggung wilayah perairan Papua yang rawan akan kasus pelanggaran hukum karena berbatasan dengan negara tetangga PNG, Komandan Guskamla mengatakan hingga sekarang masih sangat kondusif sehingga terus dilakukan pengamanan melalui kegiatan patroli KRI.

Ia menegaskan bahwa setiap kasus pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah perairan teritorial Indonesia maka jajaran prajurit Guskamla akan meindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

"Jika terbukti ada kapal asing yang melakukan pelanggaran hukum di wilayah teritorial laut Indonesia Timur akan ditindak tegas sesuai hukum di Indonesia, ya kondisinya sekarang masih aman-aman saja," ujar perwira bintang satu TNI AL.

Hingga Jumat pagi, aktivitas pelayaran di sepanjang perairan laut Kabupaten Biak Numfor tampak berjalan normal seperti hari biasanya.(Ant)


»»  READMORE...

Prajurit TNI dan Tentara Perancis Latihan Menembak

Kegiatan ini bertujuan untuk bertukar ilmu dan pengalaman di antara kedua pasukanLebanon ★ Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indobatt (Indonesian Batallion) yang tengah melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon di bawah pimpinan Letkol Inf M. Asmi selaku Komandan Satgas, menggelar latihan menembak bersama Tentara Perancis (FCR/  Force Commander Reserve) di Lapangan Tembak Sektor Timur Ebel El Saqi, Lebanon Selatan, kemarin.

Acara latihan menembak tersebut disaksikan Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf M. Asmi, Komandan FCR Kolonel Loic Mizon, Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Ade Rony serta para prajurit dari kedua Kontingen.

Kegiatan ini bertujuan untuk bertukar ilmu dan pengalaman di antara kedua pasukan, terutama di bidang senjata dan kemampuan militer.

Disamping itu, latihan bersama ini juga untuk menjalin hubungan dan kerjasama yang kuat antara kedua negara yang berada di jajaran Sektor Timur Unifil.

Dalam latihan menembak tersebut, masing-masing kontingen mengirimkan satu peleton terbaiknya. Tim penembak Satgas Indobatt berhasil memukau pasukan FCR dengan keakuratan senjata SS2 buatan PT  Pindad.

Di akhir sesi latihan, diadakan Games Competition yang mana dibentuk 2 tim campuran dengan  senjata yang campuran pula. Sehingga pasukan peacekeeper Indonesia bisa merasakan menembak dengan menggunakan senjata Famas yang dimiliki oleh FCR, dan begitu pula sebaliknya.(tiyo)
»»  READMORE...

Wednesday, April 23, 2014

Pangkolinlamil Kunjungi KRI Banjarmasin-592 di Tiongkok

Cek kesiapan menjamu 23 negara peserta Western Pasific Naval SymposiumPanglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI S.M. Darojatim yang saat ini tengah mengadakan kunjungan kerja di Tiongkok mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio, mengadakan peninjauan ke KRI Banjarmasin-592 yang tengah mempersiapkan untuk mengikuti Multilateral Maritime Exercise in The Non Traditional Security Field dan International Fleet ReviewKRI BJM-592 juga mendukung kegiatan Kartika Jala Krida Taruna AAL Tingkat II Angkatan LXI (21/4).

Dalam kunjungan ke KRI Banjarmasin-592 tersebut, Pangkolinlamil didampingi Staf Khusus Kasal Laksda TNI IGN. Ary Atmaja, S.E, Ibu S.M. Darojatim, Ibu Ary Atmaja, Ibu Selvi istri dari Athase Pertahanan RI di Tiongkok, Asisten Athase Pertahanan RI di Tiongkok Mayor Sus Adi Triyadi dan diterima langsung oleh Komandan KRI BJM-592 yang sekaligus Dansatgas Kartika Jala Krida (KJK) Taruna AAL Letkol Laut (P) Jales Jamca Jayamahe.

Selain meninjau kondisi personil KRI Banjarmasin-592 serta para Taruna AAL tingkat II tersebut, Pangkolinlamil beserta rombongan juga memeriksa persiapan dari KRI Banjarmasin-592 yang akan menjadi tuan rumah acara Cocktail Party mulai dari tempat pelaksanaan, sarana prasarana, dapur memasak di kapal, serta bagian lain dari KRI Banjarmasin-592.

Rencananya pada acara tersebut, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio akan langsung memimpin serta menjamu seluruh delegasi peserta Western Pasific Naval Symposium (WPNS) dari 23 negara serta dihadiri oleh seluruh warga negara Indonesia yang berada di Tiongkok baik yang sedang melaksanakan studi maupun yang sedang bertugas di Tiongkok.(tiyo)
»»  READMORE...

Sunday, April 20, 2014

KRI Banjarmasin tiba di pelabuhan Qingdao, Tiongkok

Kehadiran LPD buatan PT PAL di Qingdao dalam rangka menjalankan kegiatan Kartika Jala Krida 2014https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYCIuIUv8uN4iigr9rMIJtn6Bx0oMlfQmqWxShRoVBN9PmUjf72BfvT8keVrr4C09g8lqAUPoUiw1NToqoNogZmXgqb1vzjXc1z5LNxzcg6R3ouWzQYvhiDbW6Pa0xs-2SEOkNZiE4L08/s1600/KRI+Banjarmasin+akan+ikuti+parade+kapal+perang+Tiongkok.jpgQingdao  Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin, tiba di Pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, pada Minggu untuk mengikuti latihan maritim multilateral pada 20--15 April 2014.

Kapal bernomor lambung 592 itu tiba di perairan Tiongkok pada pukul 06.00 waktu setempat dan setelah beberapa saat, pandu pelabuhan membawa KRI Banjarmasin merapat ke dermaga 2 Pelabuhan Qingdao.

Sesaat sebelum merapat ke dermaga komando peran muka, belakang dan tengah mengumandang meminta seluruh kru dan awak kapal termasuk 89 taruna Akademi Angkatan Laut peserta Kartika Jala Krida 2014, mengambil posisi di pos masing-masing.

Disambut lagu "Selamat Datang di Tiongkok" yang dibawakan korps musik Angkatan Laut Tiongkok, perlahan KRI Banjarmasin akhirnya merapat di dermaga dan personel Angkatan Laut Tiongkok membantu mengkaitkan tali "tross" ke tonggak-tonggak dermaga.

Setelah berada pada posisi yang sempurna, Komandan KRI Banjarmasin Letkol Laut (P) Jales Jamca Jayamahe menuruni tangga kapal disambut perwakilan Angkatan Laut Qingdao dan Asisten Atase Pertahanan RI di Beijing Mayor (sus) Adi Triady.

Komandan kapal Letkol Laut (P) Jales Jamca Jayamahe kepada ANTARA News mengatakan selain mengikuti Multilateral Exercise in The Non Traditional Security Field di lokasi yang sama, kehadiran kapal jenis LPD buatan PT PAL itu, di Qingdao juga dalam rangka menjalankan kegiatan Kartika Jala Krida (KJK) 2014 yang diikuti taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat II Angkatan 61 berjumlah 89 orang.

Lazimnya muhibah ke beberapa negara, para taruna AAL itu akan mempromosikan Indonesia melalui kirab budaya dan "drumband" dalam rangkaian kunjungannya di Qingdao, Tiongkok.

KRI Banjarmasin diawaki 132 personel serta 10 personel pengasuh taruna Akademi Angkatan Laut.

KRI Banjarmasin merupakan salah satu kapal yang dirancang sebagai kapal pendukung operasi amfibi, yang memiliki kemampuan mengangkut pasukan pendarat berikut kendaraan tempur beserta kelengkapannya.

Kapal tersebut juga mampu mengangkut lima helikopter (tiga unit di geladak heli, dua unit di hanggar).

Selain sebagai kapal tempur, kapal berteknologi desain semi-siluman ini juga berfungsi untuk mendukung operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam.

KRI Banjarmasin akan tampil dalam latihan maritim multilateral dengan beberapa kapal perang lainnya dari beberapa negara seperti Malaysia, Bangladesh, India, Brunei Darussalam dan lainnya.
»»  READMORE...

Sunday, April 13, 2014

KRI Abdul Halim Perdana Kusuma (355)


KRI Abdul Halim Perdana Kusuma (355) merupakan kapal kelima dari Fregat kelas Ahmad Yani milik TNI Angkatan Laut. 
Dinamai menurut Abdul Halim Perdana Kusuma, salah seorang
pahlawan nasional yang namanya juga merupakan nama bandara dan Pangkalan Udara di Jakarta. 
KRI Abdul Halim Perdana Kusuma merupakan kapal fregat eks-Angkatan Laut Belanda bernama HNLMS Evertsen (F815) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. 
Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNIAngkatan Laut pada tahun 1977-1980. 

Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat. Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara. Pada tahun 2007, bersama dengan KRI Ahmad Yani (351), selesai menjalani pergantian mesin yang dijalaninya selama 2 tahun. Saat ini KRI Abdul Halim Perdanakusuma kembali memperkuat Komando Armada RI Kawasan Timur.

Data Teknis
KRI Abdul Halim Perdana Kusuma memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.

Persenjataan
KRI Abdul Halim Perdana Kusuma dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
4 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC) C-802 dengan jangkauan maksimum 120 Km , berkecepatan jelajah 0,8-0,9 mach, berpemandu inertial/GPS dan terminal active radar dengan hulu ledak seberat 150 Kg.

4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.

1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara.
2 Senapan mesin 12.7mm

12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.

Sensor dan elektronis
KRI Abdul Halim Perdana Kusuma diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar CWE-610 dan PDE-700 (VDS). Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

Penerbangan
Memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.
Sumber,
»»  READMORE...

Wednesday, April 9, 2014

Malam Prajurit TNI AL bersama Prajurit AL 5 Negara

Natuna ☆ Dalam kegiatan Malam Gelar Budaya dan Malam Prajurit yang merupakan rangkaian kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo 2014 yang dilaksanakan di Pantai Kencana Ranai. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksmana TNI Dr Marsetio menyampaikan apresiasi bagi seluruh unsur yang mendukung kegiatan tersebut, terutama para personil TNI Angkatan Laut yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ranai serta Jajaran Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Natuna yang pada saat ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan.

Dikatakan pula bahwa kegiatan ini merupakan kali pertama diadakan dan akan menjadi agenda dua tahunan, untuk tahun ini partisipan kegiatan berasal dari 18 negara yang mengerahkan 14 kapal perang asing dengan tujuan utama untuk menjalin dan mempererat koordinasi terutama para delegasi yang berpartisipasi pada momentum ini, serta meningkatkan kemampuan tanggap bencana, tanggap kemanusiaan sekaligus meningkatkan mutu sarana dan prasarana publik yang dirasa langsung menyentuh kepentingan masyarakat banyak, seperti pembuatan jalan. Selain itu pula kegiatan ini juga meliputi pelayanan medis untuk perawatan kesehatan bagi masyarakat.

Selanjutnya, ditinjau dari karakter daerah dan letak geografis, menurut Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksmana TNI Dr Marsetio daerah ini memiliki berbagai potensi yang sepatutnya dapat dikembangkan di masa depan, selain migas terdapat pula sumber daya alam diantaranya destinasi wisata, wisata bawah laut, perikanan dan perkebunan. Namun demikian program yang tepat serta langkah yang konkrit dalam menjalankan pembangunan yang melibatkan seluruh unsur harus selalu.

Bupati Natuna, Drs. H. Ilyas Sabli. M.Si pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada pihak Satuan TNI Angkatan Laut karena telah menetapkan Kabupaten Natuna sebagai salah satu lokasi kegiatan latihan bersama Multilateral Komodo 2014, karena melalui kegiatan ini informasi keberadaan berbagai potensi yang ada dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Diakui bahwa daerah ini memiliki begitu banyak potensi yang jika dioptimalkan pemberdayaannya dapat membawa daerah ini kearah kemajuan dan kesejahteraan bagi Negara Indonesia. Diantaranya potensi wisata yang masih belum dapat dipromosikan mengingat berbagai sarana dan prasarana pendukung kurang memadai.

Kapal Perang Rusia, Philipina, Australia, Vietnam Dan KRI Di Perairan NatunaSejumlah kapal perang dari Rusia Marshal Shaposshnikov jenis destroyer, Tanker Irkut dan Tug Boat Alatau, kapal perang Australia HMAS Launceston jenis Patrol Ship, kapal perang Philipina BRP Gregorio Del Pilar dan kapal rumah sakit Vietnam Khanh Hoa HQ 561 berada di perairan Indonesia tepatnya di Perairan Selat Lampa perairan Natuna Propinsi Kepulauan.

Keberadaan kapal perang dari lima negara berkumpul di Selat Lampa perairan Yuridiksi Nasional Indonesia dalam rangka kegiatan latihan bersama Multilateral Komodo 2014 bersama-sama dengan sejumlah kapal perang TNI AL antara lain KRI Yos Sudarso-353, KRI Imam Bonjol-383 jenis Parchim dan KRI jenis Frosch KRI Teluk Parigi-539, KRI Teluk Cirebon-543 serta KRi jenis kapal cepat rudal (KCR) Alamang-644, dan KRi jenis Patroli cepat KRI Sembilang-850 serta kapal patroli KRI Tarihu-829 serta kapal jenis landing (LST) berada di perairan Selat Lampa Natuna Propinsoi Kepulauan.

Berkumpulnya kapal perang 5 negara tersebut dalam rangka kegiatan latihan bersama Multilateral Komodo 2014 dengan kegiatan ENCAP dan MEDCAP yang saat itu ditinjau secara langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksmana TNI Dr Marsetio didampingi Pangarmabar Laksda TNI Arief Rudianto,S.E dan para pejabat pejabat teras Mabesal, Pangkolinlamil dan pejabat Pemda Kabupaten Natuna dan intansi terkait.

Dalam kegiatan tersebut Kasal Laksamana TNI Dr Marsetio dan rombongan secara langsung berdialog dengan perwakilan personel Angkatan Laut negara peserta yang terjun langsung terlibat dalam kegiatan pembangunan fasilitas umum dan pelayanan kesehatan di posko kesehatan di Selat Lampa Natuna..

7 Kapal Perang Negara Sahabat Hadir Di Jemaja Dan Tarempa Kabupaten AnambasTarempa Ibukota Kabupaten Anambas didatangi 5 kapal perang dari negara Asean dalam rangka kegiatan latihan bersama Multilateral Komodo 2014. Kedatangan kapal perang tersebut tentunya didampingi kapal kapal perang TNI Angkatan Laut yang bersama-sama bergiat di Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kelima kapal perang yang lego jangkar kurang lebih 2 mil dari dermaga tersebut berasal dari kapal perang India jenis Offshore Patrol Vessel INS Sukanya P 50 diawaki 80 personel, kapal perang Singapura jenisLanding Platform Dock (LPD) RSS Resolusion diawaki 85 personel, kapal perang Brunei Darussalam KDB Darussalam jenis Offfshore Patroli Vessel atau disebut kapal jenis patroli diawaki 85 personel dan kapal perang Thailand HTMS Narathwat jenis Offshore Patrol Vessel yang diawaki 84 personel serta personel Solvage dari Korea Selatan yang on board di KRI Makasar-590 dan 6 personel dari Amerika on board di KRI Soeharso-990.

Kedatangan kapal perang dari negara-negara sahabat tersebut dalam rangka latihan bersama dengan sandi Multilateral Naval exercise Komodo 2014 dengan tema “Cooperation For Stability” dengan menitik beratkan materi latihan pada aspek non warfighating dan fokus latihan pada disaster relief.

Kegiatan yang melibatkan lebih dari 3000 personel terdiri dari prajurit–prajurit Angkatan Laut yang mengawaki kapal perang negara peserta dan personel yang mengawaki kapal perang TNI Angkatan Laut termasuk personel TNI Angkatan Darat, KPLP dan intansi terkait lainya datang ke wilayah Tarempa Kabupaten Anambas melaksanakan kegiatan ENCAP dan MEDCAP. Kedatangan personel tersebut tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan potensi pariwisata Tarempa.

Kedatangan personel para prajurit negara-negara peserta termasuk diantaranya para prajurit wanita dari Angkatan Laut Brunai Darussalam selama dua hari di wilayah Tarempa dapat berbaur dan bekerjasama khususnya dalam pelayanan kesehatan yang digelar di KRI Dr Soeharso-990 dan di posko pelayanan kesehatan di Puskesmas Tarempa.

Para prajurit dari manca negara tersebut bersama-sama dengan warga setempat menyempatkan diri untuk mengabadikan foto dan membuat dokumentasi berbagai kegiatan selama kegiatan berlangsung diantaranya fotografer dari Thailand, Vietnam dan Brunai Darussalam serta korea selatan beberapa personel dari negara peserta.

Di perairan Tarempa, TNI Angkatan Laut sendiri mengerahkan sejumlah kapal perang lego jangkar berdekatan dengan kapal perang negara-negara peserta diantaranya KRI Soeharso-990 jenis kapal rumah sakit, KRI Makasar-590 jenis LPD, Sultan Iskandar Muda-367 jenis Sigma, KRI Soputan jenis tug boat-923, KRI Arun-903 jenis kapal BCM, dan KRI Matacora-823 dan KRI jenis penyapu ranjau dan dua buah kapal patroli.

Di Pulau Jemaja salah satu wilayah Kabupaten Anambas, hadir 2 kapal perang dari negara China jenis LPD Mount Changbai membawa Pesawat helli On board di kapal yang diawaki 420 personel dan kapal perang Malaysia KD Mahawangsa jenis supporting ship diawaki 140 personel berada lego jangkar di perairan sekitar 2 mill dari daratan Pulau Jemaja. Sedangkan TNI Angkatan Laut mengerahkan 2 kapal perang jenis sigma KRI Sultan Hasanuddin-366 dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 jenis Froch serta kapal patroli terbatas serta sea reader Pasukan Katak.

Dalam kegiatan MEDCAP dan ENCAP di Pulau Jemaja, kapal perang dari China Mount Changbai-989 menurunkan personel sejumlah kurang lebih 85 orang terbagi dalam dua kegiatan selama dua hari Pulau Jemaja. 

Pangarmabar Dan 5 Negara Ikut Penutupan Latma MNEK 2014Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksma) TNI Arief Rudianto, S.E., menutup latihan bersama Multilateral Komodo 2014 di lapangan dermaga pelabuhan Selat Lampa Kabupaten Kepulauan Natuna Propinsi Kepulauan Riau, baru-baru ini.

Pada kesempatan tersebut Panglima Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, S.E., membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio. Dalam amanatnya Kasal mengatakan bahwa latihan bersama dengan sandi Multilateral Naval Exercise Komodo 2014 yang dilaksanakan saat ini mengambil tema “cooperation for stability”, dengan menitikberatkan materi latihan pada aspek non warfighting dan fokus latihan padadisaster relief.

Lebih lanjut, Kasal mengatakan tujuan dan sasaran pelaksanaan latihan bersama ini mempunyai dimensi kepentingan nasional, regional dan internasional antara lain meningkatkan hubungan antar negara-negara Asean pada khususnya, dan negara non Asean pada umumnya serta meningkatkan stabilitas keamanan maritim kawasan.

Selain untuk meningkatkan kemampuan (capacity building) tim penanggulangan bencana Indonesia terutama TNI Angkatan Laut, dalam konteks operasi secara multilateral. Lebih lanjut dapat memberikan rekomendasi dan masukan strategis bagi kerja sama Asean Regional Forum (ARF) dalam penanggulangan bencana di wilayah regional serta untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sosial internasional dan kerja sama prajurit TNI Angkatan Laut dengan negara Asean dan Asean plus.

Latihan bersama Multilateral Komodo 2014 telah dilaksanakan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan bersama, baik di Batam pada saat harbor phase, maupun sea phase dan civic mission di Anambas dan Natuna. Kegiatan harbor phase meliputi Table Top Exercise (TTX), Command Post Exercise (CPX) meliputi Presail Brief dan Tactical Floor Game (TFG). Pada kegiatan civic mission telah dilaksanakan Kegiatan Engineering Civic Action Project (ENCAP) dan Medical Civic Action Project(MEDCAP) yang diselenggarakan di daerah Jemaja, Tarempa dan Sabang Mawang.

Upacara penutupan tersebut diakhiri dengan penandatanganan prasasti Multilateral Naval Exercise Komodo 2014 ENCAP dan MENCAP sektor Natuna oleh perwakilan dari Angkatan Laut Australia yang lakukan oleh Capt. Henry William CO kapal Australia HMAS Launceston, Philipina oleh CDR Corbe Jack CO kapal BRP Gregorio Del Pilar, Rusia diwakili oleh Capt. Vladimir Djuli Pummed CO kapal Marshal Shaposnikov (BPK 53), Vietnam diwakili oleh Capt. De Minh Thai CO kapal VPN Khanh Hoa dan Bupati kepulauan Natuna Drs H. Illyas Sabli di Selat Lampa.
»»  READMORE...

Hantu Laut Indonesia



Desain Midget / Kapal Selam Mini RI
Desain Midget / Kapal Selam Mini RI
Antara midget, seal carrier, human torpedo, sotong dan sea ghost, saling melengkapi atau saling meniadakan ?. Perbandingan midget, seal carrier, human torpedo, sotong dan sea ghost akan didasari pada misi yang bisa dan tidak bisa dilakukan.
Midget, sotong dan sea ghost memiliki kapabilitas yang sama dalam melaksanan misi: patroli bawah air di perairan dangkal, underwater litoral patrol.
Kelebihan Midget ketimbang Sotong dan Sea ghost.
Faktor wawasan fikir pengawak midget membuat wahana ini dapat langsung mengantisipasi tiap ancaman yang terjadi tanpa harus berkoordinasi dengan pusat komando, selama paremeter operasional telah ditetapkan terlebih dahulu. Dalam skenario pusat komando tidak dapat melakukan komunikasi dengan pengawak midget, maka pengawak midget dapat mengambil keputusan sendiri.
Sotong dan sea ghost sudah pasti akan dilengkapi dengan pendeteksi kawan atau lawan, IFF – identify friend of foe, parameter ini berlaku 0 atau 1, tidak ada parameter diantara kedua pilihan tadi. Ketika sotong atau sea ghost tidak dapat terkoneksi dengan pusat komando, maka secara otomatis sotong atau sea ghost akan mengeksekusi program yang telah dibenamkan dalam memorinya, yaitu 0 atau 1. Pilihan yang akan diambil sotong maupun sea ghost adalah kuntit, kemudian hancurkan atau lepaskan.
Seal Carrier Kopaska (photo: targetabloid.com)
Seal Carrier Kopaska (photo: targetabloid.com)
Suatu kebolehjadian, eksekusi yang ingin diambil kantor pusat adalah sekedar menguntit atau bahkan menggertak, seperti kejadian kapal selam kita menyundul kapal selam aggressor. Langkah cerdas ‘menyundul’ ini hanya bisa diambil oleh perwira yang telah memiliki jam menyelam tinggi dan kemampuan berfikir yang matang dalam mensikapi parameter yang diberikan oleh pusat komando.
Untuk misi patroli perairan dangkal, maka saya berpendapat bahwa kemampuan patrol litoral midget akan saling melengkapi dengan kemampuan patroli sotong maupun sea ghost. Terlalu beresiko jika sotong maupun sea ghost menggantikan fungsi midget.
Wahana Infiltrasi Pasukan Khusus
Kegiatan infiltrasi pasukan khusus hanya dapat dilakukan oleh midget dan seal carrier dan tidak dapat dilakukan oleh sotong maupun sea ghost.
Jumlah personel yang dapat diangkut midget dibandingkan dengan seal carrier relative sama, mengingat sekarang kita telah mengakuisisi seal carrier yang dapat membawah lebih dari 6 personel.
Kelebihan midget dibandingkan seal carrier adalah faktor jarak tempuh. Karena dilengkapi dengan mesin penggerak dan baterai yang memiliki kemampuan yang lebih besar dan atau bahan bakar yang lebih banyak dari seal carrier, maka midget dapat mulai diturunkan dari jarak yang cukup jauh dari target misi tersebut.
Seal carrier memiliki radius tempuh terbatas, biasanya ditumpangkan di atas kapal selam berukuran normal atau kapal perang tertentu, kapal selam/kapal perang pengangkut ini, atau lebih sering disebut kapal selam induk/kapal perang induk harus relatif berada dalam jarak yang dekat dengan target misi agar seal carrier dapat mencapai posisi target tanpa kehabisan bahan bakar (beberapa seal carrier mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga gerak).
Sotong
Sotong
Arsenal dalam Misi Penyerangan Pelabuhan.
Midget, seal carrier, sotong dan sea ghost memiliki kapabilitas yang relatif sama dalam menunaikan misi penyerangan pelabuhan, port raid. Misi penyerangan pelabuhan dapat dilakukan dengan melibatkan pasukan khusus atau dapat dilakukan tanpa melibatkan pasukan khusus.
Jika melibatkan pasukan khusus, maka seal carrier dapat memberikan bantuan perlindungan tembakan bagi para anggota pasukan khusus, terlepas kita sudah mengakuisisi varian ini atau belum, sudah tersedia wahana seal carrier yang dilengkapi dengan senapan mesin ringan.
Jika tidak melibatkan pasukan khusus, maka midget dapat lebih memainkan peranan karena jumlah torpedo yang dibawa midget lebih banyak dari jumlah torpedo yang dibawa sotong maupun sea ghost.
Dalam misi port raid yang melibatkan pasukan khusus, seal carrier dapat saling melengkapi dengan midget. Dalam misi port raid yang tidak melibatkan pasukan khusus, midget dapat meniadakan fungsi sotong maupun sea ghost.
Tapi jika parameter nyawa prajurit yang jadi pertimbangan, maka pilihannya jatuh pada sotong dan sea ghost. Kerugian tenggelamnya sotong maupun sea ghost hanya berdampak pada kerugian finansial dan kemungkinan bocornya teknologi kedua wahana tadi (dapat diantisipasi dengan kemampuan self destruct). Jika midget yang tenggelam, maka selain keluarga prajurit kehilangan anggotanya keluarganya, negara kita kehilangan asset berharga dan mahal, belum tentu gampang mencetak prajurit baru dengan kemampuan yang setara. Untuk pertimbangan ini, sotong dan sea ghost dapat meniadakan fungsi midget.
Sea Ghost
Sea Ghost (photo: Laurencius)
Misi Bunuh Diri
Misi ini mutlak hanya dapat dieksekusi dengan baik oleh human torpedo dan sotong. Human torpedo merupakan teknologi usang, teknologi ini ditiadakan dengan hadirnya sotong. Dengan kemampuan yang sama sama mematikan, kerugian sisi manusia dari human torpedo tidak lagi dapat diterima.
Sotong juga dapat meniadakan sea ghost dalam mengeksekusi misi ini, kemampuan menyelam sotong yang jauh lebih baik dari kemampuan menyelam sea ghost merupakan faktor mutlak yang dimiliki sotong.
Wahana Angkut Logistik
Ketika pasukan khusus berhasil disusupkan ke dalam daerah target, suplai material dan tentunya bahan makanan menjadi faktor penting. Bukan saja untuk mempertahankan hidup, tapi juga berfungsi sebagai pendorong moral bagi pasukan khusus.
Atau mengacu pada pengepungan Dunkirk, midget dapat difungsikan sebagai wahana angkut penarikan mundur pasukan. Misi infiltrasi ini hanya dapat dilaksanakan midget karena ruang kargo yang dimilikinya tidak didapati pada wahana sotong maupun sea ghost.
Human Torpedo
Human Torpedo
Unsur Pencegat, Interceptor Kapal Aggressor
Berdasarkan tayangan yang dapat diunduh via youtube, ditampilkan bahwa sea ghost dibebankan tugas sebagai interceptor, pencegat. Sebuah pilihan yang bijak. Kehilangan 10 sea ghost sebagai konsekuensi atas upaya mencegat dan menenggelamkan kapal perang aggressor dapat diterima akal sehat, ketimbang kehilangan yang timbul atas tenggelamnya kapal perang permukaan dalam melakukan misi pencegatan.
Berdasarkan tayangan tersebut, sepertinya sea ghost lebih diposisikan sebagai sebuah kapal perang mini dengan kemampuan serang terbatas yang bergerak berdasarkan panduan pusat komando. Sesudah sea ghost diturunkan, barulah kemudian armada kapal perang atas air maupun bawah air kita bergerak ke lokasi kejadian.
Sotong maupun sea ghost dapat meniadakan fungsi midget dalam misi ini. Karena sotong maupun sea ghost diturunkan setelah kapal aggressor diberi peringatan untuk segera keluar dari wilayak NKRI, jadi unsur dadakan, surprise attack tidak lagi begitu berperan. Ukuran sotong dan sea ghost yang lebih kecil dari midget sekalipun memberikan nilai lebih tersendiri disamping kemampuan stealth tentunya. (ukuran midget aja lebih kecil dari kapal selam berukuran normal).
Lalu manakah yang lebih unggul, kemampuan sotong atau sea ghost ? Hehehe… karena saya bukan operator kedua wahana tadi, agak bingung saya menjawabnya. Salah Mas Narayana sih… nggak paripurna memberikan kisi-kisinya…peace mas…bercanda doang.
Sotong punya kelebihan kemampuan menyelam yang lebih baik. Sea ghost tentunya bebas dari ancaman depth charges tapi rentan atas tembakan senapan mesin maupun rudal. Ampun deh… Untuk menjawab pertanyaan ini, kita kembalikan kepada user…
Penilaian di atas didasari pada :
1. Tidak terjadi penurunan semangat juang dan penurunan loyalitas pada pengawak midget dalam situasi perang.
2. Sotong dan midget diasumsikan dapat secara rutin muncul ke permukaan untuk mengisi ulang baterai tiap wahana.
3. Midget dilengkapi dengan AIP mini seperti layaknya sebuah kapal selam standar.
Tapi satu yang jadi imajinasi saya yang awam ini, penggunaan sotong maupun sea ghost dapat dijadikan sebagai cara menguras cadangan rudal yang dibawa kapal aggressor. Jadi ketika kapal aggressor telah kehabisan rudal pertahanan diri karena telah menenggelamkan 10 atau lebih sea ghost dengan menembakkan rudal-rudal pertahanan dirinya, otomatis mereka jadi sasaran empuk kapal permukaan kita.
Seperti singa yang menerkam banteng yang kelelahan setelah dikeroyok sekumpulan serigala. Ibarat pesawat tempur, flare mereka sudah keburu habis duluan untuk mengantisipasi rudal susulan yang ditembakkan pesawat tempur kita.
Kesimpulannya, midget, seal carrier, sotong dan sea ghost dapat saling melengkapi. Kita harus membangun armada tersendiri dengan kesatuan tugas tersendiri untuk tiap arsenal ini. Tidak ada wahana yang dapat melakukan semua misi, tiap wahana ada sisi plus dan minusnya.
Harga yang murah dalam memproduksi midget, sotong maupun sea ghost ketimbang membuat kapal selam berukuran normal maupun memproduksi kapal perang permukaan merupakan alasan yang tidak dapat dibantahkan untuk memperbanyak jumlah armada midget, sotong maupun sea ghost. Mengutip ucapan Stalin, “jumlah merupakan kekuatan tersendiri”. (by Afiq0110).
»»  READMORE...

Sunday, August 4, 2013

Marinir Siap Kirim Pasukan Ke Ambalat



Dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Korps Marinir TNI AL menyiapkan prajuritnya untuk dikirim ke daerah penugasan di wilayah Ambalat, pulau Sebatik, Kalimantan Timur.

Sebelum berangkat ke daerah penugasan di pulau Sebatik, Kalimantan Timur, Kompi Satgasmar Ambalat XVII dibawah pimpinan Kapten Marinir Ahmad Fauzi melaksanakan aplikasi latihan pratugas di daerah latihan Puslatpurmar-3 Grati, Pasuruan mulai tanggal 15 Juli hingga 4 Agustus 2013.

Sebelum melaksanakan latihan Pra Tugas di Grati, prajurit yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat XV telah menerima pembekalan-pembekalan tentang kondisi geografi dan demografi, pengetahuan keimigrasian, pengetahuan hukum HAM dan Humaniter, pengetahuan hukum laut internasional, situasi keamanan saat ini di daerah perbatasan dan pengetahuan agama, adat istiadat serta bahasa yang dipakai masyarakat pulau Sebatik.


 
Sementra itu Letkol Marinir Agus Gunawan Wibisono selaku perwira pelaksana latihan mengatakan latihan Pra Tugas ini dengan tujuan menyiapkan personel yang tergabung dalam satuan tugas untuk melaksanakan penugasan operasi baik operasi tempur maupun operasi teritorial. 

Materi yang dilatihkan, lanjutnya, dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama diisi dengan pembekalan, tahap kedua diisi materi tehnik dan taktik dan tahap ketiga berupa aplikasi di lapangan, yaitu aplikasi menembak reaksi dengan materi latihan menembak TTO/TTD, menembak pistol, menembak SMB, menembak senjata Daewo, menembak GPMG, menembak Ultimax, menembak SPR, menembak GLM dan menembak malam, kemudian aplikasi Operasi Darat (Opssrat) dengan materi latihan pertahanan, patroli tempur, patroli penyelidik, raid, penyergapan bivak, pertempuran jumpa, penghadangan/anti penghadangan dan Pengepungan Penggeledahan Rumah (Pungdahmah). 

Selain itu juga dilatihkan aplikasi IMMP dengan materi latihan Kompas, Interseksi/Reseksi, peta Topografi, peta Geografi, dan GPS, dan yang terakhir yaitu aplikasi laut dengan materi latihan renang laut, Exersisi perahu karet, motoris, dayung, Longmalap, Sea Survival, Raid Amfibi dan Pendaratan Khusus (Ratsus).

“Satgasmar Ambalat XVII ini disiapkan untuk melaksanakan penugasan selama enam bulan di pulau Sebatik menggantikan Satgasmas Ambalat XVI yang saat ini berada di daerah penugasan,” tegasnya.


Lebih lanjut disampaikan bahwa selama melaksanakan latihan pratugas di Grati, tim dari Mabes TNI dibawah pimpinan Letkol Laut (P) Agus Prabowo melaksanakan peninjauan dan evaluasi latihan Pratugas Ambalat XVII didampingi pejabat dari Sops Pasmar-1 Letkol Mar Nurhidayat dan Letkol Mar Amir Kasman.





Sumber : Kormar
»»  READMORE...

Saturday, July 27, 2013

AL Indonesia Singapura Latihan Bersama Bahaya Ranjau



0
Indonesia sebagai negara kepulauan yang banyak berbatasan dengan negara tetangga, perlu menjalin kerjasama bilateral maupun multilateral khususnya dalam bidang militer agar keamanan kawasan tetap terjaga. Hal ini disebabkan wilayah perairan Indonesia memiliki potensi kerawanan terhadap berbagai bentuk dan jenis ancaman melalui laut. Salah satu ancaman yang paling berbahaya di laut adalah bahaya ranjau, terutama jika terjadi pada jalur-jalur strategis yang berhubungan dengan Alur Pelayaran Internasional.

Salah satu kerja sama bilateral tersebut adalah latihan tentang bahaya ranjau yang digelar antara TNI AL danRepublic of Singapura Navy (RSN) pada tanggal 1 hingga 8 Juli 2013 di Changi Naval Base dan Perairan timur Pulau Bintan dengan sandi Joint Minex 16/2013. 

Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmatim yang mempunyai kemampuan dalam menyelenggarakan peperangan ranjau turut serta dan berperan aktif dalam Latma bilateral Joint Minex 16/2013 ini.

Latihan dibuka oleh Commander Maritime Security Task Force (MSTF) Rear Admiral (RADM) Harris Chan dan dihadiri oleh delegasi angkatan laut Indonesia dan Singapura di Changi Naval Base (CNB).

Latihan Joint Minex 16/2013 ini melibatkan 3 KRI dari TNI AL yaitu KRI Pulau Rengat-711, KRI Pulau Rupat-712 dari Satran Koarmatim dan KRI Pulau Rangsang-727 dari Koarmabar. Sedangkan dari pihak AL Singapura melibatkan 2 kapal perangnya yaitu RSS Bedok (M-105) dan RSS Punggol (M-108).

Joint Minex 16/2013 ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan kerja sama, interoperabilitas serta pemahaman antara TNI AL danRSN khususnya mengenai peperangan ranjau serta pertukaran informasi tentang kemampuan dan perkembangan teknologi dari masing-masing negara sekaligus sebagai wadah untuk menguji doktrin Taktik Peperangan Ranjau (TPR) dan peranjauan serta kemampuan alat utama (Alut), peralatan dan personel Satran Koarmatim dan Koarmabar secara terintegrasi untuk mendapatkan kemampuan peperangan ranjau yang optimal.
Dalam latihan ini peserta latihan mendapatkan cakrawala baru tentang kemampuan dan peralatan peperangan ranjau yang dimiliki oleh masing-masing negara serta kesempatan praktek melaksanakan kerjasama taktis perlawanan ranjau  yang meliputi kegiatan :Exploratory Hunting, Clearance Hunting, Mineshape Recovery (Diving ops) ,  MDC Firing antar dua negara melalui manuver lapangan. 


Sumber : Koarmatim
»»  READMORE...