News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label bppt. Show all posts
Showing posts with label bppt. Show all posts

Tuesday, June 25, 2013

BPPT PRODUKSI 1 SKUADRON PESAWAT MATA-MATA TANPA AWAK KEMENHAN





Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Indonesia memesan pesawat udara nir awak (PUNA) tipe Wulung untuk kebutuhan 1 skuadron.

Pesawat yang bisa digunakan untuk misi mata-mata ini, dibuat oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggandeng PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT LEN Industri (Persero).

PUNA tipe wulung saat ini memasuki tahap sertifikan sebelum proses produksi. Hal ini disampaikan oleh Software Engineer BPPT, Heri Tri M kepada detikFinance, di sela pameran Harteknas di Gedung BPPT Jakarta, Senin (24/6/2013).

"Yang akan diproduksi massal wulung untuk satu skuadron. Itu sedang proses produksi. Karena kita lembaga riset, nggak bisa ikut pengadaan maka kita kerjasama dengan PT DI dan LEN. Mereka yang bertugas untuk pengadaan produksi," ucap Heri.

Pada kesempatan ini, BPPT menampilkan 3 varian PUNA yakni Sriti, Alap-Alap dan Wulung. Untuk varian Wulung, Heri menjelaskan pesawat ini mampu terbang selama 4 jam dengan radius maksimal 130 KM dari pusat peluncuran. Pesawat ini mempunyai fungsi untuk pemantauan atau surveillance.

"Pemetaan udara, untuk pengamatan perbatasan bisa untuk buat pengawasan hutan," tambahnya.


  ● detikFinance  
»»  READMORE...

Saturday, June 22, 2013

PESAWAT TANPA AWAK BERTENAGA LISTRIK SIAP MENGUDARA DI THAMRIN





http://images.detik.com/content/2013/06/21/1036/141231_puna.jpg
 PUNA BPPT
Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan menggelar uji coba terbang pesawat tanpa awak bertenaga listrik. Pesawat karya Insitut Teknologi Bandung (ITB) akan bermanufer di halaman kantor BPPT Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Uji coba tersebut dilakukan pada Senin (24/6/2013) pukul 09.30 WIB. Pesawat dengan nama 'hexarator' ini, mampu terbang tanpa membutuhkan landasan yang panjang layaknya helikopter.

Ketua Pelasana Harian Hari Kebangkitan Tekonologi Nasional (Harteknas) dan juga Asdep Jaringan Penyedia IPTEK Kementrian Ristek Goenawan Wibisono menjelaskan, pesawat ini mampu terbang vertikal sehingga tidak membutuhkan ladasan pacu.

"Ini bisa terbang vertikal dan nggak perlu landasan. Kalau UAV (pesawat tanpa awak karya BPPT) perlu landasan sepanjang 500 meter," ucap Goenawan di kantor BPPT Jakarta, Jumat (21/6/2013).

Pesawat terbang tanpa awak ini, mampu terbang dengan suara senyap karena menggunakan tenaga baterai. Pada acara Harteknas nanti, juga ditampilkan pesawat sejenis dengan nama tricopter dan flying car.

"Hexarotor, tricopter. Memilik banyak fungsi. Ada pakai kamera gimbal (bisa bergerak) dengan jangkauan 200 meter-300 meter. Itu kamera muter dan pakai wireless," tambahnya.

Harteknas kali ini, akan menampilkan pesawat tanpa awak lainnya karya BPPT dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). BPPT akan menampilkan Pesawat Nir Awak (PUNA) tiga varian yaitu Wulung, Alap-Alap dan Sriti. Sedangkan LAPAN siap memajang pesawat tanpa awak (UAV) LCU 02.


  ● detikFinance 

»»  READMORE...

Monday, May 13, 2013

PENINGKATAN PRESTASI UJI TERBANG PUNA SRITI BPPT




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwJ2EN87uVEIx-vFpVspP81iWCLA-BWyVfLmpknO57mizmK5Eh4Zgq4DBnFae3Fd1y70HXfAHQqPOp1bb0dmpp3U_m60dbtuOWkuU9O7EhWphPcMvtqXLGsxMVfJnKzyIWop9T35cINrg/s1600/Mohamad_Dahsyat_dan_PUNA_Sriti.jpg
 PUNA Sriti BPPT
Untuk peningkatan pencapaian target prestasi terbang sistem Pesawat Udara Nir Awak (Puna) Sriti, Tim Puna Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan (PTIPK) TIRBR BPPT telah melakukan pengujian prestasi terbang sistem Puna di lapangan terbang Suparlan, Pusdikpassus TNI AD -  Batujajar, Jawa Barat (25-26/4). Puna Sriti yang diuji tersebut dipersiapkan untuk misi pemantauan (surveilance & recocnation) keperluan militer dalam latihan lapangan SESKO-TNI AD.
 
Puna Sriti sendiri merupakan salah satu sistem Puna BPPT yang dapat diterbangkan menggunakan catapult system dengan cara dilontarkan, sehingga dapat dibawa ke lapangan uji/ operasi tanpa membutuhkan transportasi dan landasan terbang khusus.

Untuk meningkatkan kemampuan terbangnya, Puna Sriti dipasang sistem propulsi tipe dorong dengan engine 2 HP berbahan bakar gasoline. Bahan bakar engine gasoline digunakan untuk memudahkan Puna Sriti dapat dioperasikan diseluruh wilayah tanah air. Pada pengujian high altitude dan ketahanan terbang (endurance) diatas kawasan lapangan Suparlan, berhasil mencapai prestasi terbang hingga 1000 - 5000 ft - ASL dalam lama terbang pengujian 30 – 120 menit.

Dalam rangkaian pengujian tersebut juga dilakukan juga pengujian kehandalan sistem transmisi data dari Puna ke Ground Control Station (GCS). Hasil prestasi terbang sistem Puna Sriti terpantau dari hasil pengiriman dokumentasi data parameter terbang Puna serta gambar foto/ video secarareal time dikirim dari pesawat ke GCS dan dapat diterima dengan baik.

Turut menyaksikan pengujian antara lain perwakilan dari SESKO-TNI AD. Melalui serangkaian kegiatan pengujian Sistem Puna Sriti BPPT, diharapkan kedepan masih perlu dilakukan penyempurnan sistem telemetri melalui modifikasia sistem antena telekomunikasi untuk memperpanjang mencapaian sistem Line of Side (LOS) lebih guna keperluan pengiriman data dan audio visual maupun pengendalian auto takeoff – landing pesawat sesuai misi penerbangan. (Tim PUNA-PTIPK 2013/humas)


  ● BPPT  
»»  READMORE...

Tuesday, April 30, 2013

PUNA Wulung, Pesawat Nirawak Asli Indonesia


Pesawat ini akan memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional.
ddd

Sejak tahun 2004, Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) telah mengembangkan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau tanpa awak.

Di tahun 2013 ini, BPPT mulai menyiapkan program perintis industrialisasi untuk memproduksi PUNA secara massal.

Menurut Kepala BPPT, Marzan A Iskandar, untuk mendukung program PUNA perlu kerja sama antara regulator, industri, dan pengguna.

"BPPT telah berkerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (DI), PT LEN Industri, dan Kementerian Pertahanan (Kemhan)," kata Marzan, saat ditemui di acara MoU kerja sama pengembangan dan Penerapan Teknologi Kedirgantaraan, di BPPT, Jakarta, hari ini.

Ia menjelaskan, BPPT bertindak sebagai pembuat teknologi, sementara PT DI sebagai yang memproduksi, PT LEN Industri bertugas untuk penerapan teknologi sistem kontrol. Sedangkan, Kemhan sebagai penggunanya.

"PUNA terbaru ini diberi nama PUNA BPPT01A-200-PA7 Wulung. Pesawat nirawak ini nantinya memiliki misi militer dalam pengawasan sistem pertahanan dan keamanan nasional," ujar Marzan.

Berbangga

Sementara itu, Andi Alisjahbana, Direktur Teknologi dan pengembangan Rekayasa PT Dirgantara Indonesia mengatakan, kerja sama ini sangat penting untuk kemajuan sistem inovasi nasional.

"Kerja sama ini akan memiliki program kelanjutan. Ke depan kami akan melakukan perluasan di bidang teknologi pertahanan, teknologi dirgantara, dan teknologi energi," kata Andi.

Ia pun menegaskan, PT DI akan selalu siap memproduksi barang-barang yang dibuat berdasarkan penerapan teknologi BPPT, sehingga manfaatnya dapat diperluas kepada masyarakat. "Ini adalah kolaborasi antara peneliti, industri, dan pengguna," ujar Andi.

Respons baik pun diberikan oleh Kemhan terhadap pembuatan PUNA Wulung. Menurut Darlis Pangaribuan, Direktur Teknik Industri Pertahan Kemenhan, selama ini penciptaan teknologi BPPT sangat jarang digunakan oleh Kemhan.

"Pasca ujicoba PUNA Wulung di Bandara Halim Perdana Kusuma pada Oktober tahun 2012, Kemenhan pun tertarik untuk menggunakan pesawat nirawak itu kebutuhan pengawasan oleh TNI," kata Darlis.

Meskipun teknologi PUNA Wulung masih kalah canggih dari pesawat nirawak buatan luar negeri, dia mengatakan, Kemenhan sangat bangga menggunakan produk buatan anak negeri.

"Ini untuk mendukung kemandirian produksi dalam negeri. Kami berharap ke depan, BPPT terus mengembangkan teknologi PUNA Wulung agar dapat digunakan secara maksimal oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Republik Indonesia," kata Darlis.

Sampai akhir tahun, PUNA Wulung akan diproduksi sebanyak tiga unit. "Tahun depan, pesawat ini akan diproduksi lebih banyak lagi, untuk memenuhi permintaan dari Kemhan sebanyak satu skuadron," kata Marzan. 
»»  READMORE...