News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label cyber. Show all posts
Showing posts with label cyber. Show all posts

Tuesday, July 23, 2013

Taiwan, Tempat Para Peretas China Menempa Diri



Headline




Taipei - Taiwan rupanya selama ini menjadi tempat untuk menempa diri dari para peretas China, sebelum mereka menyerang ke negara lebih besar. Benarkah?



Seperti dikutip dari Reuters, menurut seorang peretas di Taiwan, negaranya kini telah menjadi tempat latihan bagi para peretas China yang selama ini selalu dihubungkan dengan sejumlah serangan terhadap AS.

Taiwan dikatakan telah lebih dari 10 tahun menjadi sasaran uji coba peretasan sebelum dieksekusi di negara yang lebih besar.

"Di sini kita telah melihat segalanya; beberapa serangan terjadi, kemudian serangan serupa terjadi di negara lain," ujar Jim Liu, pendiri dari Lucent Sky, perusahaan keamanan internet AS.

Sebelumnya pada Mei 2013, pihak Pentagon menyatakan bahwa China mencoba masuk ke jaringan komputer negara mereka. Kemudian firma Mandiant juga mengklaim bahwa beberapa serangan peretas telah menyerang dan mencuri data dari 100 perusahaan AS. [ikh]

INILAH.COM, 

»»  READMORE...

Saturday, July 13, 2013

Serangan Phising ke Perangkat Apple Meningkat



Headline)

Jakarta - Kaspersky Lab menyatakan bahwa serangan phising ke berbagai perangkat Apple kini terus meningkat.

Kaspersky Lab menganalisis adanya peningkatan tajam kegiatan penjahat cyberyang didesain untuk mencuri ID Apple dan informasi akun pengguna.

Dari Januari 2012 ke Mei 2013, Kaspersky Security Network (KSN) secara rata-rata mendeteksi 200 ribu percobaan untuk mengakses situs phishing setiap harinya.

Ini jauh lebih tinggi dibanding pendeteksian pada 2011, yang rata-rata pendeteksian hanya mencapai 1.000 pendeteksian per hari.

Berdasarkan keterangan resmi pihak Kaspersky, para pakar Kaspersky Lab menemukan bahwa fluktuasi dan peningkatan percobaan phishing seringkali bertepatan dengan kegiatan besar yang digelar oleh Apple.

Sebagai contoh, pada 6 Desember 2012, tak lama setelah pembukaan toko-toko iTunes di India, Turki, Rusia, Afrika Selatan dan 52 negara lain, Kaspersky Lab mendeteksi rekor tertinggi sepanjang sejarah dimana tercatat 900 ribu percobaan phishing yang diarahkan ke situs palsu Apple hanya dalam satu hari.

Metode dari distribusi utama yang digunakan oleh para penjahat cyber untuk mengarahkan pengguna ke situs palsu Apple umumnya menggunakan email phishing yang seakan-akan berasal dari layanan dukungan Apple atau Apple Support dengan nama alias palsu di kolom “Sender”, misalnya services@apple.com.

Email yang diterima biasanya meminta pengguna untuk melakukan verifikasi akun mereka dengan cara mengklik tautan dan memasukkan informasi Apple ID mereka.

Email penipuan ini sangat mirip dan didesain secara profesional sehingga terlihat seperti benar-benar berasal dari Apple, termasuk penggunaan logo Apple dan penggunaan format, warna dan gaya bahasa sama dengan yang digunakan oleh Apple. [ikh]
»»  READMORE...

Monday, July 8, 2013

Iran-Cina Bertekad Perangi Kejahatan Cyber

Menteri Dalam Negeri Republik Islam Iran Mostafa Mohammad Najjar dan Direktur Keamanan Publik Shanghai, Bai Shaokang menekankan perlunya upaya serius untuk melawan kejahatan cyber.

Mohammad Najjar pada Sabtu (6/7) bertemu dengan para pejabat tinggi keamanan Cina di kota Shanghai untuk melakukan pembicaraan konstruktif dan penandatanganan perjanjian antara kedua belah pihak.

Ia menggambarkan keamanan di Iran, Cina dan kawasan sangat signifikan, dan mengatakan bahwa kesepakatan keamanan telah mendesak kerjasama antara kepolisian kedua negara.

"Kerjasama antara kepolisian kedua negara dalam pertukaran informasi dan pengalaman serta kampanye serius terhadap kejahatan cyber adalah salah satu isu yang perlu dipertimbangkan," ujarnya.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, direktur keamanan publik Shanghaimemuji perjanjian keamanan yang ditandatangani antara Iran dan Cina.

Ia mengatakan, mengingat dari satu sisi terdapat pertumbuhan hubungan ekonomi Iran dan Cinadan dari sisi lain muncul kejahatan cyber dalam transaksi bisnis, maka lembaga keamanan dan penegakan hukum kedua negara perlu memiliki kerjasama yang lebih erat.

Mohammad Najjar bersama sebuah delegasi tiba di Cina pada Kamis untuk kunjungan resmi empat hari. (IRIB Indonesia/RA
)
»»  READMORE...

Tuesday, July 2, 2013

MAHASISWA ITB JUARA DUNIA CYBER SECURITY





Temuan Mahasiswa ITB Juara Dunia Cyber SecurityBandung - Firman Azhari, mahasiswa S-2 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, meraih juara dunia Cyber Security di London, Inggris. Ia menciptakan inovasi berupa perangkat lunak yang bisa mendeteksi aman tidaknya kartu pembayaran berteknologi Near Field Communication (NFC).

Lomba tersebut digelar oleh Kaspersky, sebuah industri perangkat lunak yang berpusat di Moskow, Rusia. Industri tersebut fokus pada keamanan sistem teknologi informasi. Menurut dosen pendamping Firman, Suhono Harso Supangkat, final lomba berlangsung 25-27 Juni 2013 di Universitas Royal Holloway, London. "Final diikuti 14 peserta dari 10 negara yang lolos babak penyisihan," ujarnya, Senin, 1 Juli 2013.

Sebelumnya, Firman, 23 tahun, lolos sebagai juara regional Asia Pasifik saat lomba di Singapura pada Maret lalu. Adapun dewan juri babak final berasal dari kalangan industri bidang keamanan informasi dan kalangan universitas, seperti Delft University, Belanda; dan Plymouth University, Inggris.

Firman menemukan perangkat lunak (software) pemeriksa keamanan kartu pembayaran berteknologi NFC. Teknologi itu sangat memudahkan pemilik kartu, karena cukup hanya mendekatkan kartu ke mesin pembaca data (reader) sejarak 2-3 sentimeter lalu proses transaksi selesai.

Temuan Mahasiswa ITB Juara Dunia Cyber Security

Firman Azhari, mahasiswa S-2 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, menjadi juara dunia Cyber Security. Firman menemukan perangkat lunak (software) bernama NFC Inspector. Aplikasi buatan sendiri ini berguna untuk memeriksa keamanan kartu pembayaran berteknologi NFC.

Sejumlah bank, penyedia jasa hiburan, atau pengelola gedung di Indonesia, misalnya, telah memakai kartu berteknologi NFC untuk pembayaran atau akses masuk. Teknologi itu sangat memudahkan pemilik kartu. Cukup mendekatkan kartu ke mesin pembaca data (reader) sejarak 2-3 sentimeter, transaksi pun selesai.

Di balik kemudahan itu, Firman menemukan keamanan sejumlah kartu berteknologi NFC di Indonesia masih lemah. "Pengamanannya masih setengah-setengah, tapi ada juga yang sudah penuh sehingga sulit dibobol," ujarnya kepada Tempo pada Maret lalu. Pelaku yang bisa membobol kartu NFC, kata dia, hanya orang-orang pintar yang melek teknologi.

Sejauh ini, belum terdengar kasus semacam itu di Indonesia. Namun, di sejumlah negara Eropa, seperti Belanda, itu pernah terjadi. "Sekarang Jepang sudah mengamankan kartu-kartu NFC dengan pengamanan tinggi," ujarnya.

Aplikasi dan temuan Firman menjadi semacam alarm bagi keamanan kartu jenis tersebut di Indonesia.

  ● Tempo  

»»  READMORE...