News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label listrik. Show all posts
Showing posts with label listrik. Show all posts

Sunday, July 21, 2013

Klik-iT, Stop Kontak Fleksibel Karya Anak Negeri



Headline


Jakarta - Untuk pertama kali di dunia, anak bangsa Indonesia berhasil menciptakan produk inovatif berupa kabel ekstensi dengan colokan yang bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan.

Konsep dari produk yang diberi nama Klik-iT ini adalah kemudahan dan fleksibilitas penggunaan colokan listrik. Hanya dengan menggunakan satu kabel, colokan listriknya bisa ditempatkan dan dipindahkan ke mana saja sepanjang kabel sesuai kebutuhan tanpa alat bantu, tanpa mengupas dan memotong kabel.

Colokan pun bisa diletakkan dalam posisi apapun seperti menggantung di tembok, didapur, di bawah meja, di ranjang dan posisi sulit lainnya. Cukup taruh, tekan, dan tancap dengan tangan langsung mengalir listriknya.
Konsep tersebut lahir setelah melalui product development selama setahun lebih. Produkini pun selangkah lebih maju dibandingkan kabel roll atau multisoket yang memiliki fungsi sama memberikan soket untuk colokan listrik.
Enrico Limman selaku inovator sekaligus Product Manager Klik-iT mengatakan bahwa produk ini sangatlah berbeda dari kabel roll atau multisocket. Pria bergelar MBA Marketing & Enterpreneurship dari Loyola Marymount University, Los Angeles, AS, itu menyebutkan, Klik-iT tercipta berdasarkan pengalaman pribadi.

"Setelah menikah saya pindah ke hunian baru. Saat ingin menempatkan televisi dan lampu di kamar, saya harus mengikuti letak stop kontak di dinding. Seharusnya ada cara yang lebih fleksibel untuk pasang stop contact,” ujarnya.

Kejadian tersebut kemudian membuat Enrico berfikir pasti banyak sekali orang yang mengalami hal serupa seperti yang ia alami, hingga akhirnya terciptalah Klik-iT.

“Sangat mudah menggunakan Klik-iT. Anda tinggal tarik kabel ke titik Anda membutuhkan listrik. Di titik tersebut pasang stop kontak Klik-iT dengan cara dijepit di kabel dan tekan menggunakan telapak tangan. Sisa kabelnya lalu tarik kembali ke titik berikutnya lalu pasang Klik-iT. Begitu seterusnya. Bila colokan ingin dipindah, cabut stop kontaknya lalu pasang di tempat baru yang Anda inginkan,” jelasnya.

Mengenai keamanan, produk itu telah lulus uji lembaga independen dari kalangan akademisi yakni laboratorium Teknik Elektro Universitas Indonesia.
Selain itu, material yang digunakan Klik-iT sudah melalui proses quality control dan terjamin kualitasnya. Kabelnya sudah SNI dan pabriknya sudah berstandar ISO.

"Agar tak dipandang sebelah mata gara-gara ini produk dalam negeri, saya memberikan garansi selama enam bulan sebagai bukti kualitas produk,” tambahnya.

Saat ini, produk inovatif karya anak negeri tersebut sudah tersedia di toko listrik, Ace Hardware, Mitra10, Superhome, Rumahkita, dan supermarket bahan bangunan lain.

INILAH.COM, 
»»  READMORE...

Saturday, May 18, 2013

BPPT KEMBANGKAN PEMBANGKIT LISTRIK ENERGI ANGIN


JAKARTA – Tingginya pertumbuhan penduduk dan perekonomian di Indonesia, membuat kebutuhan terhadap energi listrik meningkat cukup pesat.

Pada 2030 diprediksi pemakaian listrik sebesar 22,5%, batubara 15,6%, dan gas bumi 8%. Sedangkan peranan bahan bakar minyak masih cukup besar, yaitu lebih dari 35,6% terhadap kebutuhan energi final nasional.

“Di sisi lain, cadangan energi fosil makin menipis. Khususnya laju produksi minyak bumi nasional yang semakin menurun, tidak mampu mengejar laju kebutuhan. Hal itu membuat Indonesia saat ini beralih dari negara pengekspor menjadi negara pengimpor minyak,” kata Marzan A. Iskanda, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), di Jakarta, Selasa (14/5).

Dia mengatakan konsumsi BBM pada 2030 diperkirakan mencapai tiga kali lipat dari konsumsi saat ini. Oleh sebab itu pengembangan energi dari sumber energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi sangat urgen untuk ditingkatkan.

Menurut dia, bila pada 2030 tak ada perubahan pola kebijakan subsidi, maka subsidi untuk minyak akan mencapai Rp3.000 triliun.

Marzan menuturkan Indonesia memiliki potensi sumber daya EBT yang cukup menjanjikan. Salah satunya mengoptimalkan pembangkit listrik dnegan menggunakan energi angin, yang cenderung lebih ramah lingkungan dan rendah karbon.

“Pemanfaatan energi angin ini perlu ditingkatkan. Dari 160 titik yang terukur kecepatan anginnya, diperkirakan 35-40 titik di Indonesia punya potensi kecepatan angin rata-rata per tahun di atas 5 meter per detik,” ujarnya di sela MoU antara WHyGen dan beberapa mitra dalam rangkaian kegiatan WHyPGen Project Board Meeting.

Untuk itu, katanya, BPPT melalui Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP), menjalankan proyek Wind Hybrid Power Generation (WHyPGen) Market Development Intiatives.

Proyek hibah yang didanai oleh Global Environmental Facility (GEF) tersebut, tujuannya mendorong komersialisasi pembangkit listrik hibrid on-grid berbasis energi angin.

Hibrid dapat diimplementasikan antara pembangkit listrik tenaga angin atau bayu dengan diesel, mikrhidro, surya, biomas, ataupun EBT lainnya.

Dalam menjalankan proyek WHyPGen ini, lanjutnya, BPPT bermitra dengan institusi lain, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Keuangan, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), dan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia.

Dia menjelaskan target utama proyek WHyPGen yang berlangsung tiga tahun (2012-2015) ini, adalah pembangkit listrik berbasis energi listrik, berbasis teknologi WHyPGen sebesar 18,115 GWh, setara dengan pengurangan emisi CO2 sebesar 16.050 metric ton dari aplikasi terpasang 9,4 Megawatt (MW).

Saat ini, ujarnya, WHyPGen telah memetakan potensi energi angin di 8 lokasi yang terdapat di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan Bali. NTT, lanjutnua, memiliki potensi angin yang cukup bagus dengan kapasitas 50 MW, dan Banten 100 MW.

Diharapkan kegiatan WHyPGen dapat meningkatkan pemanfaatan energi angin, yang sekarang masih lambat.

“Pembangkit listrik bertenaga angin yang baru dimanfaatkan, hanya 2 MW,” ungkapnya. (Kabar24/aw)

»»  READMORE...