News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sunday, June 16, 2013

PT PAL Bangun Kapal Cepat Rudal Ketiga




12 Juni 2013, Surabaya: Kami bersyukur pembangunan kapal tunda yang kedua dan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 M ketiga dapat dilaksanakan di PT. PAL Indonesia yang mana merupakan Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS), sehingga pada proses pengadaan dan pemeliharaan selanjutnya akan lebih mudah lagi bagi TNI AL serta dapat memberikan alternatif solusi untuk mengurangi ketergantungan kita pada Negara lain. Demikian dikatakan oleh Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Sru Handayanto, di saat menyampaikan sambutannya pada peluncuran kapal tunda – 2 dan peletakan lunas KCR 60 M ke – 3 di galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya. Rabu (12/6).

Dalam acara peluncuran kapal tunda kedua dengan kode produksi M 277 merupakan simbolisasi formal akan selesainya pekerjaan, dan peletakan lunas (Keel Laying) KCR 60 M ketiga dengan kode produksi W 275 yang merupakan simbolisasi formal dimulainya proses pembuatan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jenis Kapal Cepat Rudal 60 M ketiga.

Kapal Tunda – 2 memiliki data antara lain Loa 29.00 M, Laa 26.50 M, lebar kapal 10 M, tinggi geladak 5 M, Sarat air 3.30 M, kecepatan kapal 12 Knot (MCR), Klasifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Bollard Pull 30 ton, Towing Hook 40 ton, Kapasitas akomodasi 10 orang, main engine : Nigata 6L22HX (2 x 1200 HP), Propeller : 2 (Steerable Rudder Propeller) Main Generator : 2 x 125 kW, 50 Hz, 3 phase.


Sedangkan untuk KCR 60 M ke – 3 memiliki data sebagai berikut panjang keseluruhan 60 M, Lebar 8,10 M, tinggi geladak 4,85 M, sarat air 2,60 M, displacement (full Load) 460 ton, kecepatan maximal/ jelajah 28/20 knot, main engine 2x3860 HP, range at 20 kn (cruise) 2400 N mile, endurance 5 hari, jumlah ABK 55 orang. Stabilitas kapal memenuhi criteria standard IMO A (749), bentuk siluet kapal dirancang untuk meminimalkan Radar Cross Section (RSC) dan kapal memiliki kemampuan tempur pada sea state 4 dan bernavigasi pada Sea State 6.

Selain memiliki data tersebut di atas kapal jenis KCR 60 M ini memiliki kemampuan Anti Air Warfare (AAW), Anti Surface Warfare (ASW), Electonic Warfare (EW) dan Naval Gun Fire Support (NGFS) serta memiliki fungsi tambahan sebagai pengintai, Search And Rescue (SAR), lawan infiltrasi, operasi bakti TNI.

Kegiatan yang berlangsung di PT PAL Indonesia ini dihadiri oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M. Hum, Kadismatal, Kadisadal dan Komandan Satgas, serta Dirut PT PAL Ir. M. Firmansyah Arifin, M.M dan para pejabat teras PT PAL lainnya.

Sumber: Dispenarmatim
»»  READMORE...

INDONESIA SIAPKAN DANA RP. 15 TRILIUN UNTUK PENGEMBANGAN IFX





Dibutuhkan setidaknya dana mencapai US$ 8 miliar atau setara Rp 78,4 triliun untuk menghasilkan prototype jet tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) yang tersertifikasi dan siap produksi.

Jet tempur ini, merupakan program kerjasama antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan. Sementara, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan mengalokasikan anggaran mencapai US$ 1,8 miliar atau senilai Rp 15,68 triliun. Alokasi ini, setara 20% dari dari keseluruhan biaya pengembangan jet tempur KFX/IFX.

"Kita join, totalnya US$ 8 miliar. Porsinya 20% ditanggung Indonesia dan 80% ditanggung Korsel," ucap Manager Komunikasi PT Dirgantara Indonesia (Persero) Sonny S Ibrahim kepada detikFinance, Jumat (14/6/2013).

Sementara 80% atau setara US$ 6,2 miliar untuk biaya pengembangan ditanggung oleh Korea Selatan. Saat ini, proses pengembangan jet tempur KFX IFX masuk ke tahap II yakni enjineering manufacturing development. Setelah proses ini, baru dilanjutkan pada tahap ke II yakni produksi dan pemeliharaan.

"Enjineering manufacurting development. Mulai detail desain, persipan produksi, pengerjaan 6-8 prototyping, testing dan sertifikasi. Itu butuh 8 tahun," tambahnya.

Sonny menerangkan, saat diproduksi di tahun 2020, untuk pembuatan struktur pesawat KFX/IFX dibuat di markas Dirgantara Indonesia di Bandung Jawa Barat. Sementara proses pemasangan peralatan elektronik pesawat, khusus KFX dilakukan di Korea Selatan. Semantara IFX tetap diproduksi di Indonesia.

"Maunya produksi struktur (jet KFX/IFX) dibikin di kita, struktur untuk Indonesia dan Korea. Elektronika di assembly line dibuat di Korea," tegasnya.

Sebelumnya, tim dari Indonesia yang terdiri dari Balitbang Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, PTDI dan Institut Teknologi Bandung (ITB) terbang ke Korea Selatan untuk perencanaan KFX/IFX tahap pertama. Program ini, telah dilaksanakan selama 18 bulan dan berakhir bulan Desember 2012 lalu.

Pada tahap ini, telah dihasilkan 2 konsep jet tempur IFX. Jet tempur ini merupakan pesawat generasi 4,5. Pesawat ini lebih canggih dari jet tempur F-16 namun masih di bawah F-35.

   detik  

»»  READMORE...

PTDI LANJUTKAN PENGEMBANGAN JET TEMPUR MADE IN BANDUNG



PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melanjutkan pengembangan jet tempur hasil kerjasama dengan Kementerian Pertahanan Korea Selatan. Pengembangan jet tempur bernama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) ini sebelumnya sempat terhenti sementara.

Dalam rencana ini, PTDI tengah membangun fasilitas enjineering untuk jet tempur KFX/IFX di pabriknya yang terletak di Bandung, Jawa Barat.

"Saat ini PTDI sedang mempersiapkan diri memasuki tahap kedua, yaitu Engineering Manufacturing Development pengembangan pesawat tempur IFX/KFX, karena dari 72 teknologi baru yang diterapkan masih 30 item yang harus disiapkan," ucap keterangan pers Dirgantara Indonesia seperti dikutip detikFinance, Jumat (14/6/2013).

Sebelumnya, tim dari Indonesia yang terdiri dari Balitbang Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dirgantara Indonesia dan Institut Teknologi Bandung terbang ke Korea Selatan untuk perencanaan KFX/IFX tahap pertama yakni masuk fase pengembangan teknologi. Program ini, telah dilaksanakan selama 18 bulan dan berakhir bulan Desember 2012 lalu.

"Program ini merupakan program jangka panjang yang menuntut kontinuitas pelaksanaannya. Melihat penyelesaian pesawat pada tahun 2020-an maka siapapun pemegang kekuasaan Pemerintahan di Indonesia harus memiliki komitmen untuk melanjutkan program ini," tambahnya.

Nantinya untuk versi Indonesia, Dirgantara Indonesia akan memproduksi tipe IFX. Jet tempur ini merupakan pesawat generasi 4,5. Pesawat ini lebih canggih dari jet tempur F-16 namun masih di bawah F-35.

   detik  
»»  READMORE...

10 Tank tempur kelas berat terbaik di dunia



Tank kelas berat identik dengan bobot yang berat, meriam yang besar dan daya hancur yang tinggi. Dalam pertempuran, tank ini memegang peran besar untuk menyerang atau bertahan. Ini dia 10 tank terbaik di dunia.

1. Leopard 2A6
Tank Leopard 2A6
Tank Leopard 2A6
Ini tank buatan Jerman yang sekarang ramai menjadi perdebatan di tanah air. Situs www.military-today.com dan beberapa situs militer lainnya sepakat menobatkan tank ini sebagai salah satu tank kelas berat terbaik di dunia. Tank Leopard 2A6 dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Bobotnya 62 ton, dipersenjatai dengan meriam kaliber 120 mm dan dua senapan mesin 7,6 mm. Mampu mendaki hingga kemiringan 60 derajat dan melaju hingga 72 km. Tank ini juga memiliki daya jelajah 550 Km. Jerman, Kanada, Yunani, Belanda, Portugis dan Spanyol menggunakan tank ini sebagai andalan.

2. Challenger 2
Tank Challenger 2
Tank Challenger 2
Panser dan Tank buatan Inggris dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Begitu pula dengan Tank Kelas Berat Challenger 2. Tank ini memiliki proteksi yang sangat baik dalam menahan gempuran musuh. Challenger 2 dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Tank ini memiliki berat 62,5 ton. Dipersenjatai meriam kaliber 120 mm yang efektif digunakan pada jarak 3.000 meter, namun mampu mencapai jarak 5.000 meter. Daya jelajah 450 km, dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.

3. MIA2 Abrams
Tank MIA2 Abrams
Tank MIA2 Abrams
MIA2 Abrams! Ini tank andalan Amerika Serikat untuk melibas musuh-musuhnya di seluruh dunia. Baju besinya dilapisi uranium, sementara lapisan dalam tank dilapisi Kevlar untuk menjamin keselamatan kru tank. MIA2 Abrams dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Senjatanya mengandalkan meriam M256 120mm. Mampu menghancurkan tank lain dalam radius 4 Km. Tiga senapan mesin menambah seram tank berbobot 62,5 ton ini. MIA2 Abrams memiliki daya jelajah 400 km dan kecepatan maksimun 67 Km.

4. K2 Black Panther
Tank K2 Black Panther
Tank K2 Black Panther
K2 Black Panther diharapkan untuk menggantikan seluruh tank K1 Korea Selatan. Disebut-sebut inilah tank paling mahal saat ini. Mengusung perlindungan seperti M1A2 Abrams milik Amerika Serikat, namun dengan bobot yang lebih ringan, hanya 55 ton. Tank K2 dioperasikan 3 awak. Senjatanya meriam kaliber 120 mm, dengan dua senapan mesin. Daya jelajah 430 km, dengan kecepatan maksimum 70 km/jam. K2 akan membuat Kavaleri Korea Utara berfikir dua kali sebelum bertempur head to head dengan tank ini.


5. T-90 Rusia
Tank T-90
Tank T-90
Tank T-90 menjadi andalan Rusia di era pasca Perang Dingin. Tank ini merupakan pengembangan dari Tank T-72 semasa perang dingin. Tank T-90 dioperasikan 3 awak dengan berat 46,5 ton. Senjatanya meriam kaliber 125 mm, dan dua senapan mesin. Daya jelajah 550 km dengan kecepatan maksimum 60 km/jam. Ada beberapa varian Tank T-90, selain digunakan untuk pertempuran, Rusia juga membuat varian penyampu ranjau dan keperluan zeni konstruksi. India membeli lisensi dari Rusia untuk membuat tank kelas beratnya sendiri, Bhisma. Rusia kini sedang mengembangkan T-95, sebuah monster kelas berat berlapis baja yang lebih canggih.

6. Merkava Mk IV
Tank Merkava Mk IV
Tank Merkava Mk IV
Bobot tank produksi Israel ini mencapai 65 ton. Paling berat di antara sesama tank kelas berat. Tank Merkava Mk IV mulai digunakan tentara Israel sejak tahun 2004. www.military-today.com menobatkan Merkava sebagai tank yang memiliki proteksi paling kuat terhadap serangan saat ini. Tidak hanya di bagian atas tank, bagian bawah pun dilapisi baja cukup tebal untuk menahan ledakan ranjau darat. Wajar saja, Israel selalu waspada terhadap serangan lawannya dari jazirah Arab. Tank Merkava Mk IV dioperasikan 4 awak. Senjatanya meriam kaliber 120 mm, mortir 60 mm, satu senapan mesin 12,7 mm dan dua senapan mesin 7,6 mm. Daya jelajah 500 km dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.

7. Tipe 99 China
Tank Tipe 99 China
Tank Tipe 99 China
Tidak puas dengan Tank Tipe 90, China mengembangkannya menjadi Tank Tipe 99. Tank Tipe 99 masuk dinas militer tahun 2001. Tank Tipe 90 memiliki perlindungan 1.000-1 200 mm. Cukup tebal untuk menahan gempuran dalam pertempuran antar tank kelas berat. Bobotnya 54 ton dan dioperasikan 4 awak. Untuk senjata, China berkolaborasi dengan Rusia. Tank Tipe 90 dilengkapi meriam kaliber 125 mm dan cocok digunakan dengan misil 9K119 Refleks yang dikenal sebagai pembuhun tank kelas berat. Tank ini memiliki daya jelajah 600 km, dengan tanki tambahan. Kecepatan maksimum 60 km/jam di jalan offroad dan 80 km di jalan raya. Cukup ngebut untuk ukuran tank kelas berat.

8. KIA1
Tank KIA1
Tank KIA1
Ancaman peperangan dengan Korea Utara membuat Korea Selatan serius membangun angkatan perangnya. Salah satu andalan KRL untuk tank kelas berat adalah KIAI. Tank KIAI mulai beroperasi di AD Korsel sejak tahun 2001. Tank berbobot 54,5 ton ini, dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Untuk persenjataan dan teknologi, KIAI tidak jauh berbeda dari Tank M1A1 Abrams milik Amerika Serikat yang merupakan sekutu mesra Korsel. Tank ini mengusung meriam kaliber 120 mm dan dua senapan mesin. Komandan Tank mengoperasikan senapan mesin 12,7 mm dan penembak mengurusi senapan mesin 7,62 mm. Tank ini memiliki daya jelajah 500 km dan kecepatan maksimum 65 km/jam.

9. Tipe 90 Jepang
Tank Tipe 90 Jepang
Tank Tipe 90 Jepang
Tank ini merupakan salah satu andalan pasukan bela diri Jepang dan mulai digunakan sejak tahun 1992. Tank ini dioperasikan 3 awak. Beratnya 50,2 ton, dan dipersenjatai meriam kaliber 120 mm dengan kapasitas 40 peluru serta senapan mesin kaliber 12,7 mm, atau 7,62-mm. Tank Tipe 90 memiliki daya jelajah 400 km, dan kecepatan maksimum 70 km/jam. Mesinnya menggunakan Mitsubishi 10ZG Disel yang mampu menghasilkan 1.500 tenaga kuda. Rencananya, secara perlahan Jepang akan mengganti Tipe 90 ini dengan tank TK-X yang lebih ringan namun memiliki sejumlah keunggulan manuver dan proteksi.

10. Leclerc
Tank Leclerc
Tank Leclerc
Tank Leclerc diproduksi GIAT Industries di Perancis. Menurut situs www.military-today.com, pertama kali prototipenya dibuat tahun 1989. Kemudian mulai masuk dinas militer Perancis tahun 1992. Selain Perancis, Arab Saudi juga memiliki ratusan tank ini. Bobotnya 56 ton dan dioperasikan 3 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan, penembak dan pengemudi. Untuk senjata, Leclerc diperkuat meriam 120 mm dan senapan mesin kaliber 12,7 mm, atau 7,62-mm. Daya jelajah mencapai 650 km dengan tanki cadangan, 550 km tanpa tanki cadangan, Kecepatan maksimum 72 km/jam. Tank Leclerc menggunakan mesin disel turbo VD V8X-1500 berkekuatan 1.500 tenaga kuda. Lapisan perlindungannya terdiri dari baja, keramik and Kevlar. Salah satu keunggulannya mudah diperbaiki jika terkena tembakan.
»»  READMORE...

Saturday, June 15, 2013

MALAYSIA INDONESIA BERPACU MEMBUAT PESAWAT TEMPUR








Perancis tawarkan pembuatan pabrik jet tempur rafale di Malaysia (photo by Dassault Aviation)
Perancis tawarkan pembuatan pabrik jet tempur rafale di Malaysia


Perancis menawarkan pembuatan pesawat tempur Rafale di Malaysia, jika negara Jiran itu mau memilih Rafale sebagai pesawat tempur baru mereka. “Kami mempertimbangkan jalur perakitan di Malaysia”, ujar pimpinan eksekutif Dassault Aviation , Eric Trappier, saat diwawancarai lewat telepon dalam ajang Langkawi Air Show, Malaysia.


Saat ini Malaysia sedang mencari 18 pesawat tempur untuk menggantikan Mig 29 Rusia, dengan tiga alternatif:  Eurofighter, F-18  dan  Gripen,  produksi Saab Swedia.


Malaysia memiliki beberapa perusahaan terkait industri dirgantara. Antara lain CTRM, Composites Technology Research Malaysia. CTRM merupakan suplier beberapa komponen untuk sayap pesawat Airbus A320 Series. Sekitar 20 persen wing surface dari Airbus A320 merupakan produksi CTRM. Produk mereka untuk A320 antara lain: Moveable fairing, over wing panels, a320 spoilers, under wing, a320 fix fairing dan beberapa lainnya. CTRM juga penyuplai beberapa composites aero structures untuk pesawat Airbus A380, serta Airbus A400M Militer.


Malaysia juga memiliki industri dirgantara SME Aerospace, yang membuat sejumlah komponen kecil untuk pesawat: Airbus A330/A340, Airbus A320, Boeing B777, Eurocopter EADS, Avro RJ/RJX dan BAE Hawk. Untuk urusan Maintenance, Repair & Overhaul (MRO), Malaysia memiliki AIROD yang telah menggarap berbagai jenis pesawat dan helikopter.


Tawaran Perancis yang akan membuat perakitan pesawat tempur Rafale di Malaysia, untuk mendorong Malaysia mampu menciptakan industri penerbangan sendiri dikemudian hari.


Langkah Dassault Aviation ini membuat pemerintah Malaysia tertarik dengan pesawat tempur Rafale.  ”Malaysia tertarik mendorong industri dalam negeri mereka, untuk terlibat dalam pembuatan pesawat”, ujar pimpinan eksekutif Dassault Aviation, Eric Trappier. Menurut Erick, mereka sangat mendukung keinginan Malaysia, jika pesawat Rafale dipilih Malaysia sebagai pesawat baru mereka. Dan saat ini, Dassault telah menandatangani kontrak dengan perusahaan CTRM, Zetro Aerospace dan SaputraMalaysia, untuk kerjasama pembuatan komponen pesawat.


Dari tiga jenis pesawat yang hendak dibeli Malaysia, kandidat terkuat tinggal dua yakni: Eurofighter Typhoon dan Dassault Rafale. Namun,dalam ujicoba yang dilakukan Malaysia, Eurofighter Typhoon dianggap lemah dalam operasi serangan darat dan kemampuan radar, meski memiliki daya tahan yang tinggi. Tampaknya Malaysia akan memiih Rafale, sekaligus untuk menghidupkan keinginan Malaysia membuat pesawat tempur.


Pesawat tempur multi-role Rafale bergabung dengan militer Perancis tahun 2001 dan mampu menjalankan misi: serangan darat, serangan laut, intai tempur, misi serangan nuklir dan intersepsi udara. Saat ini Perancis sedang berjuang menemukan pembeli asing pertama yang mau membeli pesawat tempur mereka, yang dibangun dengan biaya puluhan miliar euro.


Menurut Dassault Aviation, India telah memilih Rafale untuk pengadaan (sebagian besar) 126 pesawat tempur baru dan Perancis bersedia membangun pesawat itu di India, jika kontrak final jadi ditandatangani tahun ini.


Jet Tempur Rafale Perancis (photo by Andrew Dro)
Jet Tempur Rafale Perancis

Bagaimana dengan Indonesia ?


Wakil Menteri Pertahanan, Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsuddien, Kamis 13 Juni 2013, menyatakan program pesawat tempur IFX/KFX yang sudah berjalan 18 bulan dan melibatkan seluruh komponen bangsa, harus terus berjalan secara berkelanjutan.


Pemerintah dan Komisi I DPR melakukan Rapat Dengar Pendapat di kantor PT DI, Bandung, khusus membahas kelanjutan proyek pesawat tempur Indonesia-Korea Selatan. Kementerian Pertahanan akan menggandeng Defense Industry Cooperation Committe (DICC) dalam pembuatan jet tempur Indonesia.


Menurut Sjafrie, program pesawat tempur PT DI bekerjasama dengan pemerintah Korea Selatan, harus selesai pada tahun 2020, sehingga siapapun yang menjadi presiden akan datang, harus memiliki komitmen melanjutkan program ini. Saat ini, PT DI sedang mempersiapkan diri masuk dalam tahap kedua, yaitu Engineering Manufacturing Development, pengembangan pesawat tempur IFX/KFX. Dari 72 teknologi, masih ada 30 item yang harus disiapkan oleh PT DI.


“Program pesawat tempur IFX/KFX adalah program nasional demi kepentingan bangsa dan Negara. Oleh karena itu kita harus mewujudkannya demi kemandian bangsa dalam membangun kekuatan pertahanannya,” tutur Sjafrie Sjamsuddien,


Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin, menyatakan DPR sejalan dengan pemerintah untuk melanjutkan program ini, siapapun kekuatan politik di masa depan yang memimpin negara Indonesia.


Disain Jet Tempur KFX / IFX, Korea Selatan - Indonesia
Disain KF / IF-X, Korea Selatan – Indonesia

KKIP


Dalam kesempatan dan waktu terpisah, Sidang Kesembilan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) juga membahas agenda perkembangan alih teknologi kapal selam dan perkembangan program pesawat jet tempur KF-X/IF-X.


KKIP sedang menyusun agenda pembangunan infrastruktur pembuatan kapal selam di Surabaya melalui PT PAL dan pesawat jet tempur di Bandung melalui PT DI.  Ditargetkan, paling lambat dalam dua hingga tahun ke depan, Indonesia telah memiliki infrastruktur industri pembuatan kapal selam dan pesawat jet tempur berteknologi canggih, di atas pesawat tempur sekelas Sukhoi dan F-16.


Menurut Menteri Pertahanan sekaligus Ketua KKIP, Purnomo Yusgiantoro, pembangunan infrastruktur kapal selam dan jet tempur akan dijadikan sebagai program nasional. Payung hukumnya sedang dipersiapkan, agar tidak menemui hambatan.

“Butuh dukungan parlemen, karena program ini pasti akan melalui lintas parlemen. Dibutuhkan payung hukum agar menjadi proyek nasional,” ujar Purnomo.

Pembangun infrastruktur pembuatan kapal selam, akan bekerja sama secara khusus dengan Korea Selatan dan dimulai dari kesepakatan lisensi,engineering manufacturing development, hingga prototipe.


Model Kapal Selam Changbogo
Model Kapal Selam Changbogo

Saat ini kedua pihak telah sampai pada tahap teknologi desain. Dua tahun ke depan ditargetkan akan mencapai tahap engineering manufacturing development dan prototipe. 

“Dari sisi teknis, kita juga sudah kirim 52 ahli untuk belajar teknologi design,” lanjut Purnomo Yusgiantoro, usai Sidang Kesembilan KKIP bertajuk “Membangun Sinergitas Menuju Kemandirian Industri Pertahanan”, Selasa (11/6).


Sidang Kesembilan KKIP ini dipimpin langsung Menhan Purnomo Yusgiantoro selaku Ketua Harian KKIP, didampingi Wamenhan Sjafrie Syamsoeddin sebagai Sekretaris. Pembahasan juga dihadiri Ses Menristek, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemperin, Deputi II Kementerian BUMN, serta Kasum TNI dan Asrena Kapolri.

Kita tunggu saja, pesawat tempur siapa yang akan mengudara duluan.







Sumber : JKGR
»»  READMORE...

PENAMPAKAN CALON JET JEMPUR MADE IN BANDUNG





Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali melanjutkan pengembangan jet tempur hasil kerjasama antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan.

Pada pengembangan tahap I telah dihasilkan 2 konsep jet tempur yang siap dikembangkan untuk tahap selanjutnya.

Berikut ini adalah 2 gambar konsep jet tempur karya putra-putri Indonesia yang diberi nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Tampak ada sedikit perbedaan di ekor pesawat di antara dua konsep tersebut.

Manager Komunikasi Dirgantara Indonesia Sonny S Ibrahim menjelaskan, technology development atau pengembangan teknologi yang berada di tahap I telah tuntas dilakukan. Pada tahap ini dihasilkan dua model.

Pada tahap berikutnya, hanya dipilih salah satu model yang akan dikembangkan untuk kemudian bisa diproduksi secara massal.

"Kalau programnya jalan lagi hanya dipilih satu model saja, sebab satu model juga sudah besar biaya dan resources yang akan digunakan," ucap Sonny kepada detikFinance, Jumat (14/6/2013).

Sebelumnya, tim dari Indonesia yang terdiri dari Balitbang Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, PTDI dan Institut Teknologi Bandung (ITB) terbang ke Korea Selatan untuk perencanaan KFX/IFX tahap pertama.

Program ini, telah dilaksanakan selama 18 bulan dan berakhir bulan Desember 2012 lalu. Nantinya untuk versi Indonesia, PTDI akan memproduksi tipe IFX.

Jet tempur ini merupakan pesawat generasi 4,5. Pesawat ini lebih canggih dari jet tempur F-16 namun masih di bawah F-35.

   detik  

»»  READMORE...

PESAWAT TERCANGGIH PTDI CN 295 LAKU DIBELI FILIPINA



Jakarta : Usai menggelar road show keenam negara ASEAN, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengaku minat dari negara tetangga Indonesia tersebut pada produk terbaru pesawat perusahaan masih cukup tinggi.

Filipina merupakan salah satu negara berpotensi besar memesan pesawat dari perusahaan.

Direktur Umum dan SDM PT Dirgantara Indonesia, Sukatwikanto mengatakan selain dari Filipina, perusahaan juga tengah mempersiapkan sejumlah dokumen teknikal terkait ketertarikan Thailand dan Vietnam pada produk pesawat Indonesia.

"Kami sedang melakukan pengiriman dokumen-dokumen teknikal karena kan sebelum deal kontrak itu biasanya harus ada verifikasi dokumen teknik," ujarnya usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Untuk kepastian kontrak pembelian pesawat PTDI dengan Filipina sendiri, dia mengatakan kini tengah dalam proses finalisasi dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. "Mudah-mudahan dapat kontrak dalam waktu dekat. Kita sedang memfinalisasi dengan Filipina," lanjutnya.

Dalam Roadshow ke enam negara pada Mei lalu, PTDI menawarkan tiga jenis pesawat yaitu CN 212, CN 235, dan pesawat terbaru buatan Spanyol CN 295. Namun untuk target penjualanya sendiri, perusahaan mengaku masih enggan menjelaskan secara detail.

"Tapi yang harus dibanggakan, semua negara ASEAN mendukung produk dari PTDI padahal produk CN 295 bisa diproduksi dari spanyol. Tetapi mereka ingin produksi dari PTDI dan kami punya keyakinan mampu memproduksi secara full," katanya.

Selain itu Sukatwikanto juga mengatakan bahwa PT DI kini tengah melakukan regenerasi dengan merekrut karyawan dari tingkat sarjana dan Sekolah Teknik Mesin (STM). "Untuk yang dari sarjana itu hampir 300 orang dan STM 400 orang tahun ini. Kami sedang regenerasi SDM besar-besaran," tandasnya.(Shd)

»»  READMORE...

New Mini-ITX Motherboard from Kontron Sets New Performance Benchmark for Thermal Design-Restricted, Embedded High-End Applications



Kontron announced today the new embedded Mini-ITX motherboard KTQ87/mITX based on 4th generation Intel Core i7/i5/i3 processors and the Intel Embedded Q87 chipset. The new motherboard offers engineers leading-edge embedded processing performance as well as up to 4K graphics in a compact ATX-compliant footprint.
It provides a 35% increase in graphics performance compared to its predecessors and a higher floating-point performance as well as improved data en- and decryption while the thermal footprint has practically remained the same. With these improvements and with the long-term availability as well as the high-quality design, the Kontron KTQ87/mITX sets a new benchmark for all mid-range to high-performance embedded applications in markets such as industrial automation, medical, gaming and digital signage.
With the Mini-ITX form factor engineers can immediately launch into developing system designs based on the broad, ATX-compliant ecosystem. By making a Mini-ITX board available parallel to the processor launch, Kontron enables simultaneous engineering and roll-out along the entire value creation chain from chip vendor up to original equipment manufacturers (OEMs).
Building a design on a seven year long-term available embedded motherboard ensures that OEM installations will always have the same function and functionality which dramatically simplifies updates and after sales service. The high-quality design of the Kontron embedded motherboards with features such as solid capacitors (POSCAP) additionally improves application reliability and availability in the field - even in the harshest of environments. In addition, the embedded feature set contributes to enabling the long-term availability of applications in all the various embedded and intelligent system markets up to cyber physical systems.
The feature set in detail
The Kontron embedded Mini-ITX motherboard KTQ87/mITX is based on the Intel Q87 Express chipset and supports up to 16 gigabytes of DDR3 RAM. It can be equipped either with dual-core or quad-core 4th generation Intel Core i3/i5/i7 processors with up to 3.1 GHz (3.9 GHz for Turbo Boost). For application-specific extension cards it offers one PCI Express Gen 3.0 slot as well as one Mini-PCIe.
Further peripherals can be connected via four SuperSpeed USB (USB 3.0) and ten USB 2.0 ports as well as the Kontron- specific embedded feature connector which executes up to 160 GPIO, analog-to-digital converter (ADC) and digital-to-analog converter (DAC) minimizing the BOM and design-in efforts for individual I/O functionality.
Complementary, Kontron offers the KT Evaluation Breakout Board, which further simplifies and accelerates system designs by providing direct access to features such as system monitoring, case-open sensing, thermal system management and much more via the feature connector.
The embedded motherboard supports up to three independent hi-res displays or a 4K display which are connected via DisplayPort++. This enables direct connection of DisplayPort 1.2 panels and HDMI/DVI monitors with adapter cables. Besides the hi-res support, it also features hardware acceleration to dynamically improve video quality and it further supports stereoscopic 3D, adding another dimension to applications such as digital signage, gaming and entertainment.
Two GbE LAN - one with Intel AMT 9.0 - allow for extended networking options and out-of-band management, minimizing the need for on-site maintenance. A wide range of storage media can be connected via six SATA interfaces with 1.5/3/6 Gbit/s and RAID 0/1/5/10 functionality plus the mSATA (mini-SATA) socket for state-of-the-art, on-board SSD. HD audio, two COM ports and a Trusted Platform Module 1.2 for safety-related applications top off the feature set of the new motherboards.
The new Kontron embedded Mini-ITX motherboard KTQ87/mITX is available now in EFT quantities. Series production is scheduled to start in Q3 2013. The board supports Windows 7 and 8, Windows Embedded Standard 7 and 8, VxWorks, as well as several Linux distributions (Red Hat Enterprise, Novell SuSE Linux Enterprise, Red Flag Linux and Wind River Linux, among others).
»»  READMORE...