News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sunday, July 7, 2013

ITALIA DAN RUSSIA KERJASAMA MEMODERNISASI KAPAL SELAM DIESEL


Russia dan Italia telah memutuskan untuk mengoptimalkan proyek generasi kapal selam Diesel bersama mereka,demikian yang di ungkapkan sebuah biro desain Angkatan Laut Rusia jum’at.

S-1000 adalah kapal selam Diesel 1000 ton merupakan proyek bersama antara dua perusahaan pembuat kapal selam Rubin Rusia dan Fincantieri Italia yang dimulai pada tahun 2004.Rusia dan Italia disajikan dalam model mockup dari S-1000 pada pameran senjata internasional di Perancis yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2006.

Andrey Barnov wakil kepala biro desain Rubin mengatakan bahwa S-1000 peminatnya sedikit untuk klien potensial namun proyek akan lebih menargetkan negara-negara tertentu yang membutuhkan armada kapal selam.Kapal selam ini awalnya dirancang untuk anti kapal selam dan anti kapal perang,misi pengintaian dan transportasi.panjang kapal selam 52,6 m,memiliki kecepatan tertinggi 14 knot dilengkapi pula dengan sistem bahan bakar baru Air Independent Propulsion (AIP) yang dikembangkan oleh Italia.


Meskipun bagian luarnya akan tetap seperti yang dirancang namun akan ada perubahan yang besar pada bagian interior kapal selam,ungkap Barnov.Ia juga menambahkan bahwa untuk target pemasaran akan lebih memprioritaskan negara timur tengah dan Asia tenggara.ia juga mengatakan bahwa S-1000 disusun hampir satu dekade dan telah mengalami perubahan signifikan selama pengembangannya.

dikatakan pula bahwa kapal selam kecil sedang mengalami permintaan yang besar di belahan dunia dengan persaingan yang ketat dan negara negara yang secara aktif mencari kapal selam baru menetapkan beberapa tuntutan yang sama sekali tak terduga bagi desain kapal-kapal yang diinginkannya,katanya.

»»  READMORE...

2018: KAPAL SELAM PERTAMA BUATAN INDONESIA

Proyek kerjasama pertahanan antara RI dan Korea Selatan khususnya dalam rangka pengadaan alutsista jenis kapal selam mengalami perkembangan yang semakin meningkat. Indonesia telah memesan tiga unit kapal selam kelas Changbogo dari Korea Selatan dengan proses transfer teknologi kepada Indonesia. Rencananya dua kapal selam ini akan diproduksi di galangan Daewoo Shipbuilding Marine Engineering co.ltd, dan kapal selam ke tiga akan dikerjakan oleh ahli Indonesia di galangan PT PAL.

Asisten Kerjasama Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) sekaligus komisaris PT PAL, Silmy Karim, Selasa, 2 Juli 2013, di kantor Kemhan mengatakan kepada wartawan, bahwa rencana pembangunan kapal selam ke-3 di galangan PT PAL sudah sesuai dengan rencana dan terdapat kemajuan dalam proses persetujuannya.
Changbogo
Kapal Selam Korsel Lee Eokgi (Changbogo) saat latihan RIMPAC 2010. RIMPAC adalah latihan tahunan antara AS dan mitra-mitranya. Pearl Harbor, 7 Juli 2010. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Benjamin Stevens/Released)

Kemajuan rencana menjadi salah satu pembahasan pada forum pertemuan Defence Industry Coorporation Commiittee (DICC) RI-Korea ke-2 yang diselenggarakan belum lama ini di Korea Selatan. Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sekjen Kemhan RI Letjen TNI Budiman menghadiri pertemuan tersebut guna membahas perkembangan kerjasama pertahanan RI-Korea Selatan khususnya pengadaan alutsista.

Terkait beberapa kemajuan rencana produksi kapal selam ke-3 RI-Korea, Silmy Karim menjelaskan saat ini kedua negara sedang dalam tahap penyiapan desain, pengiriman personel ahli Indonesia ke Korea dan penyediaan fasilitas pembangunan kapal selam di galangan PT PAL Surabaya.

Ditambahkan Silmy Karim, guna melaksanakan langkah awal proyek pembangunan Kapal Selam ke-3 dari Korea Selatan, Pemerintah Indonesia mengirimkan sekitar 190 personel yang terdiri dari user (Pengguna), TNI AL, perwakilan SDM Riset dan Teknologi (Ristek), Tim Akademisi, serta pihak industri pertahanan dalam negeri yang terkait.

"Dengan pengiriman 190 personel tersebut, menandakan Korea Selatan lebih membuka diri kepada Indonesia dalam hal Transfer of Technology (ToT)," Ujar Silmy Karim.

Selama personel Indonesia berada di Korsel akan mendapatkan Alih Teknologi (ToT) kapal selam yang tergolong kompleks dan rumit, serta harus dapat dipelajari baik melalui metode Learning by Seeing, maupun Learning by Doing sesuai dengan kesepakatan negara maupun peraturan-peraturan yang diberlakukan oleh Pemerintah Korsel.

Menurut Silmy Karim, fasilitas galangan dijadwalkan akan selesai dibangun pada Desember 2014 -sebelumya diberitakan baru akan selesai pada 2016-2017-, dan Januari 2015 pembangunan kapal selam "steel cutting" tersebut dapat dilaksanakan. Pembangunan kapal selam ini membutuhkan waktu sekitar 40 bulan atau tiga tahun maka di perkirakan kapal selam ke-3 dari hasil produksi Indonesia akan selesai pada tahun 2018.

DMC
»»  READMORE...

PEMERINTAH TERUS TAMBAH ALUTSISTA TNI AU


Pemerintah telah mengucurkan dana besar untuk meningkatkan kekuatan alutsista TNI AU hingga tahun 2014 Renstra I (Rencana Strategis I) dalam tiga Renstra yang disebut Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF), yaitu kekuatan yang cukup untuk menghadapi tugas yang nyata.
Demikian yang dikatakan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia dalam keterangannya kepada media di sela-sela peninjauan Bakti Sosial dan Karya Bakti yang diadakan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa, 3 Juli 2013.


Sukhoi tiba di Makassar
Dua Sukhoi Su-30 MK 2 milik TNI AU diturunkan dari pesawat angkut Antonov AN-124-100 setibanya di Lapangan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam, 16 Mei 2013 (Foto : ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/wt)
Dikatakan Kasau, hingga akhir tahun 2014 TNI AU akan ada dapat tambahan pesawat tempur Sukhoi (2 unit), F-16, T-50 (Korsel), Super Tucano (Brasil), untuk transportasi C-130 Hercules, CN-295, helikopter Cougar, dan pesawat latih Grobs, serta sejumlah radar. Alutsista tersebut untuk menjaga kedaulatan, karena TNI AU berkewajiban untuk mempertahankan negara dan bangsa ini, jelas Kasau.

Kasau menyampaikan, bahwa anggota TNI AU dihadapkan pada kenyataan tugas diluar kebiasaan hidup manusia yang mengandung risiko yang cukup tinggi, namun dengan dukungan dan doa restu bangsa Indonesia TNI AU dapat menjalankan tugas dengan baik.

Gubernur NTB Dr. Tuan Guru H. M. Zainul Majdi, MA., mengucapkan terima Kasih atas terpilihnya Kabupaten Sumbawa menjadi sasaran bakti sosial dan karya bakti TNI AU, sehingga ribuan warga masyarakat mendapat pelayanan kesehatan dengan cuma-cuma.

Pelayanan kesehatan yang diberikan berupa, pengobatan umum, pengobatan gigi dan mulut serta pembuatan gigi palsu, pengobatan mata, operasi katarak, pemberian kaca mata baca, bedah minor, bedah bibir sumbing, pelayanan KB dan khitanan massal.

Dispen TNI AU
»»  READMORE...

NIPRESS KEMBANGKAN AKI UNTUK TANK DAN PESAWAT


PT Nipress Tbk, produsen merek aki NS juga sedang mengembangkan baterai untuk kendaraan militer. "Visi kami berubah sejak 2008.

Kami tak ingin hanya disebut pemroduksi aki mobil dan sepeda motor, tetapi all about batteries. Selain baterai lithium untuk mobil listrik, kami juga sedang mengembangkan baterai untuk kendaraan militer,” Richard Tandiono, Direktur Operasional, beberapa hari lalu.

Tank dan Kapal Selam

Saat ini, Nipress sudah menjadi penyedia baterai motive battery (baterai yang menggerakkan alat) selain untuk kendaraan sehari-hari. Di samping golf car, Richard menyebut pihaknya sudah berkolaborasi dengan TNI AL untuk mengembangkan baterai kapal selam. Produksinya sudah berjalan dan rencananya pada 2025 sudah selesai memroduksi 18 baterai masing-masing seberat 240 ton untuk 18 kapal selam.

Kerjasama juga dijalin dengan TNI AD dan AU dengan penyediaan baterai khusus untuk tank, kendaraan amfibi, dan pesawat terbang. "Kami juga dipercaya memroduksi baterai untuk menggerakkan torpedo yang akan kami realisasikan di 2016. Sedangkan baterai untuk helikopter dan pesawat di 2015,” tegas Richard.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan stationary battery (baterai untuk penyimpanan energi), misalnya cadangan energi untuk emergency lighting gedung, BTS berbagai provider, atau untuk mem-back up energi di data centre yang tak boleh sekali pun berkedip. Nipress juga sudah siap dengan penyediaan baterai untuk energi terbarukan seperti peranti penyimpan energi matahari atau pun angin.

Di industri otomotif sendiri (mobil dan sepeda motor), aki NS sudah berhasil meraih pangsa pasar 20 persen.


   Kompas  

»»  READMORE...

SU-35S MONSTER LANGIT DARI RUSIA



Kedigdayaan Su 27 Flanker akhirnya disempurnakan melalui kehadiran varian generasi 4++ nya, Sukhoi SU-35S yang mendapat julukan Super Flanker. Su-35S ini baru saja memasuki masa operasional di Angkatan Udara Rusia namun beberapa Negara sahabat Rusia sudah kepincut untuk segera memilikinya juga. SU-35S bisa dikatakan sebagai Jet Tempur Rusia paling canggih yang sudah Full Operasional, kemunculannya seolah mengisi kekosongan sekaligus penjembatan utama menuju generasi ke 5 yang masih dalam tahap uji coba yakni Sukhoi T-50 PAKFA (Perspektivny Aviatsionny Kompleks Frontovoy Aviatsii/Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation). 


Di Masa mendatang Sukhoi SU-35S bersama T50 PAKFA bisa menjadi tandem yang menggetarkan kekuatan udara lawan, T50 sendiri direncanakan memasuki masa dinas pada tahun 2016 nanti. Karena merupakan pesawat generasi 4++ tentu saja kemampuam SU-35S secara teknikal berada diatas pesawat generasi 4 seperti Rafale, F18, F16 dsj.




Super Flanker juga memiliki keistimewaan lain yakni SU-35S tak mudah untuk di endus radar lawan, meski SU-35S bukan pesawat siluman atau stealth seutuhnya layaknya generasi  ke 5 seperti F22 Raptor atau F35 Lightning II. Jangkauan radar milik Super Flanker yang 2 lebih jauh ketimbang pesawat2 generasi 4 atau 4+ memungkinkan SU-35S melakukan aksi First Look-First Shoot-First Kill ,sebelum pilot lawan melihat super flanker, pilot SU-35S bisa lebih dulu menjatuhkan pesawat lawan tersebut. 




Di sector mesin milik Su-35S jauh lebih bertenaga, mesin ganda 117S sangat superior dan irit setrum ketimbang Jet tempur lain, F16 misalnya. Berkat mesin yang dirancang NPO Saturn Research and Production Association, Daya Jelajah Super Flanker menjadi luar biasa jauh, bisa jadi menjadi yang terbesar dikelasnya. Sistem Avionik dan persenjataannya pun sudah ditanam dengan teknologi terkini, dibagian cockpit terpampang 2 layar besar sebagai HUD utama layaknya generasi 5 T50 PAKFA.



Spesifikasi Sukhoi SU-35S Super Flanker :

Awak                                : 1 Orang

Berat Maks. lepas landas   :  34.500 Kg

Kecepatan Maksimum       :  mach 2,25

Daya Jelajah                    :  3.600 km

Ketinggian Maksimum       :  18 Ribu Meter

Perancang                       :  Tim Desain Sukhoi berdasarkan SU-27

Terbang Perdana              :  1988

Produksi Perdana             :  1995 (proses produksi kemudian dibekukan pada 1990-an akhir)

Pengembangan                :  Modernisasi SU-35 menjadi SU-35S ,diproduksi ulang pada 2006

Terbang Perdana              :  2008

Operator                          :  AU Rusia telah memesan 48 unit hingga 2015

Muatan                            :  Hingga 8 Ton

Senjata          : Kanon Internal 30 mm, Misil Udara ke Udara (AAM), Udara ke Permukaan (SAM).

Keunggulan SU-35S :

  • Pesawat Multiperan dengan kemampuan maneuver tinggi
  • Memiliki Sistem Avionik dan Elektronik paling canggih
  • Jangkauan Radar lebih jauh dengan pengenalan multitarget
  • Mesin Ganda 117S dengan system Vectoring
  • Sulit Diendus Radar (Semi Stealth)

Kelemahan SU-35S :

  • Harga beli dan biaya operasional yang tidak murah

 SU35display

Implikasi kepemilikan SU-35S bagi Indonesia (TNI AU)



Kemunculan sukhoi SU-35S kemungkinan memang telah mendapat perhatian dari Kementrian Pertahanan dan Angkatan Udara, di masa mendatang pembelian SU-35S bakal menjadi sebuahcounter-attack bagi 2 negara tetangga Singapura dan Australia yang akan membeli jet tempur generasi ke 5 F35 Lightning II. Di masa sekarang jika salah satu Negara Asia Tenggara berhasil memiliki Super Flanker akan terjadi efek ketidakseimbangan kekuatan udara yang akan makin memanaskan gejolak perlombaan senjata dikawasan (Arm Race). 



Katakanlah TNI AU sekarang berminat membeli 1 skuadron Su-35S, berita ini otomatis segera menyebar dan menjadi buah bibir bagi kalangan militer di  kawasan, terutama Negara tetangga Indonesia, Malaysia-Singapura-Australia. Berita pembelian Su 35S TNI AU bisa jadi efek deterens bagi ketiga Negara tetangga ini sehingga memaksa para petinggi militernya melakukan analisis dan kajian tentang kemampuan TNI AU dengan adanya SU-35S dalam arsenal persenjataanya.



Untuk masa sekarang memang hampir tak mungkin bagi TNI AU untuk mengadakan proyek pembelian SU-35S, Fokus lebih diarahkan para penyelesaian pengadaan Sukhoi SU-27 hingga mencapai 1 skuadron penuh berikut persenjataanya. Jika Proyek Minimum Essential force (MEF) bagi postur pertahanan Indonesia sudah tercapai sepenuhnya, dibarengi dengan kemampuan Ekonomi yang bagus, maka bukan hal yang mustahil bagi TNI AU untuk membeli Sukhoi SU-35S sebagai salah satu Air Supremacy bagi kedaulatan udara Indonesia.
»»  READMORE...

PINDAD GARAP 82 MOBIL TEMPUR PESANAN TNI SENILAI RP 800 MILIAR


Jakarta : PT Pindad (Persero) mendapatkan pesanan 82 unit kendaraan tempur (panser) jenis Anoa dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahun ini. Untuk memproduksi panser tersebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini membutuhkan dana hingga Rp 800 miliar.

"Pesanan 82 unit panser Anoa itu berasal dari permintaan dalam negeri, khususnya TNI pada 2013," ungkap Direktur Utama Pindad, Adik Avianto Sudarsono saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Jumat (5/7/2013).

Dia menjelaskan, panser Anoa yang dipesan oleh TNI tidak berbeda jauh dengan oleh permintaan negara lain. Namun pesanan mobil tempur tetap disesuaikan dengan strategi pertempuran yang diterapkan oleh TNI.

"Tapi kalau panser yang dijual untuk negara lain, harus izin dulu dengan Kementerian Pertahanan Indonesia. Karena kami kan tidak tahu apa kepentingan mereka beli panser produk Indonesia, khawatir itu musuh atau justru mau menyerang negara ini," papar Adik.

Dia mengaku, satu mobil tempur (panser) jenis Anoa dibanderol dengan harga sekitar Rp 8 miliar kepada TNI. Adik menghitung, total kebutuhan dana yang mesti disiapkan perseroan untuk mengerjakan puluhan unit panser hingga Rp 800 miliar.

"Pesanan ini kan proyek bertahap, tapi kami sudah mulai bekerja lembur mengerjakan produksi panser. Total kontrak dengan TNI untuk produksi 82 unit panser sekitar Rp 600 miliar-Rp 800 miliar dan kami sudah dapatkan komitmen dari tiga bank BUMN (BRI, Mandiri dan BNI)," tukasnya.

Dalam setahun, Adik mengatakan, pabrik manufaktur milik perseroan yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat tersebut memiliki kapasitas produksi 60 unit-80 unit panser.

   Liputan6  
»»  READMORE...

TNI MINATI KETANGGUHAN LAND ROVER DEFENDER


Ketangguhan mobil ikonik Inggris, Land Rover Defender rupanya membuat Tentara Nasional Indonesia tergiur. Mobil 4X4 tipe Land Rover Defender 2.2 liter diesel kabarnya sudah dipesan mereka.

Saat dikonfirmasi sebuah media lokal Kepala Operasional Korporat PT Grandauto Dinamika, Darwin Maspolim, membenarkan adanya minat TNI. Grandauto merupakan agen pemegang merek Land Rover di Indonesian

"Sejak dulu TNI memang sudah menggunakan Land Defender. Dan kini untuk versi terbaru mereka juga memesannya. Karena ini pembelinya instansi, maka saya tidak bisa menyebutkan berapa unit yang dipesan," kata dia, Kamis 4 Juli 2013.

Menurut dia, Defender sangat kuat mulai dari mesin hingga kaki-kaki. Dengan spesifikasi itu, Defender diklaim mumpuni untuk melintasi medan berat seperti lumpur, tanah kering, kerikil dan jenis medan berat lainnya di Indonesia.

"Defender ini memang untuk off road super berat, cocok untuk kebutuhan operasional TNI," katanya.

Kendaraan yang didatangkan dari Inggris ini, juga memiliki keunggulan dalam segi rangka. "Bodinya menggunakan alumunium yang ringan namun kuat. Jadi kalaupun dibawa-bawa menggunakan pesawat, dan terguncang tidak masalah," klaim Darwin.

Mengenai harga, Defender tipe termurah dibanderol sekitar Rp800 juta. Sedangkan untuk tipe paling mahal dilepas Rp3,5 miliar.

Rasa Indonesia

Darwin menjelaskan spesifikasi Land Rover yang dipasarkan mereka sudah dibuat khusus dan sesuai dengan ketentuan pasar Indonesia. "Mobil yang kami pasarkan ini memang sedikit berbeda bila dibandingkan dengan pembelian via importir umum," jelasnya.

Ia menambahkan, semua mesin diesel Land Rover sudah memenuhi persyaratan Euro IV yang dibuat dan disesuaikan dengan kualitas bahan bakar solar di Indonesia.

Mesin Euro V pada Land Rover di Inggris, sudah menggunakan Diesel Partikular Filter (DPF). Tapi, DPF ini tidak bisa diaplikasikan di Tanah Air karena tidak cocok dengan kualitas solar.

"Jadi yang kita jual sini tanpa DPF. Ini bukan down grade, tapi untuk sesuaikan dengan BBM di sini. DPF sangat rentan bila menggunakan bahan bakar berkualitas rendah. Kami tidak ingin konsumen mendapatkan masalah bila harus terpaksa mengisi solar yang ada di sini," tegasnya.

Land Rover Defender disokong mesin 2.200cc tenaga 122 Ps pada 3.500 rpm dan torsi 360 Nm pada 2.000 rpm. Mobil ini memiliki daya jelajah 11,7 liter per 100 km untuk kapasitas tangki 60 liter, dan 13,6 liter per 100 km untuk kapasitas tangki 75 liter.


Land Rover Defender bisa berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam tempo 15,8 detik, sebelum mencapai kecepatan puncak 145 km/jam.
»»  READMORE...

Kecepatan Internet Di Asia Lebih Cepat Daripada Eropa





speed-internet
Ilustrasi Speed Internet I capture speedtest.net
Pada tahun 2020, hampir seluruh penduduk planet bumi akan memiliki akses data ke Internet, prediksi tersebut dibuat oleh Vice President of emerging markets Mohammad Google Gavdat di St. Petersburg International Economic Forum. Namun sampai saat ini, hanya sepertiga dari populasi dunia memiliki akses data ke Internet.

Menurut Blog Akamai pembenahan kecepatan broadband di seluruh dunia terus naik, bahkan semakin banyak orang yang terhubung ke internet dari perangkat perangkat ponsel pintar. Tahun lalu kecepatan internet puncak rata-rata melompat hampir 35 persen.

Dilansir dari laman BBC oleh Liputan6.com, kecepatan rata-rata internet untuk fixed broadband atau non-mobile broadband di Eropa sekitar 19,7 Mbps. Padahal hingga akhir 2013 Komisi Eropa menargetkan kecepatan fixed broadband hingga 30 Mbps. Baru kemudian di akhir 2020 Komisi Eropa menargetkan kecepatan 100 Mbps.

Untuk akses internet tercepat, Asia tampaknya masih menjadi raja. Sebagai perbandingan, angka rata-rata kecepatan internet via mobile dengan fixed broadband di tiga negara Asia tercatat sebagai yang tercepat.
Dilansir dari laman ZDNet, penyedia layanan konten Akamai menyebut Hong Kong sebagai negara dengan akses internet tercepat. Rata-rata akses internet di Hong Kong mencapai 49,2 Mbps.

Sedangkan tempat kedua ditempati Korea Selatan dengan kecepatan rata-rata 47,8 Mbps. Jepang berada di tempat ketiga dengan kecepatan rata-rata 39,5 Mbps.
»»  READMORE...