News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sunday, July 21, 2013

SUKHOI T-50 AKAN SIAP TAHUN INI


Sukhoi PAK FA (Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation), alias pesawat tempur siluman T-50, akan segera diterima Angkatan Udara Rusia pada akhir tahun ini. Tahap akhir pengembangan mesin T-50 telah selesai, pihak Sukhoi mengatakan baru-baru ini.
Sukhoi T-50
Sukhoi T-50 (Foto via aircraftinformations.com)

Menurut militer Rusia, yang baru saja menyelesaikan satu tahap lagi uji coba penerbangan T-50, hasil awal menunjukkan bahwa T-50 setara dan bahkan lebih baik pada beberapa kemampuan tertentu dibandingkan dengan saingan utamanya F-22 Raptor dari Amerika Serikat.

Dirjen United Aircraft Corporation Rusia*, Mikhail Pogosyan, mengatakan lima unit prototipe T-50 yang sudah berhasil dalam proses uji coba, telah memotivasi para desainernya untuk mempercepat proses produksi sekaligus menutup kesenjangan dengan Amerika Serikat (F-22). F-22 Raptor sendiri telah lama digunakan oleh Angkatan Udara AS, F-22 juga dianggap sebagai pesawat tempur tercanggih saat ini.

Menurut para desainer, T-50 merupakan perwujudan pesawat tempur Rusia yang menggunakan teknologi baru. Sejumlah desain inovatif telah diimplementasikan ke dalam mesin, termasuk teknologi siluman, lapisan dan material konstruksi baru, artificial intelligenceelement base, yang menjadikan pesawat tempur Rusia memiliki teknologi baru secara kualitatif.

Bahan plastik karbon polimer juga diterapkan untuk T-50. Beratnya 50 persen lebih ringan dari aluminium. Bahan inilah yang menjadi 70 persen bahan yang digunakan pada permukaan T-50. Bobot T-50 juga telah direduksi hingga menjadi hanya seperempat dari pesawat tempur yang terbuat dari bahan konvensional, ini memungkinkan para desainer untuk menambah muatan tempur (peralatan dan persenjataan) T-50.

Biro Desain Sukhoi menggarisbawahi kemampuan radar, visibilitas optik dan inframerah yang belum pernah diterapkan sebelumnya. Area refleksi efektif T-50 berjumlah 0,5 meter persegi, sedangkan pendahulunya Su-30, memiliki area refleksi efektif sebesar 20 meter persegi. Ini berarti bahwa Su-30 akan muncul pada layar radar sebagai benda logam 5x4 meter, sedangkan refleksi T-50 hanya akan 1/40-nya saja dari Su-30, sehingga jauh lebih sulit untuk dideteksi. Ditambah lagi dengan kemampuan manuvernya yang luar biasa yang telah menjadi ciri khas pesawat-pesawat tempur Sukhoi selama ini.

Selain itu, T-50 sudah memenuhi persyaratan utama untuk pesawat tempur modern -intelektualisasi tingkat tinggi. Radarnya, dilengkapi dengan active electronically-scanned array (AESA), bisa "melihat" segala sesuatu di udara atau di darat pada jarak ratusan kilometer. Radar ini juga dapat melacak target udara dan darat secara bersamaan, sekaligus terus mengancamnya pada garis bidik senjata/rudal.
Sukhoi T-50
Sukhoi T-50 (Foto via defence.pk)

Beberapa lusin sensor juga melekat di beberapa bagian dari lambung pesawat generasi kelima ini, yang tidak hanya berguna untuk memonitor sekitar, tetapi juga digunakan untuk pertukaran data secara real time dengan operator di darat dan udara pada saat yang bersamaan. Fitur "E-pilot" T-50 akan terus menganalisis situasi, memberikan opsi untuk tindakan pilot. Pilot akan menerima data penerbangan dan data tempur sebagian besar dalam bentuk simbol-simbol dan tanda-tanda, sehingga lebih mudah untuk diproses dan secara substansial mengurangi "tekanan" pada pilot, untuk memungkinkan si pilot agar tetap fokus pada misi taktisnya.

T-50 mampu lepas landas dan mendarat di landasan pacu yang hanya sepanjang 300-400 meter. Ke depan, kemampuan inilah yang akan menjadi dasar pengembangan versi T-50 untuk Angkatan Laut Rusia. Senjata dan rudal T-50 akan disimpan seluruhnya di dalam kompartemen internal (internal weapon bay) agar tidak merusak fitur silumannya. Menurut beberapa pernyataan, kompartemen senjata T-50 tersebut mampu membawa hingga delapan rudal udara ke udara R-77 atau dua bom udara pandu berbobot 1500 kg. Selain itu, T-50 juga bisa membawa dua rudal jarak jauh, ini untuk menghadapi pertempuran dengan target terletak sejauh 400 km.

India ikut andil dalam pengembangan pesawat tempur generasi kelima ini, karena program yang sarat teknologi tinggi ini dinilai sangat menjanjikan bagi India. New Delhi setidaknya telah mengalokasikan hampir US$ 25 miliar untuk pengembangannya dan berharap versi T-50 untuk India** akan selesai pada tahun 2018. Militer Rusia sendiri mengharapkan serial produksi untuk pesawat ini sudah akan diterima secepatnya pada tahun ini, dan berencana untuk melakukan pembelian awal sebanyak 70 unit.



* United Aircraft Corporation (UAC) adalah sebuah perusahaan saham Rusia terbuka bersama dengan mayoritas saham milik Pemerintah Rusia yang mengkonsolidasi perusahaan konstruksi pesawat terbang swasta Rusia dan milik negara dan aset bergerak dalam bidang manufaktur, desain dan penjualan militer, sipil, transportasi, dan pesawat tak berawak. 
** Versi T-50 untuk India dua kursi serta beberapa fitur lain yang diinginkan India. Atau dari kabar yang beredar kemungkinan akan tetap satu kursi karena India menilai biaya pengembangannya akan jauh lebih besar.

»»  READMORE...

TNI AD Uji Coba Meriam Howitzer 105 mm Korea Selatan di Urut Sewu

TNI AD menggelar uji terima terhadap Meriam Howitzer 105 MM jenis KH-178 di pesisir selatan Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Selasa (16/7). Uji terima meriam produksi Kores Selatan itu ditinjau langsung oleh  Wakasad Letjen TNI M Munir.


Personil TNI AD melakukan uji Meriam Howitzer 105 mm jenis tarik KH-178 buatan Korea Selatan di pesisir selatan Desa Setrojenar, Kebumen, | 

Ikut mendampingi Waasop Kasad Brigjen TNI George I Supit, Kadislitbang TNI AD Brigjen TNI Kun Priambodo, dan Dirpalat Brigjen TNI I Wayanb Cager. Tampak pula Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Agus Kriswanto, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Adi Wijaja dan Dandim 0709 Letkol Dany Rakca Andalawasan.

Kalakgiat Uji Meriam Howitzer 105 MM Kolonel CPL Sri Sunanto menjelaskan, dalam uji terima di Urut Sewu pihaknya melakukan uji penembakan sebanyak dua pucuk meriam sebagai simpel. Pengujian dilakukan dengan jarak 6 km, 10 km dan 11,8 km.


"Uji terima meriam guna mendapatkan data dan fakta terhadap meriam produk Korea Selatan itu, sesuai dengan spesifikasi standar penerimaan (SSP)," ujar Kolonel CPL Sri Sunanto kepada suaramerdeka.com di sela-sela uji terima.

Kolonel Sri Sunanto yang sehari-hari menjabat Kasubdit Binjat Ditpalat TNI AD tersebut menambahkan, materi uji yang dilakukan meliputi uji non destructive (tidak merusak) dan uji destruktif bersifat merusak. Uji sebelumnya dilakukan di Lapangan Tembak ASR TNI AU Pandanwangi, Lumajang.

"Nanti masih ada rangkaiannnya lagi, seperti latihan dari operator dan perawatannya," imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, pembelian meriam tersebut merupakan lanjutan dari kontrak eksport (KE) pembelian Alutsista TNI AD dari Korea Selatan. Adapun jumlahnya sekitar 54 pucuk meriam. 





(Suara Merdeka)
»»  READMORE...

TNI Tambah Pesawat Hercules dari Australia, Beli 5 "Gratis 4"

Guna meningkatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista), Indonesia terus membeli berbagai peralatan pertahanan dari berbagai negara. Setelah dipastikan mendapat sejumlah tank Leopard dari Jerman, Indonesia juga mendapat pesawat angkut jenis Hercules dari Australia.


TNI Tambah Pesawat Hercules dari Australia, Beli 5 "Gtaris 4"

Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Indonesia segera melakukan pertemuan dengan Qantas Defence Service untuk pembelian 9 pesawat Hercules, di mana 4 di antaranya merupakan hibah dari pemerintah Australia.

"Besok kami besok akan ketemuan dengan Qantas Defence service untuk empat hibah. Dan lima kita beli dan yang lima itu murah sekali. Ini lebih baik, seri Hercules, di sana seri H sudah digital," ungkap Purnomo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/7).


Dari empat pemberian itu, kata Purnomo, satu di antaranya dapat ditingkatkan lagi kapasitasnya. Untuk dapat mengoperasikan Hercules, TNI akan mengirimkan sejumlah personelnya untuk menjalani pelatihan.

"Jadi 4 hibah, 1 serviceable itu artinya kru harus training, karena digital. Ya perlu diremajakan, sesuai keinginan kita," tandasnya.

Dia menambahkan, pesawat tersebut meski tidak lagi baru, namun bisa dipakai selama 15 tahun.

"Total 4 hibah, 5 lagi kita beli dengan harga murah. Kalau di-upgrade bisa buat 15 tahun," pungkasnya. 


(Merdeka)
»»  READMORE...

3 Isu Sentral Untuk Jaga Stabilitas Negara

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memaparkan tiga isu sentral pasca reformasi, di acara buka puasa bersama dengan keluarga Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, 
3 Isu Sentral Untuk Jaga Stabilitas Negara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, (Ist).
 Menurut SBY, negara akan kuat dan stabil apabila demokrasi, stabilitas dan pembangunan berjalan baik.

Tiga isu sentral itu, diantaranya, yakni di awal reformasi perlu memastikan sistem ketatanegaraan dan distribusi kenegaraan apakah sudah tepat.

"Check and balances. Lalu distribusi kekuasaan, apakah juga sudah tepat eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Juga Pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam bagian NKRI. Apakah kita presidensil atau tidak sadar ke semi presidensil bahkan parlementer," ujar SBY di acara buka puasa bersama dengan keluarga Polri di Mabes Polri.


Kedua, kata SBY, ketika demokrasi, stabilitas dan pembangunan berjalan baik maka negara akan kuat, tumbuh dan stabil. "Saat terjadi disharmoni maka akan timbul persoalan. Saat stabilitas terganggu, cost (biaya) pada pembangunan. Ada perbincangan di ruang publik, apakah kita kembali ke otoritarian? Jawaban saya, kita tidak ingin mundur ke zaman sebelum reformasi," katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan, bahwa demokrasi harus dijalankan, bangun, dan tingkatkan ekonomi dan sejahterakan masyarakat. Sedangkan isu sentral yang ketiga, kata dia, hubungan negara, pemerintah, dan masyarakat.

Kata dia, apabila menginginkan negara yang kuat itu merupakan tanggung jawab bersama masyarakat. "Kita ingin negara kuat seperti dulu, adalah tanggung jawab masyarakat. Rule of the law," katanya.

Hal itu jika negara turun, polisi turun menertibkan dan jaga keamanan publik. Dalam kesempatan yang sama, SBY pun menjelaskan bahwa tugas Polri saat ini jauh lebih berat ketimbang dulu.

"Karena Polri oleh konstitusi harus mengayomi, melindungi masyarakat. Masyarakat ingin lebih baik. Sekarang Polri dituntut emban tugas siang dan malam. Lima sampai 10 tahun Polri punya kapasitas emban tugas di era reformasi. Security offensive special message act," pungkasnya. 


(Sindo)
»»  READMORE...

Missile plan to go ahead despite test failure: US





The US military will go ahead with the deployment of a missile defense system in Alaska despite the recent test failure of an interceptor missile, officials said Tuesday.

Pentagon spokesman George Little said the unsuccessful test on Friday of a Ground Based Interceptor (GBI) was no reason to scrap deployment of the weapons in Alaska.

"The test on Friday was not a success and it's being reviewed to see what went wrong," Little said.
"But we maintain that we have a robust defense system in place to defend the United States and her allies from a range of threats.
"There are no plans to change our expansion to 44 Ground Based Interceptors."

The Pentagon announced in March it plans to deploy 14 additional GBI missiles at Fort Greely in Alaska by 2017.
The missiles are in addition to 30 already deployed in Alaska and California, representing a 50 percent increase in GBIs on the continent.

Four tests of GBIs -- costing $70 million each -- since 2010 have all ended in failure.
»»  READMORE...

Iran Produksi Kapal Peluncur Roket Baru



Wakil Panglima Angkatan Laut Republik Islam Iran, Laksamana Gholamreza Bigham mengkonfirmasikan produksi kapal pelontar roket dan mengatakan bahwa kapal tersebut adalah kapal dari kelas Kaman.

Bigham dalam wawancaranya dengan Tasnimnews mengatakan, kapal tersebut memiliki keunggulan tersendiri dan akan dipamerkan dalam manuver maritim mendatang.

"Kapal peluncur roket baru itu akan kami gunakan sesuai dengan tuntutan kami di utara dan selatan negara," katanya.

Ditambahkannya, "Model terbaru jenis kapal seperti ini adalah Darafsh yang saat ini sedang, meski demikian Kementerian Pertahanan sedang berusaha untuk memproduksi massal kapal Darafsh demi memenuhi tuntutan dalam negeri.

Menyinggung kriteria kapal peluncur roket kelas  Kaman, Bigham mengatakan, "Kapal ini multifungsi serta dilengkapi dengan pesenjataan anti-permukaan dan anti-udara."(IRIB indonesia/MZ)
»»  READMORE...

Klik-iT, Stop Kontak Fleksibel Karya Anak Negeri



Headline


Jakarta - Untuk pertama kali di dunia, anak bangsa Indonesia berhasil menciptakan produk inovatif berupa kabel ekstensi dengan colokan yang bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan.

Konsep dari produk yang diberi nama Klik-iT ini adalah kemudahan dan fleksibilitas penggunaan colokan listrik. Hanya dengan menggunakan satu kabel, colokan listriknya bisa ditempatkan dan dipindahkan ke mana saja sepanjang kabel sesuai kebutuhan tanpa alat bantu, tanpa mengupas dan memotong kabel.

Colokan pun bisa diletakkan dalam posisi apapun seperti menggantung di tembok, didapur, di bawah meja, di ranjang dan posisi sulit lainnya. Cukup taruh, tekan, dan tancap dengan tangan langsung mengalir listriknya.
Konsep tersebut lahir setelah melalui product development selama setahun lebih. Produkini pun selangkah lebih maju dibandingkan kabel roll atau multisoket yang memiliki fungsi sama memberikan soket untuk colokan listrik.
Enrico Limman selaku inovator sekaligus Product Manager Klik-iT mengatakan bahwa produk ini sangatlah berbeda dari kabel roll atau multisocket. Pria bergelar MBA Marketing & Enterpreneurship dari Loyola Marymount University, Los Angeles, AS, itu menyebutkan, Klik-iT tercipta berdasarkan pengalaman pribadi.

"Setelah menikah saya pindah ke hunian baru. Saat ingin menempatkan televisi dan lampu di kamar, saya harus mengikuti letak stop kontak di dinding. Seharusnya ada cara yang lebih fleksibel untuk pasang stop contact,” ujarnya.

Kejadian tersebut kemudian membuat Enrico berfikir pasti banyak sekali orang yang mengalami hal serupa seperti yang ia alami, hingga akhirnya terciptalah Klik-iT.

“Sangat mudah menggunakan Klik-iT. Anda tinggal tarik kabel ke titik Anda membutuhkan listrik. Di titik tersebut pasang stop kontak Klik-iT dengan cara dijepit di kabel dan tekan menggunakan telapak tangan. Sisa kabelnya lalu tarik kembali ke titik berikutnya lalu pasang Klik-iT. Begitu seterusnya. Bila colokan ingin dipindah, cabut stop kontaknya lalu pasang di tempat baru yang Anda inginkan,” jelasnya.

Mengenai keamanan, produk itu telah lulus uji lembaga independen dari kalangan akademisi yakni laboratorium Teknik Elektro Universitas Indonesia.
Selain itu, material yang digunakan Klik-iT sudah melalui proses quality control dan terjamin kualitasnya. Kabelnya sudah SNI dan pabriknya sudah berstandar ISO.

"Agar tak dipandang sebelah mata gara-gara ini produk dalam negeri, saya memberikan garansi selama enam bulan sebagai bukti kualitas produk,” tambahnya.

Saat ini, produk inovatif karya anak negeri tersebut sudah tersedia di toko listrik, Ace Hardware, Mitra10, Superhome, Rumahkita, dan supermarket bahan bangunan lain.

INILAH.COM, 
»»  READMORE...

Mirip Asli, Robot Mirip Gorila Dipamerkan di YouTube


detail berita

Screenshot YouTube














BERLIN - Insinyur di Jerman mendemonstrasikan ROBOT APE. Robot yang menyerupai gorila ini diperlihatkan dengan kemampuan berjalan yang serupa dengan hewan asli.

Dilansir Theregister,  keseimbangan relatif mudah untuk manusia, karena masa dipercaya telah mengalami evolusi hingga ribuan tahun.  Namun, ini akan sulit bagi para peneliti robotika.

Para peneliti di Pusat Penelitian Jerman untuk Artificial Intelligence telah memutuskan untuk melewatkan bipedism (robot yang mampu berdiri dengan dua kaki) demi sebuah robot yang berjalan seperti gorila.

Kabarnya, robot yang aksi geraknya divideokan dan diunggah ke YouTube ini memiliki sensor tekanan di setiap kakinya. Sensor tersebut antara lain, sensor jarak, sensor suhu dan sensor posisi serta sensor gaya disepanjang tulang belakang.

Baterai sudah disematkan dalam tubuh robot gorila ini. Para peneliti berencana untuk mengganti desain saat ini yang kaku dengan komponen yang lebih baik untuk mobilitas yang lebih besar.

Peneliti menggambarkan robot yang dinamakan iStruct ini sebagai proyek robotika luar angkasa, dan telah menguji robot pada kawah buatan
»»  READMORE...