News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Friday, June 14, 2013

Rusia Tempatkan Skuadron Tempurnya di Mediterania Secara Permanen





Presiden Rusia dalam pertemuannya dengan komandan-komandan militer negara itu mengumumkan soal penempatan permanen kapal-kapal tempur Rusia di Laut Mediterania.

Associated Press seperti dikutip Fars News (6/6) melaporkan, Vladimir Putin, Kamis (6/6) memutuskan untuk menempatkan satu skuadron tempur Angkatan Laut Rusia secara permanen di Mediterania. Menurutnya, langkah ini diambil dalam rangka menjaga kepentingan Moskow.

Putin mengatakan, "Langkah ini jangan ditafsirkan sebagai sebuah manuver permusuhan dan provokatif."

Ditambahkannya, "Mediterania adalah wilayah yang sangat strategis, di sana kami memiliki kepentingan-kepentingan yang terkait dengan keamanan nasional."

Jenderal Valery Gerasimov, Kepala Staff Gabungan Angkatan Bersenjata Rusia mengumumkan, Rusia saat ini telah menempatkan satu skukadron yang terdiri dari 16 kapal tempur di Laut Mediterania. Hal yang sama disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia, kapal-kapal tempur itu akan hadir di Mediterania secara bergantian sampai minimal 12 kapal setiap periode dapat ditempatkan di sana.

Associated Press menilai langkah Moskow ini, juga kehadiran kapal-kapal tempur Rusia di Pelabuhan Tartus, Suriah sebagai bentuk pernyataan dukungan kepada pemerintah Bashar Assad, Presiden Suriah. (IRIB Indonesia/HS)
»»  READMORE...

Iran Melepas Kapal Perusak Bayondor Setelah Direparasi




Republik islam Iran meresmikan kapal perusak Bayondor pagi hari ini (Selasa, 11/6) dengan disaksikan oleh Athaollah Salehi dan Habibullah Sayyari.

FNA (11/6) melaporkan, Bayondor selesai direparasi dan mengalami overhaul, dan dilepas ke laut di pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan. Acara peresmiannya dihadiri oleh Athaollah Salehi, Panglima Angkatan Bersenjata Iran dan Habibollah Sayyari, Panglima Angkatan Laut Iran.

Penggabungan kapal tempur baru ini ke dalam jajaran armada Angkatan Laut Iran semakin meningkatkan kemampuan Iran dalam menjaga perairannya, keamanan regional dan perairan internasional.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan akibat sanksi dan embargo, para ahli dalam negeri telah menghabiskan 528 jam dalam 20 bulan dan berhasil mereparasi kapal tersebut.

Dalam proses reparasinya, sebanyak 8.000 bagian penting dalam kapal tersebut telah diproduksi di dalam negeri, 3.200 bagian direparasi, 2.500 komponen diganti, 170 sistemnya diperbaiki, dan lebih dari 98 sistem di-upgrade serta 60.000 ton lempengan baja diganti.(IRIB Indonesia/MZ)
»»  READMORE...

RADAR (Radio Detection and Ranging)



Radar
Radar menjadi komponen yang sangat vital dalam bidang pertahanan (militer). Keberhasilan sebuah operasi pertahanan atau penyerbuan militer seringkali ditentukan dengan seberapa canggih radar yang digunakan. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | RADAR (Radio Detection and Ranging).


Jika disebutkan kata radar maka ingatan orang akan segera tertuju pada sebuah alat yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan kapal atau pesawat tempur musuh dalam peperangan. Seolah radar adalah peralatan untuk bertempur atau berperang. Kebanyakan penemuan teknologi penting justru mengalami perkembangan pesat saat ada kepentingan militer di dalamnya. Seperti yang terjadi pada sejarah pengembangan radar ini. Alat yang berfungsi sebagai pendeteksi jarak, ketinggian, atau kecepatan dua benda (peralatan radar dan yang dipantaunya) banyak terlibat dalam dunia militer, meskipun dewasa ini sudah cukup banyak bidang sipil yang menggunakan peralatan radar.

Awal kelahiran peralatan radar tidak bisa dipisahkan dari jasa seorang Heinrich Hertz. Orang Jerman yang satu ini lah yang pertama kali membuat peralatan untuk mengirim dan menerima gelombang radio. Meskipun keberadaan gelombang ini sudah diungkap sebelumnya oleh James Clerk Maxwell, tapi baru sebatas teori. Bahkan sebelum munculnya istilah gelombang radio, orang menyebut gelombang magnetik seperti itu sebagai gelombang Hertz. Untuk menghormati jasanya itu hingga kini satuan Hertz digunakan dalam pengukuran gelombang radio. Seiring dengan perkembangan jaman, penemuan gelombang magnetik ini pun melahirkan penemuan-penemuan besar lainnya. Salah satunya adalah RADAR (Radio Detection and Ranging).

Pada awal sejarahnya, radar disebut sebagai RDF (Radio Direction Finder). Itu istilah yg digunakan oleh orang-orang Inggris. Sekitar tahun 1941, sebutan RDF diganti dengan RADAR yang merupakan akronim dari Radio Detection and Ranging. Tak lama kemudian sebutan RADAR masuk dalam kosa kata bahasa Inggris sehingga dalam penulisannya tidak lagi menggunakan huruf besar sebagai mana layaknya sebuah singkatan. Cukup ditulis radar saja.

Orang yang dianggap pertama kali membuat peralatan dengan konsep dan fungsi sebagai radar adalah Christian Huelsmeyer. Pada tahun 1904, Huelsmeyer mendemontrasikan peralatannya itu, yang disebutnya sebagai telemobiloscope, untuk mendeteksi keberadaan kapal di lautan. Saat itu, telemobiloscope-nya hanya mampu mendeteksi keberadaan kapal yang berada pada jarak tiga kilo meter. Alat buatannya tersebut belum bisa digunakan untuk menentukan posisi benda yang sedang dipantau. Kemampuannya baru sebatas mendeteksi adanya sebuah benda, seperti keberadaan kapal di laut pada demonstrasinya itu. Meskipun demikian, peralatannya itu lah yang disebut-sebut sebagai radar yang pertama kali dalam sejarah.

Seorang ilmuwan yang kontroversial, Nikola Tesla, disebut-sebut juga memiliki andil dalam perkembangan pembuatan radar. Tesla dikabarkan yang pertama kali mengatakan bahwa dengan pengembangan tertentu radar dapat digunakan untuk menentukan posisi sebuah benda bergerak, misalnya kapal, baik untuk mengetahui jaraknya dari stasiun radar maupun untuk mengetahui kecepatan kapal tersebut. Itu dituangkannya sebagai tulisan yang dipublikasikan pada bulan Agustus 1917 di majalah Electrical Experimenter. Tulisan Tesla ini sudah mengisyaratkan prinsip-prinsip radar modern. Di kemudian hari prinsip-prinsip ini diterapkan pada perangkat radar yang dibuat oleh para ilmuwan Perancis yang tergabung dalam Compagnie Generale de Telegraphie Sans Fil. Radar buatan mereka telah berhasil diuji coba dengan memasangkannya pada kapal Oregon di tahun 1934.

Seorang ilmuwan Scotlandia yang kemudian bekerja pada dinas Meteorologi Inggris, Robert Alexander Watson-Watt, juga dianggap sebagai orang yang memiliki andil sangat penting dalam sejarah pengembangan radar. Bahkan seorang R. Hanbury Brown telah menyebutnya sebagai Bapak Radar pada tulisannya di Engineering Science and Education Journal di bulan Februari 1994. Selama bekerja pada dinas Meteorologi, Watson-Watt mengembangkan penggunaan radar untuk mendeteksi keberadaan badai. Pria ini juga yang pada tanggal 26 Februari 1935 memperkenalkan sytem radar untuk memantau keberadaan pesawat terbang yang sedang mengangkasa. Ini lah yang menjadi dasar pengembangan radar di Inggris.

Sebelumnya, pada tahun 1927, Hans Hollmann di Jerman telah berhasil mengembangkan gelombang pendek (microwave) yang dengan segera menjadi standard pemakaian gelombang elektromagnetik pada hampir semua sistem radar. Disamping itu, gelombang pendek yang dikembangkan oleh Hollmann ini tentu saja sangat mempengaruhi juga pengembangan di bidang telekomunikasi. Microwave ini juga yang mendorong pembuatan magnetron oleh John Randall pada tahun 1940. Kabarnya magnetron ini adalah penemuan yang paling penting di bidang radar. Ini membuat peralatan radar berkemampuan lebih kuat, memeiliki daya jangkau yang lebih jauh, mampu mendeteksi keberadaan benda yang ukurannya lebih kecil dibanding kemampuan radar dari generasi sebelumnya. Selain itu perangkat radar bisa dibuat dalam ukuran yang lebih kecil sehingga bisa dipasangkan pada pesawat terbang atau kapal yang akan sangat membantu untuk keperluan navigasi dalam pelayaran maupun penerbangan.

Pada masa-masa perang besar, radar mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tentu saja kegunaannya lebih ditujukan untuk kepentingan operasi militer negara-negara yang terlibat perang. Tapi radar juga sangat berguna untuk keperluan damai bagi bidang sipil. Misalnya untuk mengamati fenomena cuaca, untuk keperluan navigasi pelayaran dan penerbangan, dan banyak lagi kegunaan lainnya bagi kehidupan manusia.

radarpages.co.uk
 
»»  READMORE...

Thursday, June 13, 2013

ROKET DAN PESAWAT TANPA AWAK MADE IN INDONESIA AKAN DIPAMERKAN DI MONAS





Putra-putri Indonesia sudah mampu membuat produk-produk canggih seperti roket ringan, pesawat tanpa awak dan satelit. Rencananya produk-produk itu akan mulai diluncurkan akhir bulan ini.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta menyebutkan, beberapa ahli di lembaga negara dan BUMN telah memampu menciptakan produk canggih tersebut, dan dinilai tak kalah dengan negara-negara lain.

"Saya berharap ini kita mau memperingati Harteknas (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional), cuma launching-nya bulan Juni. Nanti saya akan tampilkan juga. Roket, satelit, kemudian pesawat tanpa awak. Itu kita akan tonjolkan, kita juga bisa buat itu," kata Gusti saat ditemui di Gedung Badan Standarisasi Nasional, Jakarta, Selasa (11/6/2013).

Gusti menambahkan, ketiga produk tersebut akan dipamerkan dan diluncurkan pada tanggal 22 Juni di Monumen Nasional (Monas), dan berlanjut di acara Resmi Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada tanggal 29 Agustus hingga 1 September 2013 nanti di Taman Mini Indonesia Indah.

"Puncaknya sekitar tanggal 30 Agustus, nanti Pak Presiden yang berikan sambutan," katanya.

Dikatakan Gusti, gelaran ini dilakukan setiap 1 tahun sekali. Setiap tahunnya, ada produk-produk teknologi baru yang termasuk ke dalam 7 fokus Kementerian ristek yakni pertanian dan ketahanan pangan, energi baru dan terbarukan, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan dan obat-obatan, hankam, transportasi, material maju.

"Tahun kemarin kan mobil listrik. Tahun ini roket, satelit dan pesawat tanpa awak. Itu buatan kita, PT DI (Dirgantara Indonesia) BPPT, Lapan," katanya.


  ● detikFinance  

»»  READMORE...

Rusia Uji Rudal Balistik Antarbenua



Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Pasukan Peluru Kendali Strategis Rusia telah menguji satu prototipe rudal balistik antarbenua (ICBM) baru.

Uji peluncuran dilakukan pada pukul 21.45 waktu Moskow, Kamis, dari situs pengujian Kapustin Yar di wilayah Astrakhan.

Rudal itu ditembakkan dari sebuah peluncur bergerak, kata kementerian itu dalam satu pernyataan.

"Uji peluncuran itu sukses sebagai (simulasi) hulu ledak menghantam sasaran yang ditunjuk dalam jangka waktu yang ditetapkan," kata pernyataan.

"Pengujian peluncuran ini dimaksudkan untuk mengkonfirmasi karakteristik teknis dari rudal tersebut, serta memeriksa keamanan prosedur peluncuran dan peralatan," kata dokumen.

Rusia mengumumkan pengembangan satu bahan bakar padat ICBM baru, yang pada akhirnya akan menggantikan yang sudah ada Topol-M dan rudal Yars, pada tahun 2012.

Setidaknya tiga uji peluncuran telah dilakukan sebelumnya sejalan dengan program pengujian, dan rudal baru itu bisa dimasukkan ke dalam penugasan pada akhir tahun ini, kata SMF sebelumnya.

Menurut sumber-sumber terbuka, SMF saat ini mengoperasikan sedikitnya 58 rudal berbasis silo SS-18 Satan, 160 Topol bergerak (SS-25 Sickle) sistem rudal, 50 silo-based dan 18 sistem Topol-M bergerak (SS -27 Sickle B), dan 18 sistem RS-24 Yars.

Dua divisi rudal telah sepenuhnya dipersenjatai kembali dengan Topol-M dan sistem Yars, sedangkan persenjataan tiga divisi lainnya akan dimulai akhir tahun ini, menurut SMF.

SMF juga akan menyebarkan dalam waktu dekat sistem baru otomatis manajemen pertempuran (ASBU), yang akan memungkinkan cepat menargetkan kembali ICBM. (TGR/ANT/RIA Novosti-OANA)

»»  READMORE...

TNI Berencana Borong Peluncur Rudal Amerika, Rudal Anti Tank Javelin




Alutsista TNI memang perlu dimodernisasi.



Sistem persenjataan Tentara Nasional Indonesia memang harus terus diremajakan, jika tidak ingin ketinggalan dengan sejumlah negara tetangga. Setelah membeli sejumlah peralatan tempur, kali ini TNI membeli sejumlah peluncur rudal anti-tank (ATGM) canggih asal Amerika Serikat. Namanya Javelin. Ini bagian dari upaya untuk memodernisasi alutsista.

Pembelian peluncur rudal itu disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai rapat tertutup rencana kerja pemerintah bersama Panglima TNI dan Komisi I DPR RI, Senin 10 Juni 2013 di Jakarta. Pembelian itu, kata Purnomo, demi melengkapi alutsita Angkatan Darat Indonesia. "Ini masih rencana dan pembahasan," kata Purnomo.


Meski masih rencana, anti-tank baru itu  sudah dipamerkan dan diperagakan penggunaannya usai pembukaan latihan gabungan Garuda Shield TNI Angkatan Darat dengan Tentara AS di Pasifik (USARPAC), yang digelar Senin 10 Juni 2013.


Sejumlah anggota DPR yang membidangi masalah pertahanan dan dimintai komentarnya soal pembelian ini, belum mau bicara banyak. "Belum kami bahas detail. Kami baru bicara Apache. Lagipula belum ada di Renstra (Rencana dan Strategis DPR), " kata anggota Komisi I DPR, yang juga politisi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin.


Belakangan ini pemerintah memang sedang getol meremajakan alutsista yang dianggap sudah tua dan ketinggalan. Terutama ketinggalan dari sisi teknologi. Salah satu alasan mengapa Indonesia memilih alutsista hasil pabrik Amerika Serikat adalalh teknologi. "Saat ini, industri senjata kita masih belum mampu memproduksi senjata anti-tank seperti ini," katanya.

Dia menilai bahwa pembelian ini akan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertahanan nomor 34 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Alutsista TNI di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI. Di Pasal 38 Permen Pertahanan ini tercantum syarat pengadaan alutsista adalah alih teknologi.

Menurut Purnomo, dengan pembelian Javelin itu justru akan ada transfer teknologi senjata anti-tank.  Dia menambahkan, transfer teknologi ini nantinya akan berdampak pada industri persenjataan Indonesia. "Ini akan memacu percepatan di sektor industri pertahanan."


Javelin


Letnan Satu TNI Bonny Octavian sempat memperagakan penggunaan Javelin pada latihan gabungan Garuda Shield TNI Angkatan Darat dengan Tentara AS di Pasifik (USARPAC). Dia mengatakan, jarak tembak rudal ini mencapai 2,5 kilometer. Javelin ini dilengkapi dengan pelacak canggih yang mampu mengunci dan menembak sasaran yang bergerak dengan daya ledak luar biasa. "Waktu reload rudal ini cukup cepat, yaitu 40 detik saja," kata Bonny.


Bonny mengungkapkan, TNI telah memesan 25 alat pembidik dan 189 rudal anti-tank Javelin buatan perusahaan Raytheon dan Lockheed Martin ini. Namun senjata ini masih dalam tahap produksi dan belum dikirim.

Selain canggih, alat ini sangat ringan dan dapat ditempatkan di bahu penyerang. Menurut laman Inetres.com, rudal Javelin berbobot 11,8 kilogram sementara alat pembidik dan peluncur hanya 6,4 kilogram. "Selain canggih, senjata ini juga simpel dan ringan," kata Bonny.

Senjata ini telah dikembangkan sejak tahun 1989 oleh perusahaan Raytheon dan Lockheed Martin dengan nama proyek Javelin Joint Venture. Produksinya sendiri dimulai tahun 1994 dan dikirimkan ke barak militer di Fort Benning, Georgia pada tahun 1996.


Laman army-technology.com menuliskan, Javelin digunakan tentara AS dan Australia pada perang di Irak antara Maret dan April 2003. Saat ini, senjata ini digunakan di Afganistan. Lebih dari 2.000 rudal Javelin telah ditembakkan AS dan tentara koalisi di negara ini.


Negara asing pertama pembeli Javelin adalah Inggris pada Januari 2003 dengan pemesanan awal sebanyak 18 peluncur dan 144 rudal. Negara lainnya yang telah menggunakan ini adalah Taiwan, Lithuania, Yordania, Australia, Selandia Baru, Norwegia, dan Irlandia. Beberapa negara lain tengah mengantre untuk mendapatkannya. Inetres.com memaparkan bahwa satu buah peluncur dan pelacak Javelin dibanderol US$126.000 atau sekitar Rp1,2 miliar, sementara rudal Javelin satuannya seharga US$78.000, setara Rp756 juta.


Modernisasi alutsista


Pada awal 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan pentingnya modernisasi alutsista TNI. Sebab, dalam 20 tahun terakhir Indonesia belum memodernisasi alutsista TNI-nya. Peningkatan modernisasi dan kekuatan TNI ini, kata Presiden SBY, diarahkan agar TNI dapat mendekati postur minimum essential force yang ditetapkan dalam kebijakan dan strategi pertahanan negara. Baik Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Angkatan Darat. "Tentu ini butuh anggaran besar. But it is necessary," katanya.


Demi membangun kekuatan, pemerintah akan mempercepat modernisasi untuk mengejar ketertinggalan dari negara sahabat. SBY tak lupa berpesan pada pimpinan TNI agar dapat melaksanakan modernisasi dan pembangunan kekuatan dengan perencanaan yang baik dan sungguh-sungguh. "Gunakan anggaran yang dialokasikan negara yang jumlahnya cukup besar, cegah terjadinya penyimpangan," tegasnya.

Namun, pengadaan alutsista kerap diwarnai kontroversi. Salah satunya adalah tank Leopard 2A6 bekas asal Belanda. Pada bulan yang sama dengan pernyataan SBY,  Januari 2012, TNI tengah berencana membeli 100 tank bekas itu. Kepala Staf Angkatan Darat saat itu, Jenderal Pramono Edhie Wibowo, menyatakan Leopard cocok untuk kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Leopard 2 ini merupakan tank andalan Jerman pada masa lalu. Tank tempur utama Jerman ini merupakan pengembangan dari Leopard 1, dikembangkan oleh Krauss-Maffei pada awal 1970. Tank ini pertama kali digunakan pada 1979. Dan kini sudah lebih dari 3.480 Leopard 2 telah diproduksi.


Namun, rencana itu justru menimbulkan pro dan kontra. Sebagian kalangan, terutama sejumlah anggota Komisi I DPR, menolak keras rencana itu. Selain harga yang terlalu mahal, tank Leopard yang berbobot lebih dari 60 ton itu dinilai tak cocok dengan medan Indonesia yang bertanah gembur.


Penolakan tak hanya datang dari sejumlah anggota parlemen Indonesia, tapi juga parlemen Belanda. Dengan alasan tidak mau tank-tank itu digunakan untuk pelanggaran HAM oleh Indonesia. Lalu bagaimana dengan nasib Javelin? (VIVANews).

»»  READMORE...

PESAWAT UAV LAPAN IKUT LATGAB TNI



Di atas buritan KRI Frans Kaisiepo, beberapa engineer dari Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang), Lembaga Penerbang-an dan Antariksa Nasional (Lapan), tampak sibuk mempersiapkan sebuah pesawat UAV kelas Tactical. Pesawat yang dikembangkan para peneliti Lapan tersebut dilibatkan dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI, di Laut Bawean, Situbondo, awal Mei lalu.

Misi pesawat Lapan Surveillance UAV (LSU) adalah mengintai atas objek yang menjadi sasaran tembak rudal Exocet.

Bagi TNI AL, misi tersebut sangat penting karena selama ini hasil penembakan belum termonitor dengan baik. TNI AL melihat potensi kemampuan LSU-02 mampu melakukan misi tersebut.

“UAV lepas landas dari buritan KRI Kaisiepo dan berhasil memonitor setiap tembakan rudal Exocet. Ini hal langka dan merupakan uji coba pertama di Indonesia.” kata Gunawan Setyo Prabowo, Kepala Pustekbang Lapan kepada Majalah Sains Indonesia, baru-baru ini.

Uji coba tersebut, kata Gunawan, terkait de-ngan perjanjian kerja sama antara Lapan dan TNI AL mengenai penggunaan teknologi untuk kepenting-an AL. Salah satunya adalah aplikasi UAV dalam operasi Latgab TNI 2013 ini. Dalam Latgab, pesawat LSU-02 diterbangkan setengah jam sebelum penembakan rudal Exocet.

Pesawat diarahkan ke sasaran tembak sejauh 20 NM atau sekitar 36 km. Sesampainya di lokasi, pesawat memonitor dengan cara loiter (berkeliaran) di atas sasaran dan merekam setiap tembakan Rudal Exocet. Setelah selesai bertugas, LSU-02 kembali ke posisi penjemputan di KRI Frans Kaisiepo, dengan koordinat dan waktu yang telah ditentukan.

Dalam Latgab ini, pesawat dengan panjang badan 200 cm (composite) dan bentang sayap (wing span) 250 cm ini mampu terbang sekitar 2 jam 45 menit, dengan kecepatan rata-rata 70 km/jam. Secara keseluruhan, jarak tempuh LSU untuk kembali ke sasaran diperkirakan sekitar 200 km.

Bagi Pustekbang, ini merupakan tahun kedua keterlibatan produk UAV dalam kegiatan Latgab, setelah sebelumnya di tahun 2012 juga melakukan hal yang sama. Kegiatan ini sekaligus dalam rangkaian uji optimalisasi performance LSU-02 bagi misi surveillance/reconnaissance dan misi lain dengan berbagai environment serta o-peration requirement yang dibutuhkan.

“Keberhasilan uji coba ini menunjukkan bahwa LSU-02, mempunyai potensi yang bagus, baik untuk kepentingan sipil maupun militer, dengan basis operasi darat maupun laut. Pustekbang terus meningkatkan kemampuan rancang bangun UAV sebagai salah satu produk teknologi unggulan,” kata Gunawan.

Secara keseluruhan, kata Gunawan, ada peningkatan kemampuan dan pengalaman engineer, yaitu kemampuan rancang bangun pesawat, pelaksanaan misi sesuai yang diinginkan, meskipun belum sempurna. Ini terbuka sebuah proses standarisasi dan optimasi kemampuan LSU-02 untuk kepentingan sipil dan militer yang tentu sangat berguna bagi Indonesia.

  ● SainsIndonesia  
»»  READMORE...

Mengenal Perangkat Avionik Pesawat Tempur Buatan Indonesia


Avionik berarti peralatan elektronik penerbangan yang mencakup seluruh sistem elektronik yang dirancang untuk digunakan di pesawat terbang. Sistem utamanya meliputi sistem komunikasi, navigasi dan indikator serta manajemen dari keseluruhan sistem. Avionik juga mencakup ratusan sistem yang berada di pesawat terbang dari yang paling sederhana seperti lampu pencari pada helikopter polisi sampai sistem yang kompleks seperti sistem taktikal pada pesawat peringatan dini.


Avionik pada pesawat tempur tentu agak berbeda dengan yang digunakan pada pesawat komersial atau sipil. Pada tulisan ini diketengahkan beberapa perangkat avionik pesawat tempur yang merupakan produksi perusahaan Indonesia yang berkedudukan di Surabaya, Infoglobal. Sebagian besar materi tulisan dan gambar pada artikel ini diambil dari situs resmi perusahaan tersebut (infoglobal.co.id). Sementara untuk definisi avionik diambil dari situs wikipedia.org.

MPCD (Multi Purpose Cockpit Display)
MPCD (Multi Purpose Cockpit Display)
MPCD (Multi Purpose Cockpit Display)

MPCD (Multi Purpose Cockpit Display) merupakan perangkat avionik digital yang berfungsi menampilkan berbagai informasi penting kepada pilot pesawat tempur tipe Hawk 100/200.
Fitur :

  • Menampilkan informasi navigasi.
  • Menampilkan informasi route map.
  • Menampilkan informasi ILS, VOR, dan TACAN.
  • Menampilkan informasi bahan bakar dan kondisi mesin.
  • Menampilkan informasi posisi (longitude dan latitude).
  • Menampilkan informasi altitude, heading, dan speed.
  • Menampilkan informasi flight plan.
  • Menampilkan informasi destination list dan mark list.
  • Menampilkan informasi monitoring status avionik lain.
  • Menampilkan informasi alignment.
  • Menampilkan informasi course.
  • Menampilkan informasi track.
  • Menampilkan informasi wind.
  • Menampilkan informasi data radar.
DVR (Digital Video Recorder)
DVR (Digital Video Recorder)
DVR (Digital Video Recorder)

DVR (Digital Video Recorder) adalah alat perekam digital untuk merekam video dari kamera pesawat, simbologi data- data penerbangan, data radar, view, serta suara percakapan pilot. DVR dikembangkan dari standar interface VCR sehingga “full compatible” dengan VCR, plug and play, dan tanpa perlu modifikasi apapun di ruang kokpit. Tersedia untuk pesawat tempur jenis Hawk 100/200, F-5 Tiger E/F, dan F-16.

RMU (Radar Monitor Unit)
RMU (Radar Monitor Unit)
RMU (Radar Monitor Unit)

RMU (Radar Monitor Unit) adalah perangkat avionik untuk menampilkan informasi hasil tangkapan radar pada pesawat tempur tipe Hawk 200.

Fitur :

  • Menampilkan informasi pelacakan target dan intercept.
  • Menampilkan data ketinggian dan kemiringan pesawat tempur.
  • Pengaturan brightness, grid, dan contrast untuk menyesuaikan ketajaman gambar.
MCDE (Mission Computer Data Entry)
MCDE (Mission Computer Data Entry)
MCDE (Mission Computer Data Entry)

MCDE (Mission Computer Data Entry) merupakan perangkat avionik untuk menampilkan data-data navigasi pada pesawat tempur tipe F-5 Tiger E/F secara real-time dan mengontrol INU (Inertial Navigation Unit) untuk melakukan alignment serta menentukan waypoint yang akan dituju. Data navigasi yang ditampilkan oleh MCDE bersumber dari INU (Inertial Navigation Unit) dan CADC (Control Air Data Computer) yang berada di pesawat tempur.

Fitur :
  • Menampilkan data navigasi pesawat.
  • Menampilkan dan mengedit data misi pesawat (waypoint dan flight plan).
  • Mengontrol proses INU dan mode.
  • Mengontrol protokol data MIL STD 1553.
RCM (Rear Cockpit Monitor)
RCM (Rear Cockpit Monitor)
RCM (Rear Cockpit Monitor)

RCM (Rear Cockpit Monitor) merupakan perangkat avionik untuk menampilkan gambar yang ditangkap oleh kamera (CAM) yang berada di depan pesawat tempur tipe Hawk 100 atau gambar dari HUD video.

Fitur :
  • Menampilkan gambar video dari 2 peralatan sumber, yaitu CAM dan HUD secara bergantian.
  • Pengaturan tingkat kecerahan tampilan.
Wikipedia.org, infoglobal.co.id
 
»»  READMORE...