News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Saturday, July 6, 2013

Ilmuwan Termuda Dengan Penemuan Keren Di Dunia

remaja-jenius
Elif Bilgin dan Ann Makonsinski I foto online

Ketika internet dan era aplikasi telah mengakar, banyak kaum muda ketika  berusia dibawa di 20 Tahun mereka memiliki tingkat kejeniusan, sepersekian dari mereka telah mencapai beberapa hal luar biasa, seperti membangun game mobile atau menjual startups mereka kepada perusahaan untuk sejumlah besar uang.
Akhir-akhir ini, telah banyak kaum remaja yang berpartisipasi dalam pameran ilmu pengetahuan juga telah mencapai beberapa hal luar biasa. Inilah beberapa kaum muda yang telah berprestasi atas penemuan keren mereka.
Eesha KhareRemaja AS Ciptakan 'Charger' Tercepat di Dunia
Eesha-Khare
Eesha Khare I foto phandroid.com
Seorang remaja Amerika Serikat (AS) menemukan charger tercepat di dunia. Adalah Eesha Khare, remaja California berusia 18 tahun ini menciptakan charger yang bisa mengisi telepon genggam hanya dengan waktu 20 detik.
Dikutip dari The Sideshow, Eesha berhasil mengantongi penghargaan Young Scientist Award dari Intel International Science and Engineering Fair d Phoenix, Arizona. Tak hanya itu, ia juga berhasil menggondol hadiah sebesar 50 ribu dolar AS atas perangkat mungil yang revolusioner itu. Anda bisa lanjut membaca penemuan gadis ini di Remaja AS Ciptakan 'Charger' Tercepat di Dunia 

Ann Makonsinski, Menciptkan Senter Bisa Menyala Ketika di Genggam
Remaja berusia 15 tahun di Kanada, telah berhasil mengusung penemuan baru berupa senter yang hanya membutuhkan panas tangan untuk menyalakannya. Remaja jenius itu bernama Ann Makonsinski, siswa tingkat menengah atas di Victoria, British Columbia.
Makonsinski mencoba memikirkan cara menghasilkan energi, saat ia terinspirasi untuk menciptakan senter. Ia menyadari bahwa panas yang dihasilkan oleh tubuh manusia merupakan sumber energi yang terabaikan. Baca Lanjut Hanya Digenggam, Senter ini Bisa Menyala

Elif Bilgin, Remaja Turki Ubah Kulit Pisang Jadi Plastik
Remaja asal Turki, Elif Bilgin berhasil mengubah kulit pisang menjadi plastik. Ide unik itu mengantarkannya menjadi pemenang kompetisi ilmu pengetahuan di Amerika Serikat.
Pelajar berusia 16 tahun dari Istanbul tersebut (foto kanan bawah) menghabiskan waktu dua tahun untuk membuat bioplastik sebagai pengganti plastik berbasis minyak mentah. Dia membuat bioplastik dari sisa kulit pisang yang dibuang. Plastik ini digunakan untuk isolasi listrik pada kabel. Anda dapat lanjut membaca Remaja Turki Ubah Kulit Pisang Jadi Plastik. Baca lanjut Remaja Turki Ubah Kulit Pisang Jadi Plastik

Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti, Sulap kotoran sapi jadi parfum ruangan
Foto-Rintya-Miki-Aprianti-dan-Dwi-Nailul-Izzah
Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti I foto : disnak.jatimprov.go.id
Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti menghasilkan karya berupa parfum pengharum ruangan yang dibuat dari kotoran sapi. Karya dua siswa tersebut juga sudah diuji coba. Biaya untuk memproduksinya cukup murah, yakni Rp 21 ribu bisa meghasilkan kemasan berisi 225 mililiter.

Produk pengharum ruangan di pasaran Rp 39.900 untuk kemasan 275 gram. “Biayanya murah sekali,” kata Nailul pada saat memaparkan karyanya di depan Bupati Lamongan Fadeli, di Guest House Pemerintah Kabupaten Lamongan, Kamis, 7 Maret 2013. 
»»  READMORE...

Friday, July 5, 2013

Northrop Grumman displays MQ-4C Triton maritime surveillance drone in the UK



The first MQ-4C Triton maritime surveillance drones were recently delivered to the US Navy. Photo: Northrop Grumman
The first MQ-4C Triton maritime surveillance drones were recently delivered to the US Navy. Photo: Northrop Grumman
After avoiding high profile, expensive events such as the Paris Airshow, Northrop Grumman opted to become one of the principal industry sponsors at the 19th annual Waddington International Air Show, being heldJuly 6-7 at RAF Waddington, Lincolnshire in the UK. Defense-Update reports.
The company will display here a full scale model of the MQ-4C Triton maritime surveillance drone it is building for the US Navy. There are several reasons for the appearance of the Triton here – the US Navy is seeking overseas basing for this drone, and Northrop Grummanis looking for new international markets for the aircraft, the UK is likely to be one of these markets.
In December 2012 Defence secretary Philip Hammond said the Libya campaign had shown Nato’s over reliance on the US, he added that using unmanned aerial vehicles (UAVs) would be cheaper and less risky than developing a manned maritime surveillance aircraft. “It may be that we will move straight to unmanned reconnaissance vehicles that can do the task at lower cost and much less risk to the crew.” Hammond told members of the Parliament’s joint committee on the national security strategy. 
Triton is the most advanced intelligence, surveillance and reconnaissance unmanned aircraft system ever designed for use across vast ocean areas and coastal regions. Triton is designed to fly surveillance missions of up to 24 hours duration and at altitudes of more than 10 miles, allowing coverage out to 2,000 nautical miles at a time.
»»  READMORE...

Pembangunan Kapal Selam Ketiga di PT PAL Sesuai Rencana




Jakarta: Proyek kerjasama pertahanan antara RI dan Korea Selatan khususnya dalam rangkaian pengadaan Alutsista jenis Kapal Selam mengalami perkembangan yang semakin meningkat. Indonesia telah memesan tiga Unit Kapal Selam kelas Changbogo dari Korea Selatan dengan proses alih teknologi kepada Indonesia. Rencananya dua kapal selam ini akan diproduksi di galangan Daewoo Shipbuilding Marine Engineering co.ltd, dan kapal selam ke tiga akan dikerjakan oleh ahli Indonesia di galangan PT PAL.

Asisten Kerjasama Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) sekaligus komisaris PT PAL, Silmy Karim, Selasa (2/7) di Kantor Kemhan mengatakan kepada wartawan, bahwa rencana pembangunan kapal selam ke tiga di galangan PT PAL sudah sesuai dengan rencana dan terdapat kemajuan dalam proses persetujuannya.

Kemajuan rencana menjadi salah satu pembahasan pada forum pertemuan Defence Industry Coorporation Commiittee (DICC) RI - Korea ke 2 yang diselenggarakan belum lama ini di Korea Selatan. Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sekjen Kemhan RI Letjen TNI Budiman menghadiri pertemuan tersebut guna membahas perkembangan kerjasama pertahanan RI – Korea Selatan khususnya pengadaan Alutsista.

Terkait beberapa kemajuan rencana produksi kapal selam ke 3 RI – Korea, Silmy Karim menjelaskan saat ini kedua negara sedang dalam tahap penyiapan design, pengiriman personel ahli Indonesia ke Korea dan penyediaan fasilitas pembangunan kapal selam di galangan PT PAL Surabaya.

Ditambahkan Silmy Karim, guna melaksanakan langkah awal proyek pembangunan Kapal Selam ke 3 dari Korea Selatan, Pemerintah Indonesia mengirimkan sekitar 190 personel yang terdiri dari user (Pengguna), TNI AL, perwakilan SDM Riset dan Teknologi (Ristek), Tim Akademisi, serta pihak industri pertahanan dalam negeri yang terkait.

“ Dengan pengiriman 190 personel tersebut, menandakan Korea Selatan lebih membuka diri kepada Indonesia dalam hal Transfer of Technology (ToT),” Ujar Silmy Karim.

Selama personel Indonesia berada di Korsel akan mendapatkan Alih Teknologi (ToT) kapal selam yang tergolong kompleks dan rumit, serta harus dapat dipelajari baik melalui metode Learning by Seeing, maupun Learning by Doing sesuai dengan kesepakatan negara maupun peraturan-peraturan yang di berlakukan oleh Pemerintah Korsel.

Menurut Silmy Karim, fasilitas galangan dijadwalkan akan selesai dbangun pada Desember 2014, dan Januari 2015 pembangunan kapal selam "steel cutting" tersebut dapat dilaksanakan. Pembangunan kapal selam ini membutuhkan waktu sekitar 40 bulan atau tiga tahun maka di perkirakan kapal selam ke 3 dari hasil produksi Indonesia akan selesai pada tahun 2018.

Sumber: DMC
»»  READMORE...

KRI Hiu dan KRI Layang Dialihbinakan ke Satuan Kapal Cepat Koarmatim




Surabaya:Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum memimpin upacara peresmian alih bina KRI Hiu – 804 dan KRI Layang – 805 di dermaga Madura Koarmatim Ujung Surabaya, Kamis (04/7).

Berdasarkan keputusan Kasal nomor Kep/513/IV/2013 tanggal 24 April 2013 tentang pengalihan fungsi pembinaan dan pengalihan nomor lambung KRI Hiu – 804 dan KRI Layang – 805 dari satuan kapal patroli Koarmatim ke satuan kapal cepat Koarmatim, maka dilaksanakan upacara peresmian alih bina yang menandai bahwa mulai saat ini secara resmi KRI Hiu – 804 dan KRI Layang – 805 telah masuk ke dalam jajaran Satkat Koarmatim dengan nomor lambung KRI Hiu – 634 dan KRI Layang – 635.

Dalam amanatnya Pangarmatim mengatakan adanya proses alih bina beberapa unsur ini, diharapkan akan memperkuat jajaran Koarmatim sebagai Kotama pembinaan dalam rangka penegakkan kedaulatan dan pengendalian perairan yurisdiksi nasional di kawasan timur Indonesia.

Pelaksanaan alih bina ini, juga telah menandai terwujudnya kegiatan peningkatan kemampuan sistem senjata sesuai dengan perencanaan menuju MEF, dengan meningkatkan kualitas maupun kuantitas materiil. Dalam hal ini persenjataan yang dimiliki, maka kemampuan suatu unsur menjadi satu tingkat di atasnya. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan perkembangan tantangan maupun ancaman yang akan terjadi, kata pangarmatim.

Upacara yang berlangsung dengan suasana hikmat tersebut dihadiri oleh Danguspurlatim Laksamana Pertama TNI Ari Soedewo, S.E., Danguskamlatim Laksamana pertama TNI Wuspo Lukito,S.E., para Asisten Pangarmatim, Kasatker serta para Komandan Unsur KRI.

Sumber: Dispenarmatim
»»  READMORE...

PESAWAT SILUMAN J-20 CHINA TERBANG DENGAN WEAPON BAY TERBUKA




J-20


Beberapa hari lalu di media-media online China muncul gambar dan video yang menunjukkan pesawat tempur generasi kelima Chengdu J-20 Mighty Dragon melakukan uji coba penerbangan dengan pintu weapon bay (teluk senjata) terbuka. Gambar dan video beredar pada 2 Juli 2013.

Ini merupakan pertama kalinya muncul gambar pesawat tempur China itu membuka weapon bay yang akan menjadi tempat beberapa senjata.
J-20 dengan weapon bay terbuka

Yang perlu diperhatikan, bagian dalam weapon bay itu sengaja dibuat kabur dengan efek Photoshop dari lambang khas Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China untuk menyembunyikan senjatanya.

Namun tidak jelas apa maksud efek pengkaburan ini, bila memang ingin menutupi seluruh weapon bay, mengapa kepala rudal yang dibawa J-20 masih ditampilkan. Apakah ini hanya karena hasil edit Photoshop yang buruk atau China memang ingin membuat tanda tanya tentang rudal apa yang bakal dibawa oleh J-20 nantinya.

Weapon bay adalah tempat untuk menyimpan senjata (rudal). Senjata sengaja ditempatkan di dalam weapon bay agar tidak terdeteksi oleh radar (terlindungi oleh pintu) yaitu untuk menjaga RCS (Radar Cross Section) serendah mungkin. Weapon bay tetap tertutup hingga rudal digunakan.

J-20 dengan weapon bay terbuka



Namun tak lama setelah kemunculan gambar J-20 dengan weapon bay yang dikaburkan, muncul pula gambar J-20 dengan weapon bay yang tidak diedit. Menunjukkan J-20 dengan weapon bay terbuka dengan dua rudal PL-12 udara-ke-udara. Rudal yang satu tampaknya PL-12B dan rudal satunya lagi tampaknya juga PL-12B atau C yang tidak bersirip.



 


»»  READMORE...

PRESIDEN SBY MINTA PROGRAM MEF BERKELANJUTAN



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap postur pertahanan saat ini berupa kebijakan Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF) dilanjutkan oleh pemerintahan yang akan datang.

Menurut Presiden SBY, kebijakan tersebut penting untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan teritorial Indonesia. “Harapan saya ini bisa dilanjutkan oleh pemerintahan yang akan datang, saya yakin presiden yang akan datang, pemerintahan yang akan datang juga ingin negaranya kuat, tentaranya kuat bisa menjalankan tugas-tugas pertahanan,” kata Presiden saat menjawab pertanyaan calon perwira remaja (capaja) Akademi Militer saat memberikan Pembekalan kepada capaja Akademi TNI-Polri Tahun 2013 di Gedung Graha Samudera Bumimoro Morokrembangan, Komplek Kodikal, Surabaya, Senin malam (1/7).

Presiden mengatakan, kepala pemerintahan atau presiden memiliki strategi dan kebijakan pertahanan. Pada era Orde Baru, postur pertahanan kekuatan TNI dikenal dengan “ABRI kecil, efektif, efisien”. Pada era Kabinet Indonesia Bersatu, dimulai pada 2005, kekuatan pertahanan TNI yang dibangun adalah MEF. MEF adalah melakukan stabilisasi kekuatan Angkatan Darat, pengembangan dan modernisasi Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Setiap tahun pemerintah berusaha meningkatkan kemampuan untuk pertahanan dan keamanan negara. Diakui Presiden, selama lima tahun pertama sejak kebijakan tersebut berjalan, pemerintah belum bisa mengalokasikan anggaran pertahanan yang besar untuk mewujudkan MEF.

Perekonomian Indonesia saat itu terkena imbas krisis ekonomi global. Akibatnya, pemerintah belum cukup mengalokasikan kekuatan dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). “Alhamdullilah setelah 2009 kekuatan kita makin besar, ketika dunia mengalami krisis, ekonomi kita tumbuh tinggi, demikian juga kemampuan anggaran kita, government spending (belanja pemerintah), kita tingkatkan kekuatan darat, laut, dan udara,” ujar SBY.

Presiden mengakui, dua puluh tahun berlalu, Indonesia belum bisa melaksanakan modernisasi dan pembangunan kekuatan secara maksimal. Kekuatan pertahanan Ri jauh tertinggal dibandingkan kekuatan negara-negara sahabat. Karena itu, pemerintah bertekad meningkatkan kekuatan pertahanan dalam kurun waktu lima hingga delapan tahun dengan harapan Indonesia siap menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah.

Presiden SBY berkomitmen melanjutkan kebijakan tersebut dan akan menyampaikan komitmen tersebut kepada pemimpin yang akan datang. “Di negara mana pun kalau kalian belajar strategi, itu akhirnya harus dihitung berapa kemampuan ekonomi yang kita miliki, berapa anggaran yang kita miliki. Kita bisa saja punya angan-angan membangun postur kekutan yang kuat tapi ketika dihitung kocek kita, anggaran rupiah kita belum mampu. Karena itu harus ada policy khusus dan timeline yang kita susun agar yang kita bisa bangun ya yang bisa kita biayai oleh ekonomi dan anggaran kita,” ujar SBY.








Sumber : Jurnas
»»  READMORE...

Iran Sedang Menggarap Sejumlah Kapal Tempur Baru



Seorang pejabat tinggi militer Iran menyatakan bahwa angkatan laut Republik Islam tengah menggarap sejumlah kapal tempur dan perahu pelontar roket dalam rangka meningkatkan kemampuannya.

"Kapal tempur, peluncur roket, termasuk perahu pelontar roket kelas Paykan dan banyak lagi kapal yang saat ini sedang digarap," kata Laksamana Muda Abbas Zamini (29/6), yang menjabat di kantor  ubungan teknis Angkatan Laut Iran.

Ditambahkannya, "Efesiensi dan kemampuan Angkatan Laut Iran, sebagai kekuatan strategis dalam menjalankan tugas menjaga kepentingan negara di perairan bebas internasional, menuntut penggunaan perlengkapan dan sistem yang efisien, moderen dan ter-up-to-date."

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Laut Iran telah berusaha memenuhi seluruh tuntutannya dengan mendesain dan memproduksi berbagai jenis kapal baru termasuk kapal perusak Jamaran dan Damavand serta melakukan overhaul total kapal perusak kuno Bayandor.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran mengukir banyak keberhasilan di sektor pertahanan dan militer. (IRIB Indonesia/MZ)
»»  READMORE...

Australian MH-60R completes first flight




Australia's first MH-60R Seahawk Romeo helicopter (N48-001) conducted its initial test flight at Sikorsky's production facility in Stratford, Connecticut, USA June 26, 2013. Australia will receive 24 such helicopter to equip its surface combatants under Project AIR 9000 Phase 8.
Australia’s first MH-60R Seahawk Romeo helicopter (N48-001) conducted its initial test flight at Sikorsky’s production facility in Stratford, Connecticut, USA June 26, 2013. Australia will receive 24 such helicopter to equip its surface combatants under Project AIR 9000 Phase 8. Photo via Australian MOD.

The first of 24 MH-60R ‘Seahawk Romeo’ naval helicopters destined for the Australian Navy has successfully completed its first test flight at Sikorsky production facility on June 26, 2013. During the 80 minute flight the helicopter successfully passed a range of tests including controllability, engine performance, vibration analysis and navigation as well as the ‘Contractor Flight Acceptance’ phase. The first helicopter is now being prepared for transit to Lockheed Martin’s facility in Owego, New York, where it will be fitted with its highly capable mission systems and sensors. A further three Australian helicopters are currently in various stages of assembly with the first two planned to be handed over to the RAN in December 2013. Aircrew and maintainers from 725 Squadron have already commenced training with the United States Navy at Naval Air Station, Jacksonville, Florida, USA while they await the arrival of their own aircraft in 2014.
The 24 helicopters will replace 16 MH-60B Seahawk helicopters currently in service, expanding naval surface strike capability with will additional air-to-surface strike capability.
Commodore Vince Di Pietro, Commander of the Navy’s Fleet Air Arm, said the flight is exciting news for the Navy. “The RAN will very shortly be flying the most capable Anti-Submarine and Anti-Surface helicopter in the world and it will be a quantum increase to our current helicopter force – both in numbers and capability,” CDRE Di Pietro said. The acquisition of 24 Seahawk Romeos allows the Royal Australian Navy (RAN) to provide at least eight helicopters embarked at any one time with Australia’s Anzac Class frigates and the new Hobart Class air warfare destroyers, with the remainder based at HMAS Albatross in Nowra.
“This first flight occurred only two years after contract signature, some six months ahead of the original schedule approved by Government in 2011.” Minister for Defence Materiel Dr Mike Kelly said. “The Federal Government has invested over $3 billion in acquiring 24 MH-60R Seahawk Romeo helicopters, representing a sizeable commitment toward Australia’s ongoing air combat capability,” he added.
»»  READMORE...