News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Friday, July 19, 2013

Indonesia Jadikan RX 420 Pondasi Bangun Pabrik C-705






Kunjungan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro ke China, beberapa waktu lalu tidak sia-sia. Setelah membeli sejumlah rudal China, pemerintan negeri tirai bambu itu akhirnya menyetujui opsi yang diminta pemerintah RI. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia diperkenankan membangun pabrik rudal C-705 di tanah air.


Rudal C 705 ini berhulu ledak 110 kilogram, dengan daya jangkau 75 km dan 170 km dengan tambahan roket pendorong. Rudal ini memiliki Sistem pemandu: radar, TV, atau IR dengan target kapal berbobot 1500 ton. Rudal jelajah C 750 bisa diluncurkan dari pesawat, kapal dan kendaraan darat. Selain dipasang di kapal, Indonesia akan memasangnya di silo darat, seperti yang dilakukan vietnam untuk rudal Yakhont yang digunakan Indonesia di beberapa KRI.


Kini, Departemen Pertahanan sedang mengumpulkan para pakar rudal Indonesia untuk mempersiapkan pembangunan pabrik rudal C-705. “Kita akan menggenjot produksi alutsista dalam negeri. Kalau tidak bisa, kita akan lakukan joint production, atau transfer teknologi,” ujar Purnomo Yusgiantoro


“Peluru kendali ini kalau kita bisa produksi dalam negeri, akan kita pasang di daerah perbatasan untuk pengamanan,” ujar Menteri Pertahanan.


Pembangunan Pabrik rudal C 705 dilakukan Kementrian Pertahanan RI dan Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMEIC) yang menjadi pemegang proyek pengerjaan rudal.


Rudal C-705 kali pertama diperkenalkan ke publik pada ajang Zhuhai Airshow ke-7 tahun 2008. Misil ini adalah pengembangan dari C-704, dan bentuknya lebih menyerupai miniatur C-602. Pengembangan rudal baru ini fokus ke tiga hal: elemen mesin, hulu ledak, dan sistem pemandu. Dengan desain modular dari mesin baru, membuat jangkauan rudal yang sebelumnya 75-80 km, menjadi sampai 170 kilometer.


C-705 dipersiapkan untuk mengkandaskan kapal perang dengan daya hancur mencapai 95,7%, ideal untuk menenggelamkan kapal.


Kerjasama rudal C 705 sangat penting bagi Indonesia dan sangat strategis. Dari rudal ini, Indonesia akan mengembangkan kemampuan rudal Cruiser RX – 420 yang ditargetkan memiliki daya jangkau 300 Km lebih. Rudal Lapan RX- 420 sudah diuji coba beberapa kali. Namun hingga kini masih ada kendala dipersoalan di keakuratan daya jelajah, dalam mencapai target sasaran secara presisi. Jika teknologi cruiser telah dimiliki para pakar rudal Indonesia, munculnya rudal RX- 420 versi militer, akan menggentarkan negara negara tetangga. Diharapkan negara tetangga yang mencoba mengganggu teritorial Indonesia, akan berpikir puluhan kali jika pertahanan rudal Indonesia bisa dikembangkan optimal. (Detik Forum)
»»  READMORE...

ALUTSISTA TNI NYARIS MATI SURI SELAMA 15 TAHUN,KINI BERJALAN PROGRESIF


                                         
Setelah nyaris mati suri dalam 15 tahun, modernisasi peralatan tempur Indonesia kini diklaim berjalan secara progresif.
Hingga habis masa pemerintahan Presiden SBY pada 2014, ditargetkan modernisasi sudah menjangkau sedikitnya 30% kebutuhan minimum TNI.

"Dengan dinamika yang terjadi sekarang, (modernisasi) bisa dipercepat," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Ia mencontohkan beberapa rencana yang berjalan justru lebih cepat dari target.
Pembangunan kekuatan pesawat jet F16 asal Amerika Serikat, misalnya, dari rencana hanya menambah enam pesawat baru ternyata Klik justru akan direalisir menjadi 24, meski bekas pakai.

"Ini belum sekarang kita di-offer 10 lagi," tambah Purnomo.
Demikian pula Hercules, yang mulanya belum masuk rencana 2013, karena hanya akan diisi dengan pesawat CN295 buatan Airbus Military dan PTDI, kini akan akan ditambah 10 buah juga bekas pakai dari Australia.

Percepatan sangat mungkin
Dengan 34 pesawat F16 dan 10 Hercules ini, Purnomo yakin postur kemampuan tempur TNI akan sangat berubah.

"Ditambah dengan yang sudah kita punya saat ini, kita akan menjadi amat kuat," janjinya dengan menggunakan ebagian pernyutaannya dalam bahasa Inggris.
Di darat, TNI juga akan berubah dengan tampilan antara 100-130 unit Klik tank Leopard asal Jerman yang sudah lama diidamkan TNI-AD.

Pengamat militer dan pengajar pada jurusan Hubungan Internasional UI Andi Widjajanto mengatakan klaim Purnomo bukan isapan jempol.
"Saya kira percepatan sangat mungkin. Dalam Latgab TNI lalu nampak bahwa kekuatan TNI sudah 40%," puji Andi.

Latgab (latihan gabungan) itu dilangsungkan di beberapa titik termasuk Sangatta di Kaltim dan Situbondo di Jatim.
Presiden Yudhoyono sendiri yang melihat langsung jalannya operasi, yang disaksikan pula oleh publik melalui komentarnya dalam situs mikro blog, Twitter.
"Negara kita luas, karenanya kita perlu memiliki kekuatan militer yang handal dan terlatih," kicau Presiden melalui @sbYudhoyono.
Titik terendah
Buku Putih Pertahanan Indonesia yang terbit 2008 menyebut perlunya membangun kekuatan bersenjata dengan terencana.
Target pencapaian minimum essential force (Kekuatan Pertahanan Minimal, KPM) dirancang tercapai pada 2024.

Itu berarti hingga 11 tahun mendatang, Indonesia harus dapat menerima kondisi saat ini, yaitu dengan kekuatan tempur yang bahkan di bawah minimum.
Langkah panjang ini menurut Andi perlu untuk mengembalikan TNI sebagai kekuatan bersenjata yang disegani di ASEAN maupun di dalam negeri.

Sejak dibelit krisis moneter tahun 1997, kekuatan ABRI (saat itu) hampir compang-camping.
"Ke luar pengaruh kita diambil oleh Malaysia dan Singapura, sedang ke dalam kita terpaksa melepas Timor Timur tahun 1999," tambah Andi.

Sebagai kekuatan bersenjata yang menjadikan 'NKRI harga mati' sebagai acuan dasar, lepasnya Timtim menurut Andi menandai 'titik terendah TNI' saat itu.
"Praktis (pertahanan) kita tak punya daya tawar sama sekali."
Kekuatan rendah juga sangat merugikan Indonesia secara ekonomi.
Dari kasus pencurian ikan di laut perbatasan saja menurut Kementrian Perikanan menggerogoti potensi pendapatan negara hingga Rp30 triliun per tahun.

Harap maklum, sampai 2012 Indonesia baru punya 24 kapal patroli memadai.
"Padahal wilayah maritim kita besar sekali, jadinya kita diremehkan nelayan asing pencuri ikan," kata anggota Komisi Pertahanan DPR, TB Hasanuddin.
Interoperabilitas

Pemerintah SBY kemudian menggenjot angka belanja senjata, yang sampai 2024 diharapkan mencapai titik idealnya, sekitar Rp170 triliun per tahun atau setara dengan 1,5% dari APBN.
Meski nampak sangat besar, secara persentase angka ini masih kalah dari total belanja alutsista Singapura dan Malaysia yang berkisar 2-3% dari total PDB.
Meski demikian, menurut Andi Widjajanto bila diteruskan sesuai rencana, kekuatan pertahanan Indonesia akan menjadi salah satu yang terbesar di Asia.
"KPM 2024 kalau dibandingkan tahun 2000 itu 5-6 kali lipat. Itu pun kita saat itu masih menyebutnya minim, baru mau mulai membangun postur riil," tegasnya.

Tetapi dengan strategi pembelian senjata dari berbagai negara sekaligus, masalah lain muncul: bagaimana TNI memadupadankan penggunaan berbagai senjata itu?
Sistem senjata dari satu negara biasanya punya sistem komunikasinya sendiri, kata TB Hasanuddin, yang sebelumnya sempat berkarir di TNI selama 25 tahun.
"Kemarin (di arena Latgab) saya lihat prajurit darat pegang radio untuk pesawat, radio lagi untuk tank, radio untuk lain lagi. Nanti bisa-bisa dia harus bawa 6-7 radio repot sekali," kata Hasanuddin sambil tertawa.

Interoperabilitas, atau padu-padan sistem operasi bersamaan, memang jadi tantangan kata Menhan Purnomo Yusgiantoro.
"Tugas Panglima TNI untuk dapat melihat bagaimana alutsista itu dapat terkait satu dengan yang lain," kata Purnomo.

Kemampuan memecahkan persoalan ini menurut pengamat pertahanan CSIS, Iis Gindarsah, akan sangat menentukan masa depan pertahanan Indonesia.
"Karena TNI sedang bergerak menuju rightsizing, merampingkan pasukan sesuai kebutuhan," kata Gigin.



"Dengan demikian nantinya pertahanan kita akan lebih banyak diawaki oleh alutsista yang canggih, dengan personel yang lebih sedikit tapi mumpuni."

»»  READMORE...

Fenomena Air Mengejutkan Versi Fisika



Air memiliki kemampuan untuk membasuh, menenangkan dan memelihara. Di sisi lain, air juga memiliki kekuatan brutal seperti saat tsunami.

Orang bijaksana China, Lao Tzu, sempat mengatakan, tak ada yang lebih lunak dan lebih lemah dari air namun tak ada yang lebih baik untuk menyerang benda keras dibanding air. Air mendominasi dua pertiga tubuh manusia dan menyelimuti tiga perempat Bumi yang membuatnya sangat misterius.
Di sisi lain, air akan sangat mengejutkan Anda, bahkan mampu mementahkan pemahaman ilmiah.

Beku

Orang logis pasti menganggap butuh waktu lebih lama bagi air panas untuk mencapai suhu nol deraja celcius dan membeku dibanding air dingin. Anehnya pada 1963, siswa SMA Tanzanian Erasto Mpemba menemukan, air panas lebih cepat beku dibanding air dingin dan tak seorang pun mengetahui mengapa begitu.

Salah satu kemungkinan yang ada adalah proses sirkulasi panas yang disebut konveksi. Dalam wadah air, ketika hangat naik ke atas mendorong air yang lebih dingin di bawahnya maka akan tercipta ‘hot pop’. Ilmuwan memperhitungkan, konveksi ini mampu mempercepat proses pendinginan dan segera mencapai titik beku.

Zat licin

Pemeriksaan ilmuwan satu setengah abad belum berhasil memecahkan mengapa permukaan es licin. Ilmuwan sepakat, lapisan tipis air cair di atas es beku menjadi penyebabnya. Hingga kini, tak ada konsensus mengapa es memiliki lapisan itu.

Teori menduga, lapisan ini muncul akibat ski atau terpeleset sehingga terjadi kontak dengan es yang kemudian meleleh. Lainnya menduga, lapisan cair ini ada akibat gerak inheren molekul permukaan. Namun faktanya, hingga kini, misteri ini belum terpecahkan.

Aquanut

Di Bumi, air mendidih menciptakan ribuan gelembung kecil. Di luar angkasa, air mendidih menciptakan satu gelembung besar. Dinamika fluida ini sangat rumit hingga fisikawan tak mengetahui apa yang terjadi pada air mendidih pada kondisi bergravitasi nol hingga eksperimen dilakukan pada 1992.

Fisikawan memutuskan, fenomena ini merupakan hasil ketiadaan dua fenomena yang disebabkan gravitasi, yakni konveksi dan daya pengapungan. Berikut videonya (http://www.youtube.com/watch?v=3GG9ApFyBms&feature=player_embedded)

Cairan melayang

Saat tetes air mendarat di permukaan yang lebih panas dari titik didih, air bisa bergerak cepat di permukaan jauh lebih lama dari dugaan. Efek yang disebut leidenfrost ini terjadi saat lapisan terbawah air menguap dan molekul gas air di lapisan itu tak punya tujuan. Akibatnya, sisa tetes air tak jatuh di permukaan panci panas. Berikut videonya (http://www.youtube.com/watch?v=RHhAgzIVHvo&feature=player_embedded).

Selaput gila

Terkadang, air tampak menolak hukum fisika. Kekuatan tensi permukaan yang membuat lapisan terluar badan air berlaku seperti selaput fleksibel. Tensi permukaan muncul akibat ikatan molekul air saling merenggang. Karenanya, molekul mengalami tarikan ke dalam dari molekul di bawahnya.

Air akan menyatu hingga ada tenaga meruntuhkan ikatan lemah itu. Misalnya, pada klip kertas yang tetap berada di atas air meski besi lebih padat dari air dan seharusnya tenggelam, tensi permukaan mencegahnya.

Salju Mendidih

Saat terdapat gradien suhu besar, sebuah efek mengejutkan akan terjadi. Jika air mendidih bersuhu 100C disiram ke udara yang bersuhu -34C, maka air berubah menjadi salju dan terbang. Hal ini terjadi karena udara dingin ekstrim sangat padat dan tak siap merilis uap air.

Di sisi lain, air mendidih siap merilis uap. Saat air dilempar ke udara, udara terpecah menjadi tetesan dan disinilah letak masalahnya. Banyaknya uap yang melebihi batas udara membuat ‘partisipan’ berubah menjadi partikel mikroskopik di udara dan menciptakan salju. Berikut videonya (http://www.youtube.com/watch?v=ZGjwe-BCfms&feature=player_embedded).

Ruang Kosong

Bentuk padat tiap zat pasti lebih padat dari bentuk cairnya namun hal ini tak berlaku bagi air. Saat air membeku, volumenya meningkat 8Perilaku aneh ini membuat bongkahan es bisa mengambang. Serupa benda solid lain, perbedaan yang ada adalah struktur heksagonal kristal es yang menyisakan banyak ruang kosong yang membuat es tak padat.

Tak Ada Duanya

Dalam sejarah salju, tiap struktur cantik ini sangat unik. Alasannya, kepingan salju berawal dari prisma heksagonal sederhana. Kepingan salju turun dipengaruhi suhu, tingkat kelembaban dan tekanan udara yang membuatnya tak pernah ada yang kembar. Menariknya, kepingan salju selalu tumbuh dengan sinkronisasi sempurna.

Asal Usul Air

Asal usul yang menyelimuti 70ermukaan Bumi masih menjadi misteri bagi ilmuwan. Menurut ilmuwan, air yang ada di Bumi 4,5 miliar tahun silam menguap akibat panasnya matahari muda. Artinya, air di Bumi saat ini bukan berasal dari Bumi itu sendiri.
Terdapat teori, 4 miliar tahun silam di masa Late Heavy Bombardment, terdapat benda masif menghantam Bumi dan benda ini berisi air. Selain itu, terdapat teori komet menjadi ‘dalang’ pemberi air bagi planet hunian manusia ini.

Kini muncul masalah baru, air yang ada menguap dari komet utama (Halley, Hyakutake, dan Hale-Bopp) memiliki jenis yang berbeda dari H2O Bumi yang menunjukkan, komet ini bisa jadi bukan sumber semua air yang ada. [mdr]

»»  READMORE...

Wednesday, July 17, 2013

Gawron Class Corvette


Gawron Class Corvette

0 comments

Gawron Class Corvette
The Gawron class or Projekt 621 is a class of multipurpose corvettes ordered by Polish Navy. The Gawron class is a variant of the MEKO A-100 project developed by the Blohm + Voss shipyard in Germany. Construction of the first ship of the class started in 2001.

There were plans to build 7 Gawron-class corvettes, but as of 2009, work has only begun on one ship, which is to be named ÅšlÄ…zak. The program suffered delays due to insufficient funding from the government and delays in choosing final weapons and systems configuration. The hull was launched on 16 September 2009, but the program was suspended due to the ongoing financial crisis. Work has now resumed and the first ship should be commissioned by 2015.

CLASS OVERVIEW
Name:Projekt 621 (Gawron class)
Builders:Stocznia Marynarki Wojennej
Operators: Polish Navy
Building:1
Planned:7
Completed:0
GENERAL CHARACTERISTICS
Type:Corvette
Displacement:1,650-2,050 tonnes
Length:90.10 m (295.6 ft)
Beam:12.80 m (42.0 ft)
Draught:3.60 m (11.8 ft)
Speed:29.5 kn (55 km/h) (planned)
Armament:Guns: 1 × OTO Melara 76 mm gun
Anti surface: RBS-15 Mk.3
Anti air: RIM-162 ESSM or MBDA MICA
Torpedoes: MU90 Impact
Aircraft carried:1 × Kaman SH-2G Super Seasprite
»»  READMORE...

BMD-4M AIRBORNE COMBAT VEHICLE




BMD-4M
BMD-4M Airborne Combat Vehicle merupakan versi perbaikan dari BMD-4,memiliki stasis terbaru dan sejumlah perbaikan lainnya.BMD-4M diperkenalkan pada tahun 2008 dan saat ini sedang dievaluasi oleh Pasukan penerjun Udara Rusia.Sebanyak 10 kendaraan untuk Bath pertama akan dikirimkan ke pasukan Udara Rusia pada 2013.Mesin perang ini juga disediakan untuk pelanggan ekspor.Strategi dan Alutsista Militer
Strategi dan Alutsista MiliterStrategi dan Alutsista Militer
BMD-4M dapat di drop dari pesawat kargo militer menengah,dan ia akan memberi dukungan tempur bagi pasukan terjun payung,ia juga bertindak sebagai kendaraan transportasi lapis baja.Strategi dan Alutsista MiliterStrategi dan Alutsista Militer
Strategi dan Alutsista MiliterStrategi dan Alutsista Militer
Kendaraan ini memiliki perlindungan baja lapis tipis.hal ini dikarenakan persyaratan berat yang ketat.Armor hanya memberikan perlindungan terhadap tembakan senjata ringan dan juga serpihan artileri.Namun kendaraan ini juga dapat diberikan perlindungan tambahan seperti Ade-on hit,dilengkapi juga dengan sistem perlindungan NBC dan pemadam kebakaran otomatis.Strategi dan Alutsista Militer
Strategi dan Alutsista MiliterStrategi dan Alutsista Militer
Meski BMD-4M memiliki perlindungan lapis baja yang ringan,namun ia cukup capable untuk menghadapi kendaraan lapis baja musuh.Fungsi utamanya ditekankan sebagai kendaraan dukungan tempur.Strategi dan Alutsista Militer
Strategi dan Alutsista MiliterStrategi dan Alutsista Militer
BMD-4M dipersenjatai dengan senjata yang sama dengan pendahulunya.senjata itu terdiri dari kanon100 mm dan senapan koaksial 30 mm.untuk senjata 100 mm dilengkapi dengan autoloader.rate maksimum tembakan 10-15 putaran per menit.ia juga dapat menembakan rudal anti tank bastion dengan pemandu laser dengan menggunakan cara yang sama dengan proyektil biasa.Rudal ini memiliki jangkauan 5,5 km dan juga dapat menarget helikopter.ia dilengkapi dengan sistem kendali tembak digital terbaru.



Kendaraan tempur untuk airborne ini dioperasikan oleh dua orang awak dengan mengakomodasi 6 personel.Strategi dan Alutsista Militer
Strategi dan Alutsista MiliterStrategi dan Alutsista Militer
BMD-4M memiliki sasis terbaru dan didukung dengan mesin Diesel UTD-29 yang lebih kuat dengan kekuatan 500 hp.mesin yang sama di gunakan pada IFV BMP-3 dan ini adalah mesin yang lebih modern dan lebih kuat jika dibandingkan dengan mesin Diesel 2V-06 yang digunakan pada BMD-3 dan BMD-4.BMD-4M telah meningkatkan mobilitas dari para pendahulunya.ACV ini memiliki suspensi hydropneumatic dengan kontrol variabel tinggi.
Strategi dan Alutsista MiliterStrategi dan Alutsista Militer
Kendaraan ini juga amphibious,ketika di air ia didorong dengan dua waterjets.
.
»»  READMORE...

TOROS Artillery Rocket System



TOROS Artillery Rocket System
TOROS (Topçu Roket Sistemi - Artillery Rocket System ) is a Turkish artillery rocket system, that has been developed in both 230 and 260 millimeter calibres. The system was developed by SAGE, and is used by the Turkish Army. The larger calibre rockets have a maximum range of 110 kilometers deliver a 145 kilogram high-explosive fragmentation warhead containing 30,000 steel balls.
The system consists of four vehicles:
  • Launcher vehicle 6×6
  • Logistics vehicle 6×6
  • Maintenance vehicle 6×6
  • Fire Command-Control vehicle 4×4
The 230 millimeter calibre system consists of six TOROS-230 unguided medium range rockets in a disposable launcher pod. The 260 millimeter calibre system consists of four TOROS-260 rockets in a disposable launcher pod. The launcher vehicle is designed to accept two TOROS-230 or TOROS-260 launcher pods.
Both rockets use an HTPB/AP solid propellent, and are stabilised in flight by four wrap-around fins. Sabots are fitted to the front of the rocket which fall away shortly after launch. Both rockets use a fin detent system to reduce wind dispersion, and are reported as having a dispersion of between one and two percent of their range. A variety of warheads have been proposed for the system including the basic blast fragmentation warhead, an electronic warfare warhead and a bunker busting warhead.
The launcher pods and advanced fire control system enable fast supply, loading, unloading, positioning and orientation operations. The unloading and reloading operations for two launch pods can be completed in less than twelve minutes. The system can be moved into position, oriented to target, and fired, all without the crew leaving the armoured cab. The launcher has a crew of three, but can be operated by a single person if needed.
Dispersion is reduced by helical rails which provide high roll rate during launch.

Specifications


TOROS-230TOROS-260
Diameter230 mm260 mm
Length4.1 m4.8 m
Mass326/197 kg485/280 kg
Operational temperature-30/+55•C-30/+55•C
Range20 to 100 km25 to 160 km
Dispersion2 percent2 percent
PropellantHTPB/APHTPB/AP
Shelf life10 year10 year
LAUNCHER PODSTOROS-230TOROS-260
Number of tubes64
Length4.2 m4.9 m
Width1.0 m0.9 m
Height0.8 m0.9 m
Empty mass552 kg647 kg
Loaded mass2,442 kg2,441 kg
»»  READMORE...

MEMPERTAHANKAN INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA

Pemerintah Indonesia menargetkan tercapainya kemandirian senjata untuk kebutuhan TNI pada tahun 2029 namun target ini dianggap sangat berat dicapai.

CN235
Target itu dirumuskan dalam UU Industri Pertahanan yang disahkan tahun lalu dan mewajibkan penghentian penggunaan produk impor jika industri domestik mampu memenuhi.

"Suka tidak suka, UU mengamanatkan offset industri pertahanan kita adalah 35%," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Offset, istilah yang dipakai untuk menyebut tingkat pencapaian alih teknologi dari luar ke dalam BUMN strategis, saat ini diklaim sudah mencapai 35% bahkan lebih.

"Kalau dihitung-hitung dalam proses produksi CN 295 misalnya, offset PTDI sampai 40%," klaim Purnomo.

CN 295 adalah pesawat angkut kelas kecil-menengah buatan Airbus Military (dulu CASA) Spanyol.

PTDI mengikat perjanjian dengan perusahaan asing itu, agar dapat memperoleh kontrak pemasaran danKlik penjualan CN 295 di kawasan Asia Pasifik.

Tetapi tak semua kontrak berakhir sukses.

Upaya mengalih teknologikan pesawat jet asal Koreal Selatan, KFX, tiba-tiba terhenti setelah alih kepemimpinan nasional di negeri ginseng itu.

Pemerintah Indonesia secara resmi mengatakan proyek hanya ditunda namun menurut pengamat militer Andi Widjajanto yang terjadi sesungguhnya lebih serius karena menyangkut kontrak alih teknologi.

"Kita sebagai negara bebas-aktif tidak menganut blok pertahanan, karena itu upaya alih transfer teknologi menjadi lebih sulit," kata pengajar di Jurusan Hubungan Internasional UI ini.

Dalam kasus KFX menurut Andi, Indonesia berharap belajar teknologi jet F16 yang lisensinya sudah dilimpahkan AS kepada Korsel, yang merupakan sekutu dekatnya di Pasifik.

Belakangan ternyata Korea Selatan lebih tergiur mengembangkan KFX dengan teknologi pesawat F35, yang lisensinya belum tentu boleh dibagi dengan Indonesia.

"Karena tidak ada pelibatan (Indonesia) sama sekali dalam konsorsium (persenjataan) global dengan Amerika."

Tinggal teriak

Apapun tantangannya, pengesahan UU Industri Pertahanan jelas memberi dorongan besar pada pabrikan senjata lokal yakni PTDI, Pindad dan PT PAL Surabaya.

"Kita sekarang kewalahan memenuhi permintaan TNI bahkan harus bayar denda keterlambatan dari tahun 2011," kata Dirut Pindad Adik Sudaryanto.

Untuk pemesanan tahun lalu Adik juga sudah memberi peringatan pada TNI senjata akan telat sampai karena tumpukan produksi yang tak sebanding dengan kemampuan alat dan sumberdaya.

Lonjakan permintaan belum dapat dipenuhi segera menurut Adik karena kebutuhan mesin setidaknya perlu dua tahun untuk dipesan.

"Karena mesin industri alutsista itu tidak dijual di pasar bebas, kalau bebas kacau kan semua bisa bikin senjata."

Baru pada tahun ini hingga 2015 Adik memperkirakan mesin-mesin baru tiba dan Pindad bisa menggenjot produksi.

Sejak UU diketok palu, Pindad juga tak kesulitan uang karena berbagai sumber dana disiapkan pemerintah termasuk yang sebelumnya tak ada.

Adik Sudarsono mengatakan substitusi impor saat ini lebih masuk akal dari ekspor.

"Kita tinggal teriak kita bisa (produksi), langsung (order) diberikan," tambahnya.

Berkah lain dari UU 16 yang dinikmati produsen senjata Indonesia adalah pintu alih teknologi yang terbuka lebih lebar.

Ia mencontohkan produksi tank Anoa yang mulanya harus memakai rangka buatan VAB serta mesin hasil impor dari pabrikan otomotif dan senjata Prancis, Renault.

"Sekarang dia mau jual engine-nya saja, VAB-nya dari kita, sehingga penjualan dia turun," kata Dirut Pindad sejak 2008 itu.

Produsen asing mengalah mengikuti ketentuan UU Industri Pertahanan karena kalau menolak mereka akan sama sekali kehilangan pasar.

Kasus yang sama juga terjadi pada amunisi ukuran besar 105mm yang mulanya dibeli dari Korsel.

Pabrikan Korsel itu kemudian mengajari Pindad mekanik dan teknik fuse-nya, dan terpaksa puas jadi pemasok komponen.

"Dulu mana mereka mau, sekarang produknya kita integrasikan jadi produksi kita."

Dengan permintaan TNI yang masih lebih tinggi dari kemampuan pasoknya, sejak tahun lalu Pindad memilih fokus pada substitusi impor bukan pada ekspor.

Kutukan

Sebaliknya PTDI memilih untuk aktif menawarkan dagangan langsung pada negara pembeli potensial setelah bisnis yang makin bergairah beberapa tahun terakhir.

Satu-satunya produsen pesawat di Asia Tenggara itu baru dibawa Wakil menteri pertahanan Sjafrie Sjamsuddin dalam sebuah road show negara ASEAN pada awal Juni lalu.

PTDI menyebut tengah melakukan finalisasi kontrak pembelian dengan Filipina, setelah sebelumnya Vietnam juga dikabarkan akan memesan CN295.

Dua negara lain, Thailand dan Brunei, meminta dilakukan uji terbang (flight test) di negeri mereka.

Melihat pasar yang sebenarnya cukup ramah terhadap pesawat angkut dan penumpang terbatas, bahkan muncul usulan agar PTDI tak usah repot memikirkan urusan produksi jet tempur.

"Toh jelas pasar CN 295 ada, peminatnya lumayan. Sementara pesawat jet akan perlu investasi dan biaya pengembangan yang lama dan besar. Kita beli saja," seru anggota Komisi Pertahanan DPR, TB Hasanuddin.

Meski boleh jadi cukup masuk akal, usulan ini dianggap justru akan mematikan peluang industri senjata Indonesia sendiri.

"Semua industri senjata dunia mengalami kutukan ini," kata Andi Widjajanto.

Negara yang terlambat mengembangkan industri senjatanya, harus bersabar dan tabah menghadapi rintangan alih teknologi.

"Periode awal bisa 10-20 tahun industrinya akan mengahsilkan senjata yang kualitas teknologinya tertinggal dan lebih mahal," kata Andi, putra mendiang Pangdam Udayana, Theo Sjafei.

Apakah itu sepadan dengan anggaran yang besar yang keluar hingga 2029? Menurut Andi jawabnya ya.

Mengutip sebuah studi ia menyebut dalam pada abad 21 hanya akan ada tujuh negara dengan industri pertahanan mandiri: AS, Rusia, Negara Eropa Barat, Brasil, Cina, India dan Indonesia.

"Negara lain pilih cara yang gampang: beli saja."

  ● BBC  

»»  READMORE...

V-280 Valor Helicopter, United States of America


V-280 Valor helicopter
The V-280 Valor is a third-generation tilt-rotor vertical lift helicopter being designed by the US-based aircraft manufacturer, Bell Helicopter Textron. The helicopter is intended to meet the requirement of the Joint Multi-Role (JMR) Technology Demonstrator (TD) programme supporting the Future Vertical Lift (FVL) programme of the US Army.
In April 2013 the V-280 Valor was launched at the Army Aviation Association of America's (AAAA) annual professional forum and exposition held at Fort Worth, US. The aircraft is designed to perform multiple missions such as attack and transport with enhanced speed, maximum reach, and greater payloads.
The V-280 Valor will offer greater control both at low speeds and high speeds efficiently. The helicopter is currently in design concept phase.

V-280 for the Joint Multi-Role Technology Demonstrator (JMR-TD) programme

The V-280 Valor helicopter has been selected for the JMR-TD Phase I programme in June 2013. The Sikorsky-Boeing team's coaxial-rotor compound helicopter was also chosen for the programme.
The phase one of the JMR-TD programme will include the development of the rotorcraft, while phase two will deliver mission systems for the FVL programme. The $100bn FVL programme is expected to replace about 2,000 to 4,000 medium-lift rotorcraft in service with the US Army.
The V-280 Valor helicopter was classified as a category I proposal, citing its ability to meet all the requirements of the US Army. The TD contracts are expected to be awarded in September 2013 and the flight testing is scheduled for 2017.

Design features of V-280 Valor helicopter

"The V-280 Valor will offer greater control both at low speeds and high speeds efficiently."
The V-280 Valor helicopter will integrate a clean sheet design with a V-tail configuration and fuselage of composite construction. The wings will be made of large cell carbon core.
The helicopter is designed to carry four crew members and 11 troops. It will feature two spacious 1.83m side doors for convenient entry and exit of armed forces. The aircraft will be fitted with a conventional retractable landing gear for better control during take-off and landing.
The V-280 helicopter will be equipped with triple redundant fly-by-wire flight control system for precision aircraft handling and better safety. The system helps to reduce the workload of pilots and weight of the aircraft while minimising the maintenance costs as compared to traditional flight control systems.
The aircraft will offer greater fuel efficiency resulting in smaller logistical footprint compared to other aircraft. The smaller logistical footprint helps to minimise the logistics support needed to move and maintain a warfighting force.

V-280 Valor helicopter engine

The power plant of the V-280 Valor helicopter will include two turbocraft engines coupled to three-bladed tiltrotor and drive units. The non-revolving and fixed engines will make the helicopter more stable during hover mode, and will provide better control.
"The aircraft will offer greater fuel efficiency resulting in smaller logistical footprint compared to other aircraft."
The engines will be placed at the tip of the helicopter wings. The helicopter will be able to operate with a single engine in the event of loss or damage of the other engine.

Performance of V-280 Valor

The V-280 Valor helicopter will have a maximum cruise speed of 518km/h. It will have a combat range of 500nm to 800nm. The helicopter will offer twice the speed as well as range of the existing vertical lift helicopters.
It will be capable of operating at very hot temperatures of up to 95° and flying at an altitude of 6,000ft.
The helicopter will be a self deployable platform, unlike other helicopters requiring logistic support for shipping to area of operation. It can be strategically self-deployed to a range of 3,889km.
»»  READMORE...