News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Wednesday, July 24, 2013

KRI Nuku (873)

KRI Nuku (873). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Nuku (873)
KRI Nuku (873) merupakan kapal perang Indonesia dari jenis korvet, nama sebelum dibeli adalah Warent (224). Kapal ini termasuk kapal korvet kelas Parchim dengan kode Pakta Warsawa Type 133.1.

Pembuatan
Kapal perang KRI Nuku (873) ini didesain untuk perang anti kapal selam diperairan dangkal / pantai. Enambelas kapal dibuat untuk Volksmarine (1997-1981) dan 12 kapal yang dimodifikasi dibuat untuk AL Soviet pada 1985-1990 oleh Peenewerft, Wolgast. Setelah Penyatuan kembali Jerman, bekas negara Jerman timur menjual kapal-kapal ini ke TNI-AL Indonesia pada 1992 yang kemudian memperbaikinya di PT. PAL Indonesia. Kapal korvet ini pernah digunakan sebelumnya oleh Angkatan Laut Jerman Barat.

Nama
Nuku adalah nama seorang sultan dari Kesultanan Tidore, yang merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia, Sultan Nuku yang bernama lengkap Nuku Muhammad Amiruddin.

Nomor lambung
Pada saat awal bertugas di Koarmabar, KRI Nuku (873) menggunakan nomor lambung 373, dan sekarang sudah dipindahtugaskan ke Koarmatim, maka nomor lambung KRI Nuku berubah menjadi 873.

Persenjataan :

  • Torpedo
    KRI Nuku (873) dilengkapi dengan empat tabung peluncur torpedo 15.7 inci.
  • Peluru kendali
    Sistem pertahanan udaranya adalah dua peluncur rudal SA-N-5, rudal darat ke udara untuk pertahanan udara jarak-dekat terhadap pesawat sayap tetap, pesawat sayap putar dan terhadap rudal anti-kapal yang datang.
  • Anti-kapal selam
    Selain itu ia juga dilengkapi dengan 2 RBU-6000 untuk peranan anti-kapal selam (ASW RL) dan juga mempunyai 2 para (Deep Charge).
  • Meriam
    Meriam utama kapal perang KRI Nuku (873) dipasang pada dek depan, adalah meriam kembar 57mm/70 caliber DP. Kapal ini juga dilengkapi dengan satu senapan 30 mm kembar serbaguna.
Sensor dan senjata elektronik :
  • Radar dan Sonar
    Radar kapal ini adalah MR-302/Strut Curve bisa digunakan untuk pencarian sasaran di permukaan dan di udara yang dipadukan dengan sistem kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob. Kedua alat itu bekerja secara bersamaan dalam men-scan area diudara maupun dipermukaan. Kapal anti-kapal selam (ASW) ini juga dilengkapi dengan sonar aktif berfrekuensi sederhana di badan kapal dari jenis MG-322T.
  • Pengumpan
    PK-16 decol RL yang bisa diluncurkan dalam mode ganggu (distraction) atau menarik (seduction) untuk mengelabui rudal musuh. Selain itu ia juga mempunyai sistem pemantau Watch Dog intercept.
Tenaga penggerak
Kapal perang KRI Nuku (873) ini mempunyai tiga mesin diesel type deutz cartepillar buatan Jerman, untuk menggantikan mesin diesel sebelumnya yang tidak efisien karena hanya memiliki masa jelajah dua hari. Mesin jenis ini menggunakan bahan bakar yang lebih irit serta spare part yang banyak tersedia di indonesia yang dihubungkan dengan tiga gandar bagi menghasilkan tenaga sebesar 14,250 bhp, dengan kecepatan beroperasi 24 knot.

wikipedia.org 
»»  READMORE...

ADAPTIV, SISTEM KAMUFLASE TANK BARU BAE SYSTEMS



Bayangkan jika ada tank yang dilengkapi dengan perangkat selubung yang mampu mengecoh sistem inframerah kendaraan musuh, tentu saja tank-tank seperti ini akan bertahan lebih lama di medan perang. Kedengarannya memang seperti adegan dalam film Harry Potter, tapi BAE Systems, perusahaan pertahanan multinasional Inggris, membuatnya mungkin.



ADAPTIV pada CV90
Kendaraan tempur infanteri CV90 yang dilengkapi dengan ADAPTIV (Foto : BAE Systems)

BAE Systems mengembangkan sistem kamuflase unik yang disebut ADAPTIV, yang menjadikan tank/kendaraan militer membaur dengan lingkungannya, tidak akan terdeteksi oleh sistem pendeteksi panas (thermal imaging).

Saat operasi-operasi militer di padang pasir, hutan dan perkotaan, ADAPTIV akan mencegah deteksi terhadap kendaraan militer dengan cara menyamakan suhu mereka dengan suhu lingkungannya. Perangkat ini juga dapat membuat tank terlihat seperti benda-benda lain, seperti semak-semak, binatang, bebatuan, mobil dan meniru kendaraan-kendaraan lainya yang dianggap tidak membahayakan oleh musuh.

ADAPTIV dikembangkan dan dipatenkan di Swedia setelah Swedish Defence Materiel Administration (FMV) di Örnsköldsvik, Swedia, diberi tugas oleh BAE Systems untuk mengembangkan teknologi skala penuh untuk kendaraan darat guna menghindari deteksi dari sistem sensor panas.

Kamuflase ADAPTIV
Bekerja layaknya bunglon, mampu meniru lingkungannya atau menyalin objek lain seperti truk dan mobil. 

Setelah melakukan tiga tahun penelitian yang matang, tim proyek yang berjumlah tujuh orang, dengan keahlian di bidangnya masing-masing antara lain perangkat lunak, elektronik dan desain, mengembangkan sebuah perangkat kamuflase unik untuk kendaraan darat.

Sistem kamuflase teknologi tinggi ini menggunakan modul, yang terlihat seperti sel-sel yang mirip sarang lebah untuk menutupi sisi-sisi dari sebuah kendaraan lapis baja. Modul dibuat dari unsur-unsur yang dapat didinginkan atau dipanaskan dengan sangat cepat melalui kontrol yang mudah, sehingga berbagai pola berbeda bisa diterapkan.

Kendaraan yang menggunakan ADAPTIV pada dasarnya beroperasi layaknya bunglon, mampu meniru lingkungannya, atau meniru bentuk objek lain seperti truk dan mobil. ADAPTIV juga mampu memunculkan "sinyal damai" melalui pesan teks/simbol yang berkedip di sisinya dengan menciptakan pola-pola yang dapat dengan mudah dikenali oleh pasukan teman.

ADAPTIV pada helikopter
 Helikopter HKP15b dilengkapi dengan ADAPTIV 

Teknologi ini akan siap diproduksi dalam dua tahun ke depan terutama untuk kendaraan tempur infanteri Swedia CV90 (gambar atas), dan di masa depan akan digunakan untuk kendaraan laut dan udara, yang mungkin akan menjadikan helikopter terlihat seperti awan dan kapal perang seperti gelombang.
»»  READMORE...

PORCUPINE SELF PROPELLED HOWITZER


Porcupine 155 mm
Porcupine adalah prototipe 155-mm howitzer self-propelled. Kendaraan ini juga disebut sebagai Centauro 155/39 LW. Sistem artileri ini sedang dikembangkan oleh Iveco dan OTO-Melara. Proyek didanai oleh Departemen Pertahanan Italia.howitzer self-propelled baru dimaksudkan untuk kendaraan operasi brigade medium Angkatan Darat Italia bersama tank perusak Centauro,IFV Freccia, dan asosiasi kendaraan tempur dengan konfigurasi roda stasis 8x8. Tentara Italia saat ini mengoperasikan PZH 2000 howitzer self-propelled.

   Sistem artileri Porcupine didasarkan pada chassis yang dimodifikasi dari tank perusak Centauro.Kendaraan memiliki daya tahan terhadap ranjau.

   Sistem artileri dipersenjatai dengan Howitzer FH70 155-mm/L39, yang diinstal pada turret lapis baja tak berawak. Howitzer sepenuhnya menggunakan sistem loading otomatis. Ade maksimum penembakan hingga 8 round per menit. Prototipe SPH ini dapat menggunakan semua amunisi standar NATO 155-mm. Hal ini juga kompatibel dengan pengembangan baru OTO Melara yakni rudal jarak jauh Volcano dan roket terarah, yang memiliki jangkauan maksimum hingga 60 km.
   Karena penyimpanan amunisi onboard yang terbatas itu diusulkan untuk menggunakan Porcupine dengan amunisi terkait reload kendaraan. Dalam hal ini amunisi dapat sepenuhnya diisi ulang dalam waktu 10 menit.


  



Porcupine ini dioperasikan oleh dua orang awak, termasuk sopir dan komandan. Kedua anggota awak berada di bagian depan lambung.

   Prototipe dari SPH baru ini didukung oleh mesin diesel Iveco MTCA turbocharged, berkekuatan 520 hp. Pengarah disediakan pada as pertama dan kedua dan juga pada kecepatan lambat dengan menggunakan poros keempat. Kendaraan ini dilengkapi dengan ban run-flat dan dilengkapi dengan sistem inflasi ban sentral.

»»  READMORE...

EMERK Myanmar Assault Rifle


EMERK Assault Rifle
The EMERK is an assault rifle currently in standard issue in Myanmar as the EMERK-1 and EMERK-3. The EMERK-1 is a 5.56x45mm bullpup rifle roughly based on the Israeli Galil assault rifle with an AKM receiver.

Before 1988, the standard Myanmar infantry weapon was the 7.62x51mm-NATO BA-63 assault rifle, a locally-produced version of the early-model German Heckler & Koch G-3 battle rifle; the machineries were of German origin, and were sold to the Myanmar government by Myanmar Fritz Werner Industries,ltd.

Later during the 1970s and 1980s,the Myanmar Armed Forces decided to introduce the 5.56x45mm-NATO cartridge along the 7.62x51mm NATO in standard infantry service, and thus had to re-design their individual weapons; as platoon level support weapon was retained (and still is nowadays) the locally-manufactured 7.62x51mm general-purposes machine-gun: an indigenous clone of the Rheinmetall MG-3 GPMG.

MA-11

The new weapon system to enter in service obviously had to be obtained with the machineries already in Myanmar .What the engineers at Myanmar Fritz Werner Industries,ltd. and EMEC (Electrical and Mechanical and Engineering Corps of Myanmar Army) come out with was a local version of the HECKLER&KOCH HK 33 assault rifle system, obviously simplified in construction to fit with the means and the resources available.

Both the MA-11 and MA 12 are feed from M16-Style STANAG magazines,
From the beginning of 2002, 7.62x51mm BA-63 and BA-72 series rifles are gradually being replaced by a new series of 5.56x45mm MA-series automatic assault rifles in Myanmar Army's frontline units. This series of weapons (MA-1) is different from the MA-11/MA-12, and might be the result of some agreements between the Myanmar government and Israeli IMI consultants who visited the Country as early as in the year 1990s. The new MA series assault rifles are similar to the Israeli 5.56x45mm GALIL rifles, again re-engineered to fit the local manufacturing techniques and capabilities. With the introduction of EMERK-3 (MA-1) as service rifle for the Myanmar Army the MA-11 / MA-12 are being armed to the Myanmar Police Force; considerably an upgrade from its WW-II vintage .303 rifle.

EMERK-1

EMERK-1 is manufactured by EMEC and Myanmar Heavy Industries(MHI) . Before this, a Chinese company called NG CHUNG-KEUNG, subsidiary of NORINCO, had shipped to Myanmar under the governmental request some exemplars of the new NORINCO QBZ-97 5.56mm bull-pup assault rifle for evaluation. The Myanmar engineers were positively impressed by this weapon, but the communist Chinese government didn't really wanted to sell firearms to an extreme right-wing dictatorship, and thus the shipment of the new QBZ-97 rifles to Myanmar were halted and further ones completely canceled. 

So the Myanmar engineers took over the exemplars of QBZ-97 still illegally remaining on the country, and modified the project of the weapon to allow it to be manufactured with some minor modifications with the machineries they had, illegally sold to Myanmar by Singapore. It's also known that the EMERK-1 is slightly similar to the Steyr AUG, and the israeli IMI engineers who previously had worked to the IMI TAVOR project traveled to Myanmar to counsel their Myanmar colleagues; little is known about this EMERK-1 bull-pup rifle, except that it is in the hands of elite Myanmar troops, it's a "melange" of the Chinese NORINCO QBZ-97, the Singaporean ST-KINETICS SAR-21, the Austrian STEYR AUG and the Israeli IMI TAVOR, that it's manufactured in both AR and SAW variants .The EMERK-1 bull-pup rifle is feed from M16-Style STANAG magazines,

EMERK-3

The Myanmar troops that have it, especially governmental guards, don't like EMERK-1 because it's prone to jammings and stoppages. Instead, the main weapons system of the Myanmar Armed Forces is well liked by its users. The EMERK-3 Rifle System, is an illegal copy / updated version of the Israeli IMI GALIL assault rifle, manufactured under supervision of Israeli consultants and with the use of Israeli and Singaporean mahineries shipped to Burma in violation of the UN/USA embargo.


The EMERK-3 rifle is nothing but a GALIL rifle with fixed stock.It is also equipped with a BA-203 40mm grenade launcher, a slightly modified illegally produced version of the American M203 grenade launcher, machineries to manufacture which were also illegally shipped to Burma from USA companies. When mounted on the EMERK-3 rifle, this M203-lookalike grenade launcher features also a new barrel cover for the rifle, equipped with a grenade peepsight.

The EMERK-3 rifle is apparently identical to the IMI GALIL exception made for some very little external characteristics, so that the GALIL specifics are assumed to be valid for this rifle too.

The MA-3 carbine is a shortened copy of the EMERK-3 rifle, with a folding metal buttstock. The barrel is shorter that the one of the EMERK-3 rifle, and the similarities with the GALIL are much more pronounced. The MA-3 features a ventilated handguard.

The EMERK-3 rifle and the MA-3 carbine feed from GALIL-style 30-rounders.

Variants and Related Designs

Military

MA-11 variants

This system comprises two weapons:
  1. MA-11 assault rifle and
  2. MA-12 automatic rifle(squad light machinegun)

EMERK-3 variants

The new MA-series of assault rifles was previously tested by the Myanmar Army as the "EMERK-3". Now it consists in four models:
  1. MA-1 assault rifle: locally-manufactured spawning of the Israeli GALIL rifle, with fixed stock.
  2. MA-2 automatic rifle: Locally-manufactured spawning of the Israeli GALIL ARM heavy-barrelled automatic rifle.
  3. MA-3 carbine: basically an MA-1 assault rifle equipped with a metal side-folding stock.
  4. MA-4 grenadier weapon: basically an MA-1 assault rifle equipped with an under-Barrel 40x46-SR single-shot grenade launcher working in Single Action, whose design is heavily borrowed from the American M-203. The rifle and the grenade launcher are mated permanently, hence why the rifle/GL combo is considered a weapon on its own.
Typically, a Myanmar Army fire team will be armed with an MA-1 for rifleman (scout) ,an MA-2 for automatic rifleman (light machine gunner) ,an MA-3 for team leader and an MA-4 for grenadier.

Specifications

EMERK

TYPEAssault Rifle
Light Machine Gun
PLACE OF ORIGINMyanmar
PRODUCTION HISTORY
DESIGNEREMEC(Electrical and Mechinical Engineering Corps)
MANUFACTURERMyanmar Fritz Werner Industries,ltd.
VARIANTSMA-1 assault rifle
SPECIFICATIONS
WEIGHT4.5kg (Rifle)
5kg (LMG)

CARTRIDGE5.56x45mm NATO
ACTIONGas-operated, rotating bolt
RATE OF FIRE650rpm
EFFECTIVE RANGE400m
FEED SYSTEM30 round STANAG Magazine
SIGHTSIron
»»  READMORE...

Main Battle Tanks Moving East


The Newly Upgraded T-90S. Photo: Tamir Eshel, Defense-Update
The Newly Upgraded T-90S. Photo: Tamir Eshel, Defense-Update
With the world’s largest armies (except China and India) have ceased procurement of Main Battle Tanks (MBT), third world countries are becoming more dominant customers for this weapon category. In recent years, following major reorganization programs, where western armies have been retiring their armored regiments, severely eroding the production base of heavy armored vehicles, countries of the former Soviet Union and China are finding markets for tanks in developing countries. New production orders for T-90 from Russia, T-84 Oplot from the Ukraine and Chinese MBT-2000) tanks are keeping these lines open. Thailand has placed orders for 200 T-84 tanks, and is expecting the first of these T-84s by May 2013. These tanks will be used for initial introduction and training. A second shipment completing the training unit and equipping the first battalion will be completed by 2015.
Chinese upgraded MBT2000 is provided with enhanced wedged armor suite, improved fire control electro-optics and added air conditioning.
Chinese upgraded MBT2000 is provided with enhanced wedged armor suite, improved fire control electro-optics and added air conditioning.
Turkish new main battle tank Altai is expected to enter production in 2015
Turkish new main battle tank Altai is expected to enter production in 2015
South Korea and Turkey are two countries maintaining MBT production capacity based on a common design – the South Korean K-2 and Turkish Altai, which is still in prototype stage. The South Korean K-2 entered production in 2012. Hyundai Rotem Company was contracted by Turkey to provide the technology transfer for the Altai program. The company teamed with Otokar from Turkey to set up the production facility for the tank in Turkey. The first two prototypes went through initial testing in late 2012. However, since 2011 the Turkish side has assumed full responsibility for the program. One month into the testing, of the first two prototypes, Turkish officials expressed confidence the program could move into production by 2015 – two years ahead of schedule. Turkey plans to field up to 250 of the new tanks.
The Bangladesh Army has also begun inducting fourth-generation China-made MTB-2000 tanks. Bangladesh has placed an order for 44 of these MBT2000 tanks The deal is worth $162 million. The new tanks were displayed for the first time in September 2012 during an official ceremony. The MBT2000 closely resembles the Al Khalid tanks, which is in the service of the Pakistan army since 2001. This is the first time Bangladesh has obtained newly assembled Main Battle Tanks (MBTs). Its army has around 200 older-generation Chinese tanks, which have been upgraded in phases with Beijing’s assistance to keep them in service.
Indian T-72 being upgraded
Indian T-72 being upgraded
The largest customer for MBTs – India, is planning to produce up to 1,700 Russian designed T-90 tanks. 310 of the tanks were ordered and supplied from Russia in 2001. Additional 300 were ordered in 2006, and are being assembled locally in India, at Heavy Vehicle Factory (HVF) in Avadi, Chennai. The projected order could cap over 2,000, some of which are expected to be upgraded T-90MS. India is also producing 124 domestically developed Arjun MkII tanks, these tanks are expected to be inducted into service after 2013. India is also undertaking continuous upgrades for its T-72 tanks, the most recent included fire control and night vision improvements. Future work could also include active protection systems and weapon improvements (including gun-fired missiles. As part of this upgrade India acquired 418 Israeli made Thermal Imaging Fire Control Systems (TIFAC) for around $230. Part of the system is locally produced in India.
Among western MBTs the M-1A2 and Merkava Mk 4 are in production, though in small numbers. Orders for Merkava 4 tanks in service only in the Israeli Army are annually, maintaining the production line in Israel open while the M-1 line is maintained with orders for the Egyptian Army. Significant upgrade work on M-1A2 is expected this years, secured by recent orders from the US Army and Saudi-Arabia.
General Dynamics Land Systems announced January 8th it has been awarded $132.7 million for the procurement and production of 69 Saudi M1A2 (M1A2S) Abrams tanks for the Kingdom of Saudi Arabia. his work is part of a plan by the Kingdom of Saudi Arabia to upgrade its fleet of tanks. This contract extends work started in 2008 to update M1A1 and M1A2 tanks to the M1A2S configuration for the Kingdom of Saudi Arabia. The M1A2S conversion increases the efficiency and capability of the tank. This order will help the company maintain the workforce at its Lima, Ohio plant through July 2014.
Leopard II is not in production but of the three, it has the brightest future, as both Qatar and Saudi Arabia have expressed interest in buying about 1,000 of these tanks. Unlike the M-1A1/A2 or Merkava, Leopard II has also become quite popular in the second-hand market, after most European armies have trimmed their heavy forces, and offered their tanks to foreign nations. The main customers for these tanks are Singapore, Malaysia, Indonesia, Portugal, Canada and Chile.
»»  READMORE...

Tuesday, July 23, 2013

TRUK ANGKUT BERAT MILITER KIA - KM1002 KOREA SELATAN





KIA – KM1002 TRUK BERAT MILITER

KM 1002 adalah truk berat militer yang dikembangkan oleh KIA motor,hal ini untuk memenuhi kebutuhan akan kendaraan militer Korea selatan sebagai alat transportasi angkut berat.ia mampu mengangkut MBT K1A1 dalam segala medan.truk ini merupakan salah satu dari seri truk berat KM 100 konfigurasi 8x8.Dilaporkan bahwa produksi truk KM 100 dimulai pada 2001.

KM 1002 juga dapat mengangkut kendaraan lapis baja lainya termasuk kendaraan rocovery dan self propelled howitzer atau peralatan konstruksi berat dengan daya angkut maksimum 60 ton.

Semi trailer yang digunakan pada KM1002 dikembangkan oleh Rotem.Trailer dirancang untuk membawa kendaraan ringan,seperti KIFV atau APC M113.

KM1002 dilengkapi dengan dobel kabin dengan dua baris tempat duduk.Kendaraan dapat mengangkut seluruh awak MBT atau SPH.

Truk didukung dengan mesin Diesel turbocharged Hyundai D6CA berkekuatan 450 hp.KM 1002 memiliki tingkat mobilitas off-road dan cuaca dengan jangkauan operasional -32 hingga 50 derajat celcius.

Pada bagian belakang dilengkapi dengan dua buah derek tepatnya dibelakang kabin dan dapat menarik beban seberat 50 ton.biasanya digunakan untuk memuat kendaraan rusak.informasialutsista.blogspot.com informasialutsista.blogspot.com
informasialutsista.blogspot.com informasialutsista.blogspot.com
SPESIFIKASI
Masuk layanan
2001masialutsista.blogspot.com
Konfigurasi
8x8
Kabin
1 – 5 orang
DIMENSI DAN BERAT
Berat.blogspot.com
17,7 ton
Daya angkut.blogspot.com
60 ton
Panjang
9,07 meter
Lebar
2,6 meter
Tinggi
3,47 meter
MOBILITAS
Mesin
Diesel Hyundai D6CA
Tenaga
450 HP
Kecepatan maksimum
80km/jam
Jarak tempuh
400 km
MANUVERABILITAS
Gradient
28 – 60 %
Slide slope
20 %
Vertical step
?
Trench
?
Fording
0.76 m


»»  READMORE...

INGGRIS BANGUN KAPAL SELAM NUKLIR KELAS ASTUTE YANG KEENAM

Kekuatan armada kapal selam Kerajaan Inggris akan bertambah signifikan seiring dengan dimulainya proses perakitan Agamemnon, kapal selam Angkatan Laut Inggris dari kelas Astute. Bagian lunas, yang merupakan bagian pertama dari pembangunan sebuah kapal, sudah diletakkan dan diresmikan dalam sebuah upacara di galangan kapal BAE Systems Inggris oleh Menteri Pertahanan Philip Dunne.


Kementerian Pertahanan Inggris juga mengumumkan bahwa dua kapal selam pertama dari tujuh kapal kelas Astute, yaitu HMS Astute dan HMS Ambush, saat ini hampir merampungkan uji coba laut mereka yang lama dan telah diserahkan kepada Angkatan Laut Inggris untuk segera dioperasikan.
HMS Ambush
HMS Ambush saat uji coba laut pada September 2102 (Photo: LA(Phot) Stu Hill/MOD)

Tujuh kapal selam kelas Astute dibuat untuk Angkatan Laut Inggris guna menggantikan kapal-kapal selam kelas Trafalgar.

Kapal selam kelas Astute memiliki daya tembak yang lebih besar, perlengkapan komunikasi canggih, lebih "silent" dibanding pendahulu-pendahulunya dan sulit untuk dideteksi oleh radar/sonar.

Karena bertenaga nuklir, kapal selam kelas Astute tidak perlu mengisi bahan bakar setidaknya untuk 25 tahun. Kapal selam ini juga tidak perlu muncul ke permukaan untuk mengambil oksigen, karena sistem canggihnya sudah bisa memurnikan air dan udara. Jangkauan kapal selam ini tidak memiliki batasan, yang membatasinya hanyalah pasokan makanan untuk tiga bulan untuk 98 krunya atau merapat kembali ke pangkalan untuk perawatan.

HMS Astute dan HMS Ambush adalah kapal selam pertama dari kelasnya yang sudah diterima oleh Komando Angkatan Laut Inggris, yang bertanggung jawab untuk semua operasi yang dilakukan oleh Angkatan Laut Inggris.

Tiga kapal selam berikutnya dari kelas Astute adalah HMS Artful, HMS Audacious dan HMS Anson semuanya masih dalam tahap pembangunan, dan peletakan lunas untuk Agamemnon berarti menandai tonggak kunci keberhasilan untuk program tersebut.


BAE Systems Maritime Submarines (BAES (MS)) diserahi tanggung jawab oleh Angkatan Laut Inggris untuk membangun tujuh kapal selam kelas Astute dan juga bertanggung jawab merancang penerus kapal selam kelas Vanguard, yang nantinya akan membawa perisai nuklir Inggris.

Kementerian Pertahanan Inggris telah menyetujui kontrak baru dengan BAES (MS) yang tidak hanya akan mempertahankan lapangan pekerjaan kepada ribuan karyawannya di saat krisis ekonomi, tetapi juga ditujukan untuk menurunkan biaya pembangunan kapal selam di masa depan.

Spesifikasi Kasel Kelas Astute
Bobot
7.400 ton (terendam)
Panjang
97 meter
Lebar
11,3 meter
Draft
10 meter
Propulsi
- Rolls-Royce PWR2 reactor (with full submarine life core)
- MTU 600 kilowatt diesel generators
Kecepatan
29 knot (54km/jam)
Jangkauan
Hanya dibatasi oleh pasokan logistik dan perawatan
Kru
98 (total 109)
Sensor- Thales Sonar 2076
- Atlas DESO 25 echosounder
- 2 x Thales CM010 optronic masts
- Raytheon Successor IFF
Persenjataan
6 tabung torpedo 533 mm dengan mampu membawa hingga 38 senjata:
- Rudal jelajah Tomahawk Blok IV
- Torpedo kelas berat Spearfish
»»  READMORE...