News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Thursday, May 30, 2013

PT DI AKAN MENGERJAKAN PESAWAT PESANAN VIETNAM





Vietnam ternyata telah memesan lima CN-295 dari Airbus Military, namun kemudian dikurangi menjadi tiga (photo : Kaskus Militer)

NAY PYI TAY -  PT Dirgantara Indonesia berharap, pesanan Vietnam terhadap tiga unit pesawat jenis CN-295 dari Airbus Military, dapat dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia.
 

Langkah ini juga akan menguntungkan Vietnam.
 

"Vietnam telah memesan lima unit CN-295 dari Airbus Military, namun belakangan dikurangi jadi tiga. Sampai sekarang pesanan itu belum dikerjakan oleh Airbus Military," kata Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia, Budiman Saleh, Selasa (28/5/2013) di Nay Pyi Taw, Myanmar.
 

Budiman menjadi salah satu anggota rombongan road show CN 295 yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke enam negara Asean.
 

Setelah kemarin di Vietnam, hari ini rombongan berada di Nay Pyi Taw, Myanmar.
 

Ketika bertemu dengan Sjafrie pada Senin (27/5/2013) di Hanoi, Vietnam, Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh, menyatakan, negaranya membutuhkan pesawat terbang yang mampu menerjunkan pasukan, mengangkut pasukan, punya daya angkut maksimal 10 ton, dan memiliki pintu di bagian belakang.
 

Secara eksplisit, Phung Quang lalu menyatakan ketertarikannya dengan CN-295 yang memenuhi kualifikasi pesawat yang dibutuhkan negaranya tersebut.
 

Menurut Budiman, pengalihan produksi pesawat CN-295 pesanan Vietnam dari Airbus Military ke PT Dirgantara Indonesia amat dimungkinkan karena sudah ada kolaborasi antara Airbus Military dan PT Dirgantara Indonesia untuk memproduksi pesawat tersebut.
 

Indonesia juga ditunjuk sebagai main dealer pesawat itu untuk kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
 

Ada sejumlah keuntungan bagi Indonesia dan Vietnam jika pesawat itu diproduksi di PT Dirgantara Indonesia.
 

"Jika dibuat di Indonesia, 50 persen dari komponen pesawat tersebut, yaitu bagian sayap, dibuat di Indonesia. Untuk Vietnam, mereka juga akan dimudahkan dalam pemeliharaan karena kami punya pusat pemeliharaan CN-295 di Bandung. Jika ada kebutuhan suku cadang, hanya butuh waktu sekitar empat jam untuk mengirimkannya ke Vietnam," jelas Budiman.
 

 Berikut Foto dari Kenyo10 (kaskuser)


  ● Kompas  
»»  READMORE...

Monday, May 27, 2013

Helikopter Serang Agusta A 129 Mangusta Lightweight


Italian army operates 45 Augusta A 129 Mangusta lightweight attack helicopters

Entered service
1990
Crew
2 men
Dimensions and weight
Length
14.29 m
Main rotor diameter
11.9 m
Height
?
Weight (empty)
2.5 t
Weight (maximum take off)
4.1 t
Engines and performance
Engines
2 x Piaggio (Rolls-Royce) Gem 2-2 Mk 1004D turboshaft engines
Engine power
2 x 825 hp
Maximum speed
259 km/h
Combat radius
100 km
Armament
Cannon
1 x 20-mm cannon; can carry podded 12.7-mm machine guns
Missiles
8 x TOW-2A anti-tank missiles
Other
52 x 70-mm or larger 81-mm Medusa rockets
   Conceived in response to an Italian Army requirement of the mid-1970s, the A 129 Mangusta (Mongoose) was the first dedicated attack helicopter to be designed, built and deployed by a European country. 

It was also the first in the world to be built around an advanced MIL-STD 1553B digital databus, which allows a high degree of automation, considerably reducing the crew workload. 
The first A 129 prototype made its official maiden flight on 15 September 1983 at Cascina Costa (although it had already taken to the air twice before on 11 and 13 September).
   The original Italian requirement had been for 100 Mangustas in distinct anti-tank and scout versions, but as the threat of all-out war in Europe receded, the final order was cut back to 60 A 129s. In the event, a total of 45 A 129s was delivered to AVES (Aviazone Escercito - Italian army aviation) between October 1990 and 1992, when production was stopped.
   Funding problems, and changing operational needs, forced the Italian army to re-evaluate its requirement for dedicated anti-tank helicopters. The need for a more multi-role helicopter was reinforced when Mangustas were deployed on UN peacekeeping duties to Somalia between 1992 and 1994. The Mangusta's primary TOW missile armament left it inflexible where combat against tanks was not a priority mission. 

Hence, Agusta has developed the Mangusta International, which features an undernose 20-mm cannon, uprated 1 362-shp (1 016-kW) AlliedSignal LHTEC CTS800-2 engines and a five-bladed main rotor system. This aircraft also retains the HeliTOW target acquisition system, making it a highly versatile combat helicopter. The Italian army began to receive Mangusta in International form in 2002 with Rolls-Royce engines. Furthemrore in 2002 Italian helicopter manufacturers were awarded a contract to upgrade all operational Mangustas to the International standard, which is also being actively marketed for export.

»»  READMORE...

Angkatan Darat Iran Terima Rudal Anti-Armor Baru


Panglima Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ahmad Reza-Pourdastan mengkonfirmasikan pasukan negara ini kini dilengkapi dengan rudal anti-baja produksi dalam negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran mengukir prestasi besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan militer dan sistem penting.

"Pasukan Angkatan Darat Iran beberapa waktu lalu menerima rudal anti-baja baru berkemampuan tinggi dan secara khusus digunakan untuk [target] tank-tank dengan pelindung baja reaktif yang tahan terhadap serangan rudal biasa," katanya.

Pejabat tinggi militer Iran itu mengatakan bahwa Angkatan Darat Iran juga menerima sejumlah peralatan militer produksi dalam negeri termasuk, sistem radar serta dua jenis kendaraan taktis, yang secara signifikan meningkatkan kemampuan pertahanan negara.

Pourdastan menambahkan bahwa sejumlah peralatan militer terbaru termasuk kendaraan angkut personel, diuji selama manuver Beit-ul-Muqaddas 25 yang digelar di Propinsi Isfahan.(IRIB Indonesia/MZ)
»»  READMORE...

ROAD SHOW CN 295 TIBA DI VIETNAM



Road show pesawat CN-295 milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara ke enam negara Asean, tiba di Ho Chi Minh City, Vietnam pada Sabtu (25/5/2013) sekitar pukul 15.30.

Pejabat pemerintah Vietnam dan pejabat dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City, menyambut rombongan road show yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Ikut dalam rombongan road show, antara lain Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan Tim Asistensi Komite Kebijakan Industri Pertahanan Bidang Kebijakan Said Didu.

Dalam road show yang dimulai 22 Mei lalu, Vietnam merupakan negara ketiga yang dikunjungi, setelah Filipina dan Brunei. Dari Vietnam, rombongan menuju Myanmar, Thailand, Malaysia, sebelum akhirnya tiba kembali di tanah air pada 31 Mei 2013.

Di negara-negara yang dikunjungi, Sjafrie melakukan pertemuan dengan pejabat kementerian pertahanan negara setempat dan diadakan joy flight CN-295.

Kunjungan ke enam negara ini, tutur Sjafrie, untuk memperkuat kerjasama bidang pertahanan dan memperkenalkan hasil produksi dalam negeri yang digunakan TNI.

"Kami memperkenalkan CN-295 sebagai bagian dari sistem pertahanan. Penggunaan pesawat yang sama di wilayah Asean akan memperkuat kerjasama dan mengurangi biaya operasional serta pemeliharaan," kata Sjafrie.

CN-295 adalah hasil kerjasama Airbus Military dan PT Dirgantara Indonesia. TNI telah memesan sembilan CN-295, dan dua diantaranya telah diterima. Indonesia juga menjadi main dealer CN-295 untuk Asia Pasifik. Sejumlah negara Asean, telah menyatakan ketertarikannya untuk membeli pesawat tersebut.

Pada Minggu pagi, rombongan akan berangkat menuju Hanoi Vietnam. Di Hanoi, Sjafrie akan melakukan pertemuan dengan pejabat kementerian Pertahanan Vietnam dan diadakan joy flight CN-295. (NWO)





Sumber : Kompas
»»  READMORE...

DPR : PENGADAAN SUKHOI HARUS LENGKAP DENGAN PAKET SENJATA



TNI AU tinggal menunggu dua unit lagi untuk melengkapi Skuadron II Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar. Tapi, Komisi I ingin memastikan pesawat Sukhoi yang didatangkan dari Rusia itu sudah bersenjata. Sebab, apa gunanya pesawat tempur tanpa senjata.

Empat unit pesawat Sukhoi pesanan TNI Angkatan Udara telah datang dari Rusia, Februari lalu. Kedatangan pesawat tempur itu menggenapkan satu skuadron yang sudah masuk dalam rencana strategis modernisasi alutsista TNI AU hingga 2014 mendatang.



Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq berencana meninjau fisik dan kelengkapan pesawat tersebut. Pihaknya ingin memastikan bahwa pesawat sudah dilengkapi paket persenjataannya. Sebab, pesawat Sukhoi yang sebelumnya datang tanpa kelengkapan peluru.



"Kalau ada senjatanya, ini akan benar-benar bisa memberi efek penggentar lawan. Kalau tidak tidak ada pelurunya, sama saja itu pesawat tidak banyak memberi efek penggentar lawan. Begitu kan?" ujar Mahfudz Siddiq, Minggu (26/5).



Untuk memodernisasi alutsista, TNI AU berupaya melengkapi pesawat tempur jenis Sukhoi di Skuadron Udara II Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 16 unit di tahun 2013. Kini skuadron tersebut sudah memiliki 14 unit pesawat jet tempur Sukhoi tipe Su-27 SKM dan Su-30 MK2 buatan industri pesawat terbang Rusia, Konsomolks-Na Amure Aircraft Production Association (KNAPO).


Berdasarkan target pada 2013, TNI AU kini tinggal menunggu dua unit pesawat dari enam unit terakhir yang dipesan oleh Indonesia dari pabrikan Rusia. Dua unit pesawat tersebut diharapkan sudah tiba di Tanah Air pada Juni mendatang.


"Sesuai dengan perencanaan semestinya tahun 2014 baru lengkap. Namun, khusus skadron 11 yang alutsistanya pesawat tempur Sukhoi kita akan dorong di tahun 2013 sudah lengkap. Jadi ini persiapan bahwa pada 2014 pesawat sudah lengkap 16 unit dan siap mengudara semua," ujar Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddi, Kamis (18/5) saat meninjau Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.






Sumber : Jurnamen
»»  READMORE...

Singapore Army commissions upgraded battlefield communications system



WAC commissioning
The Singapore Army has commissioned a domestically manufactured wide area communications (WAC) system, designed to enhance its battlefield communication capabilities, during an official ceremony at Stagmont Camp in Choa Chu Kang, Singapore.
Jointly manufactured by the army's Signal Formation, Defence Science Technology Agency and Singapore Technologies, the system is expected to transform the Singapore Armed Forces (SAF) into a third-generation integrated fighting force.
Speaking during the ceremony, Singapore State Defence senior minister Chan Chun Sing said the powerful and responsive system would enable development of a networked fighting force capable of conducting a broad spectrum of operations.
"These enhancements allow our forces to manoeuvre with greater precision and concentrate their fire-power with heightened accuracy," Sing said.
The upgraded WAC system is made up of a Ku-Band Satellite Communications (SATCOM) system and Digitised Trunk Communications System (D-TCS), which is capable of linking fighting forces to the command headquarters through a high bandwidth data network in the battlefield.
"These enhancements allow our forces to manoeuvre with greater precision and concentrate their fire-power with heightened accuracy."
As well as enabling sharing of data and files in real-time, the high speed networking also allows soldiers to engage in video-conferencing, transmit and receive high-resolution videos and photos.
Designed for use in both conventional operations and training exercises, the D-TCS can also connect various platforms, including Terrex infantry carrier vehicles, Leopard main battle tanks, Apache helicopters, and soldiers equipped with advanced combat man systems (ACMS) in a single network.
Chief signal officer colonel Foo Khee Loon said the high-bandwidth network provided by the D-TCS would enable ACMS to transmit majority of information from the tactical edge, over a wide area, and back to the command post.
"We have better situational awareness of the battlefield, and we're able to effect a faster and more precise response," he said.
The Ku-Band satcom system is readily deployable and can transfer data at a higher rate compared with previous satcom systems, to better support SAF's local training, coordination and administration of overseas exercises, as well as humanitarian assistance and disaster relief and peace support operations.
»»  READMORE...

Cara kerja senjata laser



Untuk mengetahui bagaimana cara laser bekerja sebaiknya kita pahami apa itu laser. Yang perlu di ingat laser adalah sumber cahaya. Coba kita lihat cahaya disekeliling kita, contohnya lampu pijar. Lampu pijar mengirim gelombang cahaya ke berbagai arah.
Gelombang cahaya ini mirip dengan gelombang air yang punya puncak dan lembah, titik tertinggi dan terendah. Jika kita mampu melihat gelombang cahaya dari lampu pijar tersebut, kita akan melihat gelombang yang datang mengenai kita terus menerus. Cahaya putih yang kita lihat itu merupkan kombinasi dari banyak frekwensi cahaya.

Bandingkan dengan lampu senter, cahayanya lebih fokus dari pada lampu pijar yang tergantung di langit -langit rumah. Cahaya senter ini masih terdiri dari banyak frekwensi cahaya bedanya pergerakan gelombang lampu senter dalam satu arah.

Kalau laser lebih fokus lagi dari lampu senter. Laser terbuat dari satu panjang gelombang cahaya yang puncak kepuncak dan lembah kelembahnya selalu sinkron. Jadi gelombang cahayanya tidak menggangu gelombang cahaya yang lainnya. Karena laser sangat fokus, maka ia dapat menjangkau jarak yang sangat jauh. Dan yang lebih penting lagi daya yang dihasilkan laser antara 1.000 sampai 1.000.000 kali lebih kuat dari bola pijar, bayangin aja panasnya!

Laser untuk senjata meliter

Ada beberapa jenis laser yang digunakan dalam industri militer, tapi yang sangat dikembangkan adalah free electron laser (FEL) yang terdiri dari electron injector, a particle accelerator and a magnetic undulator or wiggler. Cara kerja senjata laser tipe ini adalah:
  • electron injector menginjeksikan elektron bebas ke partcle accelerator
  • particle accelerator akan mengakselirasi elektron samapi kecepatan cahaya (300.000 km/detik)
  • elektron akan berpindah ke undulator dengan serangkain magnet
  • didalam wiggler elektron akan berosilasi maju mundur, Saat membelok elektron akan memancarkan cahaya dengan panjang gelombang yang spesifik
  • Penempatan magnet didalam wiggler akan mengontrol panjang gelombang yang dipancarkan. Laser jenis ini dapat diatur dengan cara mengatur jarak magnetnya.
Nah begitulah kira-kira cara kerja senjata laser, kalau mau tahu lebih banyak tentang jenis-jenis laser dan jenis-jenis senjata laser silahkan sobat kunjungi situs berikut ini . thetech danhowstuff
»»  READMORE...

Teknologi Baru, Brother Luncurkan Printer MFC-J2510 Ink Benefit


detail berita
Brother luncurkan Printer MFC-J2510 Ink Benefit (foto: Andina/okezone)
JAKARTA - PT. Brother International Sales Indonesia (Brother) meluncurkan printer MFC-J2510 Ink Benefit, yang diklaim sebagai model inkjet teramping, terkecil, dan tercepat. Printer terbaru ini dirancang untuk penggunaan pribadi, Small and Home Office Market (SOHO), dan Small and Medium Business (SMB).

Tiga keunggulan utama MFC-J2510 Ink Benefit ialah menawarkan tinta super high-yield yang bisa menghasilkan 1200 halaman, bisa mencetak dokumen berukuran A3, dan dilengkapi teknologi landscape printing. Printer ini memiliki ukuran 480mm (W), 290mm (D), dan 186mm (H).

"Printer ini merupakan printer A4 yang bisa mem-print A3. Selain itu, teknologi landscape printing ini juga membuat ukuran printer lebih kompak," jelas Manager Sales dan Marketing PT. Brother International Sales Indonesia Deny Santosa di Gedung Samafitro, Jakarta, Senin (27/5/2013).

MFC-J2510 Ink Benefit bisa mencetak dengan kecepatan 20ppm mono dan 18ppm warna. Selain itu, printer all-in-one (print, scan, dan fax) ini bisa terkoneksi dengan jaringan kabel dan nirkabel, serta mendukung mobile printing melalui aplikasi Android dan iOS. Artinya, pengguna bisa mencetak dokumen langsung dari perangkat Android dan iOS.

"MFC-J2510 Ink Benefit dilengkapi kecerdasan konektivitas untuk mendukung fitur pencetakan dan pemindaian awan (cloud computing)," tutur Deny.

Brother juga melengkapi MFC-J2510 Ink Benefit dengan slot USB, SD card, dan memiliki layar sentuh LCD 3,7 inci. MFC-J2510 Ink Benefit memiliki teknologi terbaru dalam penghematan energi yaitu "Low Energy Standby".

Dengan teknologi ini, MFC-J2510 Ink Benefit hanya mengkonsumsi daya sekira 0,04 watt pada kondisi off mode. MFC-J2510 Ink Benefit akan mulai dipasarkan pada Juni 2013 dengan harga Rp2,9 juta.
sumber : teknozone
»»  READMORE...