News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Wednesday, April 9, 2014

Hantu Laut Indonesia



Desain Midget / Kapal Selam Mini RI
Desain Midget / Kapal Selam Mini RI
Antara midget, seal carrier, human torpedo, sotong dan sea ghost, saling melengkapi atau saling meniadakan ?. Perbandingan midget, seal carrier, human torpedo, sotong dan sea ghost akan didasari pada misi yang bisa dan tidak bisa dilakukan.
Midget, sotong dan sea ghost memiliki kapabilitas yang sama dalam melaksanan misi: patroli bawah air di perairan dangkal, underwater litoral patrol.
Kelebihan Midget ketimbang Sotong dan Sea ghost.
Faktor wawasan fikir pengawak midget membuat wahana ini dapat langsung mengantisipasi tiap ancaman yang terjadi tanpa harus berkoordinasi dengan pusat komando, selama paremeter operasional telah ditetapkan terlebih dahulu. Dalam skenario pusat komando tidak dapat melakukan komunikasi dengan pengawak midget, maka pengawak midget dapat mengambil keputusan sendiri.
Sotong dan sea ghost sudah pasti akan dilengkapi dengan pendeteksi kawan atau lawan, IFF – identify friend of foe, parameter ini berlaku 0 atau 1, tidak ada parameter diantara kedua pilihan tadi. Ketika sotong atau sea ghost tidak dapat terkoneksi dengan pusat komando, maka secara otomatis sotong atau sea ghost akan mengeksekusi program yang telah dibenamkan dalam memorinya, yaitu 0 atau 1. Pilihan yang akan diambil sotong maupun sea ghost adalah kuntit, kemudian hancurkan atau lepaskan.
Seal Carrier Kopaska (photo: targetabloid.com)
Seal Carrier Kopaska (photo: targetabloid.com)
Suatu kebolehjadian, eksekusi yang ingin diambil kantor pusat adalah sekedar menguntit atau bahkan menggertak, seperti kejadian kapal selam kita menyundul kapal selam aggressor. Langkah cerdas ‘menyundul’ ini hanya bisa diambil oleh perwira yang telah memiliki jam menyelam tinggi dan kemampuan berfikir yang matang dalam mensikapi parameter yang diberikan oleh pusat komando.
Untuk misi patroli perairan dangkal, maka saya berpendapat bahwa kemampuan patrol litoral midget akan saling melengkapi dengan kemampuan patroli sotong maupun sea ghost. Terlalu beresiko jika sotong maupun sea ghost menggantikan fungsi midget.
Wahana Infiltrasi Pasukan Khusus
Kegiatan infiltrasi pasukan khusus hanya dapat dilakukan oleh midget dan seal carrier dan tidak dapat dilakukan oleh sotong maupun sea ghost.
Jumlah personel yang dapat diangkut midget dibandingkan dengan seal carrier relative sama, mengingat sekarang kita telah mengakuisisi seal carrier yang dapat membawah lebih dari 6 personel.
Kelebihan midget dibandingkan seal carrier adalah faktor jarak tempuh. Karena dilengkapi dengan mesin penggerak dan baterai yang memiliki kemampuan yang lebih besar dan atau bahan bakar yang lebih banyak dari seal carrier, maka midget dapat mulai diturunkan dari jarak yang cukup jauh dari target misi tersebut.
Seal carrier memiliki radius tempuh terbatas, biasanya ditumpangkan di atas kapal selam berukuran normal atau kapal perang tertentu, kapal selam/kapal perang pengangkut ini, atau lebih sering disebut kapal selam induk/kapal perang induk harus relatif berada dalam jarak yang dekat dengan target misi agar seal carrier dapat mencapai posisi target tanpa kehabisan bahan bakar (beberapa seal carrier mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga gerak).
Sotong
Sotong
Arsenal dalam Misi Penyerangan Pelabuhan.
Midget, seal carrier, sotong dan sea ghost memiliki kapabilitas yang relatif sama dalam menunaikan misi penyerangan pelabuhan, port raid. Misi penyerangan pelabuhan dapat dilakukan dengan melibatkan pasukan khusus atau dapat dilakukan tanpa melibatkan pasukan khusus.
Jika melibatkan pasukan khusus, maka seal carrier dapat memberikan bantuan perlindungan tembakan bagi para anggota pasukan khusus, terlepas kita sudah mengakuisisi varian ini atau belum, sudah tersedia wahana seal carrier yang dilengkapi dengan senapan mesin ringan.
Jika tidak melibatkan pasukan khusus, maka midget dapat lebih memainkan peranan karena jumlah torpedo yang dibawa midget lebih banyak dari jumlah torpedo yang dibawa sotong maupun sea ghost.
Dalam misi port raid yang melibatkan pasukan khusus, seal carrier dapat saling melengkapi dengan midget. Dalam misi port raid yang tidak melibatkan pasukan khusus, midget dapat meniadakan fungsi sotong maupun sea ghost.
Tapi jika parameter nyawa prajurit yang jadi pertimbangan, maka pilihannya jatuh pada sotong dan sea ghost. Kerugian tenggelamnya sotong maupun sea ghost hanya berdampak pada kerugian finansial dan kemungkinan bocornya teknologi kedua wahana tadi (dapat diantisipasi dengan kemampuan self destruct). Jika midget yang tenggelam, maka selain keluarga prajurit kehilangan anggotanya keluarganya, negara kita kehilangan asset berharga dan mahal, belum tentu gampang mencetak prajurit baru dengan kemampuan yang setara. Untuk pertimbangan ini, sotong dan sea ghost dapat meniadakan fungsi midget.
Sea Ghost
Sea Ghost (photo: Laurencius)
Misi Bunuh Diri
Misi ini mutlak hanya dapat dieksekusi dengan baik oleh human torpedo dan sotong. Human torpedo merupakan teknologi usang, teknologi ini ditiadakan dengan hadirnya sotong. Dengan kemampuan yang sama sama mematikan, kerugian sisi manusia dari human torpedo tidak lagi dapat diterima.
Sotong juga dapat meniadakan sea ghost dalam mengeksekusi misi ini, kemampuan menyelam sotong yang jauh lebih baik dari kemampuan menyelam sea ghost merupakan faktor mutlak yang dimiliki sotong.
Wahana Angkut Logistik
Ketika pasukan khusus berhasil disusupkan ke dalam daerah target, suplai material dan tentunya bahan makanan menjadi faktor penting. Bukan saja untuk mempertahankan hidup, tapi juga berfungsi sebagai pendorong moral bagi pasukan khusus.
Atau mengacu pada pengepungan Dunkirk, midget dapat difungsikan sebagai wahana angkut penarikan mundur pasukan. Misi infiltrasi ini hanya dapat dilaksanakan midget karena ruang kargo yang dimilikinya tidak didapati pada wahana sotong maupun sea ghost.
Human Torpedo
Human Torpedo
Unsur Pencegat, Interceptor Kapal Aggressor
Berdasarkan tayangan yang dapat diunduh via youtube, ditampilkan bahwa sea ghost dibebankan tugas sebagai interceptor, pencegat. Sebuah pilihan yang bijak. Kehilangan 10 sea ghost sebagai konsekuensi atas upaya mencegat dan menenggelamkan kapal perang aggressor dapat diterima akal sehat, ketimbang kehilangan yang timbul atas tenggelamnya kapal perang permukaan dalam melakukan misi pencegatan.
Berdasarkan tayangan tersebut, sepertinya sea ghost lebih diposisikan sebagai sebuah kapal perang mini dengan kemampuan serang terbatas yang bergerak berdasarkan panduan pusat komando. Sesudah sea ghost diturunkan, barulah kemudian armada kapal perang atas air maupun bawah air kita bergerak ke lokasi kejadian.
Sotong maupun sea ghost dapat meniadakan fungsi midget dalam misi ini. Karena sotong maupun sea ghost diturunkan setelah kapal aggressor diberi peringatan untuk segera keluar dari wilayak NKRI, jadi unsur dadakan, surprise attack tidak lagi begitu berperan. Ukuran sotong dan sea ghost yang lebih kecil dari midget sekalipun memberikan nilai lebih tersendiri disamping kemampuan stealth tentunya. (ukuran midget aja lebih kecil dari kapal selam berukuran normal).
Lalu manakah yang lebih unggul, kemampuan sotong atau sea ghost ? Hehehe… karena saya bukan operator kedua wahana tadi, agak bingung saya menjawabnya. Salah Mas Narayana sih… nggak paripurna memberikan kisi-kisinya…peace mas…bercanda doang.
Sotong punya kelebihan kemampuan menyelam yang lebih baik. Sea ghost tentunya bebas dari ancaman depth charges tapi rentan atas tembakan senapan mesin maupun rudal. Ampun deh… Untuk menjawab pertanyaan ini, kita kembalikan kepada user…
Penilaian di atas didasari pada :
1. Tidak terjadi penurunan semangat juang dan penurunan loyalitas pada pengawak midget dalam situasi perang.
2. Sotong dan midget diasumsikan dapat secara rutin muncul ke permukaan untuk mengisi ulang baterai tiap wahana.
3. Midget dilengkapi dengan AIP mini seperti layaknya sebuah kapal selam standar.
Tapi satu yang jadi imajinasi saya yang awam ini, penggunaan sotong maupun sea ghost dapat dijadikan sebagai cara menguras cadangan rudal yang dibawa kapal aggressor. Jadi ketika kapal aggressor telah kehabisan rudal pertahanan diri karena telah menenggelamkan 10 atau lebih sea ghost dengan menembakkan rudal-rudal pertahanan dirinya, otomatis mereka jadi sasaran empuk kapal permukaan kita.
Seperti singa yang menerkam banteng yang kelelahan setelah dikeroyok sekumpulan serigala. Ibarat pesawat tempur, flare mereka sudah keburu habis duluan untuk mengantisipasi rudal susulan yang ditembakkan pesawat tempur kita.
Kesimpulannya, midget, seal carrier, sotong dan sea ghost dapat saling melengkapi. Kita harus membangun armada tersendiri dengan kesatuan tugas tersendiri untuk tiap arsenal ini. Tidak ada wahana yang dapat melakukan semua misi, tiap wahana ada sisi plus dan minusnya.
Harga yang murah dalam memproduksi midget, sotong maupun sea ghost ketimbang membuat kapal selam berukuran normal maupun memproduksi kapal perang permukaan merupakan alasan yang tidak dapat dibantahkan untuk memperbanyak jumlah armada midget, sotong maupun sea ghost. Mengutip ucapan Stalin, “jumlah merupakan kekuatan tersendiri”. (by Afiq0110).
»»  READMORE...

[Foto] Riset Teknologi TNI AD, Gladi Bersih HUT TNI AU & Penarikan Satgas MNEK


Riset Teknologi TNI AD


Riset teknologi TNI AD
Riset teknologi TNI AD
Riset teknologi TNI AD


Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Budiman (kedua kiri) didampingi Rektor Surya University Yohanes Surya (kiri) memberikan penjelasan mengenai Superdrone (pesawat tanpa awak) saat pameran hasil riset berbasis teknologi kerja sama TNI AD dengan Surya University di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin, 7 April 2014. Melalui pengembangan riset tersebut diharapkan Indonesia dapat mengembangkan alat utama sistem pertahanan (alutsista) sehingga militer Indonesia tak perlu (atau mengurangi) ketergantungan kepada negara lain. 

Berikut beberapa program riset kerjasam antara TNI AD dan Surya University: 15 program riset tersebut :
  • Super Drone. Pesawat tanpa awak untuk misi intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR).
  • Laser Gun. Senjata untuk latihan menembak. Hanya saja pelurunya diganti dengan berkas sinar laser. Komputer membuat tembakannya seperti tembakan peluru. Hal ini akan menghemat penggunaan peluru.
  • Open BTS. Dengan Open BTS ini, TNI AD bisa membuat jaringan selular sendiri. Cocok untuk daerah-daerah pedalaman.
  • VOIP Based Mesh Network. Sistem jaringan yang tak tergantung pada salah satu poin artinya ketika satu titik rusak, sistem tidak akan mati. Sistem ini mudah di-install.
  • APRS and Mesh Network. Sistem untuk mengatur alutsista dan tentara ketika berada di lapangan. Dilengkapi dengan sistem GPS dan uniknya ini juga self healing.
  • Nano Satelit: Satelit yang beratnya hanya satu kilogram. Untuk tahap ini baru bisa dipakai untuk komunikasi saja.
  • Integrated Optronic Defense System. Sistem pertahanan dengan memanfaatkan sistem optik dan elektronika.
  • Simulasi komputer I. Software yang dikembangkan untuk menganalisa tank atau alat perang lainnya dan mempelajari kekurangan dan kelemahan alat ini ketika dipakai di Indonesia.
  • Simulasi komputer II: Software untuk menganalisa berbagai senapan.
  • Gyrocopter. Prototipe motor terbang, diharapkan dapat membantu transportasi antar pulau-pulau kecil di Indonesia.
  • IPv6. Tiap komputer punya alamat yang disebut IP.
  • Multi Rotor. Dipakai untuk pengintaian dan pemantauan daerah.
  • Frapping Bird. Dipakai untuk pengintaian dan pemantauan daerah.
  • Alat konversi BBM ke BBG. Melalui alat ini motor-motor TNI AD akan menggunakan bahan bakar hibrid, yakni bensin dan gas. Subsidi gas sangat murah dibandingkan subsidi bensin. Gas lebih hemat tiga kilo gram motor bisa menempuh jarak 240-300 km.
  • Biotanol dari sorgum: Dilengkapi dengan genset yang sudah dimodifikasi sehingga cocok dengan biothanol.
Foto: ANTARA/Zabur Karuru/fz
»»  READMORE...

Sunday, August 4, 2013

Marinir Siap Kirim Pasukan Ke Ambalat



Dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Korps Marinir TNI AL menyiapkan prajuritnya untuk dikirim ke daerah penugasan di wilayah Ambalat, pulau Sebatik, Kalimantan Timur.

Sebelum berangkat ke daerah penugasan di pulau Sebatik, Kalimantan Timur, Kompi Satgasmar Ambalat XVII dibawah pimpinan Kapten Marinir Ahmad Fauzi melaksanakan aplikasi latihan pratugas di daerah latihan Puslatpurmar-3 Grati, Pasuruan mulai tanggal 15 Juli hingga 4 Agustus 2013.

Sebelum melaksanakan latihan Pra Tugas di Grati, prajurit yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat XV telah menerima pembekalan-pembekalan tentang kondisi geografi dan demografi, pengetahuan keimigrasian, pengetahuan hukum HAM dan Humaniter, pengetahuan hukum laut internasional, situasi keamanan saat ini di daerah perbatasan dan pengetahuan agama, adat istiadat serta bahasa yang dipakai masyarakat pulau Sebatik.


 
Sementra itu Letkol Marinir Agus Gunawan Wibisono selaku perwira pelaksana latihan mengatakan latihan Pra Tugas ini dengan tujuan menyiapkan personel yang tergabung dalam satuan tugas untuk melaksanakan penugasan operasi baik operasi tempur maupun operasi teritorial. 

Materi yang dilatihkan, lanjutnya, dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama diisi dengan pembekalan, tahap kedua diisi materi tehnik dan taktik dan tahap ketiga berupa aplikasi di lapangan, yaitu aplikasi menembak reaksi dengan materi latihan menembak TTO/TTD, menembak pistol, menembak SMB, menembak senjata Daewo, menembak GPMG, menembak Ultimax, menembak SPR, menembak GLM dan menembak malam, kemudian aplikasi Operasi Darat (Opssrat) dengan materi latihan pertahanan, patroli tempur, patroli penyelidik, raid, penyergapan bivak, pertempuran jumpa, penghadangan/anti penghadangan dan Pengepungan Penggeledahan Rumah (Pungdahmah). 

Selain itu juga dilatihkan aplikasi IMMP dengan materi latihan Kompas, Interseksi/Reseksi, peta Topografi, peta Geografi, dan GPS, dan yang terakhir yaitu aplikasi laut dengan materi latihan renang laut, Exersisi perahu karet, motoris, dayung, Longmalap, Sea Survival, Raid Amfibi dan Pendaratan Khusus (Ratsus).

“Satgasmar Ambalat XVII ini disiapkan untuk melaksanakan penugasan selama enam bulan di pulau Sebatik menggantikan Satgasmas Ambalat XVI yang saat ini berada di daerah penugasan,” tegasnya.


Lebih lanjut disampaikan bahwa selama melaksanakan latihan pratugas di Grati, tim dari Mabes TNI dibawah pimpinan Letkol Laut (P) Agus Prabowo melaksanakan peninjauan dan evaluasi latihan Pratugas Ambalat XVII didampingi pejabat dari Sops Pasmar-1 Letkol Mar Nurhidayat dan Letkol Mar Amir Kasman.





Sumber : Kormar
»»  READMORE...

Program Jet Tempur Turki Senilai US$ 50 Miliar Jadi Tanda Tanya



3 Desain TF-X Turki
Tiga Desain jet tempur TF-X Turki
Turki setidaknya harus mengeluarkan dana sebesar US$ 50 juta jika tetap ingin berniat melanjutkan rencananya untuk membuat 200 jet tempur dalam negeri, dan membeli 100 unit lebih jet tempur F-35 dari Amerika Serikat. Dan sayangnya jumlah dana yang fantastis tersebut bahkan belum termasuk biaya mesin untuk pembuatan jet tempur dalam negerinya.

Ketika Ankara berencana untuk mengembangkan sendiri alutsista udaranya, ini tentu rencana yang besar dan memang tidak ada yang menyangsikannya. Tapi ambisi turki yang ingin membangun jet tempur sendiri dan membeli jet tempur multinasional F-35 mungkin akan melampaui kapasitas pembiayaan Turki.

Pejabat industri pertahanan Turki memperkirakan bahwa untuk membangun delapan prototipe-nya saja dari pesawat tempur nasional Turki setidaknya akan memakan biaya lebih dari US$ 10 miliar.
"Setidaknya akan menghabiskan dana US$ 11 miliar hingga US$ 13 miliar," ujar seorang pejabat senior yang turut andil dalam program tersebut.

Mengenai harga dan jumlah final jet tempur Turki jika program itu berhasil, pejabat tersebut mengatakan: "Kami menargetkan US$ 100 juta per pesawat. Saya pikir 200 (unit) adalah angka yang realistis mengingat armada pesawat kami yang sudah tua yang segera akan memasuki phase out pada dekade depan."

Itu berarti Turki harus menghabiskan US$ 31 miliar hingga US$ 33 miliar untuk seluruh jet tempur mulai dari merancang, mengembangkan hingga memproduksi. Namun banyak analis independen berpendapat bahwa perhitungan Turki ini terlampau optimis.

"Kita tahu bahwa rencana Turki tersebut belum termasuk biaya mengembangkan mesin untuk pesawat tempurnya. Selain itu, saya pikir, US$ 100 juta per pesawat mungkin terlalu optimis mengingat kendala teknologi Turki, tingginya biaya industri dan fakta bahwa pendatang baru (dalam industri jet tempur) seperti Turki akan mengalami kemunduran, cobaan dan kesalahan selama proses secara keseluruhan," ujar seorang analis.

Sebelumnya Turki telah melalukan pembicaraan dengan Saab, industri dirgantara terkemuka Swedia, mengenai pekerjaan desain pra-konseptual untuk jet tempur nasional pertama negara itu. Saab sendiri adalah pembuat JAS 39 Gripen, jet tempur ringan multiguna bermesin tunggal. Jet tempur ini dibuat untuk menggantikan Saab 35 Draken dan 37 Viggen di Angkatan Udara Swedia. Jet tempur Gripen ini sendiri menggunakan mesin Volvo-Flygmotor RM12, turunan dari mesin General Electric F404, dan memiliki kecepatan tertinggi Mach 2.

100 Unit F-35 dari AS

Turki berharap jet tempur nasional yang dijuluki TF-X tersebut, akan bisa terbang pada tahun 2023, tepat 100 tahun Republik Turki. Perusahaan dirgantara utama Turki, TAI, telah mengonsep tiga desain jet tempur yang berbeda, dan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan lah yang kemungkinan akan memutuskan apakah akan terus maju dengan rencana ini pada pertemuan komite industri pertahanan akhir tahun ini.

Sementara itu, Turki, yang armada tempur udaranya terdiri dari pesawat-pesawat tempur buatan AS, juga berencana untuk membeli F-35 Joint Strike Fighter, jet tempur generasi kelima, hasil pengembangan program multinasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Sebagian besar armada tempur udara Turki adalah F-16, yang telah diupgrade oleh Lockheed Martin, dan rencana pembelian Turki untuk F-35 kemungkinannya sangat besar mengingat pengaruh teknologi AS yang sudah melekat pada Turki. Pesawat tua Turki sendiri adalah F-4, diupgrade sendiri oleh Turki dan F-16 yang tertua juga diupgrade oleh Turki sendiri, setidaknya cukup "bersih" dari pengaruh teknologi AS. Tapi pesawat-pesawat tua ini akan segera dinonaktifkan pada tahun 2020.

Pejabat pengadaan Departemen Pertahanan Turki mengatakan Ankara berencana untuk membeli 100 F-35. Analis pertahanan memperkirakan total biaya yang dibutuhkan untuk itu adalah sekitar US$ 16 miliar (jika harga F-35 tidak naik lagi), itulah sebabnya dana yang dibutuhkan untuk memodernisasi armada tempur udara Turki di masa depan menjadi sebesar US$ 50 miliar (program TF-X plus F-35).





Sumber : Artileri
»»  READMORE...

Indonesia Perancis Sepakat Kerjasama Industri Pertahanan




Pemerintah Prancis, menyepakati sejumlah hal di bidang pertahanan dengan Pemerintah Indonesia setelah masing-masing Menteri Luar Negeri (Menlu) bertemu di Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Menurut Menlu Indonesia, Marty Natalegawa dalam jumpa pers bersama dengan Menlu Prancis, Laurent Fabius, sejumlah hal yang disepakati bersama di bidang pertahanan, termasuk di bidang industri pertahanan.

"Menjaga perdamaian, bajak laut, industri pertahanan, dan kerjasama memperkuat minimum force TNI kita," ujarnya.
Namun Marty melihat perlunya dialog lebih lanjut dengan melibatkan pihak terkait, untuk menerapkan kesepakatan itu.
"Namun dialog ini akan terus berlanjut diantara dua negara yang memiliki hubungan strategis," katanya.
Kedua belah pihak juga menyambut pelaksanaan Dialog Pertahanan Indonesia-Prancis, yang sudah dilaksanakan pada April 2013, dalam prespektif kerjasama lebih dekat di bidang industri pertahanan






Sumber : Tribunnews
»»  READMORE...

Dahlan Iskan Akan Safari Indonesia Timur Dengan CN-295



Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berjanji setelah lebaran atau pada tanggal 24 Agustus 2013 akan menjajal pesawat terbang CN295 buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero). 

Langkah Dahlan naik pesawat yang dirakit dan diproduksi di Bandung, Jawa Barat ini merupakan bagian dari rangkaian safari ke wilayah Indonesia Timur.

"Saya nanti tanggal 24 Agustus akan naik CN295, safari ke Indonesia Timur, karena saya ngomongin CN295 tapi gak pernah naikin," ujar Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Dahlan menuturkan perjalanannya menuju Indonesia Timur dilakukan melalui Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Rute yang di tempuh yakni Jakarta-Jember-Sumbawa-Ende/Ruteng-Rote-Atambua kemudian balik ke Jakarta. Safari ke Indonesia Timur ini akan dilakukan selama 3 hari.

"Berangkat dari Halim, selama 3 hari, nanti tanggal 24 Agustus," tambahnya.

Selama safarinya, Dahlan akan menghadiri beberapa agenda yang sangat padat seperti melihat peternakan kelinci di Jember Jawa Timur, proyek Geothermal di Ende hingga ke Atambua NTT untuk melihat program penanaman sorgum.

"Jember liat kelinci, kacang kedelai, Sumbawa liat apa yang bisa diliat disana, kemudian Ende/Roteng melihat geothermal, Pulau Rote disana ada Bupati yang hebat sekali, Atambua mau lihat panen sorgum dan bioetanol, skalian mengecek hasil pengecekan SMK yang kita didik, pengecekan alat lalu baliknya lewat Pulau Komodo, terus Bali, terus Jakarta," jelasnya.

Mantan Dirut PLN ini pada safarinya ke Indonesia bagian Timur akan menyambangi Pulau Rote. Ia akan bertemu dengan Bupati Pulau Rote. Menurutnya Bupati Pulau Rote ini berani mengambil keputusan merevisi peraturan adat yang merugikan masyarakat.

"Karena Bupati ini berani melarang pesta adat yang memotong sapi hingga ratusan, ini yang menghambat pengentasan kemiskinan, dan hanya memperbolehkan satu pemotongan saja," terangnya.






Sumber : Detik
»»  READMORE...

AGUSTUS : INDIA SIAP LUNCURKAN KAPAL INDUK DALAM NEGERI



Seorang pejabat pemerintah India baru-baru ini mengatakan kepada wartawan bahwa kapal induk buatan dalam negeri pertama India Indigenous Aircraft Carrier (IAC) akan diluncurkan pada 12 Agustus 2013.



INS Vikrant
Ilustrasi INS Vikrant, kapal induk pertama buatan dalam negeri India (Foto : Cochin Shipyard)
Kapal induk yang berbobot 40.000 ton ini dinamai dengan INS Vikrant, dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian di galangan kapal Cochin. Uji coba laut akan dilakukan setelah sepuluh bulan sejak diluncurkan pada Agustus nanti, dan baru akan siap operasional setelah lima tahun masa uji coba, menurut laporan Aviation Week.
Sebelumnya pemerintah India mengatakan bahwa kapal induk ini akan beroperasional secara penuh pada tahun depan (2014), namun karena kesulitan dengan pasokan dan gearbox kapal dalam pembangunannya maka kapal ditunda hingga 2018.

INS Vikrant dirancang sebagai kapal induk short-takeoff but arrested recovery (STOBAR) bertenaga konvensional. Pembangunan kapal induk berikutnya (ke-2) dalam program IAC yaitu INS Vishal, telah ditunda. Hal ini terkait rencana untuk mengembangkannya lebih lanjut menjadi kapal induk 65.000 ton (sebelumnya 40.000 ton) dengan catapult-assisted takeoff dan konfigurasi barrier arrested recovery(CATOBAR).
Laporan lain dari Aviation Week juga menyebutkan bahwa kapal induk INS Vikramaditya, 45.000 ton dan panjang 262 meter, yang sebelum diakuisisi India bernama Admiral Gorshkov dari kelas Kiev Rusia, saat ini masih dalam tahap akhir uji coba laut dan segera akan bergabung dengan kapal induk satu-satunya India saat ini yaitu INS Viraat, yang usianya sudah mendekati pensiun.
»»  READMORE...

Russia to buy Drones from the UAE



At IDEX 2012 ADCOM unveiled its newest and largest drone - United 40 Block 5. Few months later the drone made its first flight.
At IDEX 2012 ADCOM unveiled its newest and largest drone – United 40 Block 5. Few months later the drone made its first flight.

According to RIA Novosti The Russian military is planning to purchase aerial drones namely unmanned air systems (UAS) in the United Arab Emirates, i-hls reports.
“We are talking about at least two United 40 Block 5 models developed by the company ADCOM Systems,” the source, who preferred to remain anonymous, told RIA Novosti. United 40 is a medium-altitude, long-endurance unmanned aerial vehicle (UAV), designed to carry out near real-time combat assessment, special and reconnaissance operations and communications relays. The vehicle can carry up to 10 air-to-ground missiles with a delivery range of 60 kilometers and fly for up to 120 hours, according to the developer.
The United 40 Block 5 model was unveiled at this year’s IDEX arms show in Abu Dhabi in February, and made its first test light in March (see video below). Its estimated cost is $20-30 million range.
The Russian military stressed a need for advanced reconnaissance systems in the wake of a brief military conflict with Georgia in August 2008, when the effectiveness of Russian military operations was severely hampered by a lack of reliable intelligence. According to various estimates, the Russian military needs up to 100 UAS;s and at least 10 guidance and control systems to ensure effective battlefield reconnaissance. Immediately after the Georgian campaign Russia turned to Israel for unmanned systems, buying Searcher II and I-View tactical UAVs and Birdeye 400 mini drones from israel Aerospace Industries (IAI). However, Israel’s MOD denied the transfer of the larger, more sophisticated Heron I drone Moscow also needed.
Russian Defense Minister Sergei Shoigu said in June that aerial drones being developed in Russia for the military were inferior to similar foreign models. Russia has reportedly signed two UAS contracts with Israel. Under the first contract, signed in April 2009, Israel delivered two Bird Eye 400 systems (worth $4 million), eight I View MK150 tactical UAVs ($37 million) and two Searcher Mk II multi-mission UAVs ($12 million). The second contract was for the purchase of 36 UASs, worth a total of $100 million, was due for delivery in 2010. The shipment, however, has not been confirmed by the Russian Defense Ministry.
ADCOM Systems, a group of firms headquartered in Abu Dhabi, specializes in manufacturing UAS, aerial targets, air traffic control radar systems, and advanced communication systems. It is unclear what are the drivers for the Russian decision to buy the new drone. United 40 is the first large drone developed by ADCM and in its current state the drone is far from operational or relevant for learning lessons the Russians don’t already know.

»»  READMORE...