News in Picture

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Friday, May 24, 2013

PANTSYR S-1 DAN S-300, KOMBINASI MAUT ARHANUD TNI


Melihat perkembangan persenjataan yang terjadi disekitar RI dan aspek lain yang mengikuti seperti kebutuhan akan penting kekuatan pertahanan demi menjaga keamanan domestik dan menjaga keutuhan kedaulatan dari ancaman yang muncul karena perkembangan situasi yang dinamis. 

Menyusul kampanye modernisasi kekuatan militer RI sesuai pedoman Minimum Essential Forces (MEF), ketiga matra TNI pelan namun terarah sudah mulai menunjukan adanya perubahan dalam alutsista masing2 matra. 

TNI AU sudah memiliki proyek pembelian T-50 GE, Airbus C295, SuperTucano, dan lainnya, TNI AD sedang menjajaki pembelian 8 unit AH 64 D Apache Longbow, 114 biji Leopard dan 50 IFV Marder, Rudal StarStreak, dll kemudian TNI AL masih berkutat dengan program penambahan KCR, Frigate, Kapal Selam, selain itu uji coba rudal Yakhont juga ikut menambah daya serang TNI AL.



Gambar
Pansir beroda..cocok buat medan biasa


Mari kesampingkan dulu ribetnya proses pembelian alutsista canggih untuk TNI, yang baru wacanasaja udah banyak yang protes dan koar2. 

Federasi Rusia melalui perusahaan penjualan senjata Rosoboronexport sudah menawarkan kepada TNI dan Kemhan alutsista Rudal anti serangan udara jarak pendek Pantsyr-S1 dan jarak menengah S-300. 

Kebutuhan akan modernisasi untuk sistem pertahanan udara nasional sudah sangat layak untuk  segera di lakukan, Pantsyr-S 1 (NATO: SA-22 Greyhound) memiliki kemampuan maut untuk menangkis berbagai jenis senjata: pesawat tempur, helikopter, roket, peluru kendali, precision-guided munition hingga UAV. Pantsyr S1 juga bisa menghancurkan  light-armoured ground targets. 

Dibanding saingan sejenisnya, Tunguska M1 (NATO SA-19 Grison), diperkirakan Pantsyr-S1 lebih presisi akurasinya karena menggunakan sistem yang lebih baru seperti Sistem pertahanan dan persenjataannya dapat diaktifkan dalam beberapa mode frekuensi serta mampu beroperasi pada multimode adaptive radar-optical control system. Pantsyr-S1 juga didesain untuk menghancurkan target berkemampuan high-precision weapons.


Gambar
Pansir penggerak rantai

Spesifikasi umum Pantsyr-S 1 :


Produsen : KBP Instrument Design Bureau, Tula. Dirakit oleh Ulyanovsk Mechanical Plant, Ulyanovsk, Rusia.


Power : Mengangkut 2 rudal 57E6 Surface to Air dengan hulu ledak  16 kg, berat 65kg , kecepatan maksimum 1,1 km/ detik, daya jangkau 1 – 12 km.


Mobility : bisa dipasang di truk The Ural-5323  8×8 atau di kendaraan lapis baja berantai  (tracked).


User : Rusia, Uni Emirate Arab, Suriah.

Gambar
Tunguska M1, alternatip lain
Tepat rasanya bila TNI mampu memiliki alutsista pertahanan udara ini, selain mengganti persenjataan hanud yang udah usang, Pantsyr-S1 makin menambah kepercayaan diri Arhanud TNI dalam melindungi kedaulatan udara nasional dan backup pendukung pergerakan kavaleri lapis baja. 

Jika TNI berminat memboyong beberapa Pantsyr-S1 sebaiknya memilih 2 platform sekaligus, menggunakan roda biasa (truk) untuk digunakan ditempat2 dengan kondisi medan mudah dijangkau seperti perkotaan dan kendaraan berantai (tracked) untuk dengan medan yang sulit.




Selanjutnya ke Alutsista yang berlevel lebih tinggi sehingga bisa memberikan efek deterens ke lawan meski senjatanya belum digunakan. Sistem pertahanan udara Jarak Jauh/Menengah, S-300. 

Rosoboronexport Rusia juga sudah menawari RI untuk membeli S-300 nya, meski masih belum ada tanda2 persetujuan Kemhan dan TNI untuk memasukan ke dalam daftar belanja MEF. Pemerintah RI sudah pernah belajar bahwa untuk mengcover wilayah udara RI tak cukup dengan upgrading dan penambahan Radar canggih. 

Gambar
S-300/S-400 missiles
Apa artinya bila kita memiliki mata dan telinga yang tajam, namun tidakmemiliki tangan dan kaki untuk bertindak. Jangan sampe Indonesia kecolongan lagi seperti insiden F-18 Amerika yang se enak udelnya ngubek-ubek kedaulatan udara RI diatas pulau bawean. 

Melalui TNI AU dengan armada F-16 memang masih diandalkan untuk menghalau kucing nyasar, tapi sampai saat ini peran Arhanud masih minim, belum terdengar kabar apapun tentang sepak terjang Arhanud dalam menghalau ancaman udara asing. 

Cukup dimaklumi karena persenjataan Arhanud sudah sangat perlu di restorasi. Selain ancaman pelanggaran udara, Arhanud juga diperlukan untuk melindungi pergerakan satuan darat seperti Tank Leopard 2A6,Heli Serbu MI-35, MLRS, Skuadron UAV dan artileri medan. Kehadiran Pantsyr-S1 rasanya belum cukup mengcover semua, adanya sistem rudal jarak menengah/jauh bisa memberikan daya lindung yang lebih maksimal.


Ada banyak varian S-300 yang ditawarkan rusia, beberapa kandidat seperti S-300P (NATO : SA-10 Grumble), S-300P/M (NATO : SA-10d/e), S-300 F (NATO :SA-N-6) atau bila mau bisa sekalian ambil varian terbarunya, S-400. 

Gambar
S-300 V penggerak rantai untuk medan berat
Saking hebatnya kehadiran S-300, Ibukota Rusia, Moscow menempatkan sekitar 80 baterai S-300 untuk melindungi penduduk dan aset-aset berharga di Ibukota. 

Sedang untuk menjaga perbatasannya, Rusia mengandalkan pasukan S-400 nya. Terbukti, lengkapnya perlindungan udara Rusia di segala penjuru wilayahnya membuat ekspansi NATO ke Eropa Timur tak akan mudah. 

Untuk memperkuat sistem pertahanan nasional serta memberikan efek deterens bagi pihak yang ingin mengganggu kedaulatan NKRI, baterai-baterai S-300 bisa ditempatkan di titik-titik vital, seperti Ibukota RI, Perbatasan Malaysia di Kalimantan, Perbatasan Australia di NTT dan Merauke, dan sebagainya menyesuaikan dengan tingkat ancaman yang ada.


Asal ada kemauan kuat, dukungan dari semua elemen di tanah air, upaya untuk memiliki sistem pertahanan udara handal bukan hal mustahil, uang kalau dicari pasti ada tinggal aspek politicalnya. Jika Iran memiliki hambatan untuk memiliki S-300 karena loby Israel di Rusia, Indonesia sepertinya juga akan memiliki hambatan dari Paman SAM demi menjaga keunggulan militer anak angkatnya, Singapura.  

Kehadiran Pantsyr S1 dan S-300 dalam jajaran alutsista RI jelas akan meningkatkan Arm race di kawasan ASEAN dan mengubah strategi geopolitik negara kawasan. Pihak yang paling getol merespon pastinya Malaysia dan Singapura, uji coba roket RHAN lapan saja bikin mereka berkeringat. 

Bisakah TNI memiliki sistem pertahanan udara yang capable dan unggul, kita tunggu saja......!!!!





»»  READMORE...

MAHASISWA CIPTAKAN KAPAL OTOMATIS PENDETEKSI LIMBAH




http://antarajatim.net/UserFiles/imageberita/PPNS-kapal_22052013142016.jpgSurabaya - Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) Syamsiar Kautsar menciptakan kapal katamaran yang dapat bekerja secara otomatis sebagai pendeteksi limbah industri.

"Selama ini, pihak Badan Pengendali Lingkungan harus masuk ke aliran sungai berlimbah dan juga seringkali ketahuan pemilik industri pencemar," katanya kepada ANTARA di Surabaya, Rabu.

Oleh karena itu, mahasiswa semester 8 PPNS itu pun mengembangkan tugas akhir dari dosen untuk pertukaran data jarak jauh antara komputer/laptop ke mikrokontroler.

"Saya mengembangkan tugas akhir itu menjadi aplikatif dengan membuat program Delphi 6.02 dalam komputer/laptop yang `connect` dengan kapal katamaran bio-waste," katanya.

Mahasiswa Program Studi Otomasi pada Jurusan Teknik Kelistrikan PPNS itu menjelaskan program dalam laptop itu dapat mengendalikan dan menerima data dari kapal katamaran bio-waste dalam jarak 300 meter.

"Dengan begitu, kapal itu dapat bekerja secara otomatis untuk mengambil sampel air sungai yang diduga mengandung limbah berbahaya, lalu air sampel itu diteliti di laboratorium," katanya.

Hal itu, katanya, terjadi karena pergerakan kapal katamaran bio-waste itu dikendalikan dari jauh melalui program Delphi 6.02 di dalam laptop itu, termasuk saat mengambil air 250 mililiter.

"Karena itu, peneliti dari Badan Pengendali Lingkungan tidak perlu bersusah payah terjun ke sungai atau menggunakan rakit untuk mengambil air sampel yang justru mudah ketahuan," katanya.

Ia menambahkan karyanya yang selesai dalam empat bulan dengan biaya Rp7 juta itu merupakan kerja sama dengan rekannya. "Saya yang membuat sistem otomasi, sedangkan teman dari UKM perkapalan yang merancang kapal," katanya.



»»  READMORE...

Teknologi GPS Tracking Buatan Asli Indonesia



Aetrax GPS Tracking, Layanan Pelacak Kendaraan dari Indonesia Siap Bersaing dengan Produk Manca Negara


LAPAN telah meluncurkan satelit A2 untuk melacak dan mengawasi pergerakan kapal-kapal di wilayah lautan Indonesia. Dengan teknologi GPS, hal itu dimungkinkan dan akan lebih mudah memonitor kapal-kapal illegal pencuri ikan dan lain-lain oleh pemerintah. 

Satelit A2 menjadi lebih efektif dan efisien jika dipadukan dengan teknologi GPS kita, yang ternyata sudah berkembang dengan sangat baik dan mampu bersaing dengan produk-produk dari luar negeri. 

Teknologi GPS sangat banyak berguna untuk berbagai macam tujuan, misalnya untuk operasi intelijen atau pengamatan oleh KPK. Penggunaan lain di bidang militer misalnya, teknologi GPS mutlak diperlukan untuk melengkapi perkembangan teknologi pesawat nir awak kita untuk survellence maupaun sebagai pesawat tempur. GPS sangat berguna untuk keperluan pertahanan. Misalnya, drone-drone AS yang beroperasi di Afganistan dibantu menemukan sasarannya dengan teknologi GPS ini, dengan cara menyusupkan mata-mata untuk meletakkan chip kecil sebesar SIM card di rumah-rumah atau di kantong baju seseorang yang akan menjadi target tembak drone pembunuh tersebut. Drone ini mengindentifikasi sinyal penerima yang dipancarkan oleh SIM Card tersebut. 

Kita semua mengetahui banyak sekali beredar di pasaran alat-alat pelacak GPS atau GPS tracking yang diimpor dari luar negeri. Melihat ribuan kepulauan dengan jumlah kendaraan yang tersebar di seluruh nusantara, keberadaan alat pelacak GPS untuk kendaraan dan armada bergerak  sangatlah penting baik di sektor swasta maupun pemerintahan. Terkadang kita bertanya, apakah dari sekian banyak merek dan model alat pelacak GPS, tidak ada satu pun yang merupakan produk dalam negeri buatan bangsa Indonesia? Ternyata setelah sekian tahun didominasi oleh produk luar negeri, akhirnya pasar alat pelacak GPS di Indonesia diramaikan oleh sebuah layanan dan produk dari dalam negeri berstandar internasional yang dapat dibanggakan karena dibuat di fasilitas manufaktur yang telah bersertifikat ISO 9001 dan 14001.

Aetrax GPS Tracking ( http/www.aetherica.com/aetrax-gps-tracking.html ) merupakah salah satu solusi dan layanan yang disediakan oleh perusahaan PT Aetherica Itanusa Persada ( www.aetherica.com ), sebuah perusahaan solusi teknologi dan pemasaran yang berbasis di Jakarta Indonesia, bekerja sama dengan PT Panggung Electric Citrabuana, perusahaan manufaktur nasional yang telah bertahun-tahun memproduksi peralatan elektronik seperti Audio System, Color TV, Audio Cassette Tape, Plastic injection, dan sebagainya, dengan merek-merek antara lain Akari, Panarec, dan Davanti. 

Kerjasama kedua perusahaan ini membuahkan sebuah solusi pelacak mobil, kendaraan menengah dan besar, serta armada bergerak lainnya. Dengan menggunakan alat pelacak buatan dalam negeri, Aetrax GPS Tracking siap bersaing dengan produk-produk pelacak GPS manca negara yang beredar di pasar Indonesia. Solusi GPS Tracker dari Aetrax juga menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi para pengguna layanan GPS tracking dengan produk-produk impor yang belum memiliki layanan dukungan support yang memadai di berbagai daerah di Indonesia.

Adanya solusi tracker kendaraan dan armada dari Aetrax GPS Tracking dengan menggunakan produkdevice dari dalam negeri merupakan merupakan sebuah perkembangan yang sangat menggembirakan di dalam dunia teknologi GPS tracking di Indonesia. Tidak saja hal ini membuktikan bahwa produk dalam negeri tidak kalah dengan produk luar negeri, tapi juga menunjukkan pesatnya kemajuan research & development yang dilakukan oleh para pelaku industri nasional yang mampu mengantisipasi permintaan dan pertumbuhan pasar sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada. 

Teknologi GPS Indonesia akan semakin maju dengan adanya pelaku bisnis dalam negeri yang aktif berpartisipasi dalam mengembangkan teknologi pelacak mobil, kendaraan, dan semua armada bergerak, mengingat besar wilayah Indonesia beserta jumlah kendaraan dan penduduk yang merupakan salah satu yang terbesar di Asia dan dunia. Perkembangan ini juga didukung oleh kemajuan teknologi telematika yang menggabungkan teknologi informasi dengan telekomunikasi. Dalam beberapa tahun mendatang, kita akan melihat semakin tingginya pemanfaatan dan penerapan teknologi GPS dalam aspek kehidupan sehari-hari di Indonesia.

[ Tim Liputan Teknologi GPS Tracking Indonesia - Jakarta ]
»»  READMORE...

PT DI Siapkan Tiga CN235 untuk AL dan AU



TNI AU berencana memiliki 3 pesawat CN-235MPA untuk dapat membentuk 1 skadron pesawat  intai baru (photo : Peter Ho)

Jurnas.com | PT Dirgantara Indonesia (DI)tahun ini kembali mendapatkan tiga proyek pesawat CN235 untuk TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara.Ketiga pesawat itu ditargetkan bisa rampung dan dikirimkan pada tahun 2015 atau 2016.

“Satu pesawat untuk Angkatan Udara dan dua untuk Angkatan Laut untuk patroli maritim,”ujar Direktur Pengembangan Teknologi Engineering PT Dirgantara Indonesia (Persero) Andi Alisjahbana di Jakarta, Minggu (19/5).

Nilai kontrak ketiga pesawat disebutkan tidak sampai Rp 1 triliun. Pada tahun ini PT DI juga akan mengirimkan dua atau tiga pesawat jenis yang sama juga untuk TNI Angkatan Laut yang merupakan kontrak multi years pada tahun 2011. 

Target perusahaan kata dia setidaknya melakukan penjualan atau kontrak senilai Rp 3 triliun setiap tahunnya. Pada tahun 2012, perusahaan mendapatkan keuntungan sedikit lebih besar bila dibandingkan pada tahun sebelumnya. Diharapkan tahun ini perusahaan tersebut juga mengalami peningkatan pendapatan. 

Dia menambahkan bahwa PT DI juga berfokus untuk menyelesaikan proyek pesanan pembuatan pesawat yang masih backlog sekitar Rp 8 triliun sampai 2015 mendatang.Proyek tersebut tidak hanya dari konsumen dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.

Selain berfokus untuk memproduksi pesawat dan helicopter, PT DI juga mengembangkan perawatan pesawat atau Maintenance Repair Overhaul (MRO) melalui Divisi Aircraft Services (ACS). ACS ditargetkan tidak hanya mampu memberikan MRO pesawat buatan PT DI tetapi juga produksi perusahaan lain. Pasar MRO Indonesia saat ini dikatakan sangat besar dan berpotensi untuk terus berkembang seiring dengan pertambahan jumlah pesawat.Namun, sayang lebih banyak maskapai yang memilih ke luar negeri untuk melakukan MRO.

“Airlines Rp 8 sampai 9 triliun tiap tahun. Dari jumlah itu diambil oleh dalam negeri yaitu GMF AeroAsia dan kami ada Rp 3 triliun.Jadi kita mesti berusaha menangkap pasar itu. Hanya kendalanya investasi, penambahan kemampuan karena mesti menguasai teknologi,”paparnya.

Belum semua aspek dalam MRO bisa dikuasai oleh pihaknya kata Andi.Misalnya landing gear yang harus dikirim ke luar negeri. “Kita lagi belajar mendapatkan kualifikasi.Kalau belum mendapatkan kualifikasi, training ya belum bisa,”imbuhnya.

(JurNas)
»»  READMORE...

Panser Canon Tarantula TNI AD




Panser Canon Tarantula

(MDN), Doosan DST Korea Selatan akhirnya menyelesaikan produksi Panser Tarantula berbobot 18 ton yang dilengkapi canon 90 mm serta senjata mesin 7,62mm/ 12,7mm. Panser Tarantula (Korsel: Black Fox) merupakan kendaraan tempur beroda 6 yang dioperasikan tiga orang (sopir, kkomandan, petembak) yang melaju dengan kecepatan maksimal 100 km/jam serta 8 km/jam di dalam air.

Menurut Doosan DST, Panser Tarantula telah disesuaikan dengan kondisi alam Indonesia, sehingga dibuat lebih ringan dan memiliki kemampuan amphibi. Dengan senjata meriam 90mm dan senapan mesin, Tarantula didisain untuk bisa menyerang lawan yang memiliki kemampuan penuh ataupun bertempur dengan tank musuh. Panser ini juga memiliki kemampuan operasi gerilya: search and destroy.
Chasis Black Fox dengan turret CSE90 Belgia
Chasis Black Fox dengan turret CSE90 Belgia
tarantula2
Blackfox / Tarantula versi APC
Blackfox / Tarantula versi APC

Tahun 2009, TNI AD memesan Panser Canon Tarantula ke Doosan DST Korea Selatan. Panser 6×6 ini memasuki tes operasional, uji menembak dan uji manuver lapangan sejak November 2011. Setelah lulus inspeksi, panser mulai diproduksi Korea Selatan pada awal tahun 2012. Tanggal 5 Mei 2013, Doosan DST mengumumkan telah menyelesaikan produksinya untuk dikirim ke Indonesia.

Tanpa menyebutkan jumlahnya, pihak Cmenyatakan segera mengirim sejumlah Panser Tarantula ke Angkatan Darat Indonesia. Dalam pembuatan panser ini Doosan DST bertanggung jawab membangun panser dan pemasangan turret meriam. PT Pindad juga akan melakukan perakitan semi-knocked-down (SKD) di Indonesia. Menurut catatan SIPRI 2012, Indonesia memesan 22 Black Fox/ Tarantula ke Korea Selatan dan 11 diantaranya akan dirakit di Indonesia.

Masih menurut SIPRI 2012, turret dari Panser Tarantula adalah CSE 90 mm buatan CMI Defence Belgia. Turret ini mengusung meriam Cockerill MkIII 90 mm, senjata mesin 7,62mm / 12,7mm serta pelontar granat. Meriam utama dikendalikan secara elektronik dan mampu menembak sasaran di malam hari. CSE90 mm dilengkapi penjejak laser jarak jauh untuk menembakkan amunisi APFSDS-T, serta berbagai jenis amunisi lainnya.
Defence-Cockerill-CSE-90LP-01
Dengan munculnya informasi dari Doosan DST Korea Selatan ini, menunjukkan road map kendaraan tempur TNI semakin jelas. Setelah Panser Anoa, akan muncul Panser Canon Tarantula lalu disusul Tank Kerjasama FNSS Turki dan PT Pindad.

Indonesia merupakan pengguna pertama Panser Canon Tarantula Korea Selatan, sehingga belum diketahui sejauh apa ketangguhan dari Panser ini. Diharapkan Indonesia bisa mengembangkan disain dan kualitas panser ini, karena TNI AD hanya memesan 22 Panser Tarantula.

Sumber: JKGR
»»  READMORE...

INDONESIA-TURKI KERJASAMA BIKIN ALAT KOMUNIKASI.




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0FPu7cn34TmDFuWMoWeB-cYesPTgBhCI2VUVRBdjo1s4yygwSDzQ_sll9sU3E3Qia6K7jFv4mWFMWQdE64i8acbL13lUlQSSGW4DDOmoXECIuQ7gt2MlE7NH1-GDjm_bsK19CkW0vrJZY/s400/Fiscor-100_LEN.jpg
 Ilustrasi Alkom
Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Turki telah menandatangani nota kesepahaman mengenai pembuatan alat utama sistem senjata (alutsista) berupa tank ringan atau tank medium.

Penandatangan kerja sama itu dilakukan di sela kegiatan Internasional Defense Industri Fair (IDEF) ke-11 di Istanbul, Turki, awal Mei lalu, kata Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Pos Hutabarat, yang mempin Delegasi Indonesia menghadiri kegiatan itu.

Kementerian Pertahanan, lanjut dia, juga menjalin kerja sama dalam pembuatan alat komunikasi.

Menurut dia, kerja sama pembuatan tank dan alat komunikasi itu melibatkan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Pindad dan PT LEN.

Ia menambahkan, dalam hal ini mitra PT LEN dari Turki adalah ASELSAN, perusahaan yang sudah memiliki pengalaman memproduksi  peralatan pertahanan dan keamanan.

Asisten Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama, Silmy Karim, menambahkan kerjasama itu merupakan bagian dari upaya mempercepat kemandirian produksi alutsista.

"Lebih dari itu pihak Turki siap untuk bekerjasama dari awal proses yaitu desain, sampai dengan akhir yaitu produksi. Bahkan tidak menutup kemungkinan pemasaran bersama," katanya.

Dalam pembuatan tank tersebut, kata Silmy, PT Pindad akan bekerja sama dengan pihak Turki yang diwakili oleh FNSS Defense System.

"Keduanya melakukan kerja sama untuk membuat tank. Waktu kerja sama diperkirakan tiga hingga lima tahun. Tahun ini diusahakan grand design tank selesai, sehingga tahun depan bisa dibuat prototipenya," katanya.


  ● Antara  

»»  READMORE...

ALKOM FISCOR – 100





http://www.bumn.go.id/len/files/2011/10/Alkom_02.jpgDalam dunia militer, alat komunikasi (Alkom) memiliki nilai penting bagi keberhasilan suatu kegiatan operasi militer. Alat komunikasi dibutuhkan antara lain untuk membantu pasukan yang ada di lapangan berhubungan dengan unit-unit lainnya yang berada di tempat berbeda.

Alat komunikasi yang banyak dipakai pihak militer di dunia sekarang ini adalah yang mudah dibawah ke mana-mana dalam berbagai medan. Saat ini, kebanyakan alat komunikasi untuk kegiatan militer diproduksi oleh perusahaan-perusahaan di luar negeri. Tentunya harga jual yang dipatok juga tergolong mahal.

Namun saat ini, Indonesia juga sudah mampu memproduksi alat komunikasi untuk dunia militer yang tidak kalah kualitasnya dengan produk-produk serupa buatan luar negeri. Adalah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) yang menggalang kerjasama dengan PT Len Industri (Persero) untuk membuat dan mengembangkan alat komunikasi untuk dunia militer. Kerjasama tersebut telah menghasilkan suatu produk alat komunikasi yang diberi nama Alkom Fiscor-100.

Kegiatan produksi Fiscor-100 telah mulai dilaksanakan PT Len Industri sejak Agustus 2010 lalu. Hingga Oktober 2010, sudah 30 unit yang diproduksi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Ke-30 unit Alkom Fiscor-100 itu telah diserahkan Menristek kepada Kementerian Pertahanan untuk dilakukan ujicoba oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di berbagai medan terhadap alat tersebut.

Menurut Nurman Setiawan, bagian pemasaran PT Len Industri, kegiatan ujicoba itu dilakukan agar user (pengguna) bisa mencoba alat komunikasi tersebut sebelum membeli dan diharapkan adanya masukan-masukan dari user mengenai kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki pada alat itu.

Selain itu, ujicoba di lapangan dengan berbagai medan juga diperuntukkan agar produsen bisa mendapatkan bahan masukan bagi pengembangan alat tersebut di kemudian hari. Kegiatan ujicoba diperkirakan memakan waktu paling cepat tiga bulan dan paling lambat satu tahun.
Miliki Keunggulan

Nurman menjelaskan, Alkom Fiscor-100 merupakan alat komunikasi yang dibuat oleh tenaga-tenaga ahli dari dalam negeri yang berasal dari Kemenristek dan PT Len Industri. Alat ini dibuat dengan mengkombinasikan teknologi yang ada pada alkom buatan Australia dan Prancis sehingga dipastikan Alkom Fiscor-100 lebih maju dari produk kedua negara tersebut.

Kandungan lokal yang dimiliki oleh alat itu kini telah mencapai 85%. Hanya komponen berupa handset, komponen elektronika dan conector yng masih harus diimpor. Menurut Nurman, kegiatan impor terhadap komponen-komponen itu terpaksa dilakukan karena di dalam negeri sendiri belum ada pabrik yang membuat komponen-komponen tersebut.

Karena dibuat oleh tenaga ahli dari dalam negeri, Alkom Fiscor-100 juga memiliki sejumlah keunggulan lainnya jika digunakan oleh pihak TNI. Keunggulannya itu antara lain siitem sekuriti nya bisa didesain oleh tenaga-tenaga lokal sehingga tidak sama dengan sistem yang digunakan di luar negeri. Alat ini juga bisa dicustomisasi sesuai keinginan.

Desain operasional dan maintenance dibuat sederhana sehingga mudah bagi pengguna dan teknisi untuk melakukan kegiatan operasional dan perawatan. Selain itu, di kelas HF, Alkom Fiscor-100 memiliki kecepatan hoping yang sangat tinggi sehingga bisa dipilih kecepatan 5 hope/second, 10 hope/second, 20 hope/second dan 50 hope/second.

Keunggulan lainnya adalah soal harga jual. Menurut perhitungan PT Len Industri, harga jual satu unit Alkom Fiscor-100 berkisar antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Harga itu jauh lebih murah jika dibandingkan dengan produk serupa buatan luar negeri yang mencapai Rp 250 juta hingga Rp 500 juta/unit.

Kemampuan Alkom Fiscor-100 untuk menembus pasar yang sangat potensial itu kini bergantung pada hasil ujicoba yang tengah dilakukan pihak TNI di sejumlah medan. Selain itu, kebijakan pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri juga memegang peranan penting bagi pengembangan Alkom Fiscor-100.(Sumber : Majalah Kina, Edisi 01 – 2011, Halaman 38-39)

Spesifikasi:
Technology Base:  Software Based Radio
Security System Base:  ISCOP100 (Integrated Secure Communication Protocol)
Hop Speed:  Programmable  5/10/25/50/Random hop/sec
Frequency Range:  2-30Mhz
Channel Capacity:  100 programmable Channel
Modulation Mode:  J3E (LSB;USB) ; J2A (CW); J2B (AFSK)
Tuning Step:  100Hz
Clarify Step:  10Hz
RF Output Power:  Max 20W PEP
Sensitivity:  -110 dBm for 10 dB S/N
Frequency Stability:  2ppm
Receiver Selectivity:  2.4kHz @-6db; 4kHz @-60dB
RF Connection:  Whip with internal ATU (selecable WHIP : W1.5, W3.0, Wire) & Dipole @50 Ω
Supply Voltage:  12-16.8 VDC
Average battery life:  24 hour
Audio Output:  250mW @8Ohm
Temperature Range:  -10C – 50C
IP Rating:  IP67
Vibration:  Ground Tactical
Immertion:  1 meter of water for 1 hour
Dimension:  250mm (width) x 90mm(deep) x 320mm (high)
Weight:  3.5kg (without battery pack), 5.5kg (with battery pack)
Standard:  MIL-STD-810F shock, vibration, dust & amp; spray

  ● BUMN  
»»  READMORE...

DAFTAR RUDAL KOREA UTARA



Korea Utara diyakini memiliki lebih dari 1.000 rudal dengan berbagai kemampuan, termasuk rudal jarak jauh yang suatu hari bisa mencapai daratan Amerika Serikat. Program rudal Pyongyang telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir dari awalnya hanya berupa roket artileri taktis jarak pendek pada tahun 1960 dan 70-an menjadi rudal balistik jarak menengah pada tahun 1980 dan 90-an.



Insititut Analisis Pertahanan Korea Selatan (KIDA) mengatakan bahwa sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh Pentagon kepada Kongres AS, Korea Utara setidaknya telah memiliki hingga 200 Transporter Erector Launcher (TEL)*, 100 rudal Scud jarak pendek, 50 rudal Nodong jarak menengah dan 50 rudal Musudan jarak jauh. Sebelumya Seoul juga memperkirakan bahwa negara komunis yang dikenal secara resmi sebagai Republik Demokrasi Rakyat Korea (DPRK) itu memiliki tidak lebih dari 94 TEL mobile (bergerak). 
Daftar rudal KoreaUtara

Laporan AS juga menunjukkan bahwa Korea Utara bertekad memperluas program rudalnya meskipun ekonominya sedang sulit. Hal ini terutama difokuskan pada wilayah-wilayah tertentu yang asimetris dapat menimbulkan ancaman bagi korea Selatan dan pasukan AS yang ditempatkan di Korea Selatan.

Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat tajam sejak Desember lalu, ketika Korea Utara menguji coba rudal jarak jauh Taepodong-2, diikuti tes nuklir ketiga (underground) pada Februari 2013.

PBB menanggapinya dengan sanksi. Latihan militer baru-baru ini antara Korea Selatan dan Amerika Serikat telah membuat marah Korea Utara, yang mengancam akan melakukan serangan nuklir di daratan Amerika, serta pasukan AS di wilayah tersebut.

KEKUATAN RUDAL KOREA UTARA

Kekuatan rudal Korea Utara terdiri dari berbagai rudal jarak pendek seperti KN-02, yang memiliki jangkauan 120 km dan dapat menargetkan instalasi militer di Korea Selatan. Ada juga Hwasong-5 dan Hwasong-6, yang juga dikenal sebagai rudal Scud-B dan C, memiliki jangkauan masing-masing 300 km dan 500 km. Rudal ini berhulu ledak konvensional, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa dipersenjatai dengan hulu ledak biologis, kimia, bahkan nuklir.

Rudal Hwasong-5 dan 6 keduanya sudah diuji coba dan disebarkan. Ahli persenjataan sudah meyakininya dan memungkinkan bagi Korea Utara untuk menyerang wilayah manapun di Korea Selatan. Menurut beberapa media barat, rudal Hwasong-6 juga telah dijual Korea Utara ke Iran, di mana rudal ini dikenal di Iran dengan nama Shehab-2.

Hwasong-5
Hwasong-5 adalah rudal balistik taktis permukaan-ke-permukaan jarak pendek yang terlahir dari rudal Elbrus R-17 Uni Soviet dan berdasarkan rudal balistik Scud-B buatan Rusia.

Hwasong-6
Hwasong-6 adalah rudal balistik taktis yang diproduksi oleh industri pertahanan Korea Utara. Uji coba pertama dari rudal Hwasong-6 telah sukses pada Juni 1990 (tiga kali penembakan). Rudal ini dibuat berdasarkan teknologi rudal Scud-C Rusia.

Hwasong-13
Sistem rudal balistik ini masih tergolong baru. Diresmikan saat parade militer Pyongyang 15 April 2012. Sistem rudal ini tiga tahap dengan sistem propulsi berbahan bakar cair. Rudal ini memiliki berat lepas landas 45 ton, dan mampu terbang balistik dengan jangkauan 7.500 km. Sistem peluncur rudal ini dipasang pada truk 16 roda (8 as) yang dirancang dan diproduksi di China.
Rudal Hwasong-13
Rudal Hwasong-13 yang dikenal juga sebagai KN-08 dan Nodong-C (Foto : Pedro Ugarte/Getty via WP)
Pada akhir 1980-an, Korea Utara telah meluncurkan sebuah program untuk mendesain dan memproduksi rudal balistik baru jarak menegah yang akhirnya dikenal sebagai Nodong yang memiliki jangkauan 1.000 km, bisa menargetkan Jepang. Rudal ini didasarkan pada desain rudal Scud-D, tetapi 50% lebih besar dan memiliki mesin yang lebih powerfull.

Nodong-A
Nodong-A yang disebut juga Nodong 1 atau juga Rodong 1 adalah rudal balistik jarak menengah yang dibuat berdasarkan teknologi rudal balistik Scud-D Rusia. Sistem ini dikembangkan oleh industri pertahanan Korea Utara. Keberadaannya mulai terdeteksi dunia saat di landasan peluncuran pada Mei 1990.

Rudal Nodong memiliki jangkauan sekitar 1.000-1.300 km. Kekuatan rudal diyakini 2.000-4.000 m CEP untuk jarak maksimum.

Nodong-B (BM-25 Musudan)
Nodong-B (BM-25 Musudan) adalah rudal balistik darat-ke-darat jarak menengah yang desainnya berbasis pada teknologi rudal balistik Scud-C buatan Rusia. Sistem ini dikembangkan oleh Industri Pertahanan Korea Utara dan diresmikan pertama kali saat parade militer 10 Oktober 2010, dalam perayaan ulang tahun ke-65 Partai Pekerja.

Intelijen Israel meyakini rudal ini memiliki jangkuan 2.500 km sedangkan Badan Pertahanan Rudal AS (MDA) memperkirakan rudal ini memiliki jangkuan 3.200 km, dan sumber intelijen lain menyebutkan 4.000 km.
Rudal Nodong-B
Rudal Nodong-B (Foto via leaksource.wordpress.com)
Langkah selanjutnya pengembangan rudal Korea Utara adalah Taepodong-1 dan Taepodong-2 (dikenal sebagai Paektusan di Korea Utara).

Taepodong adalah rudal besar berbahan bakar cair. Perlu beberapa konfigurasi untuk meluncurkannya, seperti halnya roket ruang angkasa. Waktu persiapannya (perakitan) cukup lama, diluncurkan dari lokasi statis (non-mobile) dengan bantalan peluncuran di tanah.

Akurasi rudal tetap menjadi penting, namun bukan lagi hal utama karena satu ton hulu ledak kimia atau biologi dari rudal ini akan memiliki efek yang dahsyat. Korea Utara dikenal barat memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata biologis dan kimia.

Taepodong-1
Taepodong-1 atau juga lebih dikenal oleh Korea Utara sebagai Paektusan-1, adalah rudal multi tahap pertama buatan dalam negeri. Jangkauannya sekitar 2.200 km, namun diyakini rudal ini kurang akurat ketimbang Nodong.

Taepoong-1 telah sukses uji coba terbang pada tanggal 31 Agustus 1998 sebagai roket ruang angkasa, tidak membawa muatan hulu ledak seperti rudal balistik biasanya, rudal ini membawa tahap ketiga dan kemungkinan berbahan bakar padat. Ini dimaksudkan untuk menempatkan satelit kecil ke orbit rendah Bumi.

Taepodong-2
Perkiraan kinerja Taepodong-2 jauh lebih spekulatif. Sebelum Desember 2012, Taepodong-2 sudah diuji coba sebanyak tiga kali, pada tahun 2006, 2009 dan April 2012.

Taepodong 2 atau Paektusan-2 juga merupakan rudal balistik tiga tahap, namun sudah jauh lebih maju daripada Taepodong-1. Jangkauannya diperkirakan 5.000 km hingga 15.000 km. Jika jangkauan ini memang benar, maka AS yang berjarak 9.693 km dari Korea Utara sudah bisa menjadi target Taepodong-2.
Taepodong-2
Taepodong-2 (Foto : ibtimes.com)
*Kendaraan yang membawa satu atau lebih rudal dan mampu memposisikannya dan kemudian meluncurkannya.
»»  READMORE...